THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Balasan Kimberly Dan Triny



Kimberly dan Tommy sudah sampai di sekolah. Kedatangan keduanya disambut oleh sepupu dan sahabat-sahabatnya, terutama untuk Kimberly.


Aryan, Billy dan Triny secara bergantian memberikan pelukannya. Sedangkan Kimberly hanya diam di tempat dan pasrah ketiganya memeluknya. Kimberly tahu alasan ketiga sepupunya itu memberikan pelukan untuknya.


"Yakin udah nggak apa-apa?" tanya Billy dengan menatap wajah Kimberly.


"Hah!" Kimberly seketika menghela nafas pasrahnya ketika mendengar pertanyaan dari Billy.


Billy menatap bingung Kimberly ketika mendengar helaan nafas Kimberly. "Kenapa?"


Tommy tersenyum dengan tatapan matanya menatap kearah Billy. "Di dalam perjalanan ke sekolah. Aku juga melontarkan pertanyaan seperti itu sama Kimberly."


"Lah terus?" tanya Billy.


"Kimberly males kali kalau harus mengulangi atau menjawab dari pertanyaan yang sama," jawab Tommy.


Mendengar penjelasan dari Tommy membuat Billy paham. Dia menatap wajah Kimberly, lalu tersenyum.


"Baiklah. Aku anggap jawaban kamu adalah bahwa kamu sudah benar-benar dalam keadaan baik," ucap Billy.


"Kan memang benar aku baik-baik saja. Kalau aku nggak baik-baik saja. Aku nggak mungkin ada disini," sahut Kimberly dengan memanyunkan bibirnya.


"Kita tahu siapa lo. Sekali pun lo masih lemas. Lo tetap masuk sekolah. Lo kan orangnya keras kepala," ucap Aryan yang sengaja membuat mood sepupunya itu buruk.


"Yak, Aryan! Lo niat banget nyari ribut sama gue, hah?!" teriak Kimberly.


"Kalau iya, kenapa? Lo udah jelek manusia jadi-jadian. Keras kepala lagi," jawab Aryan dengan wajah menantangnya.


Kimberly menggeram kesal sembari menatap tajam kearah Aryan. Sedangkan Billy, Triny, Tommy dan yang lainnya tersenyum gemas melihat wajah Kimberly saat ini.


Sementara Aryan hanya memperlihatkan senyumannya ketika mendapat tatapan tajam dari Kimberly. Berlahan Aryan melangkah mundur sembari mengeluarkan kata-kata yang membuat Kimberly makin kesal.


"Lo jelek kayak monyet, siluman kelinci menyebalkan, keras kepala dan mau menang sendiri."


Setelah itu, Aryan langsung berlari meninggalkan Kimberly serta yang lain untuk menuju kelasnya dan diikuti oleh kelima sahabatnya.


"Yak! Aryan setan!" teriak Kimberly melengking.


Seketika Billy, Triny, Tommy dan yang lainnya langsung menutup telinganya masing-masing.


"Dasar Aryan sialan, Aryan gi... Mmttppp!" Tommy langsung membekap mulut Kimberly dengan tangannya sehingga membuat Kimberly membelalakkan matanya.


Sementara yang lainnya tersenyum gemas melihat Kimberly yang kesal bahkan melotot kearah Tommy.


"Aku lepasin. Tapi janji nggak teriak?"


Kimberly kembali melototkan kedua matanya ketika mendengar ucapan dari Tommy. Sedangkan Tommy tersenyum gemas melihat reaksi Kimberly. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Bagaimana? Mau seperti ini sampai pulang. Atau mau dilepaskan?" tanya Tommy.


Dan detik kemudian..


Kimberly pada akhirnya mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia juga tidak ingin seperti ini sampai pulang.


Tommy tersenyum lebar ketika mendapatkan anggukkan kepala dari Kimberly. Begitu juga dengan Triny, Billy dan yang lainnya.


"Huft!" Kimberly seketika menghembuskan nafasnya ketika Tommy sudah melepaskan bekapan mulutnya. Dan tanpa sadar mulutnya bergerak mengeluarkan sumpah serapahnya untuk Tommy.


Tiba-tiba Tommy menyentil pelan bibir kekasihnya itu gemas sehingga membuat Kimberly terkejut dan menatap dirinya.


"Udah puas, hum?"


"Apa?" tanya Kimberly kesal.


"Mengumpati aku," jawab Tommy.


"Aku...."


"Tuh tadi bibirnya gerak-gerak ke atas, ke bawah, ke kanan dan ke kiri. Itu apa artinya coba?"


Seketika Kimberly mempoutkan bibirnya kesal. Kekesalan sudah berkali-kali lipat pagi ini.


"Apa masih mau disini? Apa nggak ada niat kamu ajak aku ke kelas atau ke kantin?" tanya Kimberly dengan bibir manyunnya.


Tommy tersenyum mendengar ucapan dari Kimberly. Begitu juga dengan yang lainnya. Kemudian tangannya terangkat untuk membelai kepala belakang Kimberly.


"Kita ke kantin dulu."


Setelah itu, mereka semua pun ke kantin untuk mengisi perutnya yang kedua kalinya.


"Hubungan kalian nggak akan selamanya berjalan mulus."


"Lihat saja nanti apa yang akan terjadi pada kalian berdua."


