THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Amarah Dan Dendam Kimberly



Ketika mereka sedang menikmati makanan dan minumannya sembari menikmati kebahagiaannya karena telah menyakiti saingannya, tanpa mereka ketahui bahwa Kimberly dan Catherine sudah berada di kantin dengan tatapan amarahnya.


Kimberly dan Catherine berjalan menghampiri meja yang di tempat oleh Sheela dan ketujuh teman-temannya.


Sreekk..


"Aakkhhh!" teriak Amel dengan keras ketika seseorang menarik rambutnya dengan kuat sehingga membuat kepalanya mendongak keatas dengan bersamaan Amel yang ditarik berdiri.


"Amel!" teriak Sheela dan keenam teman-temannya yang lain.


Sheela dan keenam teman-temannya menatap tajam kearah Kimberly yang menarik rambut Amel dengan kuat.


"Apa yang lo lakuin sama teman gue, hah?!" bentak Sheela.


"Apa lo nggak bisa lihat kalau gue sedang menarik rambut teman lo ini," jawab Kimberly dengan wajah dinginnya.


"Lepaskan dia!" bentak Sheela.


"Kalau gue nggak mau, lo mau apa? Mau melawan gue. Ayo, lawan gue sekarang!" Kimberly menatap dengan tatapan yang menakutkan bagi orang-orang yang sudah tahu siapa dia sebenarnya.


Mendengar jawaban serta tantangan dari Kimberly membuat Sheela dan keenam teman-temannya menatap marah kearah Kimberly.


"Lo nggak usah sok berani ingin melawan gue! Lo hanya berdua. Sementara gue punya memiliki enam teman yang ada di samping gue. Apa lo bisa melawan gue, hum?" Sheela berbicara dengan menatap remeh Kimberly dan Catherine.


"Justru itu gue nantangin kalian. Dengan begitu kita bisa tahu siapa yang menjadi pemenangnya dan siapa yang menjadi pecundang."


"Jika kalian menang melawan gue, maka kalian berhasil menyelamatkan teman kalian ini," ucap Kimberly lagi.


Sheela dan keenam teman-temannya mengepal kuat tangannya dan menatap nyalang kearah Kimberly. Dan detik kemudian, mereka pun menyerang Kimberly secara bersamaan.


"Catherine, lo minggir!"


"Baik." Catherine pun langsung menepi sesuai keinginan Kimberly.


Dengan tangan yang makin kuat menarik rambut Amel. Kimberly dengan gesitnya serta lihai setiap gerakannya memberikan pukulan dan tendangan kuat tepat di pinggang dan perut Sheela dan keenam teman-temannya sehingga membuat mereka semuanya berteriak.


Kimberly menendang meja yang mana meja itu berukuran bulat sehingga dengan mudah Kimberly membuat meja itu terbalik dengan satu tendangan keras darinya. Meja itu mengenai tubuh tiga temannya Sheela sehingga ketiganya tersungkur di lantai dengan teriakan kesakitannya.


Melihat apa yang terjadi di kantin membuat beberapa penghuni kantin terpaksa menepi. Mereka memilih menyelamatkan diri dari pada menjadi korban.


Sheela seketika berubah ketakutan ketika melihat bagaimana hebatnya bela diri Kimberly. Bahkan Sheela takut ketika melihat tatapan mata Kimberly yang tidak biasanya.


Ketiga teman Sheela yang lainnya hendak menyerang Kimberly, namun lagi-lagi mereka kalah cepat dikarenakan Kimberly sudah terlebih dulu memberikan tendangan kuat tepat di perut ketiganya sehingga membuat tubuh ketiganya membentur tembok lalu terhempas di lantai dengan memuntahkan cairan segar dari dalam mulutnya.


Kimberly melawan keenam teman-temannya Sheela tanpa melepas tarikan di rambut Amel sehingga membuat rambut Amel tertarik kesana dan kemari.


Beberapa menit, Kimberly berhasil mengalahkan Sheela dan keenam teman-temannya. Kini kondisi mereka dalam keadaan tak baik-baik saja.


Kimberly menatap tajam kearah Sheela. "Gue peringatkan sama lo. Jauhi Andhika. Jangan coba lo dekati dia. Andhika milik kakak sepupu gue. Bukan milik lo. Jika lo masih terus dekati Andhika, gue bakal bunuh lo dan juga keluarga lo!"


Setelah mengatakan itu, Kimberly pergi meninggalkan kantin dengan menarik kuat rambut Amel sehingga membuat Amel berteriak kesakitan di bagian kepalanya. Diikuti oleh Catherine di belakang.


"Catherine, lo kasih tahu Lionel. Dia harus tahu apa yang terjadi sana Santy."


"Baik, Kim!"


^^^


Setibanya di lapangan, Kimberly langsung mendorong kuat tubuh Amel sehingga membuat tubuh Amel terhuyung ke belakang.


Semua siswa dan siswi seketika berkumpul di lapangan hanya untuk melihat kejadian tersebut.


Sreekk..


"Aakkhhh! teriak Amel merasakan sakit di lehernya.


Kimberly mencekik kuat leher Amel sehingga membuat Amel kesulitan bernafas.


"Lo benar-benar menjijikan. Dasa pecundang!" teriak Kimberly dengan tatapan amarahnya.


"Asal lo tahu aja. Santy sahabat gue itu bisa menghabisi lo dan teman-teman lo jika lo dan teman-teman lo nggak main keroyokan.


