THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kekesalan Kimberly Atas Ulah Sang Kakak



Melihat Kimberly yang menangis. Billy langsung berdiri dari duduknya. Dan detik kemudian, Billy memeluk tubuh Kimberly erat. Dan seketika tangis Kimberly pecah di dalam pelukan Billy.


"Hiks... Billy aku lelah. Aku benar-benar lelah. Kapan aku bisa tenang sekolah disini? Aku sudah gak sanggup harus terus mendapatkan musuh. Apa salah aku Billy... Hiks," isak tangis Kimberly.


Mereka yang mendengar ucapan dan tangisan Kimberly merasakan sakit di hati mereka masing-masing.


"Billy. Sejak aku sekolah disini. Sejak itulah aku gak pernah merasakan ketenangan dan juga kenyamanan. Dari mulai kak Marco, kak Ishana, kelompoknya Syafina, kelompoknya Talitha, Antoni. Gracia dan sekarang kelima murid laki-laki itu. Besok siapa lagi yang akan datang ke sekolah ini untuk menggangguku."


Billy makin mengeratkan pelukannya. Billy menangis ketika mendengar rentetan kejadian yang dialami Kimberly selama sekolah disini. Dan Billy membenarkan semua perkataan dari Kimberly jika Kimberly tidak pernah merasakan ketenangan dan kenyamanan selama di sekolah ini.


Billy melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik adik sepupunya itu. Aryan dan Triny melangkah mendekati kedua sepupunya itu.


Billy mengusap lembut air mata Kimberly dan tak lupa memberikan kecupan sayang di keningnya.


"Dengarkan aku. Selama ada aku dan yang lainnya. Semuanya akan baik-baik saja. Percayalah!" Billy berusaha menghibur Kimberly.


"Untuk saat ini dan untuk beberapa bulan ke depan aku masih bisa tenang karena masih ada kalian. Tapi setelah, aku bakal sendiri di sekolah ini. Sementara kalian bukan lagi murid di sekolah ini," ucap Kimberly.


Mendengar ucapan dari Kimberly. Mereka semua paham. Billy, Tommy, Triny dan para sahabatnya hanya enam bulan lagi di sekolah ini. Sebentar lagi mereka akan mengikuti ujian kelulusan. Setelah mereka lulus, otomatis mereka akan pergi meninggalkan sekolah mereka.


GREP!


Kini Triny yang memeluk Kimberly. Triny ikut menangis ketika mendengar rentetan ketakutan dari bibir Kimberly.


"Semuanya akan baik-baik saja. Percayalah! Semoga ketika kamu dan keempat sahabat kamu naik ke kelas dua semuanya baik-baik saja. Dan semoga saja hanya di kelas satu ini saja semua masalah mendatangi kamu. Dikelas dua nanti tidak ada masalah lagi yang mendatangi kamu. Ketika kamu naik ke kelas dua nanti. Kamu dan keempat sahabat kamu akan berubah posisinya. Kamu dan keempat sahabat kamu sudah berubah menjadi kakak kelas."


Triny melepaskan pelukannya dan menatap wajah Kimberly. "Satu hal yang harus kamu ingat. Kamu gak boleh lemah. Kamu harus tunjukkan sisi kuat kamu di hadapan semua musuh-musuh kamu, terutama terhadap orang-orang yang tidak menyukai kamu. Tunjukin ke mereka bahwa seorang Kimberly Aldama itu bukan cewek yang gampang ditindas dan juga dibully. Di sekolah ini hanya tiga puluh persen saja yang tidak menyukai kamu. Selebihnya, mereka menyukai kamu. Dari tiga puluh persen itu sebagiannya adalah kakak kelas kamu dan otomatis mereka juga akan pergi meninggalkan sekolah ini. Dan tersisa sedikit musuh kamu. Aku yakin kamu bisa mengatasinya." Triny berbicara sembari menghapus air mata Kimberly yang masih mengalir membasahi wajah cantiknya.


"Dan satu hal lagi yang harus kamu ingat Kimberly Aldama!" seru Aryan Fidelyo.


Mendengar perkataan dari Aryan. Baik Kimberly maupun yang lainnya melihat kearah Aryan.


"Apa?" tanya Kimberly dengan wajahnya yang masih terlihat sedih.


