
Di ruang rawat Kimberly tampak ramai. Kedua adik dari Fathir Aldama beserta keluarganya dan ketiga adik dari Nashita Fidelyo serta keluarganya sudah berkumpul di ruang rawat Kimberly. Begitu juga para sahabat Kimberly, Triny, Billy dan Aryan masih berada di rumah sakit, termasuk Tommy.
Mereka berniat untuk menemani Kimberly. Mereka akan pulang ke rumah sekitar pukul 8 malam. Untuk para orang tua mereka yang ada di rumah sudah mengetahuinya. Mereka sudah memberikan kabar kepada keluarga mereka masing-masing.
Setelah kejadian kemarin dimana sosok yang ada di dalam tubuh Kimberly keluar dan mengambil alih tubuh Kimberly sehingga berakhir kematian dua orang. Dan dari kejadian itu, satu dari tiga orang yang hampir melukai Kimberly saat ini berada di markas milik Jason.
Mengetahui kejadian itu membuat kedua orang tuanya, kedua kakaknya yaitu Jason dan Uggy serta anggota keluarga lainnya, terutama kedua orang tuanya dan keempat kakaknya makin over protektif kepada kesayangan mereka.
Banyak yang tidak menyukai dan banyak yang iri dengan kesuksesan keluarga Aldama dan keluarga Fidelyo.
Bukan hanya keluarga Aldama dan keluarga Fidelyo. Keluarga Sheehan dan keluarga Ravindra juga tak luput dari sasaran orang-orang yang iri dan haus akan kekuasaan.
"Apa yang ditakutkan Kimberly selama ini akhirnya terjadi juga," sahut Nashita sembari tangannya mengusap lembut rambut putrinya yang sedang tertidur.
"Jason. Apa kamu sudah tahu siapa yang menyuruh mereka untuk melukai Kimberly?" tanya Ardian sang Paman. Adik pertama Fathir.
"Sudah Pa. Awalnya orang itu tidak mau bicara. Setelah aku memberikan ancaman. Akhirnya dia bicara juga," jawab Jason.
"Ancaman apa yang kamu berikan pada bajingan itu?" tanya Nirvan adiknya Nashita.
"Aku akan membantai habis anggota keluarganya. Mendengar itu. Bajingan itu langsung membuka mulut," jawab Jason.
"Siapa orangnya Kak? Pasti mereka itu berasal dari sebuah kelompok," ucap Billy.
"Ya, kau benar Billy! Mereka diutus dari sebuah kelompok. Dari pengakuan bajingan itu. Ada seorang wanita yang meminta bantuan kepada ketua mereka untuk menculik Kimberly. Rencana awalnya, mereka diperintahkan untuk membawa Kimberly ke markas tanpa ada luka sama sekali. Dikarenakan mereka gagal membawa Kimberly secara baik-baik. Salah satu dari mereka menembak Kimberly. Dan kejadian kemarin juga sama. Mereka ingin membawa Kimberly. Tapi gagal karena sosok yang ada di dalam tubuh Kimberly keluar dan mengambil alih tubuh Kimberly dan terjadilah hal yang tidak diinginkan."
"Apa mungkin sosok itu sudah muncul dari awal Kimberly dijegat di jalan saat itu?" tanya Aryan.
"Bisa jadi," jawab Enda.
"Mungkin sosok itu tahu jika orang-orang itu akan kembali untuk membawa Kimberly," ucap Riyan.
"Jadi dalang utamanya adalah perempuan?" tanya Triny.
"Seperti itulah yang dikatakan oleh bajingan itu," ujar Jason.
Mereka semua diam. Mereka berusaha berpikir tentang perempuan yang sudah menyuruh sebuah kelompok untuk menculik Kimberly.
"Pasti ini ulah nya Clara!" seru Sinthia tiba-tiba.
Mendengar seruan dari Sinthia. Mereka semua melihat kearah Sinthia. Mereka makin penasaran kenapa Sinthia bisa menebak jika Clara sebagai pelakunya.
"Sinthia. Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?" tanya Tommy.
"Iya, Sin! Apa alasan kamu?" tanya Santy.
"Mudah saja. Pertama, Clara dan Kimbery sudah bersahabat dari kecil. Begitu juga denganku, Rere, Santy dan Catharine. Kedua, sejak mereka bersahabat. Clara selalu iri dan cemburu akan kebahagiaan dan keberuntungan Kimberly. Kimberly memiliki orang tua dan kakak yang begitu menyayanginya. Apa yang diinginkan Kimberly selalu terwujud. Sementara Clara. Dia tidak pernah mendapatkan apapun dari orang tuanya dan kakaknya. Keluarganya lebih fokus pada pekerjaan mereka dibandingkan Clara. Dari situ kebencian Clara muncul terhadap Kimberly. Ketiga, Clara berusaha membuat Kimberly tampak buruk didepan keluarganya. Clara melukai dirinya sendiri. Saat kalian datang, Clara mengadu pada kalian bahwa Kimberly yang telah melukainya. Ketika Kimberly menyadari bahwa Clara berusaha membuat dirinya terlihat buruk didepan keluarganya. Kimberly pun membalasnya dengan kata-katanya yang membuat Clara bungkam."
"Sampai saat ini Kakak ingat apa yang dikatakan Kimberly saat itu!" seru Riyan.
"Apa Kak Riyan? Kimberly ngomong apa ke Clara saat itu?" tanya Tommy.
FLASHBACK ON
FLASHBACK OFF
Mendengar cerita dari Riyan membuat mereka tertegung dan juga terkejut. Mereka terkejut ketika kata terakhir.
