THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Janji Dan Sumpah TomKim



Kimberly dan Tommy saat ini dalam perjalanan menuju sekolah. Tommy sesekali melirik kearah samping dimana perempuan yang sudah membuat hidupnya penuh warna dengan tersenyum manis.


Cup!


Tommy seketika memberikan ciuman di pipi Kimberly sehingga membuat Kimberly yang tadi fokus menatap jalanan seketika terkejut.


Kimberly berlahan menolehkan wajahnya menatap kearah Tommy. Dirinya tersenyum memandang wajah Tommy yang saat ini fokus ke depan.


Tangan Tommy terangkat lalu mengusap lembut kepala Kimberly sembari fokus menyetir.


"Aku mencintaimu, Kimberly Aldama!"


"Aku juga mencintaimu, Tommy Alexander! Jangan pernah tinggalkan aku."


"Kamu akan tetap ada di hati aku. Sampai kapan pun. Selamanya! Tidak akan ada nama perempuan lain selain nama kamu di hatiku, sekali pun nanti kita berpisah."


Kimberly tersenyum mendengar perkataan tulus dari Tommy. Dirinya benar-benar bahagia memiliki Tommy dalam hidupnya.


"Sama halnya denganku. Apapun yang terjadi nanti ke depannya. Nama kamu akan selalu tersimpan rapat di hatiku. Tidak akan ada nama laki-laki lain selain nama kamu."


Mendengar jawaban dari Kimberly seketika Tommy menghentikan laju mobilnya. Setelah mobil berhenti, Tommy menatap wajah cantik Kimberly.


"Berjanjilah. Apapun yang terjadi nanti. Sekali pun nanti kita bertengkar hebat sehingga membuat kita berpisah. Jangan pernah berniat untuk mencari pengganti," ucap Tommy sembari menyentuh pipi putih Kimberly.


"Aku janji. Tidak akan mencari pengganti dirimu. Kamu juga harus janji hal itu juga padaku," ucap Kimberly.


"Aku berjanji dan bersumpah tidak akan pernah mencari pengganti kamu jika nanti kita berpisah. Jika pun nanti kita benar-benar berpisah. Aku berharap dan berdoa kepada Tuhan untuk menyatukan kita kembali. Menyatukan kita dalam sebuah pernikahan."


Seketika Kimberly menangis mendengar janji dan sumpah dari Tommy. Dirinya benar-benar terharu.


"Aku juga berharap hal yang sama jika suatu saat nanti kita berpisah, Tuhan kembali menyatukan kita dalam sebuah pernikahan."


Tommy tersenyum mendengar perkataan dari Kimberly. Setelah itu, Tommy mendekatkan wajahnya ke wajah Kimberly dengan sedikit dorongan dari tangannya yang saat ini sudah berada di tengkuk Kimberly.


Dan detik kemudian....


Bibir Tommy telah menyatu dengan bibir Kimberly. Tommy mencium bibir merah Kimberly dengan lembut.


Setelah beberapa menit, ciuman keduanya terlepas. Kimberly langsung meraup oksigen sebanyak-banyaknya.


Melihat hal itu, Tommy tersenyum gemas sambil mengacak-acak rambutnya.


Setelah selesai memberikan ciuman sayang di bibir Kimberly. Tommy kembali menghidupkan mesin mobilnya. Tommy kembali melanjutkan perjalanan menuju ke sekolah.


***


Di sekolah keempat sahabatnya Kimberly, ketiga sepupunya beserta para sahabat dari ketiga sepupunya itu saat ini berada di lobi. Mereka berkumpul disana sambil menunggu kedatangan Kimberly dan Tommy.


"Bil," panggil Andhika.


"Iya, Dhik!"


"Apa Kimberly sudah cerita masalah perempuan itu yang selingkuh dengan kak Riyan?" tanya Andhika.


"Sudah," jawab Billy.


"Lalu apa reaksi kak Riyan?" tanya Mirza.


Billy langsung mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.


"Yang tahu hal itu hanya Kimberly dan keluarganya. Kita-kita nggak ada yang tahu," sela Triny.


"Kimberly aja nggak ada cerita mengenai reaksi kak Riyan ketika mendengar perselingkuhan dan pengkhianatan perempuan itu," ucap Aryan.


Ketika mereka tengah membahas masalah Aruna, tiba-tiba Ivan melihat kedatangan Kimberly dan Tommy.


"Itu pasangan TOMKIM sudah datang!"


Mereka semua melihat kearah tunjuk Ivan. Dan mereka melihat Kimberly yang berjalan bergandengan tangan Tommy. Lebih tepatnya Tommy yang menggandeng tangan Kimberly menuju kearah dimana keempat sahabatnya, ketiga sepupunya dan para sahabatnya berada.


"Mesra banget pak, bu!" ledek Andry.


"Iri bilang Bos," ejek Tommy.


Mendengar ejekan dari Tommy membuat Andry mendengus kesal.


