
Kimberly, Billy, Triny, Aryan, Tommy, Risma dan para sahabatnya sudah berada di sekolahnya. Kimberly bersama keempat sahabatnya berada di kantin. Sedangkan Aryan bersama kelima sahabatnya berada di lapangan basket yang ada di luar.
Sementara Billy bersama sahabat-sahabatnya, Risma, Triny dan keempat sahabatnya berada di kelas.
Brian memutuskan hari akan berbicara dengan Sherina dan meminta maaf kepadanya.
"Lo jadi nemuin Sherina, Yan?" tanya Lian.
"Jadi. Aku sudah putuskan untuk minta maaf sama dia," jawab Aryan.
"Kalau lo udah minta maaf sama Sherina. Dan Sherina juga udah maafin lo. Terus apa yang akan lo lakuin selanjutnya?" ucap dan tanya Dylan.
"Secara lo udah tahu bahwa Sherina suka sama lo," ucap Evan.
"Kalau gue pikir-pikir. Mending lo jadian sama Sherina dari pada sinenek lampir itu," sahut Raka.
"Gue juga setuju apa yang dikatakan oleh Raka. Sherina lebih baik dari pada Cherry," sela Jerry.
Mendengar ucapan demi ucapan dari keempat sahabatnya membuat Aryan menatap dengan wajah datarnya.
"Nggak usah bahas cinta-cintaan. Gue mau fokus belajar dulu. Kalau kalian udah nggak tahan dan ingin pacaran. Silahkan! Gue nggak larang kalian untuk pacaran, asal jangan macam-macam. Awas kalian kalau niat kalian pacaran buat nyakitin cewek. Gue gorok leher kalian," ucap Aryan dengan ekspresi wajah yang menakutkan.
Mendengar perkataan dan melihat wajah Aryan. Seketika Lian, Dylan, Raka, Jerry dan Evan menelan ludahnya kasar.
^^^
Di kantin Kimberly bersama keempat sahabatnya tengah menikmati sarapan paginya. Walau Kimberly sudah sarapan pagi di rumah bersama keluarganya. Tetap saja membuat Kimberly kembali mengulang sarapan paginya di sekolah.
Ini awal mulanya semua ulah dari keempat sahabatnya yang meminta menemaninya di kantin setiap pagi dengan alasan bahwa mereka tidak sempat sarapan pagi di rumah. Dan berakhir Kimberly menjadi candu setiap pagi ke kantin.
Di kantin itu juga ada Prisca. Gadis itu duduk tak jauh dari meja yang ditempati oleh Kimberly dan keempat sahabatnya.
Ketika Kimberly dan keempat sahabatnya tengah menikmati sarapan paginya, tiba-tiba para nenek lampir versi keempat sahabatnya Kimberly datang mengganggu. Nenek lampir versi keempat sahabatnya Kimberly itu adalah Syafina dan ketiga sahabatnya. Berkurang satu orang.
Ketiga teman-temannya Syafina sudah sembuh dari pasca terkena tendangan maut dari Kimberly beberapa hari yang lalu. Sementara untuk satu orang tidak ikut serta.
Namun itu semua tidak membuat mereka jera. Bahkan lebih parah. Mereka masih tetap mengganggu Kimberly. Tapi kali ini berbeda.
Jika awalnya niat mereka hanya memfokuskan kepada Kimberly saja. Sekarang mereka juga memfokuskan kepada keempat sahabatnya Kimberly. Jadi musuh mereka bukan hanya Kimberly, melainkan keempat sahabatnya Kimberly juga. Sampai sekarang.
Baik Syafina, Vanessa, Jennie danĀ Aruna akan bersamaan mengganggu atau menyerang Kimberly dan keempat sahabatnya. Jadi dengan begitu, keduanya tidak ada yang saling membantu.
"Lagi makan enak nih," ejek Aruna.
Mendengar ucapan disertai ejekan dari salah satu orang yang dikenal membuat Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine melirik sekilas kearah orang itu.
Kimberly dan keempat sahabatnya melihat bahwa ketiga teman-teman sekelasnya sudah kembali ke sekolah. Namun kurang satu.
"Kemana yang satunya?" batin Rere, Santy, Sinthia dan Catherine bersamaan.
Setelah memberikan lirikan kepada Syafina dan ketiga teman-temannya yang lain. Kimberly dan keempat sahabatnya kembali fokus pada sarapannya.
Mendapatkan reaksi tak mengenakkan dari Kimberly dan keempat sahabatnya membuat Syafina, Vanessa, Jennie dan Aruna menatap tajam kearah Kimberly dan keempat sahabatnya.
Syafina, Vanessa, Jennie dan Aruna saling memberikan tatapan serta memberikan kode satu sama lainnya.
Setelah itu, mereka kembali menatap kearah Kimberly dan keempat sahabatnya.
Detik kemudian...
