
Keesokkan paginya anggota keluarga Fathir Aldama tengah menikmati sarapan pagi mereka. Mereka menikmati sarapan paginya dengan penuh kebahagiaan terutama Kimberly.
"Mom, Dad." Kimberly memanggil kedua orang tuanya ketika mulutnya penuh dengan makanan.
"Astaga, sayang. Ditelan dulu tuh makanannya." Nashita menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putrinya. Begitu juga Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan.
Kimberly pun langsung menelan makanan yang ada di dalam mulutnya. "Mom, Dad. Besok aku mau hadiri acara reuni SMP ku."
Mendengar perkataan dari Kimberly. Nashita, Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan saling melirik. Mereka saling memberikan tatapan dan juga kode.
Setelah itu, mereka semua melihat kearah Kimberly, kesayangannya.
"Kamu yakin mau pergi ke acara itu?" tanya Fathir.
"Hm. "Kimberly menjawab dengan anggukan kepala.
"Bagaimana kejadian yang lalu dan kejadian di mall semalam terulang sayang. Mommy tidak mau kamu dihina dan permalukan," ucap Nashita.
Kimberly menatap wajah ibunya. "Mom. Justru itu aku harus pergi. Jika aku tidak pergi. Mereka akan menganggap aku berasal dari keluarga miskin. Selama ini mereka tahunya kita numpang hidup dengan keluarga Clara. Selama ini mereka tahu Clara berasal dari keluarga kaya raya. Dan keluarganya berasal dari keluarga terpandang. Sudah waktunya mereka tahu siapa aku yang sebenarnya. Kejadian di mall semalam itu baru pemanasan. Aku bakal memberikan kejutatan yang akan membuat mereka semua bungkam dan menunduk di hadapan aku."
Mendengar perkataan dari Kimberly membuat mereka semua mengangguk. Mereka membenarkan apa yang dikatakan oleh kesayangan mereka. Selama ini kesayangan mereka ini merahasiakan identitas aslinya sebagai putri kesayangan dari dua keluarga yang kaya raya dan terkenal nomor satu di dunia dan di Jerman. Dan sudah saatnya kesayangannya ini membeberkan statusnya.
"Mommy izinkan kamu pergi. Tapi dengan satu syarat."
"Apa?"
"Jangan sampai terpancing emosi sehingga bisa membuat sosok yang ada di dalam diri kamu keluar."
"Mom. Sosok itu tidak akan keluar selama orang-orang tidak menghina kalian. Sosok itu tidak akan keluar selama orang-orang itu tidak menyentuhku apalagi menyakitiku. Masalah mereka menghina ku karena aku miskin. Itu masih hal yang wajar. Aku bisa mengatasinya."
Kimberly dan keempat sahabatnya akan menghadiri acara reuni dengan para mantan teman-teman satu sekolah SMP mereka dulu. Acara reuni itu diadakan di sebuah Hotel mewah, mahal dan terkenal di kota Berlin, Jerman.
Tujuan diadakan acara reuni itu selain untuk saling melepaskan rindu dan bertahap muka. Beberapa dari mereka. Lebih tepatnya ada sekitar 15 orang yang tak menyukai Kimberly dan keempat sahabatnya. Mereka berniat untuk menghina dan mempermalukan Kimberly dan keempat sahabatnya di depan para tamu undangan.
Acara reuni itu bukan hanya reuni biasa melainkan acara pertunangan salah satu kakak perempuan dari 15 orang yang tak menyukai Kimberly.
Sayangnya, mereka semua tak menyadari bahwa apa yang akan mereka lakukan akan berbalik kepada mereka dalam sekejap. Justru mereka lah yang akan menjadi malu. Bukan mereka saja. Anggota keluarga mereka juga harus menanggung malu akibat kelakuan anak-anak mereka. Bisa dipastikan para ayah mereka akan kehilangan Perusahaan dalam hitungan jam.
Seperti yang sudah diketahui. Banyak pasang mata mengawasi setiap pergerakan Kimberly. Kemana pun, dimana pun dan apapun yang dilakukan Kimberly telah terekam sangat sempurna. Untuk Kimberly. Dirinya sudah tahu jika selama ini pergerakan selalu diawasi. Dan Kimberly juga tahu siapa mereka?
Namun Kimberly tidak mempermasalahkan hal itu. Justru Kimberly sangat bahagia dan bersyukur. Kimberly bahagia diperlakukan seperti tuan putri oleh anggota keluarganya.
Ya! Orang-orang yang selama ini mengawasinya adalah orang-orang suruhan ayahnya, keempat kakak-kakaknya dan juga para kakak-kakak sepupunya.
