THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Ucapan Dan Ancaman Kimberly



Melihat keterdiaman semua anggota keluarganya membuat Kimberly menyimpulkan bahwa keluarganya langsung percaya akan bukti-bukti yang diberikan oleh Aiden.


"Jadi benar kalau kalian langsung mempercayai bukti-bukti yang diberikan oleh Aiden itu?" tanya Kimberly.


"Iya," jawab Vicky dan Yuki bersamaan sebagai perwakilan yang lainnya.


Sementara Hilda, Tantri, Indira dan yang lainnya hanya diam. Mereka tidak berani menatap wajah Kimberly yang tampak kecewa.


Kimberly geleng-geleng kepala tak percaya atas apa yang dilakukan oleh keluarganya yang mana keluarganya lebih percaya bukti-bukti tersebut tanpa memberikan kesempatan Barry untuk menjelaskan.


"Aku nggak habis pikir dengan pola pikir kalian. Bisa-bisanya kalian langsung mempercayai bukti yang diberikan oleh Aiden sementara kalian tidak memberikan kesempatan Barry untuk menjelaskan apa dia salah atau justru dijebak. Dan untuk Oma! Kenapa Oma tidak menyaring dulu baru mengambil keputusan. Bagaimana jika yang salah disini justru orang yang memberikan bukti tersebut."


Deg..


Hilda langsung menatap wajah Kimberly ketika mendengar ucapan dari Kimberly. Begitu juga dengan Vicky, Yuki, Tantri, Indira, Jacob, Risma dan yang lainnya.


"Apa maksud kamu sayang?" tanya Hilda.


"Bisa sajakan yang melakukan korupsi itu adalah Aiden, namun dia melimpahkan kejahatannya kepada Barry. Dan kenapa aku bisa menyimpulkan seperti itu karena Barry seorang Direktur. Dia sudah menjadi Direktur selama 10 tahun. Sementara Aiden, dia hanya sebagai wakil Direktur. Dia menjabat sebagai wakil Direktur baru 8 tahun. Aiden cemburu dengan jabatan Barry bahkan gaji yang diterima Barry lebih besar dari pada gajinya. Bukan itu saja, pekerjaan Barry juga ringan tidak seperti Aiden yang harus mengawasi setiap pekerja dan melaporkan pada Barry jika ada para pekerja yang sakit atau terluka."


Deg..


Hilda serta yang lainnya seketika terkejut ketika mendengar ucapan demi ucapan sekaligus alasan Kimberly yang membandingkan Aiden dan Barry. Dan kecurigaan Kimberly terhadap apa yang terjadi antara Aiden dan Barry.


"Satu hal yang kalian ketahui alasanku lebih percaya dengan Barry, Direktur lama itu dibandingkan Aiden Direktur baru itu. Kemarin ada sekitar 11 orang yang datang ke desa ini. Mereka mencari ribut salah satu warga disini. Bahkan salah satu orang itu hendak membawa pergi anak perempuan dari warga itu karena ayahnya tidak bisa mengembalikan uang yang sudah dia curi. Itu menurut dari perkataan dari laki-laki itu."


"Pria itu bahkan beberapa pria lainnya yang juga sebagai karyawan pabrik menceritakan kepadaku bahwa semenjak pergantian Direktur baru, semua pekerja pabrik tidak merasa nyaman. Banyak aturan-aturan yang melenceng. Mereka dipaksa bekerja sampai malam. Bahkan dalam keadaan sakit, mereka tetap disuruh bekerja. Jika mereka melakukan satu kesalahan, maka akan dikenakan hukuman. Hukumannya itu adalah pemotongan gaji sebesar 50 persen."


"Apa?!"


Hilda, Tantri, Vicky, Indira, Yuki, Jacob, Risma dan yang lainnya seketika terkejut ketika mendengar ucapan terakhir dari Kimberly.


"Bahkan pria yang lainnya mengatakan jika boleh memilih pria itu ingin Direktur lama kembali bekerja. Bahkan pria itu dan rekan-rekannya percaya bahwa Direktur lama itu tidak bersalah."


"Kalau memang seperti itu. Kenapa mereka tidak mengadukan masalah tersebut kepada Oma atau kepada Pamanmu?"


"Apa Oma akan mempercayai omongan dari para karyawan? Sementara Oma saja tidak percaya dengan Direktur Oma yang lama. Buktinya, Oma langsung memecat Direktur lama itu hanya karena melihat bukti yang diberikan oleh si Direktur baru itu. Begitu juga dengan kalian," jawab Kimberly dengan wajah yang tampak kecewa akan sikap Oma nya serta yang lainnya.


"Aku sangat yakin. Jika Mommy, Bunda, Papi Fassya dan Papa Nirvan tahu hal ini. Mereka juga akan kecewa. Sama sepertiku."


Kimberly berdiri dari duduknya. Sebelum pergi meninggalkan keluarganya, Kimberly mengatakan sesuatu sehingga membuat semuanya ketakutan.


"Aku akan menyelidiki masalah ini. Jika aku mendapatkan bukti tentang kejahatan Aiden selama menjadi wakil Direktur dan sekarang menjadi Direktur. Dan jika aku mendapatkan bukti bahwa Barry sang Direktur lama tidak bersalah, maka aku pastikan pria yang bernama Aiden tidak akan pernah lagi merasakan indahnya dunia ini. Begitu juga para antek-anteknya. Bukan itu saja. Anggota keluarganya juga akan terkena imbasnya. Aku akan merebut semua yang telah dia dicuri dari keluarga Fidelyo. Kalau perlu aku akan buat anggota keluarganya tidak memiliki apa-apa lagi. Mereka itu menjadi orang kaya karena mencuri dari keluarga Fidelyo."


Setelah mengatakan itu, Kimberly pergi meninggalkan anggota keluarganya untuk menuju kamarnya di lantai dua.


Sementara anggota keluarganya hanya bisa diam tanpa berkomentar apapun. Justru saat ini mereka takut jika apa yang dikatakan oleh Kimberly benar-benar terjadi. Mereka takut jika sosok muncul lalu mengambil alih tubuh Kimberly sehingga bisa melakukan apapun yang dia mau sesuai keinginan dari Kimberly.