
"Bagaimana ini? Apa yang kita lakukan sekarang?" tanya Risma yang saat ini benar-benar khawatir akan Kimberly.
Rere, Santy dan Sinthia seketika menangis. Mereka menyalahkan dirinya masing-masing karena gagal mengikuti Kimberly.
"Coba kita lebih kencang larinya. Kemungkinan kita bertiga berhasil ngikutin Kimberly," sahut Santy.
Mendengar perkataan dari Santy. Semuanya melihat kearah Santy. Dan seketika mereka semua seketika mereka semua terkejut ketika melihat Santy yang menangis. Bukan hanya Santy saja yang menangis. Rere dan Sinthia juga menangis.
"Hei, kalian kenapa nangis?" tanya Triny.
"Maafin kita kak Triny!" seru Rere dan Sinthia.
"Benar apa yang dikatakan oleh Santy. Jika kita lebih cepat ngejar Kimberly, maka kita tidak akan kehilangan Kimberly." Rere berucap dengan nada lirihnya
Triny berpindah duduk di samping Santy, Risma berpindah duduk di samping Rere dan Dania berpindah duduk di samping Sinthia. Mereka berusaha untuk menghibur Santy, Rere dan Sinthia agar tidak menyalahkan diri sendiri.
"Sudah! Cukup! Kakak nggak mau dengar apapun dari kalian. Apalagi kalian yang menyalahkan diri sendiri atas hilangnya Kimberly," ucap Triny.
"Ingat! Kita ini hanya manusia biasa. Bukan Tuhan atau pun malaikat. Manusia itu boleh saja membuat rencana ini dan itu. Tapi Tuhan yang menentukan semuanya," ucap Risma.
"Ada kalanya setiap apa yang kita rencanakan tidak akan selamanya berjalan mulus. Pasti kita akan mengalami kegagalan," ucap Dania.
Mendengar ucapan demi ucapan dari Triny, Risma dan Dania membuat mereka semua hanya diam. Di dalam hati mereka masing-masing membenarkan apa yang dikatakan oleh Triny, Risma dan Dania.
Saat ini Triny, Billy, Aryan, Risma, Tommy, Andhika dan yang lainnya berada di lapangan sekolah. Bukan hanya mereka saja yang berada disana, melainkan para murid-murid yang begitu menyukai Kimberly juga berada disana. Mereka semua sedih akan hilangnya Kimberly.
Para guru-guru yang saat ini berada di ruang guru juga ikut sedih atas hilangnya satu siswinya.
^^^
Di depan gerbang sekolah. Baik di dalam maupun di luar terlihat tangan kanannya dan para anggota dari Enda dan Riyan yang tengah berjaga-jaga. Hanya sebagian saja. Sementara sebagiannya lagi masih terus menyusuri luasnya sekolah untuk mencari Kimberly.
Mereka meyakini bahwa Kimberly masih berada di dalam lingkup sekolah. Jika Kimberly keluar meninggalkan sekolah, maka mereka akan tahu.
Ketika mereka tengah berjaga-jaga sambil terus berpikir akan keberadaan Kimberly, tiba-tiba mereka mendengar suara seseorang.
"Darian!"
"Farsat!
Tangan kanannya dan para anggota dari Enda dan Riyan langsung melihat keasal suara. Dan mereka melihat kedatangan Bosnya dengan kedua kakak laki-lakinya.
"Bos!"
Darian, Farsat dan para anggotanya seketika membungkukkan sedikit badannya memberi hormat.
"Mana yang lainnya? Kenapa hanya kalian?" tanya Enda yang melihat anggotanya hanya berjumlah 20 orang dari yang sebelumnya.
"Lalu Deryl dan anggotanya kemana?" tanya Uggy yang tidak melihat keberadaan tangan kanannya yang memang bertugas menjaga dan melindungi adik perempuannya selama ini.
Baik Darian maupun Farsat hanya menundukkan kepalanya. Mereka tidak berani menatap wajah Bosnya masing-masing.
Melihat para anak buahnya yang tidak ada satu pun yang mengangkat kepalanya membuat Enda dan Riyan curiga. Begitu juga dengan Jason dan Uggy.
"Kalian tidak perlu takut kepada kami. Kami tidak akan memarahi kalian. Apalagi sampai memaki dan membentak kalian hanya karena sebuah kesalahan. Apalagi kesalahan tersebut tidak disengaja," ucap Jason.
Mendengar perkataan dan nada lembut dari kakak tertua Bosnya, seketika Darian dan Farsat langsung menatap wajah Jason. Begitu juga dengan para anggotanya. Mereka menatap wajah Jason, Uggy, Enda dan Riyan secara bergantian.
"Ma-maafkan kami Bos. Kami... Kami gagal menjaga dan melindungi nona," ucap Darian.
"Apa yang terjadi?" tanya Jason.
"Nona... Nona tiba-tiba menghilang Bos. Kami sudah berkeliling sekolah mencari nona. Tapi tidak ada satu pun dari kami menemukan nona," Farsat.
"Bahkan Deryl dan beberapa anggotanya juga menghilang. Hilangnya Deryl dan anggotanya bertepatan dengan hilangnya nona," ucap Darian.
Mendengar perkataan dari Farsat dan Darian membuat Jason, Uggy, Enda dan Riyan saling memberikan tatapan.
Detik kemudian, Uggy menyadari sesuatu tentang hilangnya adik perempuannya, Deryl dan anggotanya.
