
Uggy sudah berada di ruang kerjanya bersama sang adik. Sedangkan untuk Kimberly, dirinya sudah bersih dengan menggunakan pakaian lain.
Setelah memberikan hukuman kepada orang-orang yang sudah menyakiti adik perempuannya, Uggy menyuruh Rio, asistennya untuk membelikan pakaian baru untuk Kimberly agar adik perempuannya itu bisa mengganti seragamnya dengan baju biasa.
Saat ini keduanya tengah menikmati makan siangnya dengan menu kesukaan Kimberly. Ditambah dengan kue kesukaan Uggy yang sudah diganti baru.
Seketika Uggy tersenyum ketika melihat adik perempuannya begitu lahap menikmati hidangan di atas meja. Dan Uggy juga tersenyum bahwa adiknya sudah melupakan kejadian beberapa menit yang lalu.
"Enak makanannya?"
"Enak banget kak. Apalagi kakak yang belikan."
Uggy tersenyum mendengar jawaban dari adik perempuannya itu.
"Hanya kakak? Bagaimana dengan kak Jason, Enda dan Riyan?"
"Sama. Siapa pun yang membelikan makanan dan minuman untukku. Semuanya enak-enak. Apalagi makanan dan minumannya semuanya kesukaan aku."
Lagi-lagi Uggy tersenyum mendengar jawaban dari adik perempuannya. Dirinya bersyukur Tuhan memberikan adik perempuan seperti Kimberly. Walau sifat adiknya itu manja, semua keinginannya harus dipenuhi, namun adik perempuannya itu tidak memaksakan kehendaknya. Jika keinginannya tidak terpenuhi, maka adiknya itu memilih mengalah. Dan bahkan sikap adiknya terlihat biasa saja setelah itu. Tidak terlihat sedih apalagi kecewa.
"Kim," panggil Uggy.
"Hm." Kimberly menjawab panggilan kakaknya itu dengan deheman dikarenakan mulutnya yang terisi penuh oleh makanan.
"Kamu kesini untuk sebuah misi, bukan?"
Seketika Kimberly menelan makanannya. Setelah itu, Kimberly melihat kearah kakaknya.
"Misi? Maksud kakak Uggy apa? Aku nggak ngerti," ucap dan tanya Kimberly.
Seketika Uggy menatap dingin adiknya itu ketika mendengar pertanyaan bukan jawaban.
"Kim." Uggy menggeram ketika memanggil nama adiknya.
Kimberly melihat sekilas wajah kakaknya lalu kembali fokus pada makanannya. Sementara untuk Uggy sudah selesai sejak beberapa menit yang lalu
"Nggak segitunya juga lihatnya. Ngeri tahu."
Kimberly menghabiskan sisa minumannya. Dan setelah itu, Kimberly bersandar di punggung sofa menandakan bahwa dirinya sudah selesai.
Sementara Uggy langsung merubah mimik wajahnya ketika mendengar ucapan sekaligus sindiran dari adik perempuannya itu.
"Sekarang katakan semuanya pada kakak tentang video itu dan juga tentang Gracia dan keluarganya sehingga mereka mengusik kamu?" tanya Uggy dengan tatapan matanya menatap wajah cantik adik perempuannya.
"Apa harus semuanya? Setengah aja ya?"
"Kamu pikir sekarang ini kamu sedang berbelanja sehingga kamu memberikan penawaran?"
Bukan jawaban yang diberikan oleh Uggy, melainkan pertanyaan. Begitu juga apa yang dilakukan oleh adik perempuannya terhadap dirinya.
Kimberly seketika mendengus mendengar penuturan dari kakak laki-lakinya itu.
"Siapa tahu berhasil. Kan nggak ada salahnya mencoba," ucap Kimberly dengan wajah yang ditekuk.
"Tapi buktinya kamu tidak berhasil."
Kimberly mencebik kesal mendengar perkataan dari kakaknya. Sementara Uggy tersenyum gemas melihat wajah kesal adiknya.
"Sudah! Berhenti mencari alasan Kimberly! Kakak tahu kamu. Sekarang ceritakan. Kalau kamu masih tetap terus mencari-cari alasan agar tidak menceritakan masalah video dan teman kamu itu. Jangan salahkan kakak kalau kakak sampai membunuh teman kamu itu di hadapan kamu."
Mendengar perkataan dari kakaknya membuat Kimberly terkejut. Dirinya tidak menyangka jika kakaknya itu akan berbicara seperti itu.
"Aish!"
"Ayo, buruan!"
