
Kim," panggil Catherine.
"Iya, Cath! Ada apa?" jawab dan tanya Kimberly sembari melirik sekilas Catherine, lalu kembali menikmati makan siangnya.
Kimberly dan keempat sahabatnya Rere, Santy, Sinthia dan Catherine berada di kantin. Setelah mengikuti pelajaran selama 3 jam. Kimberly dan keempat sahabatnya memutuskan untuk langsung ke kantin. Perut mereka sudah tidak sabar untuk minta diisi.
"Masalah ini jangan sampai Billy tahu ya?"
"Kenapa? Bagaimana pun Billy berhak tahu. Lo pacarnya."
"Iya, gue tahu. Tapi gue nggak mau buat dia menjadi kepikiran. Sebentar lagi Billy dan yang lainnya mau ujian kelulusan. Aku ingin dia fokus sama belajarnya," balas Catherine.
Mendengar ucapan serta penjelasan dari Catherine membuat Kimberly seketika sadar dan ingat bahwa benar jika Billy, Tommy dan sahabat-sahabatnya akan menghadapi ujian kelulusan. Begitu juga dengan Triny dan keempat sahabatnya.
"Baiklah. Aku bisa jamin padamu kalau masalah ini tidak diketahui oleh Billy maupun yang lainnya," jawab Kimberly.
Catherine seketika tersenyum ketika mendengar balasan dari Kimberly. "Terima kasih ya."
"Hm!" Kimberly berdehem sebagai jawabannya.
Ketika Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine sedang menikmati makan siangnya sembari mengobrol, tiba-tiba Enzi dan Aruna datang.
"Maaf kita ganggu!" seru Enzi dan Aruna bersamaan.
Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine langsung melihat kearah Enzi dan Aruna.
"Iya. Ada apa Enzi, Aruna?" tanya Kimberly.
Enzi kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Kimberly. Kemudian Enzi mengatakan sesuatu disana sehingga membuat Kimberly membelalakkan matanya, lalu kemudian tersenyum.
Setelah itu, Enzi kembali pada posisi semula sembari tersenyum menatap wajah Kimberly dan beralih menatap wajah Rere, Santy, Sinthia dan Catherine bergantian.
"Terima kasih atas informasinya Enzi," ucap Kimberly.
Enzi menjawab dengan gerakan jari telunjuk bersatu dengan ibunya jarinya kearah Kimberly. Dan tak lupa senyuman manisnya.
Setelah itu, Enzi dan Aruna pergi meninggalkan Kimberly dan keempat sahabat-sahabatnya.
Sementara Rere, Santy, Sinthia dan Catherine menatap penasaran kearah Kimberly. Mereka ingin tahu apa yang dibisikkan oleh Enzi kepada Kimberly.
"Kim," panggil Rere.
"Iya, Re!"
"Tadi Enzi bisikin apa sama kamu?" tanya Rere.
"Nanti kalian juga akan tahu. Untuk sekarang aku harus merahasiakannya takut ada yang mendengarnya," jawab Kimberly.
Mendengar ucapan sekaligus jawaban dari Kimberly membuat Rere, Santy, Sinthia dan Catherine menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
^^^
"Jadi benar lo yang sudah memasukkan uang itu ke dalam tasnya Catherine?"
Kedua gadis yang tengah berbicara itu berada di kelas saat ini. Mereka tengah membicarakan tentang Catherine yang mendapatkan hukuman dari guru BK.
"Iya, memang gue?"
"Kenapa?"
"Lo nggak lupakan kalau gue....."
Mendengar perkataan dari temannya itu ditambah lagi melihat ekspresi wajahnya membuat gadis itu paham. Kemudian gadis itu tersenyum.
"Jadi dendam lama nih. Masih lanjut?"
"Iya, iyalah! Lo pikir gue bakal diam aja dan akan melakukan pembalasan terhadap dia. Gue memang diam, tapi diamnya gue bukan diam biasa. Gue sedang mengatur pembalasan."
Flashback On
Plak..
Seketika Catherine mendapatkan tamparan keras dari gadis di hadapannya sehingga membuat sudut bibirnya terluka dan mengeluarkan darah.
Catherine yang mendapatkan tamparan keras dari gadis di hadapannya menatap penuh amarah. Dia tidak terima wajahnya ditampar. Selama hidupnya, dia belum pernah ditampar.
Detik kemudian..
Plak..
Plak..
Catherine memberikan dua tamparan keras di pipi gadis itu sebagai balasan atas tamparan yang dia terima.
"Jangan lo pikir gue bakal diam aja setelah lo nampar gue, hah?! Nggak! Gue bakal balas berkali-kali lipat untuk orang-orang yang berani nampar wajah gue, termasuk lo!" bentak Catherine sembari menunjuk kearah gadis itu.
Sementara orang-orang yang ada di sekitarnya menatap dan menyaksikan pertengkaran tersebut tanpa ada yang berani untuk melerai.
"Dasar perempuan murahan lo. Lo sama seperti ibu lo, sama-sama perempuan murahan. Ibu lo menggoda ayah gue, sementara lo menggoda cowok gue. Apa begini ya hidup lo dan keluarga lo di dunia ini?!" bentak gadis itu dengan suara keras sehingga membuat semua orang mendengarnya.
Sementara Catherine mengepalkan tangannya ketika mendengar gadis di depannya menghina ibunya. Dia tidak terima jika ada orang lain yang menghina ibunya.
"Hahahaha." seketika Catherine tertawa keras ketika mendengar ucapan serta tuduhan dari gadis di hadapannya.
