
"Apa tujuan lo mengusik Kimberly?" tanya Triny kepada Tasya yang saat ini duduk di atas ranjang ruang UKS.
Kini Triny bersama keempat sahabatnya yaitu Danisa, Danela, Lisa dan Alisha berada di ruang UKS.
Setelah mengetahui cerita dari Santy, Rere, Sinthia dan Catherine tentang Tasya yang mengusik Kimberly membuat Triny menemui Tasya di ruang UKS bersama keempat sahabatnya.
"Mak-maksud kakak, apa?" tanya Tasya gugup.
"Nggak usah berlagak sok suci di hadapan gue. Yang gue butuhkan adalah kejujuran dari lo," ucap Triny dengan tatapan dingin dan tajam.
Mendengar ucapan serta melihat tatapan tajam yang diberikan oleh Triny membuat Tasya ketakutan. Tubuhnya merinding. Begitu juga dengan enam sahabatnya.
"Gue... Gue...." Tasya tidak tahu harus bicara apa di hadapan kakak kelasnya itu. Apalagi kakak kelasnya itu membawa nama Kimberly.
Di dalam hati Tasya bertanya 'Apa hubungan Kimberly dengan kakak kelasnya ini?'
"Gue apa!" bentak Triny.
"Gue seperti ini karena Kimberly mencari masalah sama gue," jawab Tasya.
"Cari masalah sama lo?"
"Iya."
"Salah satunya apa? Memangnya Kimberly ngapain lo sehingga membuat lo marah?" tanya Dania.
"Kimberly selalu ganggu gue ketika sedang sendirian. Kimberly bahkan pernah menghancurkan ponsel gue," jawab Tasya.
Mendengar perkataan dari Tasya membuat Triny mengepal kuat tangannya. Dia marah karena Tasya sudah berani mengatakan hal buruk untuk adik sepupunya, padahal dia sangat tahu bahwa adik sepupunya itu tidak pernah mencari masalah dengan siapa pun.
"Lo yakin dengan apa yang barusan lo ucapkan tentang Kimberly? Kalau misalkan semua ucapan lo adalah fitnah. Apa lo siap menerima hukumannya?"tanya Lisa yang tak kalah tajam menatap Tasya.
Lisa sudah menganggap Kimberly seperti adiknya karena Lisa tidak memiliki adik. Dia adalah anak bungsu dari empat bersaudara.
Deg..
Tasya seketika terkejut ketika mendengar pertanyaan dari Lisa. Apalagi ketika Lisa menyebut hukuman.
Melihat keterdiaman Tasya dan juga keenam sahabatnya membuat Triny, Lisa, Alisha, Dania dan Danela tersebut menyeringai.
"Bagaimana? Kenapa lo diam? Apa lo siap dengan hukuman jika apa yang lo ucapkan tentang Kimberly salah?" tanya Triny.
Tidak mendapatkan jawaban bahkan Tasya masih diam tanpa berkata satu kata pun sehingga membuat Triny murka.
Detik kemudian...
Sreekk..
"Aakkhhh!" teriak Tasya kesakitan di kepalanya.
Yah! Triny seketika menarik kuat rambut Tasya sampai kepala Tasya mendongak ke atas.
"Kesalahan lo sudah sangat banyak. Pertama, lo nyakitin Kimberly ketika bermain basket. Lo berulang kali lempari dia dengan bola basket dengan sangat kuat. Ditambah lagi, lo ngelempar bola basket itu tepat di bagian tubuhnya yang rawan yaitu kepala, bahu dan pinggang. Apa lo memang berniat ingin buat Kimberly celaka? Kedua, lo dengan beraninya nyebut Kimberly perempuan murahan dan perempuan gampangan. Bahkan lo juga nyebut Kimberly perempuan yang tidak setia dengan satu laki-laki. Sudah punya pacar, tapi masih berhubungan dengan laki-laki lain!"
Deg..
Tasya terkejut ketika mendengar ucapan demi ucapan dari Triny. Ditambah lagi ketika melihat tatapan mata Triny yang begitu tajam. Begitu juga dengan sahabat-sahabatnya Tasya. Mereka hanya diam sejak tadi. Ingin keluar, namun ditahan oleh Danela dan Dania.
"Kesalahan ketiga lo adalah memfitnah Kimberly dengan mengatakan bahwa Kimberly selalu ganggu lo disaat sendirian. Dan lo juga mengatakan Kimberly pernah hancurin ponsel milik lo!" Triny menatap tajam Tasya. "Lo manusia busuk yang pernah gue temui. Seenaknya lo ngomong begitu untuk adik gue!" bentak Triny.
Tasya membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan dari Triny yang mengatakan bahwa Kimberly adalah adiknya.
Tasya belum tahu hubungan Kimberly dengan Triny. Sementara untuk Billy dan Aryan, Tasya sudah tahu akan hubungan ketiganya.
Ketika Kimberly mencekik lehernya, Tasya tidak terlalu mendengar suara Triny yang ikut membujuk Kimberly.
"Lo ngelakuin hal menjijikkan itu terhadap Kimberly karena lo marah karena Kimberly yang menjadi kekasih dari Tommy Alexander bukan lo. Lo cemburu dan juga marah terhadap Kimberly karena kalah bersaing mendapatkan cinta Tommy. Lo suka sama Tommy, namun justru Tommy suka sama Kimberly. Nah! Ketika lo dapat kabar tentang Kimberly, lo langsung marah sehingga lo berani nyebut dia sebagai perempuan murahan dan perempuan gampangan!"