"Apa Deryl bersama Kimberly? Aku yakin Deryl bersama Kimberly karena Deryl selalu bersama Kimberly disaat Kimberly dalam bahaya," batin Uggy.
"Deryl, aku berharap adikku bersama kamu. Dan aku juga berharap kalian berdua baik-baik saja," batin Uggy.
"Dimana adik-adikku yang lainnya?" tanya Riyan.
"Nona Triny, tuan Billy, tuan Aryan, nona Risma bersama sahabat-sahabatnya berada di lapangan. Mereka bersama para murid-murid disana," jawab Darian.
"Baiklah. Kami akan ke dalam. Kalian tetap waspada. Jangan lengah," ucap Jason.
"Baik, Bos!"
^^^
"Kim, lo dimana? Kenapa lo pergi nggak ajak gue?" Catherine berucap sembari menangis.
Grep..
Billy langsung memeluk tubuh Catherine. Dirinya tahu bahwa kekasihnya ini begitu mengkhawatirkan Kimberly.
"Maafin aku. Aku nggak nepatin janji aku buat selalu bersama Kimberly," ucap Catherine.
"Kamu nggak salah. Kamu dan Kimberly sama-sama korban disini. Para bajingan itu mengincar kalian berdua," ucap Billy.
Ketika mereka tengah bersedih memikirkan Kimberly, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara seseorang.
"Billy, Aryan, Triny, Risma!"
Mendengar suara orang tersebut. Billy, Aryan, Triny, Risma serta yang lainnya langsung melihat keasal suara.
"Kak Jason, kak Uggy, kak Enda, kak Riyan!"
Ketika Billy hendak membuka mulut untuk memberitahu tentang Kimberly. Jason sudah terlebih dulu menyela. Jason tidak ingin membuat Billy, Aryan, Triny, Risma dan yang lainnya tambah merasa bersalah apalagi tertekan. Terutama Tommy.
"Kakak sudah tahu tentang Kimberly. Dan kakak minta sama kalian, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri karena gagal menjaga dan melindungi Kimberly. Terutama kamu Tommy."
"Kita akan menemukan Kimberly," ucap Uggy.
"Semoga Kimberly baik-baik saja," ucap Enda.
"Yang kita butuhkan saat ini adalah berdoa. Minta kepada Tuhan untuk melindungi Kimberly," ucap Riyan.
Mendengar ucapan demi ucapan dari Jason, Uggy, Enda dan Riyan seketika terukir sedikit senyuman di bibir Trini, Aryan, Billy, Tommy dan yang lainnya.
Ketika mereka sedang bersedih memikirkan Kimberly termasuk teman-teman sekolahnya. Salah satu teman sekelasnya Kimberly yaitu Linda melihat beberapa orang laki-laki berjalan mengarah kearah dimana arah gerbang sekolah yang mana salah satunya menggendong seorang gadis.
Linda terus menatap fokus satu laki-laki itu. Terutama pada gadis yang digendong oleh laki-laki tersebut.
Dan detik kemudian, Linda sontak membelalakkan matanya ketika melihat sekilas wajah gadis itu.
"I-itu Kimberly!" teriak Linda dengan suara kerasnya sembari menunjuk kearah laki-laki yang menggendong Kimberly.
Mendengar perkataan dan teriakan dari Linda membuat semuanya melihat kearah tunjuk Linda. Begitu juga dengan Jason, Uggy, Enda, Riyan, keempat sahabatnya Kimberly, Risma, Billy, Triny, Aryan, Tommy, Andhika dan para sahabatnya.
Seketika mereka membelalakkan matanya ketika melihat Deryl yang menggendong tubuh Kimberly.
"Kimberly!"
Seketika Jason, Uggy, Enda, Riyan berteriak sambil berlari menghampiri Deryl yang menggendong Kimberly. Begitu juga dengan keempat sahabatnya Kimberly, Risma, Billy, Triny, Aryan, Tommy dan para sahabatnya.
"Deryl, apa yang terjadi? Kenapa dengan adikku?" tanya Uggy yang sudah menangis melihat wajah pucat adiknya.
"Bos, lebih baik kita bawa nona ke rumah sakit. Nanti aku ceritakan kronologinya seperti apa," ucap Deryl.
Setelah itu, Jason langsung mengambil alih tubuh adik perempuannya lalu membawa pergi menuju mobilnya.
"Billy, Tommy! Kalian berdua ikut kakak!" seru Jason yang terus berjalan.
"Baik, kak!"
Billy dan Tommy pun pergi meninggalkan sekolah bersama Jason.
"Deryl, kamu juga harus ke rumah sakit. Aku ingin memastikan kamu baik-baik saja. Begitu juga dengan anggota kamu," ucap sekaligus perintah Uggy.
"Baik, Bos!"
"Kak Uggy pergilah ke rumah sakit juga. Aku dan Riyan tetap disini untuk mengurus sesuatu. Nanti aku, Riyan dan yang lainnya akan menyusul ke rumah sakit."
"Baiklah. Segera selesai urusan disini. Setelah itu, susul kakak ke rumah sakit." Uggy berucap.
"Baik, kak!" Enda dan Riyan menjawab bersamaan.
"Kalian juga," ucap Uggy sambil menatap kearah Triny, Aryan, Risma dan sahabat adik-adiknya.
"Baik, kak!" jawab mereka bersamaan.
Setelah itu, Uggy pergi meninggalkan sekolah untuk menuju rumah sakit bersama dengan Deryl dan anggotanya.