Mendengar ucapan demi ucapan dari Catherine membuat gadis di depannya terkejut dan membelalakkan matanya. Begitu juga dengan para orang-orang di sekitarnya. Mereka semua juga terkejut atas apa yang dikatakan oleh Catherine.
"Gue kasih saran sama lo. Berhentilah berkoar-koar seolah-olah lo dan ibu lo adalah korban. Disini ibu gue korbannya, tapi ibu gue milih diam. Kalau lo masih saja mengatakan kepada semua orang bahwa ibu gue seorang pelakor, maka jangan salahkan gue kalau gue bakal nunjukin sesuatu yang akan membuat lo dan ibu nggak akan bisa lagi natap dunia. Dengan kata lain, lo dan ibu lo akan dianggap manusia rendah dan menjijikan. Nggak akan ada satu orang pun yang akan mau berhubungan dengan lo dan ibu lo. Semua orang akan menjauhi lo dan ibu lo."
"Ingat perkataan gue. Ini bukan sekedar ancaman, tapi sebuah pembuktian. Gue bakal beberkan kebenaran sesungguhnya tentang siapa istri sah dan siapa yang pelakor jika lo masih mencari masalah sama gue dengan membawa-bawa ibu gue!"
Setelah mengatakan itu, Catherine pun pergi meninggalkan gadis tersebut dengan tersenyum
manis di bibirnya
Flashback Off
"Ini pembalasan pertama gue untuk dia. Akan ada pembalasan kedua, ketiga dan seterusnya."
"Sampai kapan?"
"Sampai dia hancur bersama ibunya sehingga hanya tersisa gue dan ibu gue bersama ayah gue."
"Lalu bagaimana dengan kedua kakak laki-lakinya Catherine. Lo nggak lupain mereka kan?"
"Gue bakal buat kedua kakak laki-lakinya dia menjadi kakak laki-laki gue."
"Licik juga lo ya."
"Yah harus dong."
"Hahahaha."
Tanpa diketahui oleh kedua gadis itu, pembicaraan itu didengar oleh dua orang. Dua orang itu tidak sengaja berjalan melewati kelasnya, namun seketika kedua berhenti ketika telinganya mendengar salah satu gadis itu menyebut nama Catherine.
Mendengar nama Catherine disebut membuat kedua orang itu memutuskan untuk mendengarkan pembicaraan kedua gadis itu sampai selesai.
"Ooh, ternyata dia yang sudah menaruh uang itu ke dalam tas milik Catherine!" batin kedua orang itu.
Setelah puas mendengar obrolan kedua gadis itu, kedua orang itu pergi untuk menemui Kimberly dan keempat sahabatnya. Kedua orang itu berniat untuk memberitahu apa yang mereka dengar kepada Kimberly.
***
Di perusahaan Js'nAld terlihat seorang pemuda tampan sedang fokus dengan layar laptopnya. Pemuda itu adalah Jason Aldama.
Jason saat ini tengah menyalin berkas laporan yang baru saja dia buat ke file miliknya.
Ketika Jason sedang fokus pada layar laptopnya, tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar sehingga membuat dirinya menghentikan kegiatannya.
"Ya, masuk!"
Cklek..
Pintu dibuka oleh seseorang lalu orang itu langsung masuk ke dalam ruangannya dengan sopan.
"Maaf, Bos!"
"Ya, kenapa?"
"Diluar ada yang ingin bertemu dengan Bos."
"Siapa?"
"Dia menyebutkan namanya sebagai Yadid, Bos!"
"Suruh dia masuk."
"Baik, Bos!"
Setelah itu, laki-laki itu keluar dari ruangan kerja atasannya sembari menyuruh laki-laki yang bernama Yadid untuk masuk ke dalam.
"Ada informasi apa?" tanya Jason langsung.
"Ini Bos. Silahkan Bos lihat sendiri." laki-laki yang bernama Yadid tersebut memberikan ponselnya kepada sang Bos.
Jason langsung mengambil ponsel tangan kanannya itu, lalu tatapan matanya melihat kearah layar ponsel tersebut dimana terlihat sebuah video.
Detik kemudian..
Terukir senyuman di sudut bibirnya ketika melihat adegan-adegan yang ada di dalam video tersebut.
Di dalam video itu memperlihatkan bahwa kedua orang dari mantan musuh adik perempuannya yang bernama Syafina tengah berbicara dan membahas untuk membalas kematian anak perempuannya.
(Di Bab 295 : Kemarahan Kimberly Terhadap Syafina) Disitu tertulis Syafina mengatakan bahwa dia adalah anak kepala sekolah. Sebenarnya Syafina adalah keponakan kepala sekolah. Author lupa catat dibuku jadi salah tulis.
"Kapan kamu mendapatkan rekaman ini?"
"Tiga hari yang lalu Bos. Dan saat ini kemungkinan mereka akan melakukan rencana tersebut."
"Baiklah. Jika memang mereka akan melakukan rencana itu kepada adik perempuan saya. Kamu kerahkan beberapa anggota kamu untuk memperketat keamanan untuk adik perempuan saya. Ketika para manusia busuk itu hendak menyakiti adik perempuan saya kalian bisa langsung bertindak."
"Siap, Bos!"
Setelah mengatakan itu, Yadid langsung pergi meninggalkan ruang kerja milik Bos nya.
"Kalian tidak akan pernah bisa menyentuh adik perempuanku," ucap Jason dengan tersenyum di sudut bibirnya.