
Dua hari kemudian...
Sudah dua hari tidak ada kabar dari Kimberly sehingga membuat anggota keluarga benar-benar sedih dan terluka. Nashita sang ibu kini tengah tidak enak badan sejak kepergian putri kesayangannya dari rumah.
Arvind bersama adik dan adik iparnya masih terus mencari dan melacak keberadaan Kimberly. Begitu juga dengan putra-putranya dan para keponakannya.
Bukan hanya anggota keluarga yang masih terus mencari dan melacak keberadaan Kimberly, melainkan para sahabat-sahabat dari Billy, Aryan terutama Tommy sebagai pacarnya. Bahkan anggota keluarga Alexander juga ikut membantu mencari keberadaan Kimberly.
^^^
Uggy saat ini berada di ruang tengah. Sudah dua hari ini dia tidak pergi ke kantor. Uggy menyerahkan urusan kantor kepada orang-orang kepercayaannya. Pikirannya dua hari ini hanya tertuju akan adik perempuannya yang tak kunjung berhasil ditemukan.
"Hiks... Kim. Kamu dimana sayang. Apa kamu benar-benar membenci kakak karena udah bentak kamu? Maafkan kakak sayang. Pulanglah! Kakak dan anggota keluarga sangat merindukan kamu. Mommy sakit, Kim!"
Uggy tidak bisa membendung kesedihannya. Ini untuk pertama kalinya pertengkaran dia dan adik perempuannya hingga membuat adik perempuannya itu pergi meninggalkan rumah. Dia benar-benar menyesal saat ini. Jika waktu bisa diputar kembali, dia akan mendengarkan perkataan adiknya itu. Dan dia juga akan mengikuti apa yang diinginkan oleh adik perempuannya itu padanya.
Jason, Enda dan Riyan yang baru saja keluar dari ruang kerjanya masing-masing karena habis berbicara dengan para tangan kanannya yang bertugas mencari adik perempuan mereka.
Mereka melihat Uggy yang duduk sendirian di ruang tengah dalam keadaan menangis. Bahkan mereka mendengar apa yang ucapkan oleh Uggy.
Kemudian mereka melangkahkan kakinya menghampiri Uggy yang duduk sendirian di sofa ruang tengah. Hati mereka merasakan sakit melihat kondisi Uggy saat ini terutama Riyan.
Jason duduk di samping adik pertamanya itu lalu tangannya menepuk pelan bahu adiknya sehingga membuat adiknya itu langsung menolehkan kepalanya melihat dirinya.
"Kakak tahu akan perasaan kamu. Tapi tidak harus seperti ini. Dua hari ini kakak lihat kamu tidak ke kantor. Dan kakak juga lihat kamu yang selalu menyalahkan diri kamu atas kepergian Kimberly."
"Uggy, kamu sedih. Kakak juga sedih. Kita semua juga sedih. Tidak ada satu pun dari kita yang berhasil menemukan keberadaan Kimberly. Yang kita butuhkan sekarang ini adalah doa, bukan tangisan dan penyesalan."
"Dan satu lagi, kamu jangan pernah berpikir kalau Kimberly membenci kamu. Kimberly tidak seperti itu. Kimberly memang marah, tapi kemarahannya itu karena dia kecewa sama kamu. Percayalah! Kimberly akan luluh sendiri jika kamu benar-benar menyesal dan meminta maaf padanya."
"Apa yang dikatakan kak Jason itu benar kak Uggy. Kimberly tidak akan pernah membenci kakak sekali pun dia mengatakan bahwa dia benci kakak. Aku mengatakan ini karena Kimberly begitu menyayangi kita kakak laki-lakinya." Enda ikut menghibur kakaknya itu. Dia tidak tega melihat kakaknya seperti ini sejak kepergian Kimberly.
"Kak, aku mohon. Kembalilah menjadi kak Uggy yang dulu. Setidaknya pikirkan Mommy. Mommy sakit dan Mommy butuh kita," ucap Riyan.
Tes..
Air mata Uggy jatuh begitu saja ketika mendengar ucapan demi ucapan dari kakaknya dan kedua adik laki-lakinya. Di dalam hatinya membenarkan apa yang dikatakan oleh kakak dan adiknya itu.
"Maafkan aku," ucap Uggy dengan lirihnya.
"Kamu tidak salah. Baik kamu maupun Kimberly tidak salah. Jika mau mencari siapa yang salah. Hanya satu tersangkanya. Orang itu adalah teman kamu yang bernama Ragil. Dia yang sudah membuat hubungan kamu dan Kimberly rusak."
