
Kimberly sudah berada di sekolahnya. Dan saat ini Kimberly sedang bersama dengan kedua sahabatnya yaitu Catharine dan Rere di Kantin. Sementara Santy dan Sinthia belum datang.
"Kim," panggil Catharine.
"Hm." Kimberly menjawab deheman sambil mulutnya tak lepas dari pipet yang dihisapnya.
"Kemarin pulang sekolah kamu dianter sama Tommy kan?"
"Iya. Kenapa?"
"Kemana aja?" Catharine menatap penasaran Kimberly.
Kimberly melirik kearah Catharine dengan kening yang ditautkan. Kimberly bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Catharine.
"Maksudnya?"
"Yaelah, Kim! Gitu aja gak ngerti. Hellooo...kamu bukan pertama kalinya pacaran Kimberly!"
Kimberly mendengus, lalu setelah kembali menatap ponselnya sembari menikmati jus mangga.
"Kim."
"Hm."
"Jawab dong. Kemana aja kemarin? Gak mungkin kan cuma sekedar nganterin kamu pulang. Pasti Tommy ngajakin kamu kemana gitu."
"Kalau iya, kamu mau apa?" tanya Kimberly sambil melirik sekilas Catharine. Dapat dilihat oleh Kimberly wajah kepo Catharine.
Mendengar jawaban dari Kimberly, Catharine tersenyum. Catharine memegang tangan Kimberly, lalu menggoyang-goyangkannya.
"Ceritain dong. Kamu diajakin kemana aja sama Tommy." Catharine memperlihatkan baby facenya kepada Kimberly.
Kimberly tersenyum menatap wajah Catharine. "Tommy..." Kimberly sengaja menghentikan ucapannya sambil terus menatap wajah kepo Catharine.
"Tommy ngajakin aku ke..." Kimberly kembali menghentikan ucapan. Di dalam hatinya, Kimberly sudah tertawa geli melihat wajah keponya Catharine yang menurutnya begitu lucu.
"Tommy ngajakin aku....! Panjang ceritanya. Kalau aku cerita gak akan kelar-kelar." Seketika Catharine menjatuhkan wajahnya ketika mendengar ucapan dari Kimberly.
"Sialan," umpat Catharine.
"Hahahaha." Kimberly tertawa keras.
Ketika keduanya sedang asyik, tanpa diketahui oleh Kimberly dan Catharine. Talitha dan Syafina beserta teman-temannya datang melabrak Kimberly dan Catharine.
BYUURR!
Talitha menumpahkan sebotol kecil fanta ke kepala Kimberly sehingga membuat rambut dan baju Kimberly menjadi merah.
Melihat apa yang dilakukan Talitha terhadap Kimberly membuat Catharine menggeram marah. Sementara Kimberly berusaha untuk menahan emosinya.
"Apa-apa lo Talitha? Kenapa lo nyiram Kimberly pake minuman fanta?!" bentak Catharine.
"Teman lo ini pantas mendapatkannya. Lo tahu tidak. Teman lo tidak lebih dari cewek murah*n. Gayanya aja yang sok suci. Padahal aslinya murah*n!" bentak Talitha.
PLAAKK!
Catharine menampar keras pipi Talitha sehingga membuat pipi Talitha memerah dan berdarah.
"Jaga ucapan lo. Apa begini ajaran dari orang tua lo, hah?! Atau jangan-jangan orang tua lo udah lepas tangan dan udah gak sanggup lagi mendidik lo!" bentak Catharine.
"Berani lo nampar gue, hah!" bentak Talitha dengan menatap tajam Catharine.
Catharine tersenyum menyeringai. "Emang lo siapa? Gue gak pernah takut dengan samp*h kayak lo dan teman-teman lo!" bentak Catharine balik.
Talitha memberikan kode kepada Aurel dan Kiara. Mendapatkan kode dari Talitha. Kiara dan Aurel pun mengerti.
Kiara dan Aurel memegang kedua tangan Catharine. Melihat Catharine sudah tidak bergerak lagi. Talitha mendekati Catharine. Talitha hendak memukul perut Catharine.
Ketika tangan Talitha sedikit lagi mengenai perut Talitha, tiba-tiba...
BUGH!
"Aakkhhh!" teriak Talitha ketika merasakan sakit di bagian perutnya dan tubuhnya juga terhuyung ke belakang.
Kimberly seketika berdiri dan memberikan pukulan keras di perut Talitha sehingga membuat Talitha meringis kesakitan.
Melihat Talitha yang mendapatkan pukulan dari Kimberly. Selena dan Brenda menyerang Kimberly secara bersamaan. Sementara Kiara dan Aurel masih memegang kedua tangan Catharine dengan kuat.
Selena dan Brenda memberikan pukulan-pukulannya kearah Kimberly, namun dengan gesit Kimberly menghindar dan membalas Selena dan Brenda dengan tendangan kuatnya.
DUAGH!
DUAGH!
Kiara dan Aurel melepaskan tangan Catharine, lalu menyerang Kimberly secara bersamaan. Sementara Kimberly menatap nyalang keduanya.
Ketika Aurel dan Kiara ingin menyerang Kimberly. Kimberly sudah terlebih dahulu memberikan pukulan kepada Aurel dan Kiara dengan nampan aluminium yang di atas mejanya.
