
[Kediaman Fidelyo, Berlin]
Di kediaman Fidelyo tampak ramai dimana semua anggota keluarga pada berkumpul di ruang tengah. Disana juga ada Nashita, Fathir, putra-putranya dan ketiga keponakannya yaitu Billy, Triny dan Aryan.
Mereka semua mengobrol dan berbincang-bincang seputar perjalanan Nashita dan keluarganya dan seputar pekerjaan masing-masing.
Sementara Uggy hanya diam. Dia tidak ikut dalam obrolan tersebut. Sejak tadi Uggy celingak-celinguk mencari seseorang. Orang yang begitu dia rindukan beberapa hari ini.
Indira yang peka keadaan sekitarnya langsung melihat kearah Uggy yang terlihat sedang mencari seseorang. Indira seketika tersenyum.
"Apa kamu mencari keberadaan adik perempuan kamu itu, hum?" tanya Indira.
Mendengar pertanyaan dari Indira yang ditujukan kepada Uggy membuat semuanya menatap kearah Uggy.
Dan detik kemudian, Nashita serta yang lainnya baru menyadari bahwa Kimberly tidak bersamanya.
"Ach, iya! Kimberly mana? Indira dimana putrinya kakak? Kau sembunyikan dimana putri kesayangannya kakak!"
Seketika Indira memutar bola matanya malas ketika mendengar pertanyaan lebay dari kakak sepupunya itu.
Sementara anggota keluarga lainnya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat dan mendengarkan pertanyaan dari Nashita.
"Tidak usah lebay deh kak. Siapa juga yang menyembunyikan putri kakak yang keras kepala itu," sungut Indira.
"Tapi buktinya putriku tidak disini. Berati sudah jelaskan kamu yang menyembunyikannya!" balas Nashita.
Nashita menatap Indira dengan intens. "Ayo, jujur saja Indira. Kakak tahu siapa kamu. Kamu itu sangat menyayangi anak perempuan. Ketika Kimberly datang kesini, kamu orang pertama yang bahagia. Dan kemungkinan besar, kamu memiliki niat untuk merebut Kimberly dari kakak."
Seketika Indira membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan dari kakak sepupunya itu. Dia tak menyangka jika kakaknya mengatakan hal itu.
"Mom, jangan gitu dong!" sela Risma.
"Kenapa? Kamu marah sama Mommy. Seharusnya kamu marah tuh sama Mami kamu. Mami kamu itu tidak benar-benar menyayangi kamu. Dia itu sejak dulu ingin Kimberly menjadi putrinya."
"Kakak Nashita!"
"Mommy!"
"Hahahahahaha.
Indira dan Risma secara bersamaan berteriak dengan menampilkan wajah cemberut masing-masing menatap kearah Nashita.
Sementara Nashita seketika tertawa keras mendengar teriakkan kompak dari adiknya dan keponakannya.
Bagaimana dengan anggota keluarga lainnya? Sudah dipastikan semua anggota keluarga ikut tertawa akan keusilan Nashita terhadap Indira dan Risma.
"Hahahahahaha."
Nashita tersenyum menatap kearah Indira dan Risma. Dia senang sekali karena berhasil menjahili keduanya.
"Oke, oke! Maafkan kakak. Kakak bercanda. Jangan sepet gitu dong wajahnya. Normalkan kembali."
"Kamu juga sayang. Kalau kamu marah sama Mommy. Pintu rumah Mommy akan selalu tertutup untuk kamu." Nashita berucap sembari tersenyum evil.
Risma seketika melihat kearah Nashita sehingga membuat Nashita makin melebarkan senyumnya itu.
"Hah!"
Risma menghela nafas pasrahnya akan ulah sang Bibinya itu. Dia tidak menyangka jika Bibinya dengan kejam menjahili dirinya dan ibunya.
"Oma, memangnya Kimberly kemana?" tanya Uggy yang pada akhirnya membuka suaranya.
"Kimberly pagi-pagi sekali izin keluar. Katanya sih jalan pagi sambil menikmati suasana Desa Mitte," jawab Hilda
"Sejak pukul berapa Kimberly perginya, Oma?" tanya Enda.
"Emm... pukul berapa ya." Hilda berusaha mengingatnya.
"Pukul 6 pagi!" seru Mila tiba-tiba.
"Ach, iya! Kimberly keluar sekitar pukul 6 pagi," ucap Hilda kembali.
"Ini sudah pukul 10 siang. Kimberly belum kembali juga. Masa iya jalan paginya sampai pukul 10 siang?" Jason berucap.
Mendengar ucapan dari Jason seketika membuat semuanya terdiam. Mereka membenarkan apa yang dikatakan oleh Jason.
Detik kemudian..