"Kamu adiknya kakak. Kimberly juga adiknya kakak. Kalian berdua kesayangannya kakak. Kakak tidak bela kamu dan kakak juga tidak bela Kimberly. Kakak tidak nyalahin kamu dan kakak juga tidak nyalahin Kimberly. Kita adalah saudara. Tugas saudara itu adalah selalu memberikan dukungan kepada saudaranya. Tak peduli dia salah sekali pun."
Uggy seketika menatap wajah tampan kakaknya itu. Seketika Uggy tersenyum. Dirinya benar-benar bahagia dan bersyukur memiliki kakak seperti kakaknya ini.
"Aku menyayangimu, kak!"
"Kakak juga menyayangimu. Jangan sedih lagi. Kita akan cari Kimberly dan membawanya pulang."
"Hm." Uggy berdehem sembari menganggukkan kepalanya.
***
"Risma, bagaimana sayang?" tanya Indira pada putri keduanya.
"Aku masih mencobanya, Mi! Aku sangat yakin jika Kimberly saat ini berada di kota ini," jawab Risma.
Mendengar jawaban sekaligus penjelasan dari Risma membuat Indira berharap keponakannya itu berada di kota ini sehingga membuat putrinya hanya mencari letak keberadaannya saja.
Bukan hanya Indira yang berharap seperti itu, anggota keluarga lainnya juga mengharapkan hal yang sama. Seperti Tantri dan suaminya Vicky Orlando beserta tiga anaknya yaitu Yuki, Yuna dan Yura serta sang bibi sekaligus sang nenek yaitu Hilda. Mereka semua berharap Kimberly segera ditemukan. Mereka memikirkan keluarga di Hamburg terutama Nashita. Mereka semuanya mendapatkan kabar bahwa Nashita jatuh sakit karena merindukan putri bungsunya.
"Ketemu!" teriak Risma tiba-tiba.
Mendengar teriakkan dari Risma membuat mereka semua melihat kearah Risma yang saat ini tengah tersenyum.
"Sayang!" panggil Indira.
"Aku berhasil menemukan lokasi Kimberly, Mam!"
Seketika mereka semua tersenyum ketika mendengar penuturan dari Risma yang menyatakan bahwa dirinya sudah berhasil menemukan keberadaan Kimberly.
"Benarkah itu dek?" tanya Jacob.
"Iya, kak!"
"Dimana, Nak?" kini Hilda yang bertanya kepada cucunya itu.
"Hotel."
"Ya, sudah kalau begitu. Kita kesana sekarang!" seru Vicky sang Paman.
"Tidak usah!" Risma seketika melarang anggota keluarganya untuk menyusul Kimberly ke hotel.
"Kenapa sayang?" tanya Tantri.
"Kalau kita kesana yang ada nantinya masalah makin buruk. Kalian tahukan seperti apa sifat Kimberly jika sudah kecewa dengan orang-orang terdekatnya? Kalau kita kesana takutnya Kimberly akan pergi makin jauh lagi," sahut Risma menjelaskan tentang larangannya itu.
Mendengar ucapan serta penjelasan dari Risma membuat mereka semua langsung menganggukkan kepalanya.
"Kimberly ada di hotel mana?" tanya Yuki putra sulungnya Tantri dan Vicky.
"Di hotel milik Oma."
"Terus apa yang harus kita lakukan untuk mengetahui keadaannya. Setidaknya kita harus mengetahui keadaan Kimberly. Jadi dengan begitu kita bisa memberitahu keluarga di Hamburg. Kasihan Mommy kamu, nak! Mommy kami sakit sekarang!" Indira berucap sembari menatap wajah cantik putrinya itu.
"Kita cukup kirim orang untuk menyamar jadi karyawan disana. Kita kasih foto Kimberly lalu kita minta orang suruhan kita itu untuk berkomunikasi dengan Kimberly. Kita kirim dua orang kesana. Satu untuk berbicara dengan Kimberly dan satunya lagi mengambil video tersebut."
Mendengar ucapan sekaligus ide dari Risma membuat mereka semua langsung menganggukkan kepalanya.
"Masalah orang suruhan. Aku akan meminta dia anggotaku untuk kesana!" seru Jacob.
"Baiklah kalau begitu!" seru semuanya.
Setelah mengatakan itu, Jacob langsung pergi meninggalkan ruang tengah untuk menuju pintu keluar. Dia akan langsung menghubungi dua anggotanya dan menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh anggotanya itu agar anggotanya itu tidak gagal dalam menjalankan tugas darinya.