PRAAKK!
PRAAKK!
"Aaakkhhh!" teriak keduanya merasakan sakit di wajahnya.
Kimberly memukul kuat wajah Aurel dan Kiara dengan nampan tersebut dengan keras. Kini wajah keduanya merah dan hidung mereka mengeluarkan darah. Keempat teman-temannya Talitha kini dalam keadaan tak berdaya.
Kimberly menatap tajam kearah Talitha. Kakinya melangkah mendekati Talitha. Sementara Talitha menatap sedikit takut kepada Kimberly.
SREETT!
Kimberly menekan kuat rahang Talitha sehingga membuat Talitha meringis. "Kau sudah salah mencari lawan Talitha. Kau bukanlah tandinganku."
BUGH!
BRUUKK!
Kimberly mendorong kuat tubuh Talitha sehingga membuat tubuh Talitha tersungkur di lantai. Kimberly menatap tajam kearah Talitha dan teman-temannya.
Catharine menghampiri Kimberly. Catharine takut jika sosok itu akan berbuat hal yang lebih buruk lagi kepada Talitha dan teman-temannya.
"Kim," panggil Catharine dengan menyentuh bahu Kimberly sedikit takut.
Kimberly melihat kearah Catharine. Dapat dilihat oleh Kimberly, Catharine yang sedikit takut kepadanya.
Kimberly tersenyum. "Jangan takut. Ini aku bukan dia. Sekali pun dia. Dia tidak akan nyakitin orang-orang yang dekat denganku. Apalagi orang-orang yang begitu sangat aku sayangi."
"Maafkan aku," sahut Catharine.
"Tak apa."
"Ya, sudah! Kita ke toilet. Kamu harus bersihin tubuh kamu. Lihatlah rambut dan baju kamu merah semua."
"Hm."
"Kamu bawa baju gantikan?"
"Selalu."
"Syukurlah."
Dan setelah itu, Kimberly dan Catharine pergi meninggalkan Kantin. Tapi baru beberapa langkah. Terdengar suara teriakan dari Syafina.
"Wow. Anak sialan! Mau kemana, hah?!" teriak Syafina.
Mendengar teriakan Syafina membuat para penghuni Kantin menatap tak suka Syafina dan teman-temannya. Sekian banyak murid-murid di sekolah Kimberly. Hanya 70% persen yang menyukai kepribadian Kimberly dan sahabat-sahabatnya.
Sementara yang 30% nya lagi sangat tidak menyukai Kimberly dan sahabat-sahabatnya. Salah satunya termasuk seniornya dari kelompok EXID.
Murid-murid yang menyukai kepribadian Kimberly dan sahabat-sahabatnya menatap jijik kelompok Talitha dan kelompok Syafina. Mereka tidak pernah jera selalu saja mengganggu Kimberly. Dulu hanya kelompok Syafina yang suka membully. Sekarang semenjak kelompok Talitha bersekolah disini mereka bergabung dengan kelompok Syafina dan membully teman-teman sekolahnya.
Untuk murid-murid yang sekelas dengan Kimberly. Mereka tampak sangat bahagia. Semenjak pertama kali berteman dengan Kimberly. Kimberly banyak mengajarkan mereka ilmu bela diri. Dengan begitu mereka bisa menjaga diri mereka dari aksi bully.
"Mau apalagi, hah?!" bentak Catharine.
"Gue gak ngomong sama lo sialan. Jadi diam lo!" bentak Syafina.
Ketika Catharine ingin membalas perkataan Syafina, Kimberly sudah menahannya. Catharine melihat itu pun paham dan membatalkan niatnya.
"Ada apa? Apa kau dan teman-temanmu ingin merasakan apa yang dirasakan oleh Talitha dan teman-temannya, hum? Boleh. Ayo, kemarilah!"
"Brengsek! Apa maksud lo nyebarin video gue dan teman-teman gue di internet, hah?!" teriak Syafina.
Kimberly melihat kearah Catharine. Begitu juga dengan Catharine. Mereka saling menatap satu sama lainnya. Setelah itu, keduanya kembali menatap Syafina.
"Sejujurnya sih aku tidak ada niatan untuk menyebarkan video kalian yang menjijikkan itu ke internet. Tapi kalian yang sudah membuatku melakukannya. Kalian yang terlebih dahulu mencari masalah denganku dan sahabat-sahabatku. Bahkan kalian memfitnahku dan sahabat-sahabatku dengan mengatakan bahwa ada siswa dan siswi yang melakukan hubungan layaknya seperti suami istri di sekolah. Kalian ingin sekali masuk penjara. Tapi sayangnya, usaha kalian gagal total." Kimberly menatap jijik Syafina dan kelompoknya.
"Sekarang aku tanya padamu. Siapa yang memulai duluan? Aku atau kau?"
"Aku peringatkan sekali lagi padamu dan juga teman-temanmu. Menjauhlah dariku dan sahabat-sahabatku. Jangan coba-coba mencari masalah lagi dengan kami. Mengerti!"
Setelah mengatakan itu, Kimberly dan Catharine pergi meninggalkan Kantin. Catharine menemani Kimberly untuk membersihkan diri dari siraman fanta yang dilakukan oleh Talitha.