THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kemarahan Triny



Kimberly sudah dua hari tidak sadarkan diri di rumah sakit. Dalam artian Kimberly dinyatakan koma setelah mengalami insiden tabrakan itu.


Mendengar kabar mengenai kondisi Kimberly membuat seluruh anggota keluarganya marah dan juga mengamuk. Mereka tidak terima apa yang telah terjadi kepada Kimberly. Baik Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan akan memberikan hukuman yang berat untuk pelaku tabrakan itu. Mereka tidak akan memberikan pengampunan untuk pelaku tersebut sekali pun pelaku tersebut dan anggota keluarganya memohon ampun dan meminta untuk diselesaikan secara baik-baik.


Keluarga besar Kimberly dan dibantu dengan keluarga Tommy kini tengah mencari dua pelaku itu yaitu Clara dan Talitha.


***


Di toilet terlihat seorang gadis sedang berdiri di depan cermin. Gadis itu menatap wajahnya di depan cermin sembari tersenyum.


Gadis itu tersenyum sambil tangan kanannya memegang ponsel dan tangan kirinya memain-mainkan rambutnya dengan cara memutar-mutar ujung rambutnya dengan jari telunjuknya.


Gadis itu sedang berbicara dengan seseorang di telepon.


"..."


"Gue sudah melakukannya. Mungkin sekarang ini sialan itu sudah mati atau bisa jadi koma."


"..."


"Gue juga berharap begitu. Semoga dia lumpuh agar kekasihnya pergi ninggalin dia."


"..."


"Iya iyalah! Mana ada cowok yang mau sama cewek lumpuh. Mending cari cewek lain."


"..."


"Sekali pun gue gak dapetin dia lagi. Gue gak peduli. Yang penting gue berhasil buat dia gak bisa ngapain-ngapain lagi."


Ketika gadis itu tengah berbicara dengan seseorang di telepon. Gadis itu tidak sadar jika ada dua orang siswi yang mendengar pembicaraannya. Dua siswi itu adalah teman satu kelasnya dan juga teman satu kelas Kimberly. Kedua siswi itu sangat menyukai Kimberly.


Setelah mendengar pembicaraan gadis tersebut. Kedua siswi itu langsung pergi meninggalkan toilet. Bahkan kedua siswi itu sempat merekam pembicaraan gadis tersebut.


***


Keempat sahabatnya Kimberly, Tommy, Billy, Triny, Aryan dan para sahabatnya berada di sekolah. Mereka berada di lobi tempat biasa mereka nongkrong.


Mereka saat ini masih membahas kecelakaan yang menimpa Kimberly. Mereka semua marah dan dendam terhadap orang yang sudah menabrak Kimberly. Terlihat jelas di wajah mereka, terutama Billy, Triny, Aryan dan Tommy.


Ketika mereka tengah memikirkan kondisi Kimberly dan memikirkan rencana untuk membalas pelaku itu, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan dua siswi yang datang menghampiri meja mereka.


"Maaf Kak kalau kami ganggu," ucap salah satu siswi itu.


Melihat teman sekelasnya datang dengan nafas yang ngos-ngosan. Rere, Sinthia, Catharine dan Santy langsung bersuara.


"Arini, Wulan. Kalian kenapa?" tanya Catharine.


"Begini Cat. Ada sesuatu yang ingin kami perlihatkan pada kamu dan ketiga sahabat kamu," sahut Wulan.


"Ini mengenai kecelakaan Kimberly," sela Arini.


Mereka semua saling melirik lalu kembali melihat kearah Arini dan Wulan.


"Mana? Dan apa itu?" tanya Rere.


Wulan memberikan ponselnya yang sudah dihidupkan. Tinggal menekan tombol segitiga di layar ponselnya untuk menonton video itu.


"Ini," Wulan memberikan ponselnya kepada salah satu sahabatnya Kimberly yaitu Sinthia.


