
Keesokan paginya sekitar pukul 10 pagi dimana
Clara dan kedua orang tuanya serta kakak laki-lakinya datang ke rumah keluarga Aldama. Saat ini mereka berada di ruang tengah termasuk Kimberly dan keempat kakak laki-lakinya.
"Ada hal apa kalian datang kesini?" tanya Jason dengan menatap kearah Clara, kedua orang tuanya dan kakak laki-lakinya.
"Kita kesini ingin membahas masalah mantan kekasih dari Tommy Alexander yang saat ini menjadi kekasihnya Kimberly!" seru kakak laki-lakinya Clara.
"Talitha?" tanya Kimberly.
"Iya, Kimberly!" Clara yang menjawab pertanyaan dari Kimberly.
"Rencana apa lagi yang sedang dilakukannya?" tanya Kimberly.
"Perempuan itu ingin membuat kamu menderita dengan cara merebut Tommy dari kamu," jawab Clara.
"Apa?"
Baik Kimberly, Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan terkejut ketika mendengar jawaban dari Clara.
"Bukannya dia di dalam penjara?" tanya Kimberly dengan wajah terkejutnya. Begitu juga dengan kedua orang tuanya dan keempat kakak laki-lakinya.
"Jadi lo belum tahu kalau Talitha sudah bebas?" tanya Clara balik.
"Belum. Dan gue nggak tahu hal itu," sahut Kimberly.
"Kenapa perempuan sialan itu bisa bebas?" tanya Uggy tak terima Talitha bebas dari dalam penjara setelah apa yang diperbuat oleh Talitha terhadap adiknya.
"Kamu mendapatkan informasi ini dari mana?" tanya Enda.
"Kapan Talitha keluar dari penjara aku tidak tahu. Sementara untuk rencana Talitha yang ingin membuat hidup Kimberly hancur, dia sendiri yang mengatakannya padaku," jawab Clara.
"Jadi maksud kamu...." perkataan Kimberly terpotong karena Clara sudah terlebih dulu bersuara. "Dua hari yang lalu Talitha datang ke rumah dan menceritakan semuanya padaku. Kebetulan saat itu aku sendang sendirian."
"Talitha menemuiku dan meminta bantuanku untuk membantunya merebut Tommy dari kamu. Dia berpikir kalau aku masih seperti dulu," ucap Clara.
"Lalu apa reaksi kamu?" tanya Kimberly.
"Aku langsung setuju dengan apa yang diinginkan oleh Talitha yang ingin merebut Tommy dari kamu dengan memakai ide dariku."
"Ide apa yang kamu lakukan untuk perempuan sialan itu?" tanya Kimberly.
"Rencanaku adalah ingin menjebak dia didepan kita semua, termasuk didepan kamu dan Tommy. Aku ingin membuat Talitha benar-benar hancur sehingga dia tidak akan bisa mengusik kalian lagi," ucap Clara.
Seketika Kimberly terkejut ketika mendengar ide pembalasan yang direncanakan oleh Clara. Begitu juga dengan kedua orang tuanya dan keempat kakak laki-lakinya. Mereka tidak menyangka jika Clara rela melakukan hal itu untuk dirinya.
Kimberly menatap lekat wajah Clara terutama di manik hitamnya. Terlihat disana sebuah ketulusan dan keikhlasan.
"Apa alasan kamu sampai mau melakukan semua ini untukku?"
"Tidak ada alasan apapun untuk aku melakukan ini semua. Tapi jika kamu ingin tahu alasanku. Baiklah! Hanya satu Kimberly."
"Apa?"
"Aku ingin seperti kamu!"
"Menjadi seperti aku?"
"Kenapa?"
"Aku ingin menirukan semua sifat kamu yang mana kamu memiliki sifat rendah hati, perhatian, peduli, sayang pada semuanya, tidak sombong, suka menolong dan suka berbagi, pemberani alias tidak gampang ditindas, setia dan sopan. Aku menjadi seperti sekarang ini karena aku sudah mendapatkan apa yang tidak aku dapatkan selama ini."
Mendengar ucapan terakhir dari Clara membuat Kimberly langsung paham. Begitu juga dengan kedua orang tuanya dan keempat kakak laki-lakinya.
Maksud dari perkataan Clara tentang dia sudah mendapatkan apa yang tidak dia dapatkan selama ini adalah perhatian dari kedua orang tuanya dan kakak laki-lakinya. Clara sudah mendapatkan perhatian penuh dari kedua orang tuanya dan kakak laki-lakinya.
"Ini semua salah Bibi dan juga Paman. Kami gagal menjadi orang tua untuk Clara sehingga Clara berubah menjadi jahat," ucap Ibunya Clara.
"Dulu kami hanya sibuk dengan pekerjaan kami tanpa mempedulikan anak perempuan kami Clara," ucap ayahnya Clara.