Syafina menumpahkan minuman ke dalam nasi goreng milik Kimberly, Vanessa dan Aruna meludahi jus strawberry dan jus pokat milik Rere dan Santy lalu mengaduk-aduknya, Aruna mengambil spaghetti milik Sinthia lalu membuangnya ke lantai. Sedangkan Jennie memasukkan potongan kertas-kertas halus ke dalam sop daging milik Catherine.
Setelah melakukan hal menjijikkan itu kepada Kimberly dan keempat sahabatnya. Syafina, Vanessa, Jennie dan Aruna tertawa.
Sementara penghuni kantin yang melihat apa yang dilakukan oleh Syafina, Vanessa, Jennie dan Aruna menatap jijik dan marah kearahnya. Dan ada juga yang tidak peduli.
Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine yang diperlakukan keji oleh Syafina, Vanessa, Jennie dan Aruna saling memberikan tatapan masing-masing.
Detik kemudian...
Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine berdiri dari duduknya dengan tatapan matanya yang menatap tajam kearah Syafina, Vanessa, Jennie dan Aruna. Begitu juga dengan Syafina dan ketiga teman-temannya.
Tanpa mereka sadari bahwa tangan Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine sudah berada di piring makanan dan di gelas minuman.
Dengan gerakan cepat. Kimberly dan keempat sahabatnya langsung menyiram makanan dan minuman tersebut di atas kepala Syafina, Vanessa, Jennie dan Aruna sehingga membuat baju seragam mereka basah dan juga kotor. Bahkan terdengar teriakan dari Jennie karena mendapatkan siraman kuah sop milkk Catherine yang merah tepat di matanya.
Melihat apa yang dilakukan oleh Kimberly dan keempat sahabatnya membuat penghuni kantin yang memang sejak awal menyukai keberadaan Kimberly dan keempat sahabatnya langsung bersorak bahagia di dalam hati masing-masing.
Sementara beberapa penghuni kantin lainnya bersikap biasa saja. Mereka sudah setiap hari melihat hal seperti ini.
"Ops!" Kimberly dan keempat sahabatnya menutup mulutnya seolah-olah tak sengaja melakukan hal itu kepada Syafina, Vanessa, Jennie dan Aruna. "Maaf, kita sengaja!" Kimberly dan keempat sahabatnya berucap bersamaan.
"Kim, kita pergi dari sini!" ajak Catherine.
"Oke," jawab Kimberly.
Catherine tersenyum manis menatap wajah Syafina. Dan Catherine mengucapkan kalimat sehingga membuat Syafina meradang.
"Gue sama Billy makin hari makin lengket dan mesra. Bahkan Billy makin cinta sama gue. Lo kalah, Syafina. Sampai kapan pun lo nggak pantes berpasangan dengan Billy. Lo kalah saing sama gue, Syafina! Hahahaha!"
Setelah mengatakan itu, Catherine dan sahabat-sahabatnya langsung pergi meninggalkan kantin.
Sementara Syafina seketika wajah memerah menahan amarah akan perkataan Catherine.
"Brengsek lo, Cat!" teriak Syafina.
Prisca yang sejak tadi melihat adegan antara Kimberly dan keempat sahabatnya dengan Syafina dan ketiga teman-temannya tersenyum.
Prisca tersenyum ketika melihat Kimberly yang berani melawan Syafina, anak wakil kepala sekolah. Bahkan Kimberly juga berani melawan ratu bully di sekolah ini yaitu Asena serta kelompoknya. Serta kakak kelas yaitu Ishana dan kelompoknya
***
[Singapura]
Perusahaan RO'Wan Group
"Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkan informasi keberadaan ibuku dan adik perempuanku?" tanya seorang pemuda tampan kepada tangan kanannya.
"Belum Bos. Untuk lokasinya saya sudah dapat Bos. Ada dua lokasi!"
"Dimana saja?"
"Lokasi pertama berada di kota Berlin dan yang kedua Hamburg, negara Jerman!"
Mendengar jawaban dari tangan kanannya itu membuat pemuda tersebut tersenyum.
"Untuk kota Berlin itu tempat tinggal ibu kandungnya Bos. Sementara kota Hamburg adalah kota tempat tinggal para saudara sepupu dari ibu kandungnya Bos. Dan sekarang ini adik perempuannya Bos ada di kota itu. Dia tinggal disalah satu saudara sepupu ibu kandungnya Bos!"
"Baiklah. Terus cari keberadaan ibu dan adik perempuanku. Jika kau berhasil menemukan mereka. Aku akan memberikan bonus besar."
"Terima kasih Bos. Tanpa anda memberikan saya bonus. Saya akan tetap berusaha untuk menemukan dua perempuan yang begitu berharga dalam kehidupan Bos."
Pemuda itu tersenyum ketika mendengar ucapan tulus dari tangan kanannya itu.
"Tapi aku akan tetap memberikanmu bonus besar jika kau berhasil menemukan keberadaan mereka berdua."
"Baiklah Bos. Kalau begitu saya permisi Bos."
Setelah itu, tangan kanan pemuda itu pun pergi meninggalkan pemuda itu sendirian di ruang kerjanya.
"Mama, dek. Aku merindukan kalian."