THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Pertemuan Jacob Dengan Para Sepupunya



"Kakak ada berita hot untuk kalian semua!" seru Jason dengan menatap satu persatu wajah adik-adik sepupunya.


Mendengar seruan dari kakak sepupu tertuanya membuat Pasya, Fathan, Aryan, Valen, Alfan, Athaya, Barra, Billy, Zivan, Rehan, Ricky dan Triny langsung melihat kearah Jason. Mereka semua penasaran berita hot apa yang akan kakaknya itu sampaikan.


Sementara Risma yang sudah mengerti dari berita hot yang dimaksud oleh kakak sepupunya itu seketika mendengus kesal.


"Awak ya kak. Jangan coba-coba bocorin masalah itu," ucap Risma mengancam.


Jason tersenyum. Begitu juga dengan Uggy, Enda dan Riyan. Sementara yang lainnya makin dibuat penasaran. Apalagi ketika mendengar ucapan dari Risma.


"Ada apa sih?" tanya Athaya.


"Lo kenapa, Ris?" tanya Triny.


"Auh ach," jawab Risma dengan memonyongkan bibirnya lalu kembali menatap layar ponselnya.


Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersama semua adik/kakak sepupunya saat ini berkumpul di ruang tengah tanpa orang tuanya. Hanya satu yang tidak ikut bergabung. Orang itu adalah Kimberly Aldama.


Triny melihat kearah Jason. Dirinya benar-benar penasaran akan berita hot itu.


"Kak Jason, ayo buruan! Apa berita hot nya?" tanya Triny.


"Iya, kak! Apa? Jangan buat kamu penasaran," ujar Athaya.


"Benaran kalian semua ingin tahu?" tanya Jason.


"Iya," semuanya menjawab dengan kompak, kecuali Risma.


"Nanti ada yang ngambek loh," celetuk Uggy.


"Siapa kak?" tanya Valen.


"Tuh yang sejak asyik memperhatikan layar ponselnya sembari bibir sudah monyong-monyong ke depan," jawab Uggy tersenyum.


Mendengar jawaban dari Uggy membuat semuanya langsung melihat kearah Risma. Dan benar, Risma yang tatapan matanya menatap layar ponselnya dengan bibir yang bergerak keatas dan kebawah.


Valen melihat kearah kakak sepupu tertua keduanya itu yaitu Uggy.


"Apa hubungannya dengan berita hot sama kakak Risma, kak Uggy?" tanya Valen.


Uggy tersenyum. "Ya adalah. Karena berita hot yang akan disampaikan sama kakak Jason itu ada hubungannya dengan Risma."


"Hah!"


Valen serta yang lain seketika melongo secara bersamaan.


"Ayo kak. Buruan katakan!" seru Aryan yang sudah tidak sabaran.


Jason tersenyum mendengar ucapan dari Aryan dan juga melihat wajah-wajah penasaran semua adik-adiknya.


"Berita hot nya adalah..."


"Kakak Jason!" Risma langsung memberikan tatapan tajam kearah Jason. "Jangan macam-macam ya kak," ucap Risma memperingati.


"Kakak nggak macam-macam kok. Cuma satu macam aja... Hehehehe."


Risma menatap Jason dengan bibir yang mengeluarkan sumpah serapahnya. Sementara Jason menatap Risma dengan penuh usil. Sama saja dengan adik perempuannya. Sama-sama tukang usil.


Ketika Jason hendak membuka mulutnya, tiba-tiba terdengar suara bell berbunyi.


Ting.. Tong..


Ting.. Tong..


Seorang pelayan berlari menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.


Beberapa detik kemudian..


"Tuan muda Jason."


"Siapa bi?" tanya Jason.


"Baru pertama kali kesini, tuan muda! Dia laki-laki dan ingin bertemu Nyonya."


"Sekarang tamunya dimana?" tanya Uggy.


"Masih diluar tuan muda Uggy."


"Ya, sudah! Bibi kembali ke dapur dan buatkan minuman untuk tamu itu," ucap Jason.


"Baiklah, tuan muda."


Setelah itu, pelayan itu pergi meninggalkan ruang tengah untuk menuju dapur.


Sedangkan Jason langsung pergi menuju ruang tamu untuk menemui tamu tersebut. Dan diikuti oleh adik-adiknya di belakang.


^^^


"Siapa ya?" tanya Jason setelah berada di luar di depan seorang pemuda tampan.


Mendengar suara seseorang membuat pemuda yang tadi duduk di kursi teras langsung berdiri.


"Anda perlu apa mencari ibu saya?" tanya Jason lembut.


Pemuda yang ditanya tersebut tidak langsung menjawab pertanyaan dari Jason. Justru pemuda itu menatap kearah Risma.


"Dek, ini kakak!" pemuda itu berucap di dalam hatinya.


"Kenapa dia menatap Risma seperti itu?" batin Aryan.


Semuanya menatap kearah pemuda itu yang tatapan matanya menatap kearah Risma sehingga membuat mereka semua mencurigai.


Sementara untuk Jason, Alfan, Pasya dan Zivan menatap pemuda itu seperti menatap adik mereka sendiri. Bahkan mereka bisa melihat dari tatapan mata pemuda itu tidak ada niat jahat sama sekali yang ditujukan kepada Risma.