"Kimberly ngomong gitu Kak Riyan?" tanya Ivan.
"Iya," jawab Riyan.
"Saat itu bukan Clara saja yang terkejut. Kami yang saat itu ada disana juga terkejut. Kami terkejut ketika Kimberly mengatakan soal kematian kepada Clara." Enda berucap.
"Apa saat itu sosok dalam tubuh Kimberly sudah ada?" tanya Dania.
"Saat itu kami tidak tahu akan hal itu. Tapi setelah kejadian dimana Kimberly berbicara seperti itu kepada Clara. Keesokkan harinya kami menemukan Kimberly mengamuk di kamarnya. Kimberly mengamuk sembari menyebut nama Clara. Dan kami juga bisa lihat dari tatapan mata Kimberly. Tatapan mata Kimberly beda dari biasanya. Tatapan matanya memerah." Jason bersuara.
"Ketika kami mendekatinya. Kimberly justru menyerang kami. Bahkan Kimberly tidak mengenal kami sama sekali. Saat kejadian itu hati kami benar-benar hancur. Kejadian itu terjadi ketika Kimberly duduk dibangku kelas 1 SMP." Uggy ikut menceritakan kondisi adiknya saat itu.
"Lalu apa yang terjadi Kak? Bagaimana cara kalian mendekati Kimberly dan menenangkan Kimberly?" tanya Lisa.
"Tante nekat menghampiri Kimberly dan langsung memeluk Kimberly. Ketika Tante memeluk Kimberly. Kimberly sempat memberontak. Namun beberapa detik kemudian, tante berhasil menenangkan Kimberly. Tante mengatakan bahwa tante adalah ibunya Kimberly. Dan tante akan menjaga dan melindungi Kimberly. Ketika Tante memeluk Kimberly. Tante dapat merasakan hawa lain disekitar tubuh Kimberly. Tante sangat yakin ada sosok lain dalam tubuh Kimberly. Beberapa detik kemudian, tante merasakan tubuh Kimberly melemah. Kemungkinan sosok itu telah pergi."
"Dari situlah kami semua mengetahui bahwa Kimberly memiliki pelindung dalam tubuhnya. Kimberly cerita pada kami. Sosok itu hadir dalam tubuhnya ketika kejadian penculikan dan penyekapan yang dialami Kimberly ketika Kimberly berusia 8 tahun." Billy berucap.
Mereka semua terdiam ketika mengingat kejadian-kejadian yang dialami Kimberly, baik dulu maupun sekarang. Setelah mereka mengingat kejadian yang dialami Kimberly dan mendengar perkataan Sinthia yang mengatakan bahwa Clara yang menjadi biang dalam masalah yang menimpa Kimberly membuat mereka semua mempercayai perkataan Sinthia.
"Daddy juga curiga dengan Clara. Benar apa yang dikatakan Sinthia. Dari dulu Clara selalu iri dan cemburu terhadap Kimberly. Clara selau berusaha untuk menjatuhkan Kimberly didepan kita. Namun sayangnya usahanya gagal."
"Sekali pun Kimberly menyakiti dan melukai Clara. Kami juga tidak akan pernah memarahi Kimberly. Gila aja kalau kami memarahi Kimberly hanya demi membela orang lain. Memangnya Clara itu siapa? Clara itu bukan bagian dari keluarga Aldama. Jadi untuk apa kami membela dia dan memarahi Kimberly." Enda berucap penuh amarah.
"Sekali pun Kimberly salah karena sudah melukai Clara. Kami tidak akan pernah memarahi Kimberly. Itu tidak akan pernah terjadi. Palingan kami hanya menasehati Kimberly dengan lembut," ucap Riyan.
"Saat kejadian itu kami bisa melihat tatapan mata Kimberly ketika melihat kami. Kimberly melihat kami seakan-akan kami akan benar-benar memarahinya ketika mendengar perkataan dari Clara. Maka dari itulah Kimberly berbicara seperti itu kepada Clara." Jason berbicara sambil mengingat perkataan dan tatapan mata adiknya itu.
"Baiklah. Jika kita sudah sepakat menetapkan Clara sebagai pelakunya. Mulai sekarang kita bagi tugas!" seru Rafassya.
"Iya, Pi! Papi benar," ucap Fathan, kakak kedua Aryan.
"Aku akan memerintahkan anggotaku untuk mencari keberadaan Clara!" seru Pasya selaku polisi. Pasya berpangkat nomor 3 di kepolisian.
"Terima kasih sayang. Daddy serahkan masalah Clara padamu," ucap Fathir.
"Daddy tenang saja. Kali ini aku tidak akan tinggal diam. Ini sudah menyangkut nyawa. Berulang kali perempuan itu berbuat jahat kepada Kimberly," ucap Pasya.
"Untuk kelompok yang disewa oleh Clara serahkan padaku dan Uggy. Bajingan itu baru menyebut kata perempuan. Bajingan itu sama sekali belum memberitahu nama perempuan dan kelompok itu," sahut Jason.
"Baiklah." mereka semua mengangguk.
"Dan untuk kalian." Ammar melihat kearah keempat sahabat Kimberly, Tommy, Billy, Aryan, Triny dan para sahabatnya. "Tugas kalian adalah jaga Kimberly selama berada diluar rumah. Selama kita belum menangkap Clara dan kelompok itu. Kimberly masih belum aman. Kita melakukan ini agar sosok yang ada di dalam tubuh Kimberly tidak keluar dan kembali membunuh orang. Disini Kimberly yang akan tersakiti." Ammar berbicara dengan penuh penekanan.
"Baik om!"
"Baik Ayah!"