THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Jawaban Ketus Kimberly



Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Di kediaman Fathir terlihat ramai dimana adik laki-laki dari Nashita Fidelyo yaitu Rafassya dan istrinya yang juga adik perempuan Fathir Aldama beserta keempat anaknya datang berkunjung.


Saat ini mereka semua berkumpul di ruang tengah, kecuali Kimberly yang berada di dalam kamarnya.


"Aryan," panggil Fathir.


"Iya, Dad!"


"Daddy sudah tahu permasalahan kamu sama Kimberly. Dan Kimberly sudah cerita semuanya sama Daddy ketika Kimberly datang ke kantor."


"Tumben Kimberly mau ke kantor Daddy? Biasanya dia paling susah diajak ke kantor, kecuali kalau yang ajak itu kak Jason!" seru Uggy.


"Bukan itu saja. Hanya perusahaan kita saja yang Kimberly tidak mau datangi. Sementara perusahaan kak Enda. Tanpa diminta atau disuruh sekali pun. Kimberly sudah nongol aja di perusahaan kak Enda," ucap Riyan.


"Tidak begitu juga. Kimberly bisa datang ke perusahaan kakak. Itu jika Kimberly ada masalah. Kalian tahu sendirikan sifat Kimberly seperti apa. Jika Kimberly sedang sedih dan ketakutan, larinya kemana? Curhat dan ngadunya ke siapa?" ucap dan tanya Enda.


Mendengar perkataan dari Enda membuat semuanya langsung menganggukkan kepalanya. Mereka memang tahu seperti apa sifat Kimberly. Jika Kimberly sedang sedih dan ketakutan. Orang pertama yang dicari oleh Kimberly adalah Enda. Sekali pun Enda berada di perusahaan. Kimberly pasti akan mencari kakaknya ke perusahaan.


"Ya! Kau benar Enda. Kamu pertama yang dicari Kimberly jika dia lagi sedih dan ketakutan. Setelah itu, barulah Kimberly mencari ketiga kakak laki-lakinya yang lain," sahut Jason.


"Ditambah lagi Enda selalu bisa membuat Kimberly menjadi tenang," sela Uggy.


"Itu karena kalian sudah memiliki tugas-tugas masing-masing untuk menjaga dan melindungi adik perempuan kalian. Dan Kimberly juga sudah menempatkan kalian dengan tugas kalian masing-masing. Disaat ketakutan, Kimberly mencari Enda. Disaat menginginkan sesuatu, Kimberly akan mencari Jason atau Uggy. Disaat lagi malas bawa mobil sendiri, Kimberly akan meminta salah satu dari kalian untuk mengantarnya sekolah. Disaat sedang kesal, Kimberly mencari Riyan dan mengajak Riyan bekerja sama untuk membalas orang yang sudah membuatnya kesal!"


Helena berbicara panjang lebar menceritakan sifat dan karakter keponakan manisnya itu setiap berinteraksi dengan keempat kakak laki-lakinya.


Sementara Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju akan perkataan dari Helena.


Fathir menatap wajah keponakannya itu. Dirinya kembali melanjutkan membahas pertengkaran putrinya dengan keponakannya itu.


"Aryan, Kimberly sudah cerita kepada Daddy alasan Kimberly bersikap seperti itu kepada kamu ketika di sekolah kemarin."


"Kimberly cerita apa saja kepada Daddy?" tanya Aryan.


"Tidak banyak. Tapi intinya, Kimberly tidak ingin kamu tersakiti dan dilukai terlalu dalam oleh Vanny. Kimberly juga tidak ingin kamu sama nasibnya dengan kedua kakak sepupu kamu yaitu Zivan dan Riyan. Kedua kakak sepupu kamu itu satu tahun lebih bahkan mencapai tiga tahun ditipu mentah-mentah oleh kekasihnya masing-masing. Sementara kamu dan Vanny, hubungan kalian masih lima bulan. Masih baru-baru!"


"Dad," panggil Pasya.


Fathir melihat kearah Pasya. "Iya, sayang!"


"Apa Kimberly ada ngomong sesuatu sama Daddy sehingga membuat Kimberly marah kepada Aryan. Begitu juga dengan Aryan. Dan berakhir keduanya bertengkar?"


Baik Pasya, Aryan maupun anggota keluarga lainnya menatap kearah Fathir. Mereka ingin tahu apa yang dikatakan oleh Kimberly kepada Fathir ketika di kantor kemarin.


"Kimberly tidak bicara apa-apa kepada Daddy. Kimberly hanya bilang kalau dia kecewa sama Aryan yang terlalu bodoh jadi laki-laki. Sudah dikhianati, tapi masih saja pura-pura tidak mengetahuinya. Bahkan Kimberly juga bilang sama Daddy kalau Aryan masih menerima telepon dari Vanny."


Mendengar perkataan dari Fathir membuat Rafassya, Helena, Pasya, Fathan langsung melihat kearah Aryan. Mereka ingin meminta pengakuan dari Aryan tentang perkataan dari Fathir.


"Aryan, apa itu benar?" tanya Pasya.


"Kamu masih menerima telepon dari Vanny setelah apa yang dilakukan oleh Vanny di belakang kamu!" seru Fathan menatap kesal adiknya itu.


Aryan hanya bisa diam sembari menundukkan kepalanya. Dirinya tidak berani melihat wajah kedua kakak laki-lakinya itu.


