
Saat ini Molly dan Sheela berada di perpustakaan. Mereka berada disana hanya untuk bersantai. Mereka bahkan enggan untuk mengikuti pelajaran.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan Molly?" tanya Sheela.
"Apapun yang terjadi. Sekali pun Tommy sudah punya kekasih. Aku tidak peduli. Aku akan tetap terus mengejar dia." Molly berbicara dengan senyuman di sudut bibirnya.
Molly menatap wajah Sheela. "Kamu juga suka kan sama Andhika?"
"Tentu. Sejak pertemuan itu. Aku sudah langsung jatuh cinta padanya," sahut Sheela.
"Kalau begitu kita berdua harus berjuang untuk mendapatkan orang yang kita cintai," ucap Molly.
"Aku mengerti! Sama seperti lo. Gue nggak akan menyerah gitu aja. Gue akan terus mengejar Andhika," ucap Sheela.
Pertemuan pertama Molly dan Sheela dengan Tommy dan Andhika adalah ketika terjadi perampokan di jalan raya dimana mobil yang dikendarai oleh Molly dan Sheela dihadang beberapa laki-laki yang tidak dikenal.
Jumlah laki-laki yang tidak dikenal itu ada sekitar 20 orang. Dan masing-masing dari laki-laki itu membawa senjata tajam. Ditambah lagi, dua dari laki-laki itu berhasil melukai Molly dan Sheela.
Bertepatan kejadian tersebut mobil yang dikendarai oleh Tommy dan Andhika lewat. Melihat kejadian tersebut, Tommy dan Andhika memberikan pertolongan kepada Molly dan Sheela.
^^^
Setelah mengikuti pelajaran selama 3 jam. Kini Tommy, Andhika, Billy dan yang lainnya berada di rooftop.
Tommy sejak tadi memperhatikan keempat sahabatnya Kimberly. Tatapan matanya menatap penuh curiga salah satu diantara keempatnya.
Billy, Henry, Lionel dan Satya yang menyadari bahwa Tommy yang sejak tadi menatap kearah Catherine, Rere, Santy dan Sinthia dibuat bingung dan penasaran. Di dalam hati mereka masing-masing kenapa Tommy menatap Catherine, Rere, Santy dan Sinthia segitunya.
Puk..
"Woi!"
Lionel seketika berseru bersamaan dengan menepuk pundak Tommy sehingga membuat Tommy terkejut dan langsung memberikan pelototan kepada Lionel.
"Apa?" tanya Tommy ketus.
"Kenapa lo mandangin cewek gue sampai segitunya," sewot Lionel.
"Bahkan Lo mandangin cewek kita-kita seakan-akan ingin memakan mereka hidup-hidup," sungut Satya.
"Lo punya niat terselubung ya sama cewek gue," tuduh Henry.
Tak..
Tommy langsung memberikan jitakan gratis di kening Henry karena sudah seenaknya menuduh dirinya.
Sementara Henry yang mendapatkan jitakan tak main-main dari Tommy seketika ciut sembari mengusap-usap keningnya.
Ketika Billy hendak buka mulutnya ingin ajuin protes. Tommy sudah terlebih dulu membungkam mulutnya Billy.
"Lo diem dan nggak usah mikir macam-macam seperti ketiga makhluk busuk itu," ucap Tommy sembari melirik kearah Henry, Lionel dan Satya.
Billy seketika melotot ketika mendengar ucapan kejam dari Tommy. Begitu juga dengan Henry, Lionel dan Satya. Mereka menatap Tommy dengan mulut mengeluarkan sumpah mematikan.
Sementara yang lainnya hanya tersenyum sembari mata dan telinganya melihat dan mendengar adegan demi adegan yang dimainkan oleh Tommy, Billy, Henry, Lionel dan Satya.
Tommy kembali menatap wajah keempat sahabatnya Kimberly. Dan kini Tommy langsung ke pokok permasalahannya.
"Siapa diantara lo, lo, lo dan lo yang memberitahu Kimberly tentang dua gadis busuk yang datang meluk gue ketika di kantin?" tanya Tommy sembari menatap satu persatu wajah keempat sahabatnya Kimberly.
Mendengar pertanyaan dari Tommy membuat mereka semua menatap kearah Rere, Santy, Sinthia dan Catherine. Termasuk Billy, Henry, Lionel dan Satya.
Seketika mereka baru mengerti kenapa sejak tadi Tommy menatap kearah Rere, Santy, Sinthia dan Catherine.
Rere, Santy, Sinthia dan Catherine saling memberikan tatapan matanya. Setelah itu, mereka kembali menatap kearah Tommy dengan bersamaan mengangkat kedua bahunya.
Mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan membuat Tommy mendengus kesal. Tommy menatap intens manik hitam dan coklat Rere, Santy, Sinthia dan Catherine secara bergantian.
Seketika terukir senyuman di sudut bibirnya Tommy ketika dirinya bisa menebak siapa diantara Rere, Santy, Sinthia dan Catherine yang sudah memberitahu Kimberly.
