
Kimberly saat ini duduk di sebuah bangku taman yang ada di sekolahnya. Kimberly masih memikirkan kejadian di dalam kelas tadi dimana Antoni yang seenaknya saja bersikap tak baik padanya.
FLASHBACK ON
Antoni tiba-tiba dengan beraninya menyentuh tangan Kimberly dan kemudian menggenggamnya. Kimberly yang merasakan tangannya yang digenggam oleh Antoni menjadi marah.
Kimberly ingin menarik tangannya, namun Kimberly tidak berhasil. Antoni menggenggamnya terlalu kencang. Talitha dan Syafina yang melihat itu tersenyum menyeringai. Keduanya saling lirik dan seketika terlintas ide untuk membalas Kimberly.
"Lepaskan tanganku, Antoni!" Kimberly berbicara pelan agar guru matematika tersebut tidak mendengar.
"Kalau aku tidak mau. Kau mau apa?" Antoni menatap wajah cantik Kimberly.
"Kau jangan gila Antoni. Ini di kelas. Dan aku sedang mengikuti pelajaran matematika. Jadi jangan menggangguku," ucap Kimberly.
"Aku tidak mengganggumu. Kau masih bisa mengikuti pelajaran matematika tanpa aku melepaskan tanganmu," jawab Antoni.
"Sekali lagi aku katakan padamu Antoni. Lepaskan tanganku." Kimberly menatap tajam Antoni.
"Aku akan melepaskan tanganmu, tapi dengan satu syarat. Kau harus mengecupku disini." Antoni berbicara sambil menunjuk kearah bibirnya.
Mendengar perkataan dari Antoni membuat Kimberly tidak bisa menahan amarahnya lagi. Kimberly benar-benar marah saat ini.
PLAAKK!
Kimberly memberikan tamparan keras di wajah Antoni. Dan hak itu sukses membuat seisi kelas begitu juga guru matematika itu melihat kearah Kimberly dan Antoni. Mereka semua terkejut ketika melihat tatapan marah Kimberly terhadap Antoni. Dengan sekuat tenaganya, Kimberly menarik tangannya dari pegangan tangan Antoni.
FLASHBACK OFF
"Hiks... Hiks... Kau benar-benar laki-laki brengsek Antoni. Belum puas kau menyakitiku saat masih pacaran dulu. Kau menjalin hubungan dengan Clara disaat aku masih berstatus kekasihmu. Bahkan kau lebih memilih dia dibandingkan aku. Tapi sekarang kenapa kau kembali lagi."
"Aarrrggghhh!" Kimberly berteriak.
Ketika Kimberly sedang duduk sendirian dan juga menangis. Triny dan Andhika yang sedang berduaan berjalan menyusuri koridor, lalu keduanya melihat Kimberly yang duduk sendirian di bangku taman sambil menangis. Melihat Kimberly yang sendirian dan juga menangis. Hati Triny benar-benar sakit.
"Dasar laki-laki brengsek si Antoni. Bisa-bisa nya dia nyakitin Kimberly. Mereka itu sudah lama putus. Dan mereka sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi. Kenapa laki-laki brengsek masih saja gangguin Kimberly?"
Andhika yang mendengar ucapan dari Triny juga merasakan hal yang sama. Dirinya juga marah ketika Antoni masih mengganggu Kimberly. Andhika sudah mengetahui perihal hubungan Kimberly dan Antoni dulu. Dan apa penyebab keduanya putus. Billy, Triny dan Aryan sudah menceritakannya kepada Andhika. Begitu juga dengan Tommy.
"Dhik. Aku akan kesana menghampiri Kimberly. Pasti saat ini hatinya benar-benar sakit," ucap Triny kepada Andhika.
Ketika Triny ingin melangkahkan kakinya untuk menghampiri Kimberly, tiba-tiba Andhika mencekal tangannya. Hal itu sukses membuat Triny kesal.
Triny melihat wajah Andhika. "Dhika. Biarkan aku kesana. Aku kasihan dengan Kimberly. Kimberly pasti butuh aku sekarang."
Andhika yang mendengar ucapan dari Triny hanya tersenyum. Andhika tahu bagaimana besarnya rasa sayang Triny terhadap Kimberly. Begitu juga Aryan dan Billy. Andhika bangga dan juga bahagia melihat hubungan persaudaaraan keempatnya.
"Sepertinya untuk saat ini Kimberly tidak membutuhkan bahumu untuk dia bersandar," sahut Andhika.
Mendengar perkataan Andhika membuat Triny menatap horor Andhika. Sementara Andhika lagi-lagi hanya tersenyum menanggapinya.
Ketika Triny ingin membuka mulutnya, Andhika sudah terlebih dahulu menunjuk kearah dimana Kimberly berada.
"Lihatlah disana," ucap Andhika.
Triny melihat kearah tunjuk Andhika. Dapat Triny lihat Tommy datang dan langsung duduk di samping Kimberly. Seketika terukir senyuman manis di bibir Triny.
"Aku harap kau bisa mengobati luka di hati Kimberly, Tommy!" batin Triny.
"Ya, sudah! Lebih baik kita lanjutkan kencan kita yang sempat tertunda beberapa menit yang lalu. Sekarang Kimberly sudah ada pawangnya yang menjaganya," ucap Andhika sembari menggoda Triny.
"Yeeeyyy... siapa juga yang mau kencang dengan orang jelek sepertimu, tuan Andhika."
Setelah mengatakan hal itu, Triny pergi meninggalkan Andhika dengan senyuman jahilnya.
"Yak, Triny! Mau kemana kamu? Awas kamu ya!" Andhika langsung menyusul Triny.
