THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Rencana Jahat Asena Dan Cherry



Di kelas Asena dan ketujuh sahabat-sahabatnya tengah merencanakan sesuatu untuk membalas Kimberly. Dia tidak terima begitu saja akan perlakuan Kimberly terhadap dirinya.


Menurut Asena, kesalahan Kimberly sudah banyak dan sangat fatal. Pertama, Kimberly terang-terangan melawan dirinya dengan mengatakan bahwa dia sangat menyukai Tommy dan Aryan, cowok yang disukainya dan Cherry selama ini. Kedua, Kimberly sudah ikut campur dalam urusannya dan sahabat-sahabatnya bersama Prisca. Dan yang ketiga adalah Kimberly tidak takut sama sekali kepadanya dan ketujuh sahabat-sahabatnya sehingga membuat harga dirinya diinjak-injak dan dipermalukan.


"Apa lo berdua udah mikir apa yang akan lo lakuin terhadap anak sialan itu, Asena?" tanya Caria kepada Asena dan Cherry.


"Sudah," jawab Cherry.


"Dan kali ini aku pastikan dia akan masuk ke rumah sakit," jawab Asena.


"Eeem... Sebenarnya apa yang akan lo berdua lakukan terhadap Kimberly?" tanya Elnara penasaran.


"Gue mendapatkan kelemahan akan Kimberly."


"Apa itu Sena?" tanya Caria, Elnara, Aiyla, Jihan, Dilara dan Tsamira bersamaan.


"Kimberly memiliki alergi. Dia tidak boleh memakan makanan yang sejenis dengan seafood dan strawberry." Itu Cherry yang menjawabnya.


Mendengar penjelasan dari Cherry membuat Caria, Elnara, Aiyla, Jihan, Dilara dan Tsamira tersenyum menyeringai.


"Kapan lo berdua akan melakukan pembalasan terhadap Kimberly?" tanya Tsamira.


"Hari ini ketika jam istirahat. Dan ini," jawab Asena sembari menunjukkan kotak bekal yang dibawa oleh Aseba dan sebungkus buah strawberry ke hadapan ketujuh sahabat-sahabatnya.


"Wah, Sena! Ini luar biasa. Lo udah nyiapin semuanya," sahut Dilara dengan wajah semangatnya.


Baik Cherry, Caria, Elnara maupun Aiyla, Jihan, Dilara dan Tsamira tersenyum menyeringai sembari membayangkan wajah kesakitan Kimberly.


"Lebih baik kita ke kantin sekarang. Mumpung sepi dan nggak ada orang," ajak Asena.


Setelah itu, Asena dan ketujuh sahabat-sahabatnya pergi meninggalkan kelas untuk menuju kantin.


^^^


Kini Asena dan ketujuh sahabat-sahabatnya sudah berada di kantin. Asena dan Cherry melangkah mendekati seorang gadis yang berstatus sebagai anak perempuan pemilik kantin tersebut.


Baik Asena maupun Cherry meminta bantuan kepada anak pemilik kantin itu untuk memasukkan udang yang dia bawa ke dalam makanan yang dipesan oleh Kimberly.


Cherry juga memberikan empat buah strawberry dan meminta kepada anak pemilik kantin itu untuk mencampurkan ke dalam minuman Kimberly.


Awalnya anak pemilik kantin itu menolak. Namun dengan diberikan sejumlah uang yang banyak. Anak pemilik kantin itu akhirnya mau melakukannya.


"Baiklah. Aku akan melakukannya," jawab anak pemilik kantin itu.


"Terima kasih."


"Tunggu kejutan dari gue, Kimberly! Lo sebentar lagi bakal malu untuk berdekatan dengan Aryan dan Tommy!" batin Asena dan Cherry.


Asena dan Cherry berpikir dengan mereka mencampuri makanan dan minuman Kimberly dengan udang dan strawberry akan membuat wajah dan kulit Kimberly gatal-gatal dan memerah sehingga berakhir berbekas dan jelek. Jadi, dengan begitu Kimberly akan malu berdekatan dengan Aryan dan Tommy.


Namun sayangnya, Asena dan Cherry tidak tahu bahwa apa yang dia lakukan akan mendapatkan masalah besar dalam hidupnya. Bukan hanya dirinya saja. Melainkan keluarga besarnya juga akan mendapatkan masalah besar akan perbuatannya itu.


^^^


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang dimana waktunya para murid-murid kelas 1 sampai kelas 3 akan menikmati jam istirahatnya.