Sinthia langsung mengambil ponselnya Wulan. Sinthia melihat wajah Wulan.


"Tekan aja tuh video," ucap Arini.


Sinthia kembali menatap layar ponselnya yang ada di tangannya. Tangannya kemudian menekan tombol segitiga di layar ponsel itu dan video itu berputar. Catharine, Rere dan Santy ikut melihat video itu.


Beberapa detik kemudian...


"Talitha!" seru Catharine dan Santy.


"Brengsek!" maki Rere dan Sinthia.


Mendengar seruan dan makian dari Rere, Catharine, Sinthia dan Santy membuat Billy, Aryan, Triny, Tommy dan yang lainnya penasaran.


"Catharine, ada apa?" tanya Billy.


Catherine tidak langsung menjawab pertanyaan dari Billy. Catharine langsung memberikan ponsel milik Wulan kepada Billy.


Billy mengambil ponsel itu dan langsung melihatnya. Begitu juga dengan Aryan, Triny, Tommy dan yang lainnya.


Seketika ekspresi wajah mereka semua berubah menjadi marah ketika melihat dan mendengar isi video itu.


"Brengsek. Cari mati tuh cewek," ucap Triny.


Triny langsung berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan lobi untuk memberikan pelajaran kepada Talitha.


Selama ini Triny sudah cukup sabar melihat kelakuan Talitha dan teman-teman yang selalu mencari masalah dengan sepupunya. Dan selama ini Triny juga tidak pernah ikut campur. Sekali pun ikut campur, Triny berusaha bersikap sebagai kakak kelas yang baik untuk adik-adik kelasnya.


Melihat kepergian Triny. Billy dan yang lainnya menyusul Triny. Sama seperti Triny. Billy, Aryan dan Tommy juga marah kepada Talitha. Begitu juga dengan yang lainnya.


***


Gadis yang sedang menelpon di toilet adalah Talitha Robert. Dan yang menjadi lawan bicaranya di telepon adalah Clara Andrez.


Talitha masih berbicara dengan Clara di telepon. Dirinya saat ini belum menyadari bahwa pembicaraannya telah didengar oleh dua teman sekelasnya. Dan bahkan pembicaraannya itu telah sampai ditelinga ketiga sepupu dan kekasih Kimberly.


BRAAKK!


Seketika Talitha langsung mematikan teleponnya ketika mendengar pintu toilet dibuka paksa oleh seseorang. Talitha berusaha bersikap normal agar tidak ketahuan jika dirinya sedang berbicara dengan Clara dan membahas masalah kecelakaan Kimberly. Talitha tidak ingin perbuatannya diketahui oleh teman satu sekolahnya.


Ketika Talitha sedang berusaha bersikap normal, matanya melihat Triny, kakak kelasnya sudah berdiri di hadapannya dengan tatapan tajam. Melihat tatapan tajam dari kakak kelasnya itu membuat Talitha ketakutan. Tapi Talitha berusaha untuk tidak gugup.


"Kak Triny." Talitha menyapa Triny dengan suara yang dibuat sehalus mungkin. Sementara Triny menatap wajahnya dengan sangat tajam.


Berlahan Triny melangkah mendekati Talitha dengan tatapan matanya masih menatap tajam Talitha.


Kini Triny sudah berdiri tepat di hadapan Talitha. Tubuh Talitha seketika bergetar kala kakak kelasnya itu berdiri sangat dekat di hadapannya.


"K-kak. Ada apa? Apa kakak perlu sesuatu dengan saya?" tanya Talitha gugup.


SREEKK!


"Aaakkkhhh!" Talitha berteriak kesakitan ketika Triny yang tiba-tiba menarik kuat rambutnya sehingga membuat kepalanya mendongak ke belakang.


"K-kak. Ada apa? Kenapa menarik rambutku? Apa salahku, Kak?" tanya Talitha disela menahan rasa sakit di kepalanya akibat tarikan Triny yang tak main-main.