"Sudah, sudah! Kalian jangan memarahi Aryan. Mungkin saja Aryan memiliki rencana untuk membuat Vanny tak berkutik ketika perselingkuhannya terbongkar," ucap Fathir.


Mendengar perkataan dari Fathir. Aryan langsung mengangkat kepalanya dan menatap lekat di manik Pamannya itu.


"Dad!"


"Jadi benar kalau kamu tengah merencanakan sesuatu untuk membalas Vanny, hum?" tanya Fathir lembut dan juga tersenyum.


"I-iya, Dad!" jawab Aryan gugup.


Mendengar jawaban dari Aryan. Fathir seketika tersenyum. Begitu juga dengan Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan.


Baik Fathir, Jason maupun Uggy, Enda dan Riyan tahu jika ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh Aryan. Maka dari itulah kenapa Aryan bisa  kelepasan memarahi dan membentak Kimberly kemarin.


"Tidak kak Jason. Aku sama sekali tidak marah apalagi membenci Kimberly. Justru aku bangga memiliki sepupu seperti Kimberly," jawab Aryan jujur.


Jason tersenyum mendengar jawaban dari Aryan. Begitu juga dengan Fathir, Nashita, Uggy, Enda dan Riyan.


"Aryan," panggil Rafassya.


"Iya, Pa!"


"Apa rencana kamu untuk membalas perempuan itu?" tanya Rafassya.


"Rencana pertama, aku sedang mengumpulkan bukti-bukti tentang perselingkuhan Vanny. Apakah Vanny hanya selingkuh dariku saja. Atau Vanny justru Vanny juga selingkuh dengan laki-laki itu. Rencana kedua, jika semua bukti sudah terkumpul. Aku akan ajak Vanny ketemuan. Bukan hanya Vanny, melainkan kedua orang tua Vanny dan kedua kakaknya. Vanny memiliki satu kakak laki-laki dan satu kakak perempuan. Dan dari situlah aku akan memutuskan hubunganku dengannya."


"Jika dia langsung menolaknya, bagaimana? Apalagi dia tidak sendirian, melainkan bersama keluarganya. Takutnya nanti mereka akan menyerang kamu," ucap Helena yang khawatir akan rencana putranya itu.


Mendengar perkataan dan nada khawatir dari ibunya membuat Aryan tersenyum.


"Apa Mama pikir putra Mama ini laki-laki bodoh?" tanya Aryan.


Ketika Helena hendak menjawab, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sudah terlebih menjawab pertanyaan dari Aryan.


"Kau memang laki-laki bodoh!"


Mendengar perkataan kejam tersebut membuat mereka semua terkejut, terutama Aryan. Dengan kompaknya mereka semua melihat keasal suara.


"Kimberly!" seru mereka semua bersamaan.


Orang yang mengatakan kata kejam itu adalah Kimberly, putri bungsu kesayangannya Fathir dan Nashita.


Kimberly berlahan melangkahkan kakinya menuju ruang tengah dimana anggota keluarganya berkumpul.


Semua anggota keluarganya menatap bingung Kimberly karena penampilan Kimberly yang begitu rapi dan wajah yang cantik.


"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Nashita sembari tangannya mengusap lembut pipi putih putrinya.


"Pergi sama Tommy."


"Kencan nih ceritanya!" seru Enda dan Riyan bersamaan.


"Nggak. Bukan aku sama Tommy aja yang akan pernah. Rere, Santy, Sinthia, dan Catherine juga pergi. Plus kekasih mereka masing-masing. Kita mau makan malam diluar."


Mendengar jawaban dari Kimberly membuat Nashita dan Fathir tersenyum bahagia.


"Apa kamu dijemput?" tanya Nashita.


"Iya iyalah, Mom! Masa iya aku naik taksi pergi kesana. Dan masa iya juga aku yang harus nyamperin Tommy ke rumahnya. Nggak banget!"


"Mommy cuma tiga kata ngomongnya. Kamu justru melebihi Mommy," ucap Nashita yang berpura-pura merajuk.


"Habisnya pertanyaan Mommy itu nggak bermutu, tahuuu! Dimana-mana jika sepasang kekasih mau pergi. Yang nyamperin itu cowoknya. Bukan ceweknya. Ini malah Mommy nanya 'apa kamu dijemput?' Siapa yang nggak kesal coba." Kimberly berucap dengan wajah kesalnya dan disertai dengan bibir yang dimanyunkan.


Mendengar jawaban dan melihat wajah kesal Kimberly membuat Fathir Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum gemas. Begitu juga dengan Rafassya, Helena, Pasya, Fathan, Aryan dan Valen.


"Kim," panggil Aryan.


Mendengar namanya dipanggil oleh orang yang sudah buat moodnya hancur kemarin. Kimberly langsung melihat kearah orang itu.


Kimberly menatap wajah Aryan. Begitu juga dengan Aryan.


"Apa? Mau berantem lagi? Belum puas di sekolah kemarin?" tanya Kimberly dengan wajah masamnya menatap Aryan.


Mendengar jawaban tak mengenakkan dari Kimberly membuat Aryan hanya bisa pasrah. Dirinya tahu bahwa Kimberly masih dalam mood buruk.


Sedangkan Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan hanya geleng-geleng kepala mendengar perkataan dari Kimberly. Begitu juga dengan Rafassya, Helena, Pasya dan Fathan.


Sementara Valen menatap bingung kedua kakaknya. Di dalam hatinya Valen, sejak kapan kedua kakak berperang? Selama ini kedua kakaknya itu terlihat baik-baik saja dan selalu kompak.