"Hei," sapa Jason sambil mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan wajah pemuda itu.


"Ach, maaf!"


"Tidak apa-apa. Ada perlu apa? Kalau boleh saya tahu, nama anda siapa?" tanya Jason.


"Perkenalkan nama saya Jacob Liam Rowan!"


Deg..


Seketika Jason, Alfan, Pasya dan Zivan terkejut ketika mendengar nama lengkap pemuda yang ada di hadapannya ini.


"Siapa dia? Kenapa namanya sama persis dengan nama putra sulungnya Mami Indira?" batin Jason.


Jason melihat kearah Alfan, Pasya dan Zivan. Begitu juga dengan ketiganya. Mereka juga melihat kearah Jason.


Sementara adik-adiknya yang lain menatap bingung para kakak-kakaknya.


Setelah itu, Jason dan ketiga adik sepupunya kembali menatap kearah pemuda di hadapannya itu.


"Kalau saya boleh tahu lagi. Dan maaf kalau saya lancang. Siapa nama ayah kandung anda?" tanya Jason.


Pemuda itu tersenyum. "Nama ayah kandung saya adalah Sebastian Liam Rowan."


Seketika Jason, Alfan, Pasya dan Zivan membelalakkan matanya ketika mendengar jawaban dari pemuda itu.


"Lalu nama ibu kamu siapa?" tanya Zivan.


"Indira. Hanya Indira, karena saya tidak tahu marga ibu kandung saya. Saya berpisah dengan ibu saya ketika saya berusia 11 tahun."


Lagi-lagi jawaban dari pemuda itu membuat Jason, Aldan, Pasya dan Zivan terkejut dan syok.


"Apa dia Koko, putra sulungnya Mami Indira?" batin Pasya.


"Maaf kalau buat anda tersinggung. Apa boleh aku melihat foto kedua orang tua anda?" tanya Alfan.


"Tentu."


Jacob langsung mengeluarkan dompetnya. Setelah itu, Jacob mengambil sebuah foto dimana foto itu adalah foto pernikahan kedua orang tuanya.


"Ini." Jacob memberikan foto pernikahan kedua orang tuanya kepada Alfan.


Aldan mengambil foto dari tangan Jacob, lalu kemudian melihatnya. Begitu juga dengan Jason, Pasya dan Zivan.


"Koko!" seru Jason, Alfan, Pasya dan Zivan bersamaan.


Nama Koko itu adalah panggilan dari Jason. Dulu Jason tidak bisa menyebut Jacob, maka dari itulah Jason memanggil adik sepupunya itu dengan panggilan Koko dan berakhir Alfan, Pasya dan Zivan ikut memanggilnya Koko.


Jason menatap wajah tampan Jacob. Begitu juga dengan Alfan, Pasya dan Zivan. Sementara yang lainnya menatap bingung kakak-kakaknya.


Grep..


Jason langsung memeluk tubuh Jacob, adik sepupunya. Akhirnya dia bertemu kembali dengan adik sepupu yang lain.


"Jacob, kakak rindu kamu!"


Setelah itu, Jason melepaskan pelukannya dan menatap wajah adiknya itu.


"Kamu lupa sama kakak?" tanya Jason.


"Koko," ucap Jason.


Mendengar nama Koko yang tak lain nama panggilan kecilnya seketika membuat Jacob ingat dengan pemuda di hadapannya ini.


"Ka-kak Jason." Jacob berucap lirih.


Jason seketika tersenyum. Begitu juga dengan Alfan, Pasya dan Zivan.


"Iya, ini kak Jason. Berarti kau juga ingat dengan tiga kakakmu ini," ucap Jason sambil melihat kearah Alfan, Pasya dan Zivan.


Alfan mengacak-acak rambut Jacob, Pasya menyentil kening Jacob dan Zivan menjewer telinga Jacob.


Mendapatkan sentuhan yang berbeda dari tiga pemuda yang ada di hadapannya membuat Jacob seketika menangis.


"Kak Alfan, kak Pasya, kak Zivan!" Jacob menyebut nama kakak sepupunya dengan menatap wajah Alfan, Pasya dan Zivan.


"Koko!"


Alfan, Pasya dan Zivan langsung memeluk tubuh Jacob adik sepupunya dari Mami Indira.


"Aku merindukan kalian!"


Setelah puas memeluk Jacob. Alfan, Pasya dan Zivan langsung melepaskan pelukannya. Ketiganya menatap wajah tampan Jacob.


"Mami Indira pasti senang melihat kamu," sahut Zivan.


Mendengar perkataan dari Zivan membuat Risma terkejut.


"Mami? Apa hubungannya dengan Mami?" batin Risma dengan tatapan matanya menatap keempat kakak sepupunya dan satu pemuda yang bersama dengan keempat kakaknya itu.


"Ya, sudah! Lebih baik kita masuk ke dalam. Kita bahas di dalam saja?" seru Pasya.


Setelah itu, mereka semua kembali masuk ke dalam rumah untuk membahas siapa Jacob sebenarnya.