THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kesedihan Nashita



[BERLIN]


[Hotel]


Seorang gadis yang mengenakan Hoodie warna merah dengan tas ransel di punggungnya tengah melangkahkan kakinya untuk menuju sebuah hotel yang ada di sekitar lokasi tersebut. Gadis itu akan tinggal dan menginap untuk beberapa hari di hotel. Setelah itu, barulah gadis itu akan mendatangi kediaman keluarga besar dari ibunya.


Walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, namun di sekitar lokasi masih terlihat ramai para pengunjung keluar masuk hotel tersebut. Baik laki-laki maupun perempuan. Baik sendirian maupun berpasangan suami istri.


Gadis itu adalah Kimberly Aldama. Putri dan adik perempuan kesayangannya kedua orang tuanya dan keempat kakak laki-lakinya.


Ketika Kimberly tengah melangkahkan kakinya menuju hotel tersebut, tanpa Kimberly ketahui ada enam laki-laki yang saat ini tengah mengintai tas ransel yang ada di punggungnya itu.


Detik kemudian..


Sreekkk..


Seketika tubuh Kimberly terhuyung ke belakang akibat ada seseorang yang menarik tasnya. Sementara laki-laki yang menjadi tersangka penarikan tas milik Kimberly seketika terkejut. Dia berpikir Kimberly adalah gadis ceroboh dan bodoh sehingga dengan mudah menarik tasnya.


Melihat orang itu tidak melepaskan tasnya sehingga Kimberly pun bertindak.


Kimberly membuka pengait tas yang dipasang di perutnya, lalu melepaskan tasnya yang ada di punggungnya.


Setelah itu, Kimberly dengan kuat menarik tasnya itu sehingga membuat orang tersebut terlempar karena pegangan tangannya di tas Kimberly terlepas.


Para orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya seketika berhenti untuk melihat kejadian itu.


"Mau ngerampok tas gue kalian semua! Hahahaha. Nggak akan semudah itu," ejek Kimberly.


Mendengar ucapan sekaligus ejekan dari gadis di hadapannya membuat keenam laki-laki itu mengepal kuat tangannya.


"Banyak omong lo!"


Keenam laki-laki itu termasuk laki-laki yang tersungkur akibat perlakuan Kimberly ketika mempertahankan tasnya menyerang Kimberly secara bersamaan.


Warna mata Kimberly seketika berubah disaat mendapatkan serangan secara bersamaan.


Bugh.. Bugh..


Duagh.. Duagh..


Sreekk.. Sreekk..


Kreekkk.. Kreekkk..


Duagh..


Bruukkk.. Brukkk..


Bruukkk..


Tak butuh waktu lama, perkelahian selesai dimana keenam laki-laki tersebut tak sadarkan diri dalam kondisi tak baik-baik saja.


Ketika perkelahian tersebut, Kimberly melakukan penyerangan begitu extrem dimana Kimberly mencekik leher musuhnya, lalu melempar tubuh musuh-musuhnya itu hingga terhempas di aspal dengan memutuskan darah segar. Bahkan ada juga yang mendapatkan tendangan kuat tepat di dada kiri tiga laki-laki itu.


Teriakan demi teriakan terdengar di tempat itu sehingga orang-orang yang melihatnya kejadian tersebut ketakutan dan bergidik ngeri.


Selesai memberikan pelajaran kepada keenam laki-laki itu, Kimberly kembali memasang tasnya di punggungnya.


"Kalian sudah salah menilai gue. Gue bukan gadis lemah dan penakut saat berada diluar rumah," ucap Kimberly dengan tatapan matanya yang tak bersahabat.


Kimberly melihat ke sekelilingnya. Dapat Kimberly lihat bahwa dirinya sejak tadi menjadi tontonan. Setelah menatap orang-orang di sekitarnya, Kimberly memutuskan untuk masuk ke dalam hotel. Dirinya ingin segera istirahat.


Setelah kepergian Kimberly, orang-orang tersebut melihat kearah keenam laki-laki yang tidak sadarkan diri di aspal. Mereka menatap iba dan juga marah. Sebagian dari mereka tahu siapa keenam laki-laki itu.


Keenam laki-laki itu sering membuat onar. Dengan kata lain, keenam laki-laki itu mencari mangsa yang sedang berjalan sendirian. Keenam laki-laki itu akan melakukan hal buruk terhadap mangsanya itu.


Namun siapa sangka jika malam ini menjadi malam terakhir untuk mereka karena mereka telah salah mencari mangsa sehingga mangsanya itu berbalik menyerangnya.


***


[HAMBURG]


[Kediaman Fathir Aldama]


Keesokan harinya dimana semua anggota keluarga sudah berkumpul di kediaman Fathir Aldama. Sesuai yang mereka bicarakan tadi malam bahwa mereka akan mencari Kimberly besoknya.