"Kim," ucap Catherine yang berusaha untuk menenangkan emosi Kimberly.


"Catherine."


"Lo pegang tangannya ke belakang."


"Ach, baiklah."


Catherine menarik tangannya Amel lalu memelintirnya ke belakang sehingga membuat Amel kembali merasakan kesakitan.


Setelah melihat Catherine yang memegang kedua tangan Amel ke belakang, Kimberly pun melepaskan cekikan.


Kimberly menatap tajam Amel. "Lo tahu nggak, hah?! Sahabat gue Santy baru selesai melakukan operasi usus buntu dua minggu yang lalu. Rasa sakitnya itu belum hilang. Begitu juga dengan bekas operasinya itu. Dan lo.......!" teriak Kimberly dengan menunjuk tepat di wajah Amel.


"Lo dengan kejammya memukul kuat bahkan lo memberikan dua kali pukulan di perut sahabat gue!"


"Dan gara-gara perbuatan lo. Sahabat gue harus merasakan sakit di perutnya! Lo manusia menjijikan, Ame!"


Kimberly menatap nyalang kearah Amel. Lalu tatapan matanya menatap tepat di perut Amel. Seketika Kimberly tersenyum di sudut bibirnya sembari memiringkan kepala ke kiri.


"Ti-tidak!" seketika Amel menggelengkan kepalanya ketika melihat tatapan mata Kimberly mengarah ke perutnya. Dirinya tahu bahwa Kimberly akan melakukan hal itu kepadanya.


"Kenapa? Takut lo, hum? Nggak usah takut. Nggak sakit kok. Gue hanya ingin lo juga ikut merasakan apa yang dirasakan oleh sahabat gue. Nggak adil kali. Santy lo pukul dengan kuat. Teman-teman lo juga sudah merasakan bagaimana rasanya dipukul dan ditendang. Masa lo nggak?"


"Giliran lo sekarang."


"Tidak! Tidak!" teriak Amel berusaha melepaskan diri, namun usahanya sia-sia. Tenaga Catherine lebih kuat dibanding tenaga dirinya.


Bugh..


"Aakkhhh!"


Seketika Amel berteriak keras ketika merasakan sakit luar biasa di perutnya.


Melihat wajah kesakitan Amel membuat Kimberly tersenyum bahagia. Namun kebahagiaan belum sempurna karena Amel baru mendapatkan satu pukulan darinya. Tinggal satu pukulan lagi. Barulah genap kebahagiaannya.


Setelah selesai, Kimberly akan menyerahkan kepada Lionel untuk mendapatkan hukuman dari Lionel. Jika Lionel tidak mau melakukan karena Amel sudah mendapatkannya dari Kimberly. Justru Kimberly akan memaksa Lionel.


Dengan kata lain, hukuman Kimberly dan Lionel sangatlah berbeda. Jika Kimberly melakukan hal itu karena persahabatannya dengan Santy. Sementara Lionel adalah kekasihnya Santy. Jadi sudah seharusnya Lionel membalas rasa sakit yang dirasakan oleh Santy, kekasihnya.


Bugh..


"Aakkhhh!" teriak Amel dengan keras dan disertai dengan air matanya yang mengalir membasahi pipinya.


"Catherine, lepaskan dia!"


Catherine menganggukkan kepalanya lalu kemudian melepaskan tangan Amel bersamaan dengan Catherine mendorong kuat tubuh Amel hingga tersungkur di tanah.


Catherine melangkah mendekati Kimberly lalu berdiri di samping Kimberly dengan menatap tajam kearah Amel.


"Kimberly! Catherine!"


Tiba-tiba Triny, Billy, Tommy, Andhika, Aryan dan sahabat-sahabatnya datang. Mereka semua terkejut ketika melihat salah satu teman Sheela tersungkur di tanah dengan keadaan tak baik-baik saja.


"Kim, Cath. Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Billy.


Kimberly tidak langsung menjawab pertanyaan dari Billy. Tatapan matanya menatap kearah Lionel.


"Santy terluka. Dia disakiti sama manusia busuk yang tak bertanggung jawab," sahut Kimberly.


Mendengar ucapan dari Kimberly membuat Lionel seketika membelalakkan matanya. Detik kemudian, Lionel mengepal kuat tangannya ketika mendengar pengakuan dari Kimberly.


"Siapa orang yang telah menyakiti Santy? Katakan sama gue."


"Apa yang bakal lo lakuin buat balas orang yang udah nyakitin sahabat gue?"


"Yang pastinya gue bakal buat hidupnya menderita," jawab Lionel.


"Gue pegang kata-kata lo," ucap Kimberly.


Amel saat ini sudah ketakutan. Dia tidak ingin mendapatkan pukulan atau penyiksaan lain. Sudah cukup dia mendapatkannya dari Kimberly. Dia tidak ingin mendapatkan hal yang sama dari Lionel.


"Dia orang yang sudah menyakiti Santy sehingga Santy harus kembali merasakan sakit di perutnya. Padahal Santy baru habis operasi. Gue sahabatnya sudah memberikan pembalasan. Sekarang giliran lo yang berstatus kekasih dari sahabat gue."


"Setelah lo selesai melakukan kewajiban lo sebagai kekasih dari sahabat gue. Lo boleh bertemu dengan Santy. Dia di ruang UKS sekarang!"


Setelah mengatakan itu, Kimberly langsung pergi meninggalkan semuanya untuk kembali ke ruang UKS, diikuti oleh Catherine.