"Sudah... Sudah! Positif thinking saja. Siapa tahu Kimberly memang sedang menikmati suasana Desa Mitte. Secara kan Kimberly jarang datang kesini. Jadi biarkan saja. Jika nanti sekitar pukul 12 Kimberly belum kembali. Kita akan cari Kimberly!" seru Vicky.
Mendengar ucapan dari Vicky membuat semua anggota keluarga menganggukkan kepalanya. Mereka berdoa semoga Kimberly memang benar-benar tengah menikmati waktu untuk dirinya sendiri.
***
Kimberly saat ini sedang berjalan di lokasi pedesaan. Cuaca disana begitu sejuk sehingga membuat tubuh Kimberly merasakan dingin, namun tidak sampai membuat tubuhnya menggigil. Dinginnya membuat tubuh Kimberly nyaman.
Kimberly melangkahkan kakinya sembari berdendang ria menyanyikan sebuah lagu yang dia dengar dari earphone yang ada di telinganya. Sesekali Kimberly membalas sapaan dari beberapa warga yang menyapanya. Begitu juga dengan Kimberly sendiri yang juga menyapa beberapa warga yang dia lihat.
Kini Kimberly berada di sebuah Cafe dimana Cafe tersebut adalah tempat para anak muda menghabiskan waktu disana, seperti istirahat ketika lelah bekerja, mengisi perut ketika ingin makan makanan favorit disana dan lainnya.
Kimberly memesan dua menu. Satu menu minuman dan satu menu makanan. Dan kedua menu itu sudah tersaji diatas meja.
Kimberly saat ini tengah bahagia. Bagaimana tidak? Sejam yang lalu dia baru saja mendapatkan panggilan video call dari Tommy. Ketika berbicara dengan Tommy. Tommy selalu berhasil membuat hatinya nyaman, ditambah lagi berbunga-bunga.
Ketika Kimberly sedang menikmati makanannya disertai dengan kebahagiaan yang sedang mengingat ketika berbicara dengan Tommy. Seseorang datang dan langsung duduk di di hadapannya sehingga membuat mood Kimberly hancur saat itu juga.
Deg..
Kimberly mematung ketika mendengar sapaan serta suara orang tersebut.
Kimberly melihat sekilas kearah orang tersebut. Dan seketika Kimberly mengepal kuat tangannya ketika melihat orang yang begitu dia benci dalam hidupnya.
Setelah menatap orang di depannya, Kimberly fokus pada makanannya dan ponselnya yang masih menyala. Kimberly bahkan tidak mempedulikan keberadaan orang tersebut.
Melihat sikap acuh Kimberly, ditambah lagi raut tak suka Kimberly terhadap dirinya. Namun orang itu tidak mempedulikan hal tersebut. Yang dia pikirkan sekarang ini adalah bagaimana caranya dia bisa mendapatkan hati gadis di depannya ini.
"Bagaimana kabarmu sekarang, Kim? Lama tidak mendengar kabar darimu," ucap dan tanya orang itu.
Hening...
"Selain sekolah. Kamu kesibukan apa sekarang Kim?"
Hening..
Kimberly lagi-lagi diam dan tidak menjawab pertanyaan dari orang di depannya itu. Dia lebih fokus pada layar ponselnya sembari menikmati jus pokatnya.
"Kim," ucap orang itu dengan bersamaan tangannya memegang punggung tangan Kimberly lalu menggenggamnya.
Deg..
Seketika Kimberly terkejut ketika melihat apa yang dilakukan oleh orang itu. Dia tidak menyangka jika orang itu berani menyentuh tangannya.
Sadar atas apa yang terjadi, Kimberly langsung menarik tangannya, namun orang itu terlalu kuat menggenggam tangannya.
Kimberly menatap penuh kebencian orang yang duduk di hadapannya, sementara orang tersebut tersenyum manis padanya.
"Aku merindukan kamu, Kimberly! Aku ingin kamu menjadi kekasihku lagi. Kita mulai dari awal lagi. Aku janji akan memperlakukan kamu special dalam hidupku."
Kimberly tidak mengeluarkan kata-kata apapun. Justru Kimberly makin menatap penuh kebencian akan orang di hadapannya itu.
"Lepaskan tanganku!" Kimberly berucap dengan nada ketus dan wajah dingin.
"Ayolah, Kim! Aku mohon. Berikan kesempatan untukku."
"Lepaskan tanganku, tuan Antoni Archard!" bentak Kimberly dengan suara kerasnya.
Mendengar ucapan serta teriakan dari Kimberly membuat penghuni Cafe terkejut. Mereka semua melihat keasal suara. Dan dapat melihat sepasang kekasih yang sedang bertengkar dimana laki-lakinya memegang tangan perempuannya.