Triny tidak menjawab pertanyaan dari Talitha. Namun Triny langsung menarik rambut Talitha untuk keluar meninggalkan toilet. Triny tidak peduli akan teriakan kesakitan Talitha. Bagi Triny rasa sakit yang dirasakan oleh Talitha tak sebanding dengan rasa sakit yang dirasakan oleh adik sepupunya.


***


Triny terus menarik kuat rambut Talitha sampai menuju lapangan. Semua murid-murid melihatnya. Bahkan para guru dan kepala sekolah juga melihatnya, namun dari mereka tidak ada yang berani mendekati Triny walau sekedar untuk melerai.


"Kenapa bapak diam saja? Bapak lihat tu dua murid bapak sedang bertengkar," ucap dan tanya salah guru.


"Bukan saya tidak mau melerai keduanya. Ibu tidak tahu siapa Triny, Billy dan Aryan. Triny melakukan hal itu mungkin saja Talitha telah berbuat sesuatu yang membuat mereka marah."


Kepala sekolah itu berbicara sambil tatapan matanya melihat kearah Triny yang masih menyeret tubuh Talitha dengan menarik rambut Talitha ke lapangan dan diikuti kedua sepupunya dan para sahabatnya.


BRUUKK!


Triny mendorong kuat tubuh Talitha hingga tersungkur di tanah. Talitha meringis kesakitan dengan luka di tangan dan di lututnya.


"Lo udah keluar jalur Talitha! Gue selama ini sudah cukup sabar melihat kelakuan lo. Gue sudah berusaha jadi kakak kelas yang baik dan juga adil untuk lo, untuk teman-teman lo dan untuk semua murid-murid disini. Tapi lo dan teman-teman lo sama sekali gak ngehargai gue dan teman-teman gua. Bahkan Billy dan juga teman-temannya!" teriak Triny.


DUUAAGGHH!


"Aakkhhh!" teriak Talitha ketika mendapatkan tendangan kuat di dadanya oleh Triny. Tubuh Talitha tersungkur di tanah.


Para guru, kepala sekolah dan juga para murid-murid semuanya terkejut ketika melihat tindakan Triny yang tiba-tiba.


"Lo selalu mencari masalah dengan adek gue. Lo selalu berbicara seenaknya tentang adek gue. Tapi gue selalu diem dan gak ikut campur sama sekali. Tapi sikap lo gak berubah. Justru sebaliknya. Sikap dan kelakuan lo makin menjadi-jadi!" teriak Triny.


DUUAAGGHH!


"Aakkhhh!" teriak Talitha untuk yang kedua kalinya. Talitha mendapatkan tendangan di perutnya sehingga membuat Talitha memuntahkan darah.


"Lo menghina adek gue. Lo ngatain adek gue sebagai wanita murahan. Bahkan ibu lo nyebut adek gue sebagai wanita penggoda dan menuduh adek gue sudah ngerebut Tommy dari lo. Bahkan lo bekerja sama dengan Syafina dan Antoni buat ngerusak adek gue. Dan untungnya gue, Billy, Aryan, Tommy dan yang lainnya mengetahui niat kalian itu. Jika tidak hidup adek gue bakal hancur!" teriak Triny.


Melihat kemarahan Triny membuat para murid-murid yang lainnya bergidik ngeri. Bagi mereka semua. Inilah pertama kalinya mereka melihat seorang Triny semarah ini, terutama teman-teman sekelas Triny.


Bahkan Marco dan kelompoknya dan Ishana dan kelompoknya juga terkejut melihat kemarahan Triny. Mereka juga tidak menyangka jika Triny bisa semarah ini kepada Talitha. Mereka tidak tahu apa yang membuat Triny sampai semarah ini.


Dan... Mereka juga tidak mengerti maksud dari perkataan Triny yang menyebut kata 'adek gue'.