"Seperti yang udah kakak Uggy lihat dan kakak dengar di video itu. Perempuan itu marah karena anaknya masuk rumah sakit dan tidak sadar selama beberapa hari karena ulahku. Bukan anaknya saja, keenam teman-teman anaknya juga bernasib sama seperti anaknya."
"Apa kamu juga yang melakukannya?"
"Tidak. Keenam teman-temannya itu akibat ulah keempat sahabatku."
"Kok bisa?"
"Ketika aku sedang berhadapan dengan Gracia. Keenam teman-temannya mencoba membantu Gracia dengan cara mengeroyokku. Tapi langsung diserang dengan keempat sahabatku."
"Apa yang membuat teman kamu itu mencari masalah denganmu?"
"Seperti yang sudah kakak ketahui. Begitu juga dengan anggota keluarga kita. Gracia masih belum bisa terima jika Tommy mencintaiku dan lebih memilihku dari pada dia. Gracia berpikir bahwa dia yang pertama kali bertemu dengan Tommy. Tapi kenapa aku yang terpilih."
"Kejadian di video itu. Aku sudah memberikan peringatan kepada ibunya untuk berhenti mengusikku. Kalau dia masih mengusikku, maka aku akan membuat dia dan putrinya terusir dari keluarga Aditya."
"Apa yang aku katakan pada ibunya. Itu juga yang aku katakan kepada Gracia. Begitu juga dengan Gracia. Aku juga sudah memberikan peringatan kepadanya. Bahkan aku juga mengatakan padanya bahwa aku tahu tentang ibunya."
"Namun sayangnya, dia tidak mengindahkan peringatan dariku. Justru dia makin menjadi-jadi."
"Apa yang dia lakukan kepada kamu?" tanya Uggy penasaran.
"Pertama, dia ingin memfitnahku di depan Tommy dengan dia memperlihatkan foto aku bersama kak Jason dan kak Iyan ketika liburan di kebun binatang. Kedua, dia membayar murid perempuan untuk menggoda Tommy. Dikarenakan Tommy tidak gampang dirayu apalagi digoda. Murid perempuan itu merubah rencananya dengan membuat seakan-akan Tommy telah melecehkan dirinya."
"Melihat apa yang sudah dilakukan oleh Gracia dan murid perempuan itu membuat aku marah. Besoknya aku langsung menyebarkan video tentang kebusukan ibunya ke internet. Bahkan saat video itu tersebar, aku mempusatkan hanya kepada kepada keluarga Aditya."
Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Uggy mentautkan keningnya bingung.
"Maksud kamu?"
"Hanya keluarga Aditya saja yang melihat video itu karena itu tujuan utamaku. Aku akan gunakan video yang sama kepada Gracia dan ibunya jika mereka masih belum sadar akan kesalahannya dengan memperlihatkan video itu kepada keluarga Ameera. Jika keluarga Ameera sampai melihat video itu, habislah kehidupan Gracia dan ibunya. Dengan kata lain, mereka tidak akan pernah dianggap sebagai bagian dari keluarga Ameera."
Mendengar jawaban dari Kimberly membuat Uggy penasaran akan keluarga Ameera.
"Keluarga Ameera itu memiliki dua sifat. Sifat baik dan sifat jahat. Sifat baik yang dimiliki oleh keluarga Ameera hampir sama dengan keluarga kita. Bagaimana hubungan kita dengan anggota keluarga lainnya. Seperti itu juga hubungan mereka dengan anggota keluarga mereka. Yang membedakan keluarga kita dengan keluarga Ameera adalah sifat jahat dan sifat kejamnya. Jika kita kejamnya terhadap orang-orang yang suka mengusik keluarga kita. Sementara untuk keluarga Ameera kedua-duanya. Baik kepada musuh-musuhnya maupun keluarga sendiri."
Seketika Uggy membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan terakhir Kimberly. Sedangkan Kimberly tersenyum ketika melihat wajah terkejut kakaknya.
"Keluarga Ameera itu paling tidak suka ada kejahatan, kecurangan dan pengkhianatan di dalam keluarga. Baik itu sesama saudara maupun terhadap orang lain. Jika kedapatan dan ketahuan salah satu anggota keluarganya melakukan hal keji itu, maka saudara tertua di dalam keluarga itu akan mengambil langkah tegas yaitu mengusir anggota keluarga tersebut dari keluarga Ameera. Menghapus namanya dan tidak menganggap anggota keluarga tersebut bagian dari keluarga Ameera lagi."
"Apa?!"
Uggy benar-benar terkejut setelah mengetahui tentang keluarga Ameera. Dirinya tidak menyangka jika keluarga Ameera akan bersikap kejam dengan anggota keluarganya sendiri.