Triny berucap dengan penuh amarah dengan tangannya makin menarik kuat rambut Tasya sehingga membuat Tasya berteriak kesakitan.
"Lo ngelakuin hal itu terhadap Kimberly karena lo ingin merebut Tommy dari Kimberly. Lo ingin jadikan Tommy kekasih lo sehingga Tommy nggak balik lagi sama Kimberly."
"Menjijikkan!" ucap Lisa, Alisha, Dania dan Danela bersamaan.
"Lo sudah salah mencari lawan, saudari Tasya. Dikarenakan lo sudah mengusik adik gue, maka terima hukuman dari gue."
Triny kemudian melepaskan tarikannya dari rambut Tasya dengan sedikit dorongan sehingga membuat tubuh Tasya tersungkur ke belakang.
"Bersiaplah menerima hukuman dari gue, dari Billy dan Aryan."
Setelah mengatakan itu, Triny pergi meninggalkan ruang UKS. Dan diikuti oleh Dania, Danela, Lisa dan Alisha.
Sementara Tasya sudah ketakutan saat ini ketika mendengar ucapan dari Triny sekaligus memikirkan tentang hukuman. Begitu juga dengan keenam sahabatnya.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Di kediaman Fathir Aldama terlihat ramai dimana keempat sahabatnya Kimberly, ketiga sepupunya yaitu Billy, Aryan dan Triny lengkap dengan sahabat-sahabatnya termasuk Tommy. Mereka semua berkumpul di ruang tengah.
"Aku akan ke kamar Kimberly!" seru Triny.
Setelah mengatakan itu, Triny langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar Kimberly.
Diam-diam Billy mengirim pesan WhatsApp kepada Triny dan meminta Triny untuk melakukan sesuatu.
"Iya, Bil!" jawab Tommy.
"Pergilah ke Paviliun belakang."
Tommy melihat tepat di manik hitam Billy. Seketika Tommy paham maksud Billy meminta dirinya ke Paviliun belakang.
"Baiklah."
Setelah itu, Tommy langsung berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan ruang tengah untuk menuju Paviliun belakang.
^^^
Tok..
Tok..
Tok..
"Kim, ini gue Triny. Gue masuk ya?!"
"Iya!"
Cklek..
Triny membuka pintu kamar Kimberly. Setelah terbuka, Triny pun langsung masuk ke dalam kamarnya Kimberly.
Kimberly saat ini duduk di sofa sembari bermain ponsel lalu Triny datang dan langsung menarik tangannya.
"Ikut gue sebentar!"
"Yak, Triny! Lo mau bawa gue kemana?"
"Diam! Ikut aja!"
Seketika Kimberly langsung mengatub bibirnya ketika mendengar ucapan dari Triny yang menurutnya galak.
Triny melirik sekilas kearah Kimberly. Dan dapat dia lihat Kimberly yang mempoutkan bibirnya. Seketika Triny tersenyum.
^^^
Triny dan Kimberly sudah sampai di Paviliun belakang dengan Kimberly menatap bingung Triny.
Yah! Billy mengirim pesan WhatsApp kepada Triny dan meminta Triny untuk membawa Kimberly disana. Dia juga akan meminta Tommy untuk kesana.
"Triny, kenapa lo bawa gue kesini?"
"Nggak usah nanya. Diam dan ikutin aja. Jangan bawel deh," jawab Triny.
"Aish! Kok kamu yang marah? Seharusnya aku yang marah."
Kimberly jika sudah mode kesal dan merajuk maka ucapannya akan berubah dari gue menjadi aku.
"Maka dari itu, kamu diam aja. Nggak usah nanya. Nanti kamu juga akan tahu sendiri."
Dan Triny pun merubah ucapannya dari lo menjadi kamu mengikuti ucapan dari Kimberly.
"Sekarang masuk!"
"Yak, Triny!"
"Masuk, Kimberly Aldama!"
"Aish!"
Kimberly akhirnya melangkah masuk ke dalam Paviliun itu dengan wajah cemberutnya. Setelah Kimberly masuk, Triny langsung menguncinya dari luar.
"Yak, Triny! Kenapa dikunci!"
"Biar lo nggak kabur!"
"Triny buka!" teriak Kimberly sembari menggedor-gedor pintu.
Dug..
Dug..
Dug..
"Tommy, lo selesaiin masalah lo sama Kimberly. Eh, maaf! Gue ralat. Maksud gue, lo harus segera kasih tahu Kimberly yang sebenarnya!" teriak Triny dari luar Paviliun.
Sementara Kimberly mendengar ucapan teriakan sekaligus ucapan Triny menatap kedua alisnya bingung.
"Triny barusan nyebut nama Tommy. Dia juga bilang kalau Tommy harus ngasih tahu sesuatu?" batin Kimberly.
Detik kemudian..
Kimberly seketika membelalakkan matanya setelah mengetahui maksud dari perkataan Triny. Kemudian Kimberly berlahan membalikkan badannya.
Dan....
"Hei," sapa Tommy dengan tersenyum manis menatap wajah cantik Kimberly yang tampak terkejut.