
Kimberly saat ini berada di kamarnya. Kimberly tengah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.
Kondisi kaki Kimberly saat ini sudah membaik dan Kimberly sudah bisa berjalan dengan bebas.
Setelah semuanya selesai dan rapi. Kimberly pun pergi meninggalkan kamarnya untuk menuju meja makan. Disana telah menunggu kedua orang tuanya dan keempat kakaknya.
Meja makan Nashita, Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan telah duduk di kursi masing-masing.
"Riyan. Lebih baik kamu ke kamarnya Kimberly. Bangunin adikmu itu. Nanti kalau gak di bangunin adikmu bisa ngamuk lagi."
"Baik, Mom!"
Riyan langsung beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya untuk menuju kamar adiknya di lantai dua.
Namun baru beberapa langkah, Riyan menghentikan langkahnya ketika mendengar suara langkah kaki menuruni anak tangga.
Mendengar suara langkah kaki seseorang. Mereka langsung menolehkan wajahnya melihat kearah suara tersebut.
Seketika terukir senyuman manis di bibir mereka masing-masing ketika melihat kesayangan mereka yang sudah dalam keadaan rapi dengan seragam sekolahnya. Dan juga kondisi kakinya yang sudah sembuh.
"Selamat pagi, Princess!"
Mendengar sapaan dari kedua orang tuanya dan keempat kakaknya yang begitu kompak membuat Kimberly terkejut. Dan setelah itu, Kimberly tersenyum.
"Pagi Mom, Dad, Kakak-kakakku yang tampan." Kimberly membalas sapaan dari anggota keluarganya sambil berjalan menuju kursinya
Mereka semua tersenyum melihat wajah bahagia kesayangannya. Sementara Riyan kembali duduk di kursinya.
"Ya, sudah. Habiskan sarapan kalian. Nanti kalian terlambat ke kantor dan juga ke sekolah," ucap Nashita.
"Baik, Mom."
Setelah itu, mereka semua pun memulai sarapan paginya. Mereka menyantap sarapan paginya dengan penuh hikmat, walau ada sedikit receh dari Riyan dan Enda yang menggoda adik perempuannya.
***
Kimberly sudah berada di sekolahnya. Kimberly pergi sendiri dengan menggunakan mobil mewah miliknya. Mobil yang dibawa Kimberly adalah mobil yang ketika Kimberly pergi ke acara reuni SMP nya saat itu.
Ketika mobil Kimberly memasuki parkiran sekolahnya. Banyak pasang mata yang menatap kagum dan juga bersorak histeris ketika melihat mobil super mewah dan super mahal berapa di hadapannya. Para murid-murid semuanya tahu hanya orang kaya tertentu saja yang bisa memiliki mobil tersebut. Dan tidak semua orang kaya yang bisa memiliki mobil semahal dan semewah itu.
Para murid-murid semuanya, mulai kelas 10 sampai kelas 12 masih melihat kearah parkiran. Lebih tepatnya masih menatap mobil itu. Mereka semua ingin melihat siapa pemilik mobil itu.
Setelah mobil terparkir. Kimberly pun keluar dari mobilnya. Seketika para murid-murid berteriak heboh ketika melihat Kimberly yang keluar dari dalam mobilnya.
"Wah! Ternyata pemilik mobil itu adalah Kimberly."
"Kalau Kimberly aku percaya. Secara Kimberly kan memang putri dari keluarga kaya raya nomor satu dan nomor tiga di dunia dan di Jerman."
"Iya. Aku dari awal sudah sangat yakin jika mobil itu milik Kimberly."
"Tapi aku suka dengan tripikal Kimberly. Kimberly itu berasal dari keluarga kaya raya. Tapi Kimberly tidak pernah bersikap sombong dan juga tidak pernah merendahkan orang lain."
"Bahkan Kimberly sejak masuk ke sekolah ini menyembunyikan statusnya. Kalau gak ada kejadian itu. Mungkin kita semua tidak akan tahu siapa Kimberly sebenarnya."
"Iya. Kamu benar. Aku suka sama sifat dan perilakunya Kimberly. Kimberly itu memiliki banyak kelebihan. Sudah cantik, baik, tidak sombong, suka nolongin teman-temannya yang dibully, pintar, jenius dan jago bela diri lagi."
"Hm."
Itulah beberapa komentar-komentar positif dari murid-murid yang menyukainya.
"Kimberly," panggil Santy yang datang bersama Rere, Sinthia dan Catharine.
Semua murid-murid melihat keempat sahabatnya Kimberly yang kini tengah melangkah menghampiri Kimberly.
"Udah lama datangnya?" tanya Catharine.
"Gak. Baru aja," jawab Kimberly.
"Eh, kamu bawa mobil itu." Sinthia berbicara sambil nunjuk kearah mobil Kimberly.
"Hm." Kimberly berdehem sambil mengangguk.
"Gitu dong. Sesekali mamerin mobil kesemua teman-teman sekolahmu. Jangan hanya nerima hinaan dari orang-orang songong itu," kata Rere.
Mendengar perkataan Rere. Kimberly, Santy, Sinthia dan Catharine tersenyum.
"Kim, kaki kamu udah sembuh?" tanya Santy yang melihat kaki kiri Kimberly.
"Sudah. Kalau belum gak mungkin aku bisa bawa mobil sendiri, San!" Kimberly menjawab pertanyaan Santy.
"Benar juga," ucap Santy. Sementara mereka hanya terkekeh mendengar ucapan dari Santy.
"Dasar." Rere menggeplak kening Santy.
"Aish," kesal Santy.
Para murid-murid yang meliha interaksi Kimberly dan keempat sahabatnya tertawa geli melihat kelakuan kelimanya.
