THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kekesalan Henry dan Satya



Semuanya telah berkumpul di ruang tengah Paviliun belakang kediaman Fathir Aldama. Mulai dari pujaan hati Kimberly yaitu Tommy, ketiga sepupu kesayangan Kimberly yaitu Billy, Triny dan Aryan, keempat sahabat-sahabat terbaiknya yaitu Rere, Santy, Sinthia dan Catherine, para sahabat Billy, para sahabat Triny dan para sahabat Aryan.


Mereka saling bercerita, saling bercanda, saling melempar lelucon dan saling melempar umpatan dan hinaan ala-ala mereka.


Hinaan yang mereka lontarkan bukanlah hinaan yang biasa diberikan oleh orang-orang yang iri, dengki, orang-orang yang sombong dan orang-orang yang suka menghina orang yang statusnya rendah.


Hinaan dan umpatan yang dilontarkan oleh Kimberly, Rere, Santy, Sinthia, Catherine, Billy, Triny, Aryan dan para sahabatnya hanya hinaan dan umpatan kecil dan ringan yang bertujuan untuk saling menjahili.


Di hadapan mereka semua sudah tertata banyak makanan dan minuman. Dan tak lupa minuman kesukaan Kimberly yaitu susu pisang.


Diam-diam Henry dan Satya mengambil beberapa minuman kaleng yang bersoda alias bergas. Kemudian keduanya mengocok-ngocok minuman tersebut.


Setelah selesai, Henry dan Satya meletakkan kembali minuman kaleng itu di tempat semula.


Baik Henry maupun Satya ingin melihat siapa diantara sahabat-sahabatnya yang terkena tembakan air soda itu.


Kimberly yang tidak biasa alias tidak pernah meminum minuman bersoda. Untuk hari ini dan untuk pertama kalinya Kimberly meminumnya. Bukan karena larangan tapi memang Kimberly tidak terlalu suka akan minuman bersoda. Kimberly hanya mencoba sedikit saja. Itu pun Kimberly menyosor minuman milik Triny, Aryan dan Billy ketiga sepupunya itu.


Kimberly mengambil minuman soda fanta. Setelah minuman fanta itu sudah berada di tangannya, Kimberly pun langsung membukanya.


Melihat Kimberly yang terlebih dahulu mengambil minuman soda itu membuat Henry dan Satya saling melirik. Bahkan mereka saling memberikan kode.


Setelah itu, Henry dan Satya kembali melihat kearah Kimberly sembari bersuara.


"Kim, lebih baik kamu milih minuman yang lain saja," ucap Henry.


Mendengar perkataan dari Henry, seketika Kimberly melihat kearah Henry. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Lah! Kenapa memangnya? Aku suka yang ini. Lagian aku hanya mencicipi sedikit saja. Sisanya Triny yang akan habiskan," sahut Kimberly seenaknya.


Sementara Triny hanya bisa menghela nafas pasrahnya ketika mendengar ucapan dari Kimberly. Triny memang tahu jika Kimberly tidak terlalu doyan meminum minuman bergas. Kimberly hanya mencicipi sedikit dan sisanya akan diberikan padanya atau kepada Billy dan Aryan.


"Ada baiknya kamu ganti yang coca cola saja. Menurutku lebih enak coca cola dari pada fanta," ucap Satya.


Kimberly menatap curiga kearah Satya lalu beralih menatap Henry. Begitu juga dengan Billy, Triny, Aryan, Tommy serta yang lainnya.


"Kalian pada kenapa?" tanya Billy.


"Kenapa kalian melarang cewek gue minum fanta. Bahkan kalian menyuruh cewek gue nukar minumannya?" tanya Tommy menatap intens Henry dan Satya.


Ketika Tommy, Billy, Andhika, Lionel, Nathan, Ivan, Mirza dan Andry tengah menatap curiga Henry dan Satya. Kimberly sudah membuka tutup minuman fanta.


Dan detik kemudian...


Minuman fanta itu menyembur dan menghujani wajah Kimberly sehingga membuat wajah dan baju Kimberly basah.


"Kakak Henry, kakak Satya! Ini pasti ulah kalian!" teriak Kimberly melengking.


Mendengar teriakkan Kimberly seketika membuat nyali Henry dan Satya menciut. Apalagi ketika melihat tatapan mata Kimberly yang melotot padanya.


"Kim!" seru Billy, Triny dan Aryan bersamaan.


"Sayang!" seru Tommy.


"Kimberly!" seru Rere, Santy, Sinthia dan Catherine bersamaan.


Baik Tommy, Billy, Triny, Aryan maupun yang lainnya memberikan tatapan mematikan kearah Henry dan Satya. Sementara Henry dan Satya memperlihatkan cengiran khasnya.