^^^


Kini Kimberly, Tommy, Billy, Triny, Andhika serta yang lainnya sudah berada di kantin. Mereka juga sudah memesan beberapa menu sarapan pagi.


Mereka semua kini tengah menikmati sarapan paginya sembari mengobrol dan bersenda gurau. Bahkan mereka saling melempar umpatan satu sama lainnya karena kesal.


Ketika Tommy sedang makan bersama. Begitu juga dengan yang lainnya makan bersama pasangannya masing-masing, tiba-tiba datang sang pengganggu sehingga membuat suatu berubah tegang.


"Hai, Tommy!"


"Hai, Andhika!"


Mendengar sapaan dari dua gadis itu membuat Tommy dan Andhika mengepal kuat tangannya, namun mereka berusaha untuk tidak terpancing dan berusaha bersikap tenang dengan mereka fokus pada sarapannya bersama kekasihnya.


Melihat sika acuh Tommy dan Andhika membuat Molly dan Sheela menatap marah, terutama kearah Kimberly dan Triny.


"Hei, Lionel!" sapa salah satu teman Sheela.


Lionel melirik sekilas kearah temannya Sheela, lalu kembali menatap sarapannya dan fokus kembali makan bersama kekasihnya.


Molly saat ini benar-benar marah. Dia tidak terima Tommy mengacuhkan dirinya hanya demi perempuan lain. Begitu juga dengan Sheela. Tatapan matanya menatap tajam kearah Triny.


Molly berlahan berjalan mendekati Tommy. Diikuti oleh Sheela. Setelah berada di dekat Tommy dan Andhika. Molly dan Sheela mulai beraksi.


Molly dan Sheela mendorong tubuh Kimberly dan Triny hingga tersungkur ke samping. Setelah itu, Molly dan Sheela menduduki pantatnya di tempat yang tadinya diduduki oleh Kimberly dan Triny.


"Oh, sorry!" Molly dan Sheela berucap bersamaan.


Kimberly melihat kearah Triny. Begitu juga dengan Triny. Kemudian keduanya tersenyum di sudut bibirnya. Setelah itu, Kimberly dan Triny berdiri dari duduknya.


Melihat Kimberly dan Triny yang tiba-tiba berdiri membuat mereka semua melihat kearah keduanya, kecuali Molly dan Sheela.


"Kim!"


"Triny."


Kimberly dan Triny menulikan telinga. Keduanya berjalan meninggalkan semuanya dengan ekspresi wajah yang tak mengenakkan. Billy, Tommy dan Andhika menatap khawatir kearah Kimberly dan Triny. Begitu juga dengan yang lainnya.


Beberapa menit kemudian, Kimberly dan Triny datang dengan membawa segelas minuman di tangannya. Keduanya berjalan menuju mejanya.


Setelah berada di tempatnya dengan posisi masih berdiri. Kimberly dan Triny menatap kearah Molly dan Sheela yang tampak bermesraan dengan kekasihnya.


Byur.. Byur..


Kimberly dan Triny secara bersamaan menyiram kepala Molly dan Sheela dengan minuman yang mereka bawa sehingga membuat rambut dan pakaian yang dikenakan oleh Molly dan Sheela menjadi kotor.


Molly dan Sheela langsung berdiri. Kemudian mereka menatap marah kearah Kimberly dan Triny.


"Oh, sorry!"


Kimberly dan Triny mengucapkan kata tersebut secara bersamaan sembari memperlihatkan wajah penuh bersalahnya.


"Gue benar-benar nggak sengaja," ucap Kimberly.


"Tadi tiba-tiba tangan gue gemetaran ketika hendak meletakkan minuman tersebut ke atas meja," ucap Triny.


Mendengar jawaban dari Kimberly dan Triny membuat Billy, Tommy, Andhika dan yang lainnya tersenyum. Mereka tahu bahwa Kimberly dan Triny sudah merencanakannya.


Sementara untuk Molly dan Sheela, keduanya tidak terima diperlakukan seperti ini. Mereka tahu bahwa Kimberly dan Triny sengaja melakukan hal tersebut untuk membalasnya.


Bagaimana dengan Kimberly dan Triny? Sudah jelas keduanya tampak bahagia karena sudah membalas perbuatan Molly dan Sheela. Jangan harap kalau mereka berdua akan diam saja diperlakukan buruk oleh Molly dan Sheela.


"Lebih baik lo ke toilet. Lihat tuh bajunya udah kotor. Apa lo nggak malu diliatin sama semua pengunjung kantin, walau nggak banyak!" ucap Kimberly.


"Nah, benar tuh apa yang dikatakan oleh Kimberly. Lebih lo ke toilet. Ajak sekalian teman lo itu. Nanti jika udah bersih lagi. Kita akan main lagi," sahut Triny.


"Dan permainannya bakal seru lagi dari yang ini," sela Kimberly.


Molly dan Sheela mengepal kuat tangannya ketika mendengar ucapan demi ucapan dari Kimberly dan Triny. Mereka menatap marah kearah keduanya.


Setelah itu, Molly dan Sheela pergi meninggalkan kantin dan diikuti oleh ketujuh teman-temannya Sheela.


Kimberly dan Triny saling bertos ria karena berhasil membuat dua lampir pergi. Sementara Billy, Triny, Tommy, Andhika serta yang lainnya tersenyum melihat keduanya.