"Rere, gue tahu lo pelakunya!" teriak Tommy seketika.
Mendengar ucapan disertai teriakan dari Tommy membuat Rere seketika terkejut. Begitu juga dengan yang lainnya.
Plak..
"Aakkhh!" ringis Tommy sembari mengusap-usap kepalanya.
"Rere!"
Tommy hendak berteriak lagi namun Andhika sudah terlebih dulu menyumpal mulut Tommy dengan tangannya.
Mendapatkan perlakuan tak mengenakkan dari Andhika. Tommy seketika memberikan tatapan mautnya. Sedangkan Andhika yang melihat itu tak kalah tajamnya memberikan tatapan mautnya kepada Tommy.
Tommy langsung menepis tangan Andhika dari mulutnya sembari tangannya mengusap-usap mulutnya.
"Tangan lo bau banget. Lo habis apaan sih?" tanya Tommy.
"Oh iya!" Andhika langsung mencium telapak tangannya. "Oh, ini! Kebetulan beberapa menit yang lalu aku habis buang air. Dan aku lupa mencucinya pakai sabun."
Mendengar jawaban dari Andhika seketika membuat Tommy membelalakkan matanya tak percaya. Dan detik kemudian...
"Hueekkk!"
"Jorok banget sih lo Dhik," ucap Tommy.
Sementara yang lainnya sudah tertawa nista melihat wajah kesal Tommy dan mendengar ucapan dari Andhika.
Tommy kembali menatap kearah Rere yang saat ini juga tengah menatap dirinya.
"Lo kan yang ngasih tahu Kimberly masalah di kantin itu?" tanya Tommy.
"Iya!" Rere langsung mengiyakan apa yang ditanyakan oleh Tommy.
"Yak, Re! Kenapa lo ngasih tahu Kimberly? Seharusnya lo...."
"Kenapa? Kakak Tommy yang tampan takut jika...."
"Apa?"
Tommy menatap Rere dengan bibir yang digerak-gerakin. Begitu juga dengan Rere. Rere tak kalah menatap Tommy.
"Seharusnya kak Tommy itu berterima kasih padaku," sahut Rere.
"Kenapa gue harus berterima kasih sama lo?" tanya Tommy kesal.
"Apa kak Tommy mau hal serupa terjadi lagi?"
"Maksud lo?"
"Gracia!"
Mendengar jawaban dari Rere membuat Tommy menatap bingung Rere. Begitu juga dengan yang lainnya.
"Nggak ngerti gue," ucap Tommy.
"Ketika Kimberly mengalami kecelakaan akibat ulah Talitha. Kimberly diharuskan untuk istirahat di rumah. Dan dengan kata lain, Kimberly nggak masuk sekolah untuk satu bulan. Dan apa yang terjadi ketika Kimberly kembali masuk sekolah?" ucap dan tanya Rere.
Mendengar perkataan sekaligus pertanyaan dari Rere membuat mereka berpikir sejenak. Setelah itu, mereka pun paham. Termasuk Tommy.
"Ketika Kimberly kembali masuk sekolah. Gracia datang menghampiri kak Tommy yang ketika itu sedang mencium Kimberly. Dan dengan bangganya Gracia mengatakan bahwa dia adalah calon istrinya kak Tommy."
Mereka semua hanya diam. Sementara telinga mereka masih terus mendengar apa yang dikatakan oleh Rere.
"Aku ngasih tahu Kimberly masalah di kantin itu agar nantinya ketika Kimberly masuk sekolah lagi setelah satu bulan istirahat. Kimberly nggak syok ketika melihat dua makhluk jelek itu. Apalagi ketika mendengar si Mol Mol jelek itu mengaku bahwa dia pacar kak Tommy."
Mendengar perkataan sekaligus alasan Rere memberitahu Kimberly agar kejadian Gracia tidak terulang.
"Sekarang kakak Tommy Alexander yang tampan, calon suaminya sahabat gue Kimberly Aldama sekarang sudah pahamkan? Itu kenapa gue bilang kalau kak Tommy seharusnya berterima kasih sama gue."
Nada bahasa dan nada bicara Rere seketika berubah yang tadinya aku. Sekarang berubah gue. Begitu juga dengan Kimberly, Santy, Sinthia dan Catherine.
Mendengar perkataan dari Rere membuat Tommy seketika merubah mimik wajah yang tadinya serius seketika berubah kucel dan sepet.
"Iya, iya! Terima kasih ya Rere yang cantik, yang manis dan baik hati."
Seketika terukir senyuman manis di bibir Rere ketika mendengar ucapan terima kasih dari Tommy walau dengan mimik wajah yang tak mengenakkan.
"Sama-sama kakak Tommy yang tampan dan ganteng. Masa depannya sahabat kelinci gue yang cantik."
Mendengar perkataan dari Tommy dan balasan dari Rere membuat mereka semua tertawa keras.
"Hahahaha."