THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Risma Sang Ahli Pelacak Lokasi



"Jadi benar kalau Kimberly pergi dari rumah?" tanya Catherine kepada Billy.


"Ya," jawab Billy. Dan diangguki oleh Aryan dan Triny.


Billy, Aryan dan Triny sudah menceritakan tentang Kimberly yang pergi dari rumah. Mereka tahu ketika ketiganya bertanya apakah Kimberly menginap di rumah Rere, Santy, Sinthia atau Catherine.


Mendengar Kimberly yang pergi dari rumah tanpa memberitahu anggota keluarganya membuat Rere, Santy, Sinthia dan Catherine sedih dan khawatir. Begitu juga dengan Tommy. Ditambah lagi ketika Billy mengatakan bahwa Kimberly sengaja meninggalkan ponselnya di rumah.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Tommy menatap wajah Billy sahabat.


"Kimberly bertengkar dengan kak Uggy," jawab Billy.


Mendengar jawaban dari Billy membuat Tommy terkejut. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Bertengkar? Kok bisa?" tanya Andhika.


"Hanya kesalahpahaman doang," ucap Aryan.


"Kak Uggy kedatangan teman satu sekolahnya. Dengan kata lain, kak Uggy memang sudah tahu kalau temannya itu akan datang. Temannya itu membawa berkas yang mana berkas itu berkas kerjasama. Perusahaan temannya kak Uggy ingin menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan milik kak Uggy." Billy menceritakan penyebab Kimberly bertengkar dengan Uggy.


Mendengar cerita dari Billy membuat Tommy berpikir sejenak. Seketika obrolan tiba laki-laki ketika di Cafe itu terlintas di pikiran Tommy.


"Bil! Apa temannya kak Uggy itu bernama Ragil?" tanya Tommy.


Mendengar pertanyaan dari Tommy seketika membuat Billy, Triny dan Aryan langsung menatap kearah Tommy dengan wajah terkejutnya.


"Ka-kamu kok tahu?" tanya Billy.


"Jadi benar kalau yang datang menemui kak Uggy adalah Ragil?"


"Iya!"


"Sekarang katakan padaku apa yang kamu ketahui tentang laki-laki bernama Ragil itu?"


"Kemarin aku dan Kimberly jalan-jalan. Sehabis jalan-jalan kita singgah ke Cafe mau makan. Singkat cerita, aku dan Kimberly bertemu dengan laki-laki yang bernama Ragil itu di Cafe yang sama. Dia bersama kedua temannya. Disanalah aku dan Kimberly mendengar semuanya kalau Ragil akan memberikan berkas kerjasama yang ditulis dengan tinta yang bisa hilang dengan sendirinya. Jika mereka berhasil membuat kak Uggy menandatangani berkas itu, ketika tulisan-tulisan itu hilang. Ragil akan mengubah isinya yang mana semua kekayaan pribadi kak Uggy bahkan kekayaan milik anggota keluarga Aldama menjadi miliknya."


Deg..


Semuanya terkejut yang paling terkejut adalah Billy, Triny dan Aryan ketika mendengar cerita dari Tommy.


"Jadi ini alasan Kimberly yang berusaha membujuk dan meyakinkan kak Uggy untuk tidak menandatangani berkas itu," ucap Triny.


"Kimberly sudah berusaha untuk melarang dan meminta kak Uggy untuk tidak menandatangani berkas itu, tapi kak Uggy tetap pada keputusannya," ucap Aryan.


"Disaat kak Uggy hendak menandatangani berkas itu, Kimberly langsung merebut paksa berkas itu dan membawanya menjauh agar tidak direbut kembali oleh kak Uggy," ucap Triny.


"Melihat apa yang dilakukan oleh Kimberly membuat kak Uggy terkejut. Awalnya kak Uggy meminta berkas itu secara lembut kepada Kimberly, tapi Kimberly tetap tidak akan memberikan berkas tersebut. Melihat kakaknya yang terus memaksanya untuk mengembalikan berkas itu. Pada akhirnya membuat Kimberly merobek-robek berkas itu lalu melemparnya ke udara." Billy berucap dengan wajah sedihnya.


"Kak Uggy kembali terkejut dan syok atas apa yang dilakukan oleh Kimberly sehingga kak Uggy...." perkataan Billy terhenti.


"Apa Billy? Kak Uggy kenapa?" tanya Lionel dan Andry bersamaan.


"Kak Uggy tanpa sadar kelepasan memarahi Kimberly. Bahkan kak Uggy membentak Kimberly sehingga membuat Kimberly terkejut dan menangis," jawab Billy.


"Apa?!"


Semuanya terkejut ketika mendengar cerita Billy yang mengatakan bahwa kakak kedua Kimberly tega membentak Kimberly demi menjaga perasaan temannya.