Tommy saat ini sedang bersama dengan Kimberly. Laki-laki yang melihat Kimberly menangis, laki-laki yang begitu marah ketika mendengar perkataan Kimberly.
Tommy menarik pelan tubuh Kimberly dan membawa Kimberly ke dalam pelukannya. Tommy berusaha untuk menenangkan Kimberly.
"Sudahlah Kimberly. Untuk apa juga kamu menangisi laki-laki brengsek itu," ucap Tommy.
"Aku menangisi laki-laki brengsek itu bukan karena aku masih mencintai dia. Aku menangis karena sikap jijiknya itu, Tommy!"
Mendengar ucapan dari Tommy membuat hati Kimberly begitu nyaman. Kimberly benar-benar bahagia.
"Kim," panggil Tommy.
"Hm." Deheman sebagai jawaban dari Kimberly.
"Izinkan aku untuk melindungimu saat laki-laki brengsek itu mengganggumu."
"Silahkan. Kau bebas mau melakukan apa saja kepada laki-laki sialan itu."
"Benarkah?"
"Iya."
"Yakin?"
"Seribu kali yakin."
"Siap. Aku akan menghajar laki-laki brengsek itu jika dia masih berani mengganggumu dan mengusikmu apalagi menyakitimu. Mulai hari ini kau adalah kekasihku."
Kimberly membelalakkan kedua matanya disaat Tommy mengklaimnya sebagai kekasihnya. Tapi Kimberly tidak marah sama sekali. Justru dirinya senang.
Kimberly melepaskan pelukan dari Tommy. Dirinya menatap wajah tampan Tommy. "Hei, tuan Tommy! Kenapa anda pede sekali mengklaim saya sebagai kekasih anda. Bahkan saya belum menjawab apakah saya bersedia menjadi kekasih anda."
Tommy tersenyum gemas mendengar ucapan dari Kimberly. Bahkan Tommy makin gemas ketika melihat wajah cantik dan imut Kimberly bersamaan.
"Oh, Tuhan! Ciptaanmu begitu indah. Aku berjanji akan selalu menjaganya dan juga melindunginya. Aku tidak akan membuatnya menangis," batin Tommy.
"Aku sudah tahu jawaban apa yang akan anda berikan padaku, nyonya Kimberly!"
Mereka saling menatap satu sama lain. Tatapan hangat yang diberikan keduanya. Berlahan Tommy mendekatkan wajahnya ke wajah Kimberly.
Ketika wajahnya sudah dekat dengan wajah cantik Kimberly, lalu Tommy memiringkan kepalanya dan matanya menatap bibir merah Kimberly.
Sampai detik kemudian, bibir Tommy menempel di bibir Kimberly. Tommy mengecup bibir Kimberly dengan lembut sesekali Tommy bermain-main dengan bibir atas dan bibir bawahnya secara bergantian. Dan detik kemudian, Kimberly membalas permainan Tommy di bibirnya. Kimberly membuka mulutnya dan Tommy pun langsung mengajak berperang lidah di sana.
Setelah beberapa menit, Tommy menyudahi kegiatannya. Tommy menatap wajah cantik Kimberly, kemudian tersenyum.
Tommy membelai lembut kepala Kimberly. "Aku mencintaimu, Kimberly Aldama! Maukah kau menjadi kekasihku?"
"Aku juga mencintaimu, Tommy Alexander! Aku mau," jawab Kimberly dengan penuh keyakinan.
Mendengar jawaban dari Kimberly membuat Tommy benar-benar merasakan kebahagiaan. Dirinya berjanji apapun yang terjadi nanti. Kimberly akan menjadi satu-satunya wanita terakhir dalam hidupnya. Sekali pun dirinya sudah tidak bersama dengan Kimberly lagi. Hanya Kimberly wanita yang akan selalu hidup di dalam hatinya.
Tommy menarik pelan tubuh Kimberly dan membawanya ke pelukannya. Tommy mengecup pucuk kepala Kimberly dengan sayang.
Tanpa diketahui oleh keduanya. Ternyata Keempat sahabatnya yaitu Rere, Sinthia, Santy dan Cathrine, ketiga sepupunya yaitu Billy, Aryan dan Triny, dan para sahabat dari ketiga sepupunya itu sedari tadi menjadi penonton dan pendengar setia.
Mereka semua mendengar dan menyaksikan momen-momen kebersamaan TOMKIM Tommy dan Kimberly. Mulai dari Tommy yang membujuk dan menghibur Kimberly sampai berakhir mereka resmi menjadi sepasang kekasih.
"Aku bahagia melihat Kimberly yang sekarang!" seru Triny.
"Ya, Triny! Aku juga ikut bahagia melihat Kimberly saat ini. Semoga kali ini Kimberly benar-benar bahagia dan tidak akan merasakan kekecewaan lagi untuk yang kedua kalinya," sahut Billy.
"Iya, Kak! Aku juga berharap begitu," ucap Aryan.
"Semoga TOMKIM bisa saling mengobati luka hati masing-masing. Dan juga saling melengkapi," sela Andhika.
"TOMKIM?" tanya mereka bersamaan.
"Iya. TOMKIM!"
"Maksudnya? Aku benar-benar tidak mengerti," ucap Lionel.
"TOMKIM itu singkatan dari Tommy dan Kimberly," jawab Triny.
Mereka semua tersenyum bahagia ketika mendengar ucapan dari Triny. Mereka semua setuju dengan nama TOMKIM. Nama yang diberikan oleh Andhika dan Triny.
"Nama yang bagus!" seru mereka semua