Kini semua murid-murid telah berada di kantin. Mereka semua meluapkan rasa laparnya sejak tadi dengan melahap beberapa menu yang ada di kantin.


Ketika sedang mengantri, Prisca dengan senyuman tulusnya menatap wajah Kimberly dan keempat sahabat-sahabatnya Kimberly.


"Mau nggak kalian jadi sahabat aku?" tanya Prisca berharap.


Prisca sejak dulu pengen menjadi sahabatnya Kimberly dan keempat sahabatnya. Namun Prisca tidak berani menghampiri kelimanya dan menawarkan diri untuk menjadi sahabatnya.


Prisca berpikir bahwa dirinya tidak pantas menjadi bagian dari Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine.


Jadi sejak Prisca memiliki pikiran itu membuat Prisca mengurungkan niatnya untuk menjalin hubungan persahabatan dengan Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine.


Prisca ingin sekali memiliki sahabat. Dia selalu memperhatikan Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine yang begitu kompak dan solid.


Prisca juga ingin memiliki sahabat seperti Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine. Prisca sudah sejak lama menginginkan seorang sahabat hadir dalam hidupnya. Semua itu terhalang akan sifat iri dan dengki dari saudari sepupunya Cherry.


Cherry menyebarkan berita palsu akan keburukan Prisca kepada semua orang termasuk orang-orang yang hendak menjalin sahabat dengan Prisca.


Cherry tidak pernah membiarkan saudari sepupunya itu hidup bahagia. Baik itu di keluarga Girado maupun diluar rumah. Cherry akan selalu mengusik kehidupan Prisca.


Kimberly, Rere, Santy, Sinthia, dan Catherine melihat kearah Prisca. Dapat keduanya lihat tatapan dan senyuman tulus dari Prisca.


Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine saling memberikan tatapan matanya. Setelah itu, Kimberly dan keempat sahabatnya kembali menatap wajah Prisca.


Dengan kompaknya, Kimberly dan keempat sahabatnya langsung menyambut uluran tangan dari Prisca. Lalu keduanya memberikan pelukan hangat kepada Prisca.


"Kamu diterima menjadi bagian dari kami berlima!" seru Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine bersamaan.


Mendengar jawaban kompak serta pelukan dari Kimberly dan keempat sahabatnya membuat Prisca menangis. Dia benar-benar bahagia akan reaksi yang diberikan oleh Kimberly dan keempat sahabatnya terhadap dirinya. Hatinya benar-benar menghangat.


"Terima kasih," ucap Prisca dengan suara bergetarnya.


Kimberly dan keempat sahabatnya langsung melepaskan pelukannya ketika mendengar suara bergetarnya Prisca.


Setelah pelukannya terlepas. Keduanya terkejut ketika melihat Prisca yang menangis.


"Kenapa nangis?" tanya Kimberly bingung.


"Aku menangis karena bahagia bisa menjadi bagian dari kalian berlima. Kalian langsung menerimaku menjadi sahabat kalian."


Mendengar jawaban dari Prisca membuat Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine tersenyum. Mereka juga senang Prisca menjadi bagian dari mereka berdua.


"Dari dulu aku ingin memiliki sahabat. Tapi tidak ada satu pun yang mau menjadi sahabatku. Itu semua karena ulah Cherry," jawab Prisca.


"Apa yang sudah Cherry lakukan sampai-sampai orang-orang tidak mau menjadi sahabat kamu?" tanya Catherine.


"Cherry menjelek-jelekkanku kepada semua orang. Dia mengatakan bahwa aku perempuan tamak akan kekayaan, dia bilang aku hanya kedok dalam menjalin hubungan persahabatan. Bahkan dia mengatakan kepada semua orang bahwa aku yang sudah membuat dia dan ibunya menderita selama tinggal di keluarga Girado."


Mendengar jawaban dari Prisca membuat Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine terkejut. Mereka tidak menyangka jika Cherry setega itu terhadap saudara sepupunya sendiri.


"Sekarang lupakan Cherry. Kamu sekarang ada kita!" seru Kimberly sembari merangkul bahu Prisca.


"Kamu nggak sendirian sekarang," sela Rere yang merangkul bahu Prisca yang sebelahnya.


Prisca tersenyum tulus menatap wajah cantik Kimberly dan Rere. "Terima kasih."


"Your Welcome!" Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine menjawab bersamaan.