
Kimberly sudah berada di kelasnya bersama Aryan dan Triny dan juga keempat sahabatnya. Mereka menatap khawatir Kimberly. Bagaimana tidak khawatir. Wajah Kimberly terlihat sedikit pucat. Sosok yang ada di dalam diri Kimberly menggunakan kekuatan penuh dari kekuatan yang biasa digunakan Kimberly sehingga membuat tubuh Kimberly langsung lemah.
"Kamu tidak apa-apa, Kim?" tanya Aryan sembari tangannya mengusap lembut kepala Kimberly.
"Aku baik-baik saja Aryan. Kau tidak perlu khawatir. Kau juga Triny," jawab Kimberly.
"Ini minum lagi." Triny memberikan air mineral kepada Kimberly. Kimberly menerimanya dan langsung meminumnya.
"Cih! Apa tidak cukup satu saja laki-laki yang kau pacari. Sekarang kau justru dekat dengan laki-laki lain. Dasar wanita m*rah*n." Talitha berbicara sembari matanya menatap Jijik Kimberly.
Aryan langsung bangkit dari duduknya dan hendak menghampiri Talitha, tapi tangannya sudah terlebih dahulu ditahan oleh Kimberly.
Aryan melihat kearah Kimberly yang sudah menggelengkan kepalanya.
Melihat Kimberly yang menggelengkan kepalanya Aryan pun mendudukkan kembali pantatnya di kursi.
Aryan dan Triny sudah mengobati luka di sudut bibir Kimberly karena Santy langsung berlari ke ruang UKS untuk meminta obat luka untuk Kimberly.
Di lapangan sekolah masih bersitegang antara Jason, Uggy, Billy dengan keluarga Archard dan Adolfa.
"Kenapa kalian mengusik keluarga kami? Kami selama ini tidak pernah mengusik keluarga kalian." Jason menatap tajam seorang laki-laki yang berstatus sebagai kakak laki-laki dari Lana.
"Apa maksudmu, hah?! Mengusik keluargamu katamu? Kami saja tidak kenal dan tidak tahu dengan keluargamu itu. Bagaimana bisa kami ingin mengusik keluargamu itu!" bentak pria itu.
Mendengar perkataan dari laki-laki tersebut, Jason, Uggy dan Billy tersenyum mengejek.
"Begitukah?" tanya Jason.
"Iya. Memang siapa keluargamu itu, hah?!" bentak pria itu.
"Alah palingan keluarga rendahan dan tak selevel dengan kami," ejek adik perempuan dari Lana.
Mendengar ejekan dari adik perempuannya Lana. Jason, Uggy dan Billy tersenyum menyeringai.
"Anda benar, nona! Keluarga anda dengan keluarga kami tidak selevel. Bahkan keluarga anda sangat jauh berada dengan keluarga kami," jawab Billy.
"Hahahaha." adik laki-laki Charles dan adik perempuan Lana tertawa mengejek.
"Sudahlah. Kami tidak punya urusan dengan kalian. Jadi kalian pergilah. Jangan campuri urusan kami dengan wanita m*rah*n itu." pria itu berucap dengan kasarnya sembari menatap remeh Jason, Uggy dan Billy.
Jason, Uggy dan Billy mengepalkan kedua tangannya ketika mendengar pria itu menyebut kesayangannya sebagai wanita m*rah*n. Tapi Jason, Uggy dan Billy masih belum mengungkapkan status keluarga mereka.
Jason, Uggy dan Billy masih ingin bermain-main terlebih dahulu dengan kedua keluarga tersebut. Tujuannya adalah ingin membuat kedua keluarga itu menyesal akan sikap, ucapan dan perlakuan buruk mereka terhadap Kimberly dan membuat kedua keluarga itu memohon ampun kepada mereka dan juga Kimberly.
"Oh begitu ya. Tapi kami minta maaf. Kami sudah terlanjur masuk kedalam permainan kalian," sahut Uggy.
