THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Air Mata Kimberly



Anshell bersama Kimberly saat ini berada di sebuah Villa kecil di pinggiran kota. Dan kini Anshell membawa Kimberly ke dalam kamar. Lebih tepatnya Kimberly sudah ditidurkan di atas tempat tidur.


Kondisi Kimberly saat ini dalam keadaan tak sadarkan diri. Beberapa jam yang lalu Anshell menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuh Kimberly ketika Kimberly dalam keadaan pingsan sejak dari sekolah.


Anshell duduk di samping ranjang dengan tatapan matanya menatap wajah cantik Kimberly. Tangannya bergerak menyentuh pipi putih Kimberly.


"Hari ini, detik ini dan seterusnya. Kau resmi menjadi milikku, Kimberly! Aku tidak akan melepaskanmu."


Anshell tersenyum di sudut bibirnya ketika mengucapkan kata itu dan dengan tatapan matanya masih fokus menatap wajah cantik Kimberly.


Anshell saat ini dalam keadaan tidak memakai atasan. Anshell hanya menggunakan celana jeans panjang.


Anshell kini memulai aksinya dengan membuka satu persatu kancing seragam Kimberly sehingga terlihat dalaman Kimberly. Anshell tersenyum ketika melihat bentuk tubuh atas Kimberly.


Setelah melakukan hal pertama, kini Anshell beralih dengan memberikan ciuman-ciuman di ceruk leher Kimberly. Namun ketika Anshell hendak melakukan hal itu terhadap Kimberly. Seketika kedua mata Kimberly terbuka.


Bukannya terkejut, justru Anshell tersenyum ketika melihat kedua mata Kimberly terbuka.


"Hallo, sayangku!"


Anshell menyapa Kimberly dengan tersenyum manis sembari jari-jari tangannya mengusap-usap lembut pipinya.


Kimberly menatap tajam wajah Anshell yang saat ini benar-benar dekat dengan wajahnya.


Anshell tersenyum lalu matanya menatap bibir merah Kimberly dengan tangannya masih terus mengusap-usap lembut pipi putih Kimberly. Bahkan tangan tersebut sudah turun ke leher Kimberly.


Kimberly hendak memberontak, namun tubuhnya sama sekali tidak bisa digerakkan. Bahkan untuk menggelengkan kepalanya saja, Kimberly tidak mampu. Seketika air matanya mengalir di kedua sudut matanya.


"Apa yang terjadi pada tubuhku? Kenapa aku tidak bisa menggerakkan anggota tubuhku? Tidak! Mommy, Daddy, kak Jason, kak Uggy, kak Enda, kak Iyan. Tolong aku... Hiks." Kimberly berucap di dalam hatinya sembari terisak.


Melihat Kimberly yang menangis membuat Anshell tersenyum bahagia. Kemudian tangannya menghapus air mata Kimberly.


"Jangan nangis sayang. Aku tidak akan menyakitimu. Aku melakukan hal ini kepadamu hanya untuk menjadikan kamu milikku sepenuhnya. Setelah kamu menjadi milikku. Tidak akan ada orang lain merebut kamu dariku," ucap Anshell dengan tangannya bermain-main di pipi dan bibir merah Kimberly.


***


Di kediaman Fathir Aldama terlihat ramai dimana semua anggota keluarga telah berkumpul di sana. Baik dari keluarga besar Nashita Fidelyo maupun dari keluarga besar Fathir Aldama termasuk adik pertama Fathir Aldama yaitu Ardian Aldama yang menetap di Singapura.


Ardian Aldama memutuskan pulang ke Jerman setelah mendapatkan kabar dari adik perempuannya yang mengatakan bahwa Kimberly dibawa pergi oleh teman laki-lakinya yang tak lain adalah teman sekelasnya.


Mendengar kabar tersebut membuat Ardian terkejut dan juga syok. Begitu juga dengan istrinya Aira Shehaan dan anak-anaknya.


Di kediaman Fathir Aldama juga ada Billy, Triny, Aryan dan para sahabatnya. Sementara Rere, Santy, Sinthia dan Catherine diantar pulang oleh Billy, Henry, Lionel Satya.


"Sayang, putri bungsu kita!"


Nashita masih menangis sampai detik ini memikirkan putri bungsunya. Dan Fathir masih setia menghibur istrinya dengan memberikan pelukan, usapan dan kata-kata penenang. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya. Mereka juga ikut menghibur Nashita sekaligus memberikan semangat serta kekuatan kepada Fathir.


"Apa sudah mendapatkan kabar dari Uggy dan Jason?" tanya Ammar.


"Belum Ammar. Kabar terakhir, Jason mengatakan bahwa dia dan Uggy masih dalam perjalanan ke lokasi itu." Fathir menjawab pertanyaan dari adik iparnya.


"Pasya, kamu bagaimana? Apa kamu tahu latar belakang dari teman sekelas Kimberly yang bernama Anshell itu?" tanya Rafassya kepada putra sulungnya.


"Anak buahku sedang menyelidikinya, Pi!" jawab Pasya.


"Dengan kita mendapatkan latar belakang keluarga dari Anshell. Kita bisa membuat perhitungan dengan mereka atas ulah putranya," Ardian.


"Aku tidak akan membiarkan bajingan itu hidup bebas jika bajingan itu berani menyentuh dan melecehkan adik perempuanku," ucap Enda dengan gurat amarahnya.


Mendengar perkataan dan melihat wajah marah Enda membuat mereka semua mengerti. Seorang kakak laki-laki tidak akan tinggal diam jika ada orang yang menyakiti serta berbuat hal keji kepada adik perempuannya.