"Itu jika mereka tidak melakukan kejahatan yang fatal, kak!" seru Kimberly ketika melihat wajah syok kakaknya.
"Jika mereka sampai melakukan pembunuhan. Keluarga Ameera akan memberikan hukuman seumur hidup di dalam penjara. Nggak tahu jika yang korbannya orang lain."
Uggy menatap intens wajah cantik adik perempuannya. Dirinya masih banyak pertanyaan yang akan diajukan kepada adiknya itu.
"Kakak tahu aku kan? Aku ini orangnya serba ingin tahu. Dan aku juga orangnya selalu ikut campur ketika melihat apa yang menurutku itu tidak baik?" ucap dan tanya Kimberly.
"Iya. Kakak tahu kamu. Salah satunya adalah kamu akan menyerang orang itu jika orang itu berbuat jahat kepada orang lain," jawab Uggy.
"Aku mencari tahu berasal dari mana ibunya Gracia. Setelah aku mendapatkan latar belakang keluarga dari ibunya Gracia. Aku meminta salah satu orang kepercayaan dari kak Deryl untuk menyelidiki tentang keluarga tersebut. Hanya butuh tiga hari, orang kepercayaan kak Deryl berhasil mendapatkan apa yang aku mau."
"Kalau kakak boleh tahu. Apa yang dilakukan oleh ibunya Gracia sehingga dia bisa masuk ke dalam keluarga Aditya sehingga membuat kamu berniat untuk membuat mereka terusir?" tanya Uggy.
Seketika Kimberly mendengus ketika mendengar ucapan dari kakaknya yang mengatakan bahwa dirinya berniat untuk membuat Gracia dan ibunya terusir dari keluarga Aditya.
"Tolong diralat saudara Uggy Aldama. Saya tidak berniat untuk membuat mereka terusir dari keluarga Aditya. Saya hanya mengancam. Terusirnya mereka dari keluarga Aditya, itu kesalahan mereka sendiri. Coba saja mereka nurut dan patuh padaku. Maka hidup mereka tidak seperti sekarang ini."
Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Uggy berdecak kesal. Namun seketika berubah menjadi tersenyum ketika melihat raut tak mengenakkan dari adiknya.
"Oke, maafkan kakak. Sekarang lanjutkan ceritanya."
"Ibunya Gracia bisa masuk ke dalam keluarga Aditya karena ibunya Gracia menjebak tuan Gustavo Chena Aditya di sebuah kamar hotel. Ibunya Gracia memberikan minuman yang sudah dicampur sesuatu kepada tuan Gustavo Chena Aditya sehingga laki-laki itu tidak sadarkan diri."
"Wah! Gila," sahut Uggy.
"Akibat kejadian itu membuat tuan Gustavo Chena Aditya terpaksa menikahi ibunya Gracia yang pada saat itu berstatus sebagai sekretarisnya. Wanita itu mengaku hamil di depan tuan Gustavo Chena Aditya dan istri sahnya."
"Bagaimana reaksi istrinya?"
"Marah. Namun setelah mengetahui kebenaran dari suaminya membuat wanita itu memberikan maaf suaminya. Secara tuan Gustavo Chena Aditya benar-benar tulus mencintai istrinya. Seminggu setelah tuan Gustavo Chena Aditya menikahi sekretarisnya itu. Istrinya kecelakaan."
"Jangan bilang kalau kecelakaan itu.....?"
"Memang. Wanita itu yang membunuh istri sah tuan Gustavo Chena Aditya. Wanita itu melakukan hal itu agar menjadi istri satu-satunya tuan Gustavo Chena Aditya."
"Satu hal lagi yang kakak harus tahu."
"Apa?"
"Gracia itu bukan putri kandung dari tuan Gustavo Chena Aditya. Ketika wanita itu menjebak tuan Gustavo Chena Aditya, wanita itu sudah dalam keadaan hamil. Dan satu lagi, laki-laki yang ikut bersama wanita itu ketika mendatangi sekolahku adalah ayah kandungnya Gracia. Laki-laki itu menyamar sebagai adik perempuannya wanita itu."
"Benarkah?"
"Hm."
"Apa keluarga Ameera tahu?"
"Tidak. Maka dari itulah kenapa aku tidak memperlihatkan kepada semua orang tentang video itu termasuk keluarga Ameera. Aku bisa gunakan video itu untuk menghancurkan mereka berdua sampai keakarnya jika mereka masih mencari masalah denganku. Saat ini Gracia sudah berada di dalam penjara. Tinggal nunggu ibunya. Apa yang akan dilakukan oleh ibunya ketika melihat anaknya di dalam penjara."
Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Uggy sekarang paham permasalahan yang dihadapi oleh adik perempuannya. Namun dibalik itu semua membuat Uggy mengkhawatirkan keselamatan adiknya itu. Uggy sangat tahu tipikal orang-orang yang kalah setiap melawan salah satu anggota keluarganya. Orang-orang itu akan mencari cara untuk melakukan pembalasan.
"Kakak," panggil Kimberly tiba-tiba.
"Ada apa, hum?"
"Bagaimana dengan orang-orang yang sudah menghinaku dan membentakku ketika datang kesini?"
"Kenapa? Mulai kasihan?" ledek Uggy.
"Aish! Bisa tidak jika ada yang bertanya itu di jawab," ucap Kimberly kesal.
"Kayak kamu aja yang nggak pernah."
"Kan aku belajarnya dari kakak."
Ketika Uggy ingin membalas perkataan dari adik perempuannya itu. Adik perempuannya itu sudah terlebih membungkam mulutnya.
"Kakak jawab!"
"Hah! Baiklah. Mereka semua kakak hukum dengan kakak membatalkan kerja sama yang baru saja mereka tanda tangani. Bahkan kakak meminta untuk membayar ganti rugi sebesar 75% atas pembatalan ini."
"Lah, kok bisa? Bukannya kakak yang membatalkan kerja samanya?"
"Memang kakak yang membatalkannya. Kan mereka yang sudah buat kakak sampai mengambil keputusan ini. Mereka semua sudah berani menghina dan merendahkan kamu. Berarti mereka harus siap dengan segala resikonya."
"Lalu beberapa karyawan kakak yang ikut menghinaku dan merendahkanku, bagaimana?"
"Sama. Kakak memberikan hukuman kepada mereka dengan cara membuang mereka dari perusahaan ini. Bahkan kakak juga memasukkan nama mereka ke daftar hitam di semua perusahaan yang ada di dunia ini."
Mendengar jawaban dari kakaknya itu membuat Kimberly membelalakkan matanya tak percaya.
"Itu terlalu kejam kak!"
"Lalu apa bedanya dengan kamu yang membuat musuh kamu itu terusir dari keluarga Aditya, hum?" tanya Uggy sembari tersenyum.
"Bedalah. Aku disini terpaksa. Karena dari awal aku sudah memberikan kesempatan untuk mereka. Mereka aja yang terlalu mengikuti ego sehingga tidak menggunakan kesempatan itu dengan baik. Sementara kakak? Kakak langsung memberikan hukuman kepada beberapa karyawan kakak tanpa memberikan kesempatan terlebih dahulu."
Uggy tersenyum mendengar jawaban dari adiknya itu. Di dalam hatinya, Uggy membenarkan apa yang dikatakan oleh adiknya itu bahwa dirinya tidak memberikan kesempatan kepada karyawan yang sudah menghina dan merendahkan adik perempuannya.
Kimberly melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. Dan tatapan seketika membulat.
"Kakak, sudah puku 3 sore. Berati aku sudah 3 jam disini! Aku pulang ya?"
Mendengar seruan dari adiknya. Uggy langsung melihat jam di tangannya. Dan benar saja, waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore.
"Kita pulang bersama."
"Terus mobil aku bagaimana?"
"Nanti Rio yang akan membawa mobil kamu."
"Terus setelah itu, kak Rio akan pulang naik taksi? Begitu maksud kakak?"
"Iya." Uggy menjawab pertanyaan dari adiknya dengan singkat.
"Jangan terlalu kejam terhadap karyawan, kak!"
Mendengar perkataan dari adik perempuannya membuat Uggy tersenyum. Lalu tangannya mengusap lembut kepala adiknya itu.
"Iya, tidakkah sayang. Rio menggunakan mobil kamu. Lalu nanti kakak akan meminta salah satu sopir yang memang bertugas untuk mengantar karyawan yang bertugas di luar perusahaan untuk mengikuti dari belakang. Jadi, setelah mengantar mobil kamu. Sopir itu akan mengantarkan Rio pulang. Setelah dari sana, barulah sopir itu pulang ke rumahnya menggunakan mobil itu."
Mendengar perkataan dari kakaknya itu membuat Kimberly tersenyum.
"Itu baru namanya Bos yang pengertian."
"Hahahahaha." Uggy seketika tertawa ketika mendengar ucapan dari adiknya.
Setelah itu, Kimberly dan Uggy pun beranjak dari duduknya dan memutuskan untuk pulang ke rumah.