"Apa? Permainan? Kalian pikir kami datang ke sekolah ini hanya untuk bermain-main, hah! Dengarkan aku baik-baik. Aku dan keluargaku datang ke sekolah ini tujuannya hanya satu yaitu ingin memberikan pelajaran kepada wanita m*rah*n itu. Wanita itu sudah berani menampar adik perempuanku dan juga mempermalukan adikku didepan umum!" bentak pria itu.
"Begitukah?" tanya Uggy.
"Iya. Jadi sekarang nyahlah dari sini. Kami tidak punya urusan dengan kalian," usir adik laki-laki Lana.
"Apa yang akan kalian lakukan kepada wanita itu?" tanya Jason.
"Yang jelas wanita itu harus meminta maaf kepada kakakku sembari bersujud dan menciumi kaki kakakku," jawab adik perempuan Lana.
"Begitu ya," sahut Uggy. Uggy melihat kearah tangan kanannya, lalu memanggilnya.
"Deryl,"
"Ya, Bos."
"Perlihatkan video itu kepada para samp*h tidak tahu diri ini," pinta Uggy.
"Baik, Bos."
Deryl langsung mengambil ponsel miliknya, lalu membuka sebuah video. Setelah video itu diperlihatkan kepada keluarga Archard dan Adolfa.
"Lihat dan dengar video itu secara baik-baik," ucap Jason menatap tajam kedua keluarga itu.
Seketika tubuh mereka menegang ketika melihat dan mendengar isi dari video tersebut. Tak terkecuali Lana dan Clara. Keduanya tampak syok dan juga ketakutan.
Setelah selesai, Deryl mematikan ponselnya dan memasukkan kembali ponsel itu ke dalam saku celananya.
"Bagaimana? Sudah lihatkan isi videonya. Kalian bisa lihat sendiri siapa yang memulainya terlebih dahulu. Yang memulainya adalah perempuan tua itu dan calon menantu kalian," ucap Uggy dengan menatap nyalang kedua keluarga tersebut.
"Baiklah. Kami akan mengambil alih permainan ini. Kalian sudah lihat videonya, bukan! Jadi sekarang kami akan memberitahu kalian siapa kami dan siapa keluarga kami. Kalian pasti kenal dengan keluarga Aldama dan keluarga Fidelyo?" Jason menatap remeh kedua keluarga itu.
Mendengar Jason menyebut nama keluarga Aldama dan keluarga Fidelyo seketika keluarga Archard dan keluarga Adolfa terkejut.
Baik keluarga Archard maupun keluarga Adolfa sangat mengenal kedua keluarga itu. Kedua keluarga itu adalah keluarga kaya raya nomor 1 dan nomor 3 di dunia dan di Australia.
Melihat keterkejutan kedua keluarga itu membuat Jason, Uggy dan Billy tersenyum mengejek.
"Perkenalkan saya Uggy Aldama putra kedua dari Fathir Aldama. Dan di samping kanan saya ini adalah Kakak saya namanya adalah Jason Aldama selaku putra pertama dari Fathir Aldama. Kami berdua pemilik Perusahaan JS'nAld CORP dan GG'Al Corp." Uggy berucap dengan penuh penekanan.
Mendengar nama dua Perusahaan yang disebutkan oleh Uggy membuat keluarga Archard dan Adolfa kembali terkejut. Mereka tidak menyangka akan bertemu dengan pemilik Perusahaan yang begitu terkenal di Jerman.
"Dan satu lagi. Wanita yang kalian sebut sebagai wanita m*rah*n itu adalah adikku. Putri bungsu dari Fathir Aldama. Namanya adalah Kimberly Aldama." Jason berucap dengan nada yang penuh amarah dengan tatapan menajam kearah keluarga Archard dan Adolfa.