Bukan hanya Kimberly saja yang diawasi. Seluruh anggota keluarga Aldama, Fidelyo, keluarga Sheehan dan keluarga Ravindra. Masing-masing mereka selalu ada yang mengawasinya. Jadi jika ada yang terluka, anggota keluarga yang lainnya akan langsung bertindak.
"Tapi apapun itu. Mommy tetap meminta padamu untuk tidak terpancing, oke!"
Kimberly tersenyum. "Apapun permintaan Mommy. Aku akan turuti."
Mendengar jawaban dari putrinya, Nashita tersenyum bahagia. "Terima kasih sayang."
"Aku beritahu satu hal sama Mommy, Daddy, Kak Jason, Kak Uggy, Kak Enda dan Kak Iyan."
"Apa itu sayang?" tanya Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan.
"Apa sayang?" tanya mereka kompak.
"Saat aku sedang berbicara dengan dia. Kita duduknya berhadapan. Aku seperti melihat diri aku sendiri. Dia juga meminta maaf kepadaku karena telah membunuh orang saat di rumah sakit itu. Dia bilang kalau dia melakukan itu karena ingin melindungiku. Dia tidak mau melihatku dibawa pergi."
"Jadi..." ucapan Jason terpotong.
"Iya, Kak Jason. Dalam perjalanan pulang sama Bibi Luna saat itu dimana ada beberapa motor yang mengejar. Sosok itu sudah mengambil alih tubuhku. Dia tahu jika aku dalam bahaya. Dan sosok itu masih ada saat aku dirawat di rumah sakit. Sosok itu tahu jika orang-orang itu akan datang lagi untuk membawaku."
Mendengar cerita dari Kimberly mereka semua benar-benar bersyukur akan kehadiran sosok yang saat ini ada di dalam diri Kimberly. Sosok itu selalu menjaga Kimberly dan selalu keluar ketika Kimberly dalam bahaya.
"Sosok itu juga berjanji padaku. Jika dia keluar lagi. Dia tidak akan membunuh. Tapi sosok itu akan membuat orang-orang itu tidak akan bisa berbuat apa-apa lagi selama hidupnya."
"Maksud kamu apa sayang. Daddy gak ngerti," ucap dan tanya Fathir.
"Mematahkan salah satu anggota tubuhnya. Misalkan orang itu ingin menamparku. Maka sosok itu akan langsung mematahkan tangannya. Pokoknya intinya seperti itu. Sosok itu tidak akan membiarkan siapapun menyakitiku."
"Kakak setuju dengan idenya. Sosok itu melakukan itu karena dia sayang sama kamu. Sosok itu tidak ingin membuat kamu ketakutan." Uggy berucap.
"Iya, Kak. Itulah alasan dia datang menemuiku dan meminta maaf kepadaku karena sudah buat aku ketakutan. Dan juga berjanji akan menghajar orang-orang yang sudah mengusikku tanpa harus membunuh."
Mendengar penjelasan dari Kimberly membuat mereka tersenyum bahagia dan juga berucap syukur. Baik Kimberly maupun mereka selaku orang tua dan kakak-kakak Kimberly tidak merasakan ketakutan lagi.
***
Setelah selesai sarapan pagi. Kimberly langsung pamit ke sekolah. Kini Kimberly sudah berada di dalam kelas.
Ketika tiba di dalam kelas. Kimberly melihat ada sebuah amplop berwarna kuning di dalam lacinya.
Dengan rasa penasarannya. Kimberly mengambil amplop itu. Setelah amplop itu ada di tangannya. Kimberly langsung melihat isi dan mengeluarkannya.
DEG!
Kimberly terkejut ketika melihat apa yang tidak ingin dilihat olehnya. Seketika Kimberly menangis.
Kimberly melihat foto mesra Tommy dan Talitha. Di dalam foto itu, Tommy dan Talitha sedang berciuman.
Disisi lain di luar kelas. Talitha dan keempat sahabatnya tersenyum puas dan bahagia melihat Kimberly yang menangis ketika melihat foto Talitha sedang berciuman dengan Tommy.
"Dasar cewek bodoh. Mau saja dibohongi," ucap Aurel.
"Hahahaha." mereka tertawa pelan sambil menutup mulutnya.
"Padahal foto itu ketika kamu masih pacaran sama Tommy," ucap Selena.
"Semoga saja Kimberly langsung ifiel sama Tommy dan pergi meninggalkan Tommy," ucap Kiara.
"Hm." Brenda, Selena dan Aurel mengangguk.
"Ya, sudah. Yuk, kita ke kantin. Laper nih," ajak Talitha.
Setelah puas melihat Kimberly yang menangis karena melihat fotonya bersama Tommy. Talitha dan keempat sahabatnya langsung pergi menuju kantin.