Jika hal itu terjadi maka bersiaplah mendapatkan ganjarannya. Itulah yang akan dilakukan oleh Jason, Uggy, Enda dan Riyan terhadap Anshell.


Drtt! Drtt!


Ponsel milik Pasya berbunyi. Mendengar bunyi ponselnya, Pasya langsung mengambil ponselnya yang ada di saku celananya. Dan dapat Pasya lihat nama salah satu anggota kepolisiannya.


"Hallo." Pasya langsung menjawab panggilan tersebut.


"Hallo, pak! Saya sudah mendapatkan dari keluarga mana laki-laki yang bernama Anshell itu. Laki-laki itu berasal dari keluarga Adrian."


"Apa kau yakin dengan informasi ini?"


"Yakin, Pak!"


"Baik, Pak!"


Setelah itu, Pasya mematikan panggilannya dan kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.


"Siapa Pasya?" tanya Fathir kepada keponakannya.


"Anggotaku, Daddy!"


"Apa katanya?" tanya Rafassya.


"Dia sudah mendapatkan latar belakang keluarga dari Anshell. Dan aku memintanya untuk masuk ke dalam perusahaan keluarga tersebut dan bermain-main disana. Setidaknya untuk berjaga-jaga jika keluarga itu membela putranya," sahut Pasya.


Mendengar perkataan sekaligus jawaban dan juga ide dari Pasya membuat Rafassya, Fathir dan yang lainnya menganggukkan kepalanya tanda setuju. Jika keluarga itu tidak bersikap layaknya keluarga dan orang tua untuk Anshell. Bahkan mereka membiarkan apa yang dilakukan oleh Anshell, maka keluarga Aldama, keluar Fidelyo, keluarga Shehaan dan keluarga Ravindra akan membalas dengan cara menghancurkan keluarga tersebut.


***


Jason dan Uggy dalam perjalanan menuju lokasi dimana adik perempuannya berada. Saat ini baik Jason maupun Uggy sama-sama dilanda kekhawatiran dan ketakutan yang begitu besar.


"Kimberly sayang. Tunggu kakak. Kakak yakin kamu bisa menjaga diri kamu. Jangan biarkan laki-laki itu menyentuhmu. Berusahalah sebisa kamu sampai kakak datang."  batin Jason.


"Kimmy, keluarlah! Lindungi adikku," batin Uggy.


Setelah menempuh perjalanan selama dua jam. Jason dan Uggy telah sampai di lokasi.


Jason mendapatkan kabar mengenai adik perempuannya dari Uggy. Sementara Uggy mendapatkan kabar dari Deryl yang bertugas mengawasi Kimberly selama berada di luar rumah.


Baik Jason maupun Uggy langsung dari perusahaan masing-masing pergi menuju lokasi dimana adiknya berada.


Jason dan Uggy turun dari mobil masing-masing dan langsung melangkah mendekati Villa tersebut.


Ketika sampai di Villa kecil itu, Jason dan Uggy melihat beberapa anak buah dari Deryl yang sedang berjaga-jaga.


"Tuan Uggy, tuan Jason!" sapa para anak buahnya Deryl.


"Mana Deryl?" tanya Uggy.


"Bos Deryl sudah di dalam Villa, tuan! Di dalam Villa juga ada tuan Tommy dan tuan Andhika serta ketiga sahabatnya."


Mendengar jawaban dari salah satu anak buahnya Deryl seketika terukir senyuman di bibir Jason dan Uggy. Baik Jason maupun Uggy berharap Tommy, Andhika dan salah satu dari sahabatnya itu berhasil menyelamatkan Kimberly.


"Ya, sudah! Kalian kembali berjaga-jaga. Jangan sampai ada yang masuk ke dalam," ucap Jason.


"Baik, tuan!"


Setelah itu, Jason dan Uggy melangkah memasuki Villa tersebut meninggalkan para anak buahnya Deryl.


^^^


"Kimberly, kau begitu cantik. Sejak pertama kali melihatmu. Aku langsung tertarik padamu dan berniat untuk memilikimu. Bahkan aku tidak peduli jika kau sudah memiliki kekasih," ucap Anshell.


Sementara Kimberly memberikan tatapan tajam tanpa bisa melakukan perlawanan karena anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali.


Anshell berlahan naik ke atas tempat tidur, lalu seketika Anshell mengukung tubuh Kimberly. Dan kini posisi Anshell berada di atas tubuh Kimberly.


"Kim-kimmy... To-tolong aku." Kimberly.


Anshell berlahan menyentuh wajah Kimberly lalu turun ke leher putih Kimberly. Setelah itu, tangan Anshell berpindah ke bagian tubuh Kimberly yang sudah terekspos dalaman.


Ketika tangan Anshell sedikit lagi ingin menyentuh tubuh Kimberly yang terekspos, tiba-tiba tangan Kimberly terangkat dan memegang kuat tangan Anshell yang hendak menyentuh tubuhnya.


Seketika Anshell terkejut ketika mendapatkan perlawanan dari Kimberly. Dirinya tidak menyangka jika efek obat yang dia berikan kepada Kimberly hilang. Padahal efek obat itu akan hilang satu jam lagi.


Kimberly menatap tajam wajah Anshell dengan tangannya masih memegang tangan Anshell.


Beberapa detik kemudian...


Brak!


Pintu dibuka secara paksa oleh seseorang. Dan setelah pintu itu terbuka dalam keadaan rusak, masuklah seorang pemuda tampan dan disusul oleh orang lainnya di belakang.


"Menjauhlah dari Kimberly!"