"Kenapa lama?" tanya Triny.


"Kemana aja dulu?" tanya Billy.


"Kak Tommy nggak ngapa-ngapain kamu kan?" tanya Aryan.


Tommy seketika memberikan tatapan mautnya kearah Aryan. Sementara Aryan hanya bersikap acuh dan biasa saja.


Seketika Billy, Triny dan Aryan membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan dari Tommy. Ketiga seketika memberikan tatapan tajam masing-masing kearah Tommy.


Sementara Andhika dan yang lainnya hanya tersenyum melihat sifat overprotektif dari Billy, Triny dan Aryan ketika sedang keluar.


"Tommy, apa maksud lo barusan? Lo apain adek gue?" tanya Triny dengan wajah garangnya.


"Apa lo udah bosan hidup kak," ucap Aryan yang tak kalah menatap kearah Tommy.


Sedangkan Billy memperlihatkan wajah seramnya menatap wajah Tommy.


Mendengar ucapan dari Triny dan Aryan membuat Tommy menelan air ludahnya kasar.


Sementara Kimberly hanya diam dengan tatapan matanya menatap satu persatu wajah ketiga sepupunya yang sedang dalam mode overprotektif terhadap dirinya.


"Tommy!"


"Kak Tommy!"


Billy, Triny dan Aryan memanggil Tommy dengan wajah super seram masing-masing.


Bugh!


Kimberly melemparkan masing-masing satu bungkus snack ke wajah ketiga sepupunya itu.


"Netralkan tatapan mata kalian itu untuk cowok gue," ucap Kimberly.


"Tapi Kim...."


Seketika Triny menghentikan perkataannya karena Kimberly memberikan pelototan kepadanya.


"Jika kalian mempercayai apa yang dikatakan oleh Tommy barusan. Itu berarti otak kalian pada cetek," ucap Kimberly.


"Lagian Tommy nggak ngapa-ngapain gue," ucap Kimberly lagi.


"Terus apa maksud dari Tommy yang bilang hanya satu macam?" tanya Triny.


"Lo pikir aja sendiri jawabannya. Kalau lo berduaan sama kak Andhika. Kalian berdua ngapain aja?" ucap dan tanya Kimberly dengan menatap wajah Triny.


Kimberly menatap satu persatu wajah-wajah orang-orang yang ada di hadapannya. Begitu juga dengan mereka semua.


"Kalian juga! Kalian pada pacaran kan? Apa yang kalian lakukan jika berdua dengan orang yang kalian sayangi?"


Mendengar perkataan dari Kimberly membuat mereka semua memperlihatkan cengiran khasnya masing-masing.


"Kim," panggil Catherine.


"Iya, ada apa Catherine?"


"Aku masih kepo masalah yang waktu itu," jawab Catherine.


"Masalah yang mana?" tanya Kimberly.


"Itu ibunya Gracia yang datang nyamperin lo beberapa hari yang lalu. Terus lo bilang jika lo tahu semua tentang ibunya Gracia."


Mendengar perkataan dari Catherine membuat Kimberly teringat akan kejadian beberapa hari yang lalu dimana ibunya Gracia bersama dengan adik laki-lakinya serta beberapa orang datang ke sekolah.


"Kim, kasih tahu dong sama kita-kita. Jangan main rahasia-rahasiaan napa," ucap Santy.


"Ayolah, Kim!" seru Rere, Sinthia dan Catherine bersamaan.


"Kalau aku kasih tahu kalian. Itu sama saja aku buat dosa dengan membuka aibnya ibunya Gracia. Aku nggak mau." Kimberly langsung menolak keinginan dari keempat sahabatnya.


Billy, Triny dan Aryan seketika tersenyum ketika mendengar ucapan dari Kimberly. Mereka tahu bagaimana sifat Kimberly yang sebenarnya terhadap orang-orang yang sudah mengusiknya. Kimberly akan memberikan kesempatan kepada musuh-musuhnya.


Jika musuh-musuh masih terus mengusiknya, maka dengan terpaksa Kimberly akan membalas para musuh-musuhnya, termasuk membongkar semua rahasia dari musuh-musuhnya itu.


"Jika dosanya kalian yang tanggung. Aku dengan senang hati membeberkannya kepada kalian," ucap Kimberly melanjutkan perkataannya.


"Nggak jadi aja deh," ucap Rere langsung.


"Iya, cancel aja!" Santy juga ikut bersuara.


"Kita juga!" seru Sinthia dan Catherine bersamaan.


Rere, Santy, Sinthia dan Catherine seketika langsung membatalkan niatnya meminta Kimberly menceritakan tentang ibunya Gracia.


"Hahahaha."


Semuanya tertawa ketika melihat wajah lucu dan wajah menggemaskan Rere, Santy, Sinthia dan Catherine ketika membatalkan keinginan meminta Kimberly menceritakan tentang ibunya Gracia.