"Masih ada aku. Kamu tidak sepenuhnya kehilangan pelindung kamu. Kamu tidak lupakan aku kelas berapa di sekolah ini?" ucap dan tanya Aryan sembari tersenyum tulus.


Kimberly menatap wajah tampan sepupunya itu. Dan detik kemudian, terukir senyuman manis di bibir Kimberly.


"Iya. Kamu sama dengan aku. Sama-sama kelas satu. Sementara Billy dan Triny kelas tiga," jawab Kimberly.


Mendengar jawaban dari Kimberly membuat mereka semua tersenyum gemas. Apalagi melihat wajah lucu Kimberly ketika berbicara dengan Aryan.


Mereka semua sudah tahu bagaimana ekspresi wajah Kimberly ketika berinteraksi dengan Billy, Triny dan Aryan.


Jika Kimberly berbicara dengan Billy dan Triny. Kimberly akan berubah menjadi sosok adik yang penurut. Sementara Billy dan Triny berubah menjadi sosok kakak yang bijak.


Begitu juga dengan Aryan terhadap Kimberly. Ketiganya berubah menjadi lebih dewasa lagi kalau sudah menyangkut Kimberly.


Namun diluar itu, mereka kembali bersifat urak-urakan dan saling menjahili satu sama lainnya.


Tommy membelai lembut rambut Kimberly. Mendapatkan belaian di kepala belakangnya. Kimberly langsung menolehkan wajahnya melihat kearah Tommy. Kimberly menatap lekat tepat di manik Tommy.


"Ada apa?" tanya Tommy dengan membelai wajah Kimberly lembut.


"Kamu benaran cinta sama aku?" Kimberly balik bertanya kepada Tommy.


"Kenapa kamu nanya seperti itu, hum?"


"Jawab aja."


Tommy menggenggam kedua tangan Kimberly. "Aku Tommy Alexander sangat mencintai Kimberly Aldama. Apapun yang terjadi. Kamu akan selalu ada di hati aku. Di dunia ini ada empat perempuan yang aku cintai."


Seketika Kimberly membulatkan matanya ketika mendengar Tommy yang mengatakan bahwa ada empat perempuan yang dicintai Tommy.


Mereka yang melihat reaksi Kimberly tersenyum gemas. Mereka semua sangat yakin jika Kimberly saat berpikir bahwa Tommy mencintai empat perempuan sekaligus. Padahal bukan.


"Hei! Jangan perlihatkan wajah seperti ini." Tommy berbicara sembari mengusap wajah Kimberly dengan tangannya.


"Aish," kesal Kimberly dengan mempoutkan bibirnya.


"Dengarkan aku. Maksud dari perkataan aku yang mengatakan ada empat perempuan yang sangat aku cintai di dunia ini. Mereka itu adalah Mami aku, kedua kakak perempuanku dan kamu."


Mendengar perkataan Tommy seketika wajah Kimberly jadi malu. Dirinya benar-benar sudah salah berpikir tentang perkataan Tommy sebelumnya.


"Aku percaya," jawab Kimberly. Tommy tersenyum. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Jangan pernah tinggalkan aku. Tetaplah bersamaku," lirih Kimberly.


GREP!


Tommy langsung memeluk tubuh Kimberly. "Aku berjanji akan selalu ada untukmu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku ingin menjadi seperti Papi yang mencintai Mami. Yang setia sama Mami."


Kimberly tersenyum mendengar perkataan dari Tommy. Hatinya benar-benar bahagia.


"Sudah. Hentikan drama percintaan kalian sampai disini. Besok sambung lagi di episode berikutnya!" seru Mirza


Mendengar perkataan dari Mirza. Tommy langsung melepaskan pelukannya. Detik kemudian, Kimberly dan Tommy menatap tajam Mirza.


"Dasar jangkung kudisan!"


"Dasar jelangkung!"


Tommy dan Kimberly berucap secara bersamaan. Mereka yang mendengar umpatan dari Kimberly dan Tommy tertawa keras.


Sementara Mirza yang dikatakan jelangkung oleh Kimberly dan jangkung kudisan oleh Tommy membulatkan matanya. Mirza tidak habis pikir jika pasangan TOMKIM dengan kompak memberikan umpatan yang begitu kejam.


