THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kemarahan Billy, Tommy Dan Aryan



[Perusahaan AD'Rean Corp]


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk!" teriak seseorang dari dalam ruang kerjanya.


Cklek..


Pintu tersebut dibuka oleh seseorang. Lalu orang itu melangkah masuk.


"Tuan," panggil laki-laki itu.


Pria yang berstatus atasan langsung melihat kearah orang yang sudah berdiri di hadapannya. Pria itu adalah Andrean Alexander.


"Almer, silahkan duduk!"


"Baik, tuan!"


Setelah itu, laki-laki yang bernama Almer langsung menduduki pantatnya.


Melihat tangan kanannya sudah duduk di kursi di hadapannya, Andrean menghentikan kegiatannya.


"Informasi apa yang ingin kau sampaikan?"


Andrean sudah bisa menebak kedatangan tangan kanannya itu menemuinya.


"Mereka sudah mulai bergerak, tuan!"


"Apa yang mereka lakukan?"


"Utusan dan beberapa anggota dari salah satu pria itu sudah bergerak menuju sekolah tuan Tommy dan nona Kimberly. Dan hampir berhasil membawa nona Kimberly pergi."


Mendengar jawaban dari Almer membuat Andrean seketika terkejut. Dirinya tidak menyangka jika anak buah dari orang-orang yang ingin membalas dendam terhadap putra dan putrinya nekat mendatangi sekolah putra dan calon menantunya.


"Apa yang terjadi? Kenapa mereka bisa memasuki perkarangan sekolah dan ingin membawa calon menantuku?"


"Mereka datang ke sekolah nona Kimberly dengan menyebut nama Tuan Riyan. Mereka mengatakan kepada tangan kanannya tuan Riyan yang tengah berjaga-jaga di bagian luar sekolah bahwa mereka diutus oleh tuan Riyan untuk menjemput nona Kimberly."


"Brengsek!"


Andrean benar-benar marah akan rencana licik yang dilakukan oleh dua pria yang ingin membalas dendam kepada kedua anak-anaknya.


"Apa yang terjadi sehingga mereka gagal membawa Kimberly?"


"Ini berkat kepintaran dan kejelian nona, tuan! Nona Kimberly sudah mengetahui dan hafal orang-orang disekitarnya. Mulai dari wajah, pakaian, cara mereka berbicara dan juga menyapa. Ketika salah satu anggota dari kedua pria itu hendak membawa nona pergi dengan mengatakan bahwa dia diutus oleh tuan Riyan. Nona langsung bertindak dan mengatakan bahwa dia bukan anak kecil yang mudahnya dibohongi." 


"Nona bahkan menyebutkan satu persatu cara kerja orang-orang yang menjaga dan melindunginya."


Mendengar jawaban sekaligus penjelasan dari Almer membuat Andrean tersenyum bahagia dan juga bangga akan kepintaran dan kecerdikan Kimberly.


Namun walau pun begitu. Andrean tetap mengkhawatirkan Kimberly. Dirinya tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Kimberly.


"Baiklah, Almer! Tetaplah terus awasi dan pantau pergerakan kedua pria itu. Minta bantuan Cedric dan Dallen."


"Baik, tuan!"


"Apa kau sudah mendapatkan latar belakang keluarganya dari dua pria itu?"


"Belum tuan. Secepatnya saya dan yang lainnya akan segera mendapatkan berasal dari mana kedua pria itu."


"Aku percayakan kepadamu dan orang-orangmu."


"Baik, tuan!"


Setelah mengatakan itu, Almer pun pamit untuk melanjutkan tugasnya yaitu mencari tahu latar belakang keluarga dari dua pria tersebut.


Sementara Andrean akan memberitahu kejadian tersebut kepada Fathir. Bagaimana pun Fathir berhak tahu agar penjagaan terhadap Kimberly tidak kecolongan lagi.


***


Bugh.. Bugh..


Duagh..


Satu laki-laki yang berstatus sebagai pemimpin saat ini mendapatkan pukulan dan tendangan secara bertubi-tubi dari Billy dan Tommy. Begitu juga dengan kesepuluh laki-laki lainnya.


Untuk kesebelas laki-laki lainnya sudah tidak berdaya akibat pukulan dan tendangan dari Aryan, sahabat-sahabatnya dan juga sahabat-sahabatnya Billy dan Tommy.


Saat ini Billy, Tommy, Andhika dan para sahabatnya berada di gudang belakang sekolah. Bukan hanya mereka saja, melainkan Aryan dan para sahabatnya juga ada disana. Mereka semua menatap penuh amarah terhadap kedua belas laki-laki berpakaian hitam itu.