***
Melihat hal itu membuat Kimberly dan keempat sahabatnya marah. Kimberly menatap tajam kearah Syafina dan teman-temannya serta teman-temannya Talitha.
"Benar-benar menjijikkan!" teriak Kimberly.
Setelah mengatakan itu, Kimberly pergi meninggalkan kelasnya. Dirinya saat ini benar-benar tidak mood untuk mengikuti pelajaran dan ditambah lagi kursi dan mejanya yang kotor.
"Kim," panggil Rere, Santy, Sinthia dan Catharine. Mereka mengejar Kimberly.
Kimberly saat ini tengah melangkahkan kakinya menuju kantin. Namun seketika langkah kakinya terhenti ketika melihat pemandangan yang begitu menyesakkan hatinya.
Kimberly melihat Tommy sedang berduaan dengan sianak baru yaitu Gracia Aditya.
"Kim, itu Tommy dan Gracia kan? Mereka kayak dekat gitu deh," ucap Sinthia.
Kimberly yang mendengar perkataan dari Sinthia hanya diam. Namun matanya masih fokus menatap kearah Tommy dan Gracia.
"Mungkin Tommy sedang berusaha untuk menjelaskan hubungan kita ke cewek itu," ucap Kimberly yang tidak menaruh curiga sedikit terhadap Tommy.
"Mungkin juga. Dalam sebuah hubungankan haru saling percaya. Belum tentu apa yang kita lihat itu benar." Catharine juga berusaha untuk tidak mempercayai apa yang dilihatnya.
"Ya, sudah! Lebih baik kita ke kantin," ajak Rere dan Santy sembari menggandeng Kimberly.
Di kantin ada Billy, Triny, Aryan dan para sahabatnya. Mereka saat ini tengah menikmati makanan yang telah mereka pesan.
Khusus hari ini Billy, Triny, Aryan dan para sahabatnya memutuskan untuk membolos. Alasan mereka membolos adalah karena otak mereka sedang tidak bisa berpikir jernih ketika belajar sejarah, fisika dan bahasa ingris. Mereka bukannya bodoh. Merek bukan tidak pintar. Merek itu pintar. Hanya saja mereka untuk saat ini lagi malas untuk berpikir.
Jadi mereka lebih memilih diberikan hukuman dari pada membiarkan otak mereka sakit dan stress.
Ketika mereka tengah menikmati makanan di atas meja. Lian sahabatnya Aryan melihat kedatangan Kimberly dengan keempat sahabatnya.
"Hei, itu Kimberly dan keempat sahabatnya!"
Mereka semua menolehkan wajahnya melihat kearah Kimberly dan keempat sahabatnya.
"Kimberly," panggil Aryan.
Kimberly yang merasa dipanggil langsung melihat kearah Aryan. Setelah itu, Kimberly dan keempat sahabatnya langsung menghampiri ketiga sepupunya dan para sahabatnya.
"Bolos juga?" tanya Billy to the point.
Kimberly dan keempat sahabatnya menatap bingung Billy. Mereka benar-benar tidak mengerti.
Melihat kebingungan di wajah Kimberly dan keempat sahabatnya mereka tersenyum.
"Kita semua membolos hari ini. Kita lagi males mengikuti pelajaran yang tidak kami sukai," ucap Lionel.
Mendengar penjelasan dari Lionel. Kimberly dan keempat sahabatnya pun paham.
"Aku kesini karena para kuntilanak itu buat ulah lagi," sahut Kimberly.
"Apa yang mereka lakukan kali ini?" tanya Triny.
"Mereka mencoret-coret meja dan kuris Kimberly," jawab Santy.
"Bahkan yang lebih parahnya di kursinya Kimberly ditumpahi banyak cat. Jadi Kimberly gak bisa duduk," ucap Sinthia.
"Lalu Kimberly keluar meninggalkan kelas. So!! Kami juga ikut meninggalkan kelas," ujar Catharine.
"Dimana ada induk ayam. Disitu juga harus ada anak-anak ayamnya," sela Rere.
Kimberly menatap tajam Rere. "Siapa yang kamu bilang induk ayam, hah?!"
"Ya, kamulah." Rere menjawab dengan santai sembari mengambil makanan milik kekasihnya lalu memasukkan ke mulutnya.
PLAAKK!
Kimberly memberikan pukulan di kepala belakang Rere. Mendapatkan pukulan di kepalanya membuat Rere mendengus kesal, lalu Rere menatap Kimberly.
"Apa? Mau lagi?"
Rere seketika ciut dan memalingkan wajahnya melihat ke depan. Melihat hal itu, mereka semua tersenyum geli.
"Hei, Tommy. Kamu kemana aja? Kok baru dateng?" tanya Mirza yang melihat kedatangan Tommy.
"Aku habis dari toilet," jawab Tommy dan langsung menduduki pantatnya di samping Andhika.
Kimberly menatap aneh Tommy. Di dalam hatinya berkata 'kenapa Tommy berbohong'. Kimberly menatap Kimberly tanpa ekspresi sama sekali. Ekspresi wajahnya dingin dan datar. Billy, Aryan dan Triny bisa merasakan aura-aura yang tidak enak dari wajah dingin dan datar Kimberly.
Sementara Tommy yang merasa bahwa Kimberly menatapnya bersikap biasa saja.
"Oh iya! Aku ingin menyampaikan sesuatu pada kalian, terutama kamu Kimberly." Tommy berbicara dengan menatap wajah Kimberly dengan tatapan biasa.
"Kimberly. Sebelumnya aku mau minta maaf padamu. Sepertinya hubungan kita tidak bisa diteruskan. Kita akhiri saja sampai disini."