Kini mereka tengah membahas tempat-tempat yang biasa Kimberly singgahi atau Kimberly kunjungi ketika menginap. Dan mereka juga akan mendatangi satu persatu rumah keempat sahabatnya, siapa tahu Kimberly menginap di rumah salah satunya.


"Baiklah. Lebih baik kita lakukan sekarang. Lebih cepat lebih baik!" seru Ammar.


"Baik!"


"Ada baiknya juga kak Nashita hubungi anggota keluarga lainnya. Siapa tahu Kimberly berada di rumah salah satu anggota keluarga kakak yang lain," usul Ardian.


Mendengar usulan dari Ardian membuat Nashita seketika sadar akan hal itu. Begitu juga dengan Clarita, Rafassya dan Nirvan.


"Benar juga apa yang dikatakan oleh kak Ardian. Siapa tahu Kimberly saat ini berada di Berlin," ucap Clarita.


Setelah Ardian mengatakan hal itu kepada Nashita. Mereka pun pergi untuk mencari Kimberly. Kini tinggal Nashita, Clarita, Aira, Helena, Liana, Jovita anak perempuannya Aira dan Athaya anak perempuannya Clarita.


"Biarkan aku yang menghubungi salah satu anggota keluarga kita di Berlin!" seru Clarita.


"Hubungi Tantri saja," ucap Nashita.


"Baik, kak!"


Setelah mengatakan itu, Clarita pun menghubungi Tantri, adik sepupunya yang tinggal di kota Berlin.


Beberapa detik kemudian...


"Hallo, kak Clarita!"


"Hallo, Tantri. Kakak mau menanyakan sesuatu sama kamu, boleh?"


"Tentu. Kakak mau nanya apa?"


"Eemm.. Ini masalah Kimberly, Tantri!"


"Kimberly? Kenapa dengan keponakanku itu kak?"


"Begini Tantri. Apa Kimberly ada disana bersama kamu, Indira dan anggota keluarga lainnya?"


Seketika Tantri terkejut ketika mendengar pertanyaan dari Clarita yang menanyakan keberadaan Kimberly.


"Tidak, kak! Kimberly tidak ada disini."


"Serius kamu, Tantri?"


"Apa aku pernah berbohong sama kak Clarita dan sama kak Nashita? Tidak kan? Kalau Kimberly ada disini dan semisalnya Kimberly melarangku untuk menghubungi keluarga di Hamburg. Aku akan tetap menghubungi kakak dan keluarga lainnya di Hamburg secara diam-diam."


Mendengar ucapan sekaligus jawaban dari Tantri membuat Clarita meyakini bahwa Kimberly tidak ada disana. Dan Clarita membenarkan apa yang dikatakan oleh Tantri barusan.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kakak menanyakan tentang Kimberly kalau dia ada disini?"


"Kimberly pergi dari rumah setelah bertengkar dengan Uggy. Kepergian Kimberly karena Kimberly kecewa akan sikap kakaknya itu."


"Ya, Tuhan! Sebenarnya apa yang menyebabkan Kimberly dan Uggy sampai bertengkar. Setahu aku selama ini mereka baik-baik saja. Aku tidak pernah melihat bahkan mendengar pertengkaran mereka. Begitu juga dengan Jason, Enda dan Riyan."


"Hanya kesalahpahaman saja. Mungkin juga kurangnya informasi."


"Baiklah, kak! Jika misalnya Kimberly datang. Aku akan langsung mengabari kakak atau kak Nashita."


"Terima kasih Tantri. Ya, sudah kalau begitu. Kakak tutup teleponnya."


"Baik, kak!"


Pip..


Setelah mengatakan itu, Clarita langsung mematikan panggilannya. Lalu kemudian Clarita melihat kearah kakaknya sembari menggelengkan kepalanya.


Seketika air mata jatuh membasahi pipinya ketika mendapatkan jawaban dari adik perempuannya. Nashita menangis ketika tidak mendapatkan kabar dari putri semata wayangnya.


"Hiks.. Kimberly. Kamu dimana, Nak?"


Grep..


Aira sang adik ipar yang kebetulan berdiri tak jauh dari kakak iparnya itu langsung memeluknya.


"Kakak yang kuat ya. Kakak tidak boleh lemah. Kita berdoa saja semoga Kimberly baik-baik saja. Dan semoga saja Kimberly benar-benar pergi ke kota Berlin. Jika Kimberly disana, kita akan kesana menjemputnya dan membawanya pulang."


"Iya, kak! Apa yang dikatakan Aira benar. Kita disini harus tetap kuat. Demi Kimberly," ucap Clarita.


"Aku akan kuat demi anak-anakku," jawab Nashita.