Bugh.. Bugh..


Duagh..


Para anggota Darian menghajar beberapa laki-laki berpakaian hitam yang sudah menipunya dengan mengaku sebagai orang suruhan Bos nya agar bisa membawa pergi adik perempuan dari sang Bos.


"Brengsek! Berani sekali kalian membohongi kami dan mengaku-ngaku sebagai suruhan dari Bos Riyan!" teriak Darian.


Duagh..


Darian memberikan tendangan kuat kepada laki-laki yang akan membawa Kimberly.


Ketika Darian dan para anggotanya sedang memberikan pelajaran kepada para penipu, tiba-tiba Billy dan sahabat-sahabatnya datang.


"Ada apa ini?!" teriak Billy.


Darian dan para anggotanya langsung melihat kearah Billy. Dapat Darian lihat Billy yang datang bersama sepupunya dan para sahabatnya.


"Tuan Billy," sapa Darian.


"Siapa mereka? Dan kenapa kau dan anggota-anggotamu menghajar mereka?" tanya Billy sembari menatap kearah sekitar 12 laki-laki yang sudah babak belur.


"Mereka orang-orang suruhan dari dua pria itu. Mereka bisa masuk kesini karena mengaku bahwa Bos Riyan yang memberikan perintah."


"Apa yang mereka katakan ketika datang kesini?" tanya Tommy.


"Laki-laki itu mengatakan kepada saya bahwa Bos Riyan menyuruhnya untuk menjemput nona."


Seketika Billy dan Tommy menatap nyalang kearah laki-laki berpakaian hitam itu, terutama laki-laki yang berstatus sebagai pemimpin ketika mendengar jawaban dari Darian tangan kanan dari Riyan.


Duagh..


Tommy dan Billy secara bersamaan memberikan tendangan keras tepat di perut dan dada kiri laki-laki itu sehingga membuat laki-laki itu memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Berani sekali kau datang ke sekolah ini dan mengaku sebagai suruhan kakak sepupuku!' bentak Billy.


"Bawa mereka semua ke gudang belakang sekolah," perintah Tommy.


"Baik!"


Setelah itu, para anggota dari Darian membawa paksa 12 laki-laki itu ke gudang belakang sekolah.


Flashback Off


"Siapa yang menyuruh kalian, hah?!" bentak Tommy.


Mendengar pertanyaan dan juga bentakan dari Tommy membuat kedua belas laki-laki itu hanya diam. Tidak ada diantara mereka yang ingin menjawabnya.


Duagh..


"Aakkhh!" teriak kesakitan laki-laki yang berstatus pemimpin.


Aryan memberikan tendangan kuat tepat di perut laki-laki itu karena merasa geram sejak tadi mereka tidak ada yang mau buka mulut.


"Darian," panggil Billy.


"Iya, tuan!"


"Bagaimana keadaan adik perempuanku?"


"Nona baik-baik saja tuan. Justru nona tahu bahwa mereka bukan utusan dari Bos Riyan," jawab Darian


Mendengar jawaban dari Darian, seketika terukir senyuman manis di bibir Billy. Dia sangat tahu watak dan sifat Kimberly. Kimberly itu tidak mudah percaya dengan orang lain. Apalagi orang yang baru dia lihat untuk pertama kalinya.


Menurut Billy tentang Kimberly adalah jika hati Kimberly tak nyaman bahkan hatinya mengatakan bahwa orang-orang yang ada di hadapannya itu tak baik, maka Kimberly akan menandai orang-orang itu.


Kimberly tidak akan langsung mencurigai orang-orang tersebut. Justru Kimberly akan langsung bertindak dengan mencari tahu latar belakang dari orang-orang yang dicurigainya itu.


Jika bukti-bukti itu sudah seratus persen mengarah kepada orang-orang itu, barulah Kimberly membongkarnya.


"Adikku memang seperti itu. Dia tidak akan semudah itu mempercayai orang-orang yang baru dia kenal. Adikku itu juga memiliki kepekaan dan perasaan yang kuat akan sekitarnya."


"Kalian bawa mereka ke markas milik kak Riyan. Kurung mereka di dalam penjara yang gelap dan pengap," ucap Aryan.


"Baik, tuan!"


Setelah mengatakan itu, Billy dan yang lainnya pergi meninggalkan gudang tersebut untuk menemui Kimberly, Catherine dan yang lainnya.