"Itulah sebabnya kenapa Clara berubah menjadi jahat. Itu semata-mata untuk mencari perhatian kami. Namun bodohnya kami sama sekali belum menyadari hal itu," sahut kakak laki-lakinya Clara.
"Maafkan kesalahanku selama ini Kimberly. Aku benar-benar berdoa padamu selama ini."
"Aku sudah maafin semua kesalahan kamu. Dan aku bahagia melihat kamu sudah berubah. Perubahan kamu sungguh luar biasa."
"Ini juga berkat kamu. Aku banyak belajar dari kamu."
"Untuk Paman dan Bibi. Jangan pernah melakukan kesalahan lagi. Jangan pernah mengabaikan tugas kalian sebagai orang tua untuk anak-anak kalian, terutama Clara. Sesibuk apapun pekerjaan kalian, anak tetaplah prioritas utama."
"Jika kalian tidak ingin direpotkan atau dibuat susah serta kalian tidak ingin menjaga anak-anak kalian, kenapa kalian menginginkannya? Kami hadir ke dunia ini itu karena kalian menginginkan seorang anak hadir ditengah-tengah kalian. Bukan kami yang meminta untuk dilahirkan."
"Jika seorang anak melakukan kesalahan. Itu semuanya murni kesalahan kalian sebagai orang tua. Contohnya Clara. Apa yang dilakukan oleh Clara itu semua tak lepas ingin mendapatkan perhatian dari Paman, Bibi dan kakak Yolly."
Mendengar ucapan demi ucapan dari Kimberly membuat kedua orang tua dan kakak laki-lakinya Clara membenarkan semuanya. Disini mereka lah yang bersalah akan sikap buruk Clara selama ini.
"Sekarang katakan padaku. Apa rencana kamu untuk menjebak Talitha?" tanya Kimberly kepada Clara.
"Aku ingin mengajak kamu dan Tommy kerjasama. Aku akan membuat Talitha berhasil membuat kamu kehilangan Tommy dan membuat Talitha berhasil merebut Tommy. Aku juga akan membiarkan Talitha berbahagia dengan Tommy. Setelah merasa cukup, barulah aku akan menghancurkan Talitha."
"Tapi bagaimana jika Talitha...."
"Kamu tidak perlu khawatir akan hal itu, Kim! Aku sudah memikirkan semua itu sebelum menerima ajakan kerjasama dari Talitha. Aku mengatakan kepada Talitha, jika Talitha berhasil merebut Tommy. Aku meminta kepada Talitha untuk tidak melakukan hal-hal diluar rencanaku. Bahkan aku hanya mengizinkan Talitha untuk berpegangan tangan dan berpelukan ketika bersama Tommy. Tidak lebih. Jika Talitha melanggar, maka aku tak segan-segan untuk menyakiti Talitha. Itulah perjanjianku dengan Talitha."
Mendengar penjelasan rencana yang dibuat oleh Clara membuat Kimberly tersenyum bahagia. Begitu juga dengan Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan. Mereka benar-benar bahagia.
"Kamu jangan lupa kasih tahu Tommy. Kasih tahu Tommy tentang rencana ini agar dia bisa ikut bermain-main dengan Talitha. Jadi jika Tommy bertemu Talitha. Tommy bisa bersikap seperti biasanya. Satu hari atau dua hari bersikaplah seolah-olah Tommy tidak tertarik terhadap Talitha. Dan hari berikutnya, kamu minta Tommy untuk memulai permainannya."
"Aku mengerti!" Kimberly menjawab dengan tegas perkataan dari Clara.
"Dan untukmu Kim. Berperan sebagai wanita yang tersakiti dimana kekasih kamu Tommy berhasil direbut oleh Talitha. Kamu boleh menunjukkan sisi kuatmu di depan Talitha ketika kita akan mengakhiri permainan."
"Baiklah. Serahkan itu semua padaku. Aku akan membuat rencana ini berjalan dengan sangat sempurna sehingga membuat perempuan busuk itu mati kutu dan tak berkutik," sahut Kimberly.
"Ya, sudah kalau begitu. Aku, kedua orang tuaku dan kakakku pamit pulang. Kita bertemu di permainan tersebut," ucap Clara.
"Oke."
"Ya, sudah. Kami pamit," ucap ibunya Clara.
Setelah mengatakan itu, Clara dan kedua orang tua serta kakak laki-laki Clara pun pergi meninggalkan kediaman Aldama.
"Talitha, tunggu kejutan dariku dan Tommy. Kau sudah salah mencari lawan. Untuk kali ini aku akan membuat kamu membusuk dalam penjara. Dan tidak ada istilah kamu bebas untuk yang kedua kalinya." Kimberly berbicara di dalam hatinya.