"Baiklah. Karena kalian sudah tahu siapa kami dan juga nama keluarga kami. Maka sekarang bersiap-siaplah hukuman apa yang akan kami berikan kepada kalian. Jangan harap kami akan berdamai dengan kalian." Uggy berucap dengan penuh amarah.
"Didalam kamus keluarga kami tidak ada yang namanya kata maaf dan kesempatan kedua. Bagi yang sudah berani mengusik salah satu anggota keluarga kami, maka kami akan langsung bertindak tegas tanpa kata ampun." Billy berucap.
Uggy melihat kearah dua puluh anggotanya. "Bawa mereka ke markas, lalu siksa mereka sampai mereka memohon ampun. Setelah itu, lepaskan mereka dan lempar mereka ke jalanan yang sepi."
"Baik, Bos."
Para anggotanya langsung membawa pergi keluarga Archard dan keluarga Adolfa. Ketika salah satu anggota Uggy ingin membawa Clara. Jason menahannya.
"Tunggu sebentar!" seru Jason.
Jason menghampiri Clara dengan wajah amarahnya. Jason benar-benar marah terhadap Clara.
Jason menekan kuat rahang Clara. Sementara Clara saat ini benar-benar ketakutan.
"Le-lepaskan aku," ucap Clara.
"Apa? Melepaskanmu, hum! Setelah apa yang kau lakukan kepada adikku. Sekarang kau memintaku untuk melepaskanmu. Jangan kau pikir karena kau perempuan aku tidak berani menyakitimu, hah! Kau salah besar. Adikku sudah cerita banyak kepadaku tentang mantan kekasihnya yang bernama Antoni. Bahkan adikku juga menceritakan tentangmu yang berhasil menjebak adikku tidur dengan laki-laki lain sehingga kekasihnya itu membuangnya seperti sampah. Caramu untuk mendapatkan cinta dari mantan kekasih adikku itu benar-benar licik dan murahan. Sebagai gantinya. Bersiap-siaplah aku akan membuat hidupmu dan keluargamu hancur dalam sekejap."
Setelah mengatakan hal itu, Jason mendorong kuat tubuh Clara sehingga tersungkur di tanah.
Uggy melihat kearah Deryl. "Deryl. Lakukan sekarang juga. Hancurkan keluarga Archard dan keluarga Adolfa. Buat mereka kehilangan kekayaan mereka. Aku ingin dua keluarga itu jatuh miskin. Pastikan mereka tidak bisa bangkit lagi."
"Baik, Bos."
"Jangan lupa keluarga gadis itu juga," sahut Jason sembari menunjuk kearah Clara.
"Siap, Bos."
Setelah itu, Deryl dan beberapa anggota yang masih tersisa pergi meninggalkan sekolah Kimberly dan tak lupa membawa Clara bersama mereka.
Para penghuni sekolah hanya bisa menelan air ludahnya ketika mengetahui betapa berbahaya dan mengerikan keluarga Aldama dan Fidelyo jika dalam keadaan marah. Kemarahan mereka akan bertambah jika ada yang berani mengusik salah satu anggota keluarganya.
"Ya, sudah! Kami harus kembali ke Perusahaan. Kakak titip Kimberly sama kamu," ucap Jason kepada Billy.
"Baik, Kak! Kakak tidak perlu khawatir. Aku akan menjaga Kimberly," jawab Billy.
"Oh iya. Pastikan Kimberly baik-baik saja. Kakak takut jika bekas tamparan itu bisa membuat wajah Kimberly memar." Uggy berbicara sambil memikirkan kondisi adiknya.
"Kak Uggy tidak perlu khawatir. Aku akan mengompres wajah Kimberly nanti di kantin," jawab Billy.
"Baiklah. Kalau begitu kami pamit!" seru Jason dan Uggy bersamaan.
Setelah itu, Jason dan Uggy pun pergi meninggalkan sekolah untuk menuju Perusahaan masing-masing.