"Hehehehe. Maaf!"


"Sebenarnya itu bukan ditujukan untuk Kimberly," ucap Henry.


"Sasaran sebenarnya itu kalian," sela Satya dengan menatap satu persatu wajah sahabat-sahabatnya.


"Kalian tega sama aku," ucap Kimberly yang masih marah dengan Henry dan Satya.


"Maaf, Kim!" seru Henry dan Satya bersamaan.


Seketika kedua mata Henry dan Satya melotot ketika mendengar ucapan dari Kimberly. Begitu juga dengan Rere dan Sinthia. Mereka menatap wajah Kimberly intens.


"Kim, kok gitu sih?" tanya Rere.


"Nggak ada hukuman yang lain ya. Kasihan kita dong yang berjamuran selama satu bulan tanpa pasangan. Sementara kalian berpasangan," ucap Sinthia dengan wajah memelasnya.


Mereka semua tersenyum gemas melihat wajah Rere dan Sinthia ketika memohon di hadapan Kimberly.


"Ayolah, Kim! Yang lain ya hukumannya. Jangan yang itu," pinta Rere sambil melipat tangan di hadapan Kimberly.


Dengan wajah kesal dan cemberut, Kimberly memandangi wajah Henry, Satya, Rere dan Sinthia bergantian. Sedangkan Tommy, Billy, Triny, Aryan dan yang lainnya tersenyum gemas dan juga geli melihat wajah Kimberly ketika menatap wajah Henry, Satya,Rere dan Sinthia.


"Baiklah. Aku ganti hukumanya."


Mendengar jawaban dari Kimberly. Seketika terukir senyuman manis di bibir Rere dan Sinthia. Begitu juga dengan Henry dan Satya.


"Selama dua minggu penuh kak Henry dan kak Satya harus mentraktir aku makan. Baik di sekolah maupun ketika aku di rumah."


"Kalau di sekolah, bisa!" ucap Henry.


"Tapi kalau di rumah. Bagaimana caranya?" tanya Satya.


"Delivery." Kimberly langsung menjawab pertanyaan dari Satya.


"Aku akan hubungi kakak Henry dan kakak Satya. Setelah itu, barulah kalian berdua melakukan apa yang aku minta," jawab Kimberly.


Mendengar perkataan sekaligus jawaban dari Kimberly membuat Henry dan Satya langsung mengiyakan keinginan Kimberly. Bagi mereka berdua, lebih baik mengeluarkan uang selama dua minggu penuh dari pada berjauhan dengan kesayangannya selama satu bulan.


"Baiklah," jawab Henry dan Satya bersamaan.


Kimberly langsung tersenyum lebar mendengar jawaban kompak dari Henry dan Satya.


"Ya, sudah Kimberly! Kamu ke kamar sana. Mandi dan ganti baju kamu," sahut Billy.


"Baiklah."


Kimberly langsung berdiri dari duduknya sembari mulutnya yang mengomel. Dirinya masih kesal akan ulah Henry dan Satya.


"Dasar dua manusia terjelek di dunia. Keturunan simpanse. Bisa-bisanya buat aku kayak gini."


Mereka tersenyum ketika mendengar ucapan dari Kimberly yang ditujukan untuk Henry dan Satya. Sementara Henry dan Satya seketika melotot mendengar perkataan Kimberly yang menyebut dirinya sebagai manusia terjelek di dunia. Dan keturunan simpanse.


Setelah kepergian Kimberly menuju kamarnya. Seketika terdengar suara tawa menggema di ruang tengah itu.


"Hahahahaha."


Mereka semua tertawa nista ketika mendengar ucapan dari Kimberly untuk Henry dan Satya.


"Gue baru tahu kalau gue memiliki dua sahabat paling jelek di dunia ini... Hahahaha!" seru Mirza dengan tertawa keras.


"Gue juga baru tahu. Kenapa selama ini gue nggak nyadar ya bahwa gue memiliki sahabat terjelek di dunia," ucap Andry.


"Dan parahnya lagi bahwa kedua sahabat gue itu ternyata keturunan simpanse.... Hahahahaha." ucap Nathan.


"Sialan kalian bertiga," umpat Henry.


"Hahahahaha."


"Senang ya kalian," ucap Satya kesal.


"Hahahahaha."


Mereka semua kembali tertawa sembari mengangguk-angguk kepalanya. Mereka benar-benar puas melihat penderitaan Henry dan Satya akan pembalasan dari Kimberly.


Henry dan Satya menatap horor sahabat-sahabatnya karena sahabat-sahabatnya itu yang paling kencang tertawa dan paling bahagia melihat penderitaannya. Dan jangan lupa mulutnya yang mengeluarkan semua nama penghuni kebun binatang.