THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
22. Phobia Kimberly



Di kediaman Archard telah berkumpul anggota keluarga di ruang tengah. Mereka adalah Charles Archard beserta saudara-saudaranya dan Adrialana Adolfa beserta saudara-saudaranya.


Adrialana atau dipanggil Lana telah menceritakan tentang kejadian penamparan atas dirinya beberapa hari yang lalu di depan sebuah mini market oleh seorang gadis SMA yang tak lain adalah Kimberly Aldama.


Awalnya Lana tidak ingin menceritakan masalah tersebut. Menurutnya dirinya bisa mengatasinya sendiri tanpa harus melibatkan anggota keluarganya. Mendapatkan desakan dari Clara agar dirinya menceritakan masalah tersebut. Ditambah lagi yang memulai membahas masalah ini adalah Clara. Clara yang terlebih dahulu mengadukan masalah tersebut ke keluarga Archard dan Adolfa. Bahkan Clara menambahkan sedikit bumbu didalamnya agar kedua keluarga memanas. Dan pada akhirnya Lana pun menceritakan masalah itu kepada anggota keluarganya. Hanya saja Lana tidak membahas jika dirinya yang terlebih dahulu menampar Kimberly.


Mendengar cerita dari Lana dan Clara membuat anggota keluarganya marah, terutama keluarga Adolfa. Mereka tidak terima atas apa yang dilakukan oleh Kimberly terhadap Lana. Bagi mereka ini adalah sebuah penghinaan.


"Dimana gadis sialan itu sekolah?" tanya Kakak tertua dari Lana.


"Gadis itu sekolah di GLS GERMAN LANGUAGE SCHOOL," jawab Lana.


"Sekolah yang elit," sela adik perempuan Lana.


"Besok sekitar pukul 9 pagi kita akan ke sekolah itu untuk memberikan pelajaran kepada gadis tidak tahu diri itu." Charles Archard berbicara dengan penuh amarah.


"Baik," jawab mereka semua.


"Lana. Jangan lupa bawa Clara juga," ucap Kakak kedua Lana.


"Baik, Kak."


***


Kimberly sedang nonton kartun kesukaannya di ruang tengah ditemani dengan satu toples cemilan kesukaannya.


Ketika Kimberly sedang asyik menyaksikan kartun kesukaannya, tiba-tiba terdengar suara petir menggelegar sehingga membuat Kimberly terkejut dan juga ketakutan. Detik kemudian disusul dengan lampu yang mati membuat suasana rumah menjadi gelap. Seketika Kimberly berteriak histeris.


"Mommy, Daddy, Kakak!" teriak Kimberly.


Sementara Fathir, Nashita dan keempat kakaknya saat ini sedang berusaha mencari penerangan. Mereka juga mendengar teriakan Kimberly di ruang tengah. Mereka tahu saat ini Kimberly ketakutan.


Kimberly memiliki phobia terhadap suara petir dan kegelapan. Dua hal itu yang paling ditakuti oleh Kimberly selama hidupnya.


"Hiks... Hiks... Mommy, Daddy, Kakak... Hiks," isak Kimberly. Kimberly hanya bisa memeluk kedua lutut saat ini. Tubuhnya bergetar hebat.


GREP!


Seseorang datang memeluknya. Orang itu memeluknya erat dan juga memberikan kata -kata penenang.


"Kakak disini. Tenang, oke!" ucap orang itu.


"Hiks... Kakak Jason. Aku takut... Hiks," isak Kimberly di dalam pelukan kakaknya.


Orang yang memeluk Kimberly adalah Jason, Kakak tertuanya. Kimberly sudah hafal dengan suara keempat kakak laki-lakinya.


"Kakak disini. Kakak tidak akan kemana-mana." Jason berbicara lembut sembari memberikan kecupan sayang di pucuk kepala adiknya.


"Kimberly," panggil Nashita yang saat ini mengkhawatirkan putrinya.


Mendengar suara teriakan dari ibunya, Jason pun langsung membalasnya.


"Mommy, Daddy. Kimberly sudah bersamaku!" teriak Jason.


Mendengar suara teriakan dari Jason. Nashita, Fathir, Uggy, Enda dan Riyan pun melangkah menuju ruang tengah dengan penerangan minim. Mereka hanya menggunakan senter di ponsel mereka masing-masing. Mereka tidak sempat menggunakan mesin untuk menghidupkan lampu karena mereka kepikiran dengan Kimberly.


Kini Nashita, Fathir, Uggy, Enda dan Riyan sudah berada di ruang tengah. Dan dapat mereka lihat Kimberly yang masih ketakutan di dalam pelukan Jason sang Kakak. Nashita membelai lembut kepala putrinya dan tak lupa mengecupnya.


Lima menit kemudian, lampu pun menyala kembali. Mereka semua mengucap syukur ketika lampu telah menyala.