"Jadi ini alasan Kimberly pergi dari rumah?" tanya Lisa.


"Iya, Lis. Bahkan kami tidak tahu kepergiannya. Dan lebih parahnya lagi, Kimberly tidak membawa ponselnya. Jadi kami semua tidak bisa menghubunginya." Triny yang menjawab pertanyaan dari Lisa.


"Jadi alasan ini membuat Kimberly izin untuk tidak masuk sekolah?" tanya Sinthia.


"Iya," jawab Tommy. "Kimberly minta izin padaku untuk tidak masuk sekolah. Dia menyuruhku langsung minta izinnya ke kepala sekolah. Dari kepala sekolah baru akan melaporkan kepada guru yang mengajar di kelas Kimberly. Kimberly juga memintaku merahasiakan masalah ini dari siapa pun," sahut Tommy.


Seketika semuanya diam. Tidak ada satu pun yang bersuara. Pikiran mereka semua saat tengah memikirkan dimana Kimberly sekarang. Mereka ingin menghubungi Kimberly, namun mereka tidak bisa karena Kimberly tidak membawa pergi.


Mendengar seruan dan usulan dari Alisha membuat Triny, Aryan dan Billy langsung melihat kearah Alisha.


"Dicoba aja," ucap Alisha lagi.


Triny kemudian mengambil ponselnya. Setelah itu, Triny mencari nama 'Risma' dikontak teleponnya. Triny kemudian meredial nomor Risma setelah dia mendapatkannya.


Beberapa detik kemudian..


"Hallo, Triny. Ada apa?"


"Risma," lirih Triny.


"Lo kenapa? Apa terjadi sesuatu?"


"Risma tolong jujur sama gue. Apa Kimberly ada di Berlin?"


"Hah!"


Seketika Risma terkejut ketika mendengar pertanyaan dari Triny yang menanyakan tentang Kimberly.


"Lo ngomong apa sih? Bukannya Kimberly bersama lo dan yang lainnya di Hamburg?"


"Kimberly pergi dari rumah sejak kemarin. Kita semua mengkhawatirkan dia."


"Lo serius?"


"Gue sedang tidak bercanda Risma!"


"Sekarang jawab pertanyaan gue. Kimberly ada di Berlin, tidak?!"


"Kimberly nggak ada disini. Beberapa menit yang lalu Mommy habis menghubungi Tante Tantri. Pertanyaan Mommy juga sama kayak lo. Sebenarnya ada apa? Kenapa Kimberly pergi dari rumah?"


"Kimberly bertengkar dengan kak Uggy. Alasan pertengkaran mereka salah paham doang."


"Ya, udah. Lo nggak perlu khawatir. Gue akan cari Kimberly. Gue akan minta tolong sama kak Jacob dan beberapa orang-orang yang bekerja dengan keluarga Fidelyo akan menyusuri kota Berlin untuk mencari keberadaan Kimberly. Biasanya jika seseorang berada di kota yang sama, maka hal itu mudah ditemukan lokasinya."


Mendengar ucapan dari Risma membuat Triny seketika tersenyum. Dia baru sadar satu hal tentang sepupunya itu kalau sepupunya itu adalah seorang ahli komputer yang bagian pelacakan.


"Gue percaya sama lo. Untuk kota Berlin, gue serahkan sama lo."


"Baiklah."


Setelah mengatakan itu, Triny mematikan panggilannya. Hatinya sedikit lega ketika mendengar ucapan dari Risma.


"Triny, apa yang dikatakan Risma?" tanya Billy.


"Risma bilang padaku dia akan mencari keberadaan Kimberly. Dia juga bilang jika seseorang yang kita cari berada di kota yang sama, maka akan lebih mudah menemukan lokasinya. Jadi, jika Kimberly tidak ada di kota ini


Besar kemungkinan Kimberly ada di Berlin."


Triny menatap wajah Billy lalu beralih menatap wajah Aryan.


"Kalian tidak lupakan keahlian Risma apa?"


Mendapatkan pertanyaan dari Triny tentang Risma membuat Billy dan Aryan seketika tersenyum. Kemudian mereka menganggukkan kepalanya.


"Iya. Kita tahu siapa Risma!" seru Aryan dan Billy bersamaan.


"Aku yakin jika Kimberly berada di kota Berlin, maka Risma akan mudah menemukan lokasinya." Billy berucap berharap keyakinannya itu benar-benar terwujud.


Ketika mereka sedang membahas tentang Kimberly, tiba-tiba mereka mendengar suara bell berbunyi yang menandakan jam istirahat telah selesai.


Mereka semua pun berdiri dan pergi meninggalkan kantin untuk menuju kelas masing-masing.