Ya! Laki-laki yang menggangu Kimberly adalah Antoni Archard mantan kekasihnya.
"Aku tidak akan melepaskan tanganmu sebelum kau kembali padaku," jawab Antoni.
"Aku meminta sekali lagi padamu. Lepaskan tanganku. Dan pergi dari sini. Jangan sampai kau menyesal karena sudah berada di desa Mitte ini. Aku bisa buat kau terusir dari sini. Jika kau datang bersama para antek-antekmu, maka mereka juga akan ikut terusir!" bentak Kimberly dengan nada mengancam.
"Kau mengancamku, Kim?" tanya Antoni.
"Aku bukan mengancammu, melainkan memberikan pilihan padamu. Aku memiliki keluarga disini. Dan keluargaku memiliki pengaruh besar disini. Aku bisa meminta mereka untuk melakukan sesuatu padamu dan antek-antekmu!" bentak Kimberly.
Mendengar ucapan serta ancaman dari Kimberly membuat Antoni hanya tersenyum. Dia yakin jika Kimberly hanya menggertaknya saja karena marah padanya. Antoni tahu bahwa anggota keluarga Kimberly ada di Hamburg. Bahkan Antoni tidak percaya jika Kimberly memiliki keluarga di Mitte, Berlin!
"Sejak kapan kau suka membual, Kimberly! Kau sengajakan mengatakan hal itu agar aku melepaskan tanganmu. Bagaimana bisa kau memilih keluarga disini, sementara semua keluargamu ada di Hamburg?" ucap Antoni.
Mendengar ucapan dari Antoni membuat Kimberly menatap nyalang wajah Antoni yang terlalu percaya diri.
Dikarenakan usaha berbicara lembut dan memohon untuk Antoni mau melepaskan tangannya tidak membuahkan hasil. Dengan terpaksa Kimberly memperlihatkan siapa dirinya yang sesungguhnya.
Kimberly menyentuh tangan Antoni yang memegang tangannya sehingga membuat Antoni terkejut.
Dan detik kemudian, Antoni tersenyum.
Antoni berpikir bahwa Kimberly telah luluh karena Kimberly menyentuh tangannya.
Namun diluar dugaan, Kimberly seketika meremat kuat punggung tangan Antoni sehingga membuat Antoni meringis.
Setelah itu, Kimberly menarik tangan Antoni dari tangannya yang sejak tadi dipegangnya. Dan usahanya itu membuahkan hasil.
Kimberly kemudian menghempaskan kuat tangan Antoni sembari berucap.
"Menjauhlah dari kehidupanku, laki-laki brengsek! Jangan pernah lagi mengusik kehidupanku!" teriak Kimberly.
Kimberly langsung berdiri dari duduknya setelah mengatakan itu kepada Antoni. Dia saat ini benar-benar dalam keadaan tak baik-baik saja setelah apa yang dilakukan oleh Antoni padanya.
Kimberly berpikir jika apa yang dilakukan oleh Antoni bisa menjadi bumerang untuknya. Bisa saja diantara salah satu pengunjung Cafe mengambil foto ketika Antoni memegang tangannya lalu dengan foto itu Antoni bisa menghancurkan hubungannya dengan Tommy. Kimberly tidak ingin Tommy salah paham padanya.
Setelah Kimberly membayar pesanannya, Kimberly pun langsung pergi meninggalkan Cafe itu.
Namun seketika langkahnya terhenti ketika mendengar mendengar ucapan dari Antoni.
"Aku tidak akan melepaskanmu, Kimberly! Kau harus menjadi milikku apapun yang terjadi. Dulu aku telah gagal menjagamu. Bahkan aku dengan tega melepaskanmu demi perempuan lain. Dan untuk kali ini aku akan merebutmu dari laki-laki itu!"
Mendengar ucapan demi ucapan serta ancaman yang Antoni berikan, Kimberly pun menjawabnya sehingga membuat beberapa pengunjung Cafe merinding mendengarnya.
"Lakukan sesukamu asal kau tidak menyesal jika terjadi sesuatu terhadap anggota keluargamu terutama kedua orang tuamu. Jika waktu itu kakak-kakakku tidak menyakiti kedua orang tuamu hanya membuat bangkrut usaha mereka saja, tapi kali ini aku bisa menjamin kakak-kakakku akan menghabisi semua anggota keluargamu terutama kedua orang tuamu!"
"Pikirkan keselamatan keluargamu, saudara Antoni sebelum melakukan hal-hal bodoh!"
Setelah mengatakan itu, Kimberly benar-benar pergi meninggalkan Cafe tersebut. Sementara Antoni terdiam di tempat. Begitu juga dengan para pengunjung Cafe tersebut.