"Oh iya! Nanti malam aku akan mengadakan pesta BBQ di rumah. Kalian semua harus datang!" seru Andhika.


Mendengar pesta BBQ membuat mereka semua tersenyum semringah. Sudah lama sekali mereka tidak mengadakan pesta BBQ. Terakhir mereka mengadakan pesta BBQ ketika kelulusan SMP mereka.


"Kami pasti akan datang!" teriak Kimberly, Rere, Santy, Sinthia, Catharine, Triny, Lisa, Alisha, Dania dan Danela dengan penuh semangat.


Melihat para cewek bersemangat. Mereka semua tersenyum.


DRTT!


DRTT!


Tiba-tiba ponsel Kimberly berbunyi. Mendengar ponselnya berbunyi. Kimberly langsung mengambil ponselnya yang ada di saku jas sekolahnya.


Ketika ponselnya sudah ada di tangannya. Kimberly melihat nama kakak tertuanya di layar ponselnya. Tanpa membuang waktu lagi. Kimberly langsung menjawab panggilan dari kakaknya itu.


"Hallo, kak Jason!"


"Hallo, sayang! Kakak ada di gerbang sekolah kamu nih!


"Haah!" Kimberly tampak terkejut ketika mendengar kakaknya mengatakan bahwa kakaknya itu sudah berada di depan gerbang sekolahnya.


"Tapi aku belum waktunya pulang Kakak. Masih ada tiga pelajaran lagi."


"Kakak tahu."


"Kalau kakak tahu kena...," perkataan Kimberly terpotong.


"Kakak jemput kamu karena mau ngajakin kamu ke bandara."


"Ke bandara? Ngapain kakak?"


Jason terkekeh di seberang telepon mendengar pertanyaan dari adiknya. Jason tahu jika saat ini adiknya kebingungan.


"Kamu gak usah bawel. Dan juga gak usah banyak nanya. Diem dan nurut aja."


"Setiap hari seperti itu. Ngancam mulu."


"Kan kakak sudah bilang. Diem dan nurut."


"Iya iya! Nih aku diem dan gak akan bawel dan gak akan nanya lagi."


"Anak pintar. Cepat buruan kesini. Gak pake lama."


"Kakakku yang paling tampan, yang paling bawel, yang paling ngeselin. Terus sekolah aku gimana? Aku kan belum minta izin, kakak!"


Jason dan yang lain tersenyum mendengar perkataan dari Kimberly. Begitu juga dengan Billy, Aryan, Triny dan yang lainnya. Mereka semua tersenyum gemas melihat wajah kesal Kimberly ketika sedang berbicara dengan salah satu kakaknya di telepon.


"Masalah izin kamu gak perlu khawatir. Kakak sudah hubungi kepala sekolah dan meminta izin padanya untuk membawa kamu pulang."


"Aish. Mentang-mentang lebih tua dari aku. Seenaknya aja nyuruh-nyuruh," gumam Kimberly.


"Oh, gitu! Jadi udah gak mau disuruh-suruh nih, hum!"


Kimberly seketika membelalakkan matanya ketika mendengar perkataan Kakaknya. Tangannya pun langsung memukul pelan mulutnya. Sementara Jason dan juga yang lainnya tersenyum.


"Iya iya! Ini aku langsung kesana."


Setelah itu, Kimberly langsung mematikan panggilan dari kakaknya itu.


"Hufftt!" Kimberly menghembuskan nafas kasarnya.


"Apa kata kak Jason?" tanya Aryan.


"Kak Jason sekarang ada di depan gerbang sekolah. Dia jemput aku mau ngajakin aku ke bandara."


"Ke bandara!" seru mereka.


"Hm." Kimberly mengangguk.


"Ya, sudah! Kamu disini aja. Biar aku ambilin tas kamu di kelas," sahut Catharine.


"Terima kasih Catharine."


"Sama-sama. Tunggu sebentar!"


Catharine pun langsung pergi ke kelas untuk mengambil tas Kimberly.


Tak butuh lama. Catharine pun datang membawakan tas sekolah Kimberly.


"Ini Kim tasnya."


"Terima kasih Catharine."


"Udah yuk! Kasihan kak Jason nungguinnya lama."


Mereka semua pun pergi untuk mengantar Kimberly ke depan gerbang sekolah.