"Sepertinya Kimberly tidur, Kak Jason!" seru Riyan ketika melihat adiknya yang telah tidur di pelukan kakaknya.


"Jason, lebih baik bawa Kimberly ke kamarnya. Kasihan kalau Kimberly tidur seperti itu," sahut Fathir.


Jason langsung menggendong tubuh adiknya dan membawanya ke kamar yang berada di lantai dua dan diikuti oleh ketiganya di belakang. Mereka adalah Uggy, Enda dan Riyan.


Sesampainya di kamarnya Kimberly. Jason langsung menidurkan adiknya di atas kasur. Setelah itu Jason menyelimuti tubuh adiknya.


Jason tersenyum hangat menatap wajah damai adik perempuannya ketika sedang tertidur. Jason mendekatkan wajahnya ke wajah Kimberly, lalu memberikan tiga kecupan ke dua pipi dan kening adiknya.


"Semoga tidurmu nyenyak malam ini," ucap Jason.


Setelah itu disusul oleh Uggy, Enda dan Riyan. Sama seperti kakaknya, Jason. Ketiganya juga memberikan tiga kecupan ke dua pipi dan kening adiknya.


"Semoga malam ini kamu tidur dengan nyaman tanpa ada gangguan," ucap Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.


Setelah puas memberikan kecupan sayang untuk adik perempuannya dan menatap wajah damai nya ketika tidur. Jason, Uggy, Enda dan Riyan pun memutuskan untuk pergi meninggalkan kamar sang adik.


Ke esokkan paginya seperti biasanya. Sebelum berangkat ke Butik dan ke Toko Perhiasan miliknya, Nashita terlebih dahulu menyiapkan sarapan pagi untuk para kesayangannya.


Setelah berperang selama tiga puluh menit, Nashita akhirnya selesai menyiapkan sarapan pagi untuk para kesayangannya. Dan semua menu sarapan paginya telah tertata rapi di atas meja.


Ketika Nashita ingin beranjak dari dapur ingin membangunkan para kesayangannya, tiba-tiba dirinya mendengar suara derap langkah kaki menuruni anak tangga. Nashita tersenyum hangat dan juga bahagia ketika melihat para kesayangannya telah bangun dan dalam keadaan rapi lengkap dengan putri bungsunya.


"Selamat pagi, Mom!" sapa Kimberly, Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.


"Selamat pagi, sayang!" sapa Fathir.


"Selamat pagi juga untuk kesayangan-kesayanganku," jawab Nashita.


Kini mereka semua telah duduk di kursi masing-masing. Mereka memulai sarapan paginya dengan penuh hangat dan kegembiraan.


"Bagaimana tidurmu, Kim?" tanya Jason.


"Nyenyak, Kak." Kimberly menjawab dengan senyuman manisnya.


"Ach, syukurlah. Kakak senang dengarnya," ucap Jason.


"Ini juga berkat Kak Jason, Kak Uggy, Kak Enda dan Kak Iyan." Kimberly membalas perkataan kakak tertuanya itu.


"Kami!" seru keempatnya.


"Hm." Kimberly mengangguk.


"Kenapa kami?" tanya Enda penasaran


"Karena doa Kakak. Kak Jason, Kak Uggy, Kak Enda dan Kak Iyan mendoakan aku agar aku tidur nyenyak. Dan doa kalian dikabulkan. Aku tidur begitu nyenyak tanpa ada gangguan," jawab Kimberly dengan senyuman manisnya.


Mereka yang mendengar ucapan dari Kimberly tersenyum hangat. Mereka rela melakukan apapun untuk kesayangannya. Mereka tidak ingin melihat kesayangannya terluka, tersakiti dan ketakutan karena itu adalah kelemahan mereka. Begitu juga dengan Kimberly. Kimberly juga sangat menyayangi keempat kakaknya. Mereka saling melindungi satu sama lainnya.


Beda Kimberly, beda juga dengan kedua orang tua mereka. Jason, Uggy, Enda dan Riyan memperlakukan keduanya berbeda. Jika ada yang menghina dan menyakiti kedua orang tuanya, maka Jason, Uggy, Enda dan Riyan tidak akan pernah memberikan maaf kepada orang tersebut. Keempatnya akan langsung menghancurkan orang tersebut beserta anggota keluarganya. Jika Kimberly yang disakiti, dan juga dihina. Maka mereka akan terlebih dahulu bermain-main dengan orang tersebut, setelah puas bermain-main. Barulah mereka menghancurkan orang tersebut beserta anggota keluarganya.


"Ya, sudah. Habiskan sarapan kalian. Jangan ada yang tersisa," sahut Nashita.


"Baik, Mom!" jawab kelima Aldama bersaudara.


Melihat kekompakkan kelima anak-anaknya membuat Fathir dan Nashita tersenyum bahagia.


Tinggalkan Komentar..


Tinggalkan Like


Dan jangan lupa Votenya.