THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kemarahan Fathan



Kimberly dan Jason sudah berada di rumah. Dan saat ini keduanya berada di ruang tengah bersama dengan kedua orang tuanya, dan ketiga saudaranya.


Baik kedua orang tuanya maupun ketiga saudaranya menatap Kimberly dan Jason. Tatapan mata mereka menandakan bahwa mereka butuh penjelasan secara mendetail.


"Sekarang katakan pada Mommy. Kalian dari mana saja? Kenapa baru pulang? Tidak biasanya," ucap dan tanya Nashita dengan menatap wajah putri bungsunya dan putra sulungnya.


Sedangkan Kimberly dan Jason hanya bisa pasrah ketika melihat dan mendengar pertanyaan dari ibunya.


"Kita berdua habis dari Bandara," sahut Jason.


"Bandara?!" tanya Nashita, Fathir, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.


"Iya," jawab Jason dan Kimberly juga bersamaan.


"Ngapain?" tanya Uggy.


"Jemput kakak Rica," jawab Kimberly.


Mendengar jawaban dari Kimberly sehingga membuat Fathir, Nashita, Uggy, Enda dan Riyan langsung menatap wajah Jason.


"Apa itu benar, Jason?" tanya Fathir.


Ketika mendengar perkataan sekaligus pertanyaan dari ayahnya membuat Kimberly mempoutkan bibirnya kesal.


"Ih, Daddy! Jadi Daddy tidak percaya dengan perkataanku." Kimberly menatap wajah ayahnya dengan tatapan kesal. Jangan lupakan bibirnya yang sudah melengkung ke bawah.


Menyadari kesalahannya membuat Fathir langsung melihat kearah putri bungsunya sembari memukul pelan mulutnya.


"Sayang, maafkan....."


"Bodo!"


Setelah mengatakan itu, Kimberly beranjak dari duduknya. Kimberly melangkahkan kakinya sembari dihentak-hentak menandakan bahwa dirinya sedang kesal menuju kamarnya di lantai dua.


Melihat kepergian putrinya dengan wajah masam putrinya hanya bisa menghela nafasnya pasrahnya.


Sementara Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum ketika melihat wajah pasrah ayahnya.


"Sabar," ucap Nashita sembari mengusap-usap lembut punggung suaminya.


"Terus apa lagi, kak Jason?" tanya Riyan.


"Apanya?" tanya Jason balik dengan menatap wajah adik ketiganya.


"Setelah menjemput kak Rica. Kak Jason dan Kimberly kemana lagi," jawab Riyan.


"Kita pergi makan dulu karena Kimberly sejak dari sekolahnya belum makan sama sekali. Kakak jemput Kimberly dari sekolahnya sekitar pukul 11 siang. Sementara Kimberly pulang sekolahnya pukul 2 sore."


"Kamu nggak ajak makan dulu sebelum menjemput Rica?" tanya Nashita.


"Sudah. Tapi Kimberly nggak mau. Katanya masih kenyang."


"Terus kemana lagi setelah kak Jason, kak Rica dan Kimberly selesai makan?" tanya Uggy.


"Kita antar Rica pulang. Dan sempat ngobrol sebentar dengan ayahnya Rica. Ketika berada di rumah Rica. Kimberly menyadari sesuatu. Kimberly sadar bahwa kita berdua belum mengabari kalian. Maka dari itulah Kimberly langsung menghubungi salah satu dari kalian. Eh, nasib malangnya! Seketika ponselnya Kimberly habis daya."


"Terus apa yang terjadi setelah itu? Tidak mungkin Kimberly diam saja setelah tahu ponselnya kehabisan daya?" tanya Enda.


"Kimberly langsung berteriak dan mengatakan bahwa ponselnya kehabisan daya dan belum berhasil menghubungi kalian. Mendengar teriakkan dari Kimberly. Kakak, Rica dan anggota keluarga Rica terkejut. Kakak langsung menghampiri Kimberly yang berada di luar. Setibanya di luar, Kimberly langsung mengajak kakak pulang."


"Di dalam mobil, Kimberly meminta kakak untuk menghubungi kalian. Kakak langsung mengabulkan permintaan Kimberly dengan memberikan ponsel kakak kepada Kimberly. Namun sayangnya....."


"Ponsel kamu juga kehabisan daya. Begitu?" ucap dan tanya Nashita yang langsung tahu apa yang akan dikatakan oleh putra sulungnya itu.


"Hehehehe. Iya!"


"Hah!" Nashita, Fathir, Uggy, Enda dan Riyan menghela nafas secara bersamaan.


"Ketika kami dalam perjalanan pulang ke rumah. Kimberly tak sengaja melihat Valen yang sedang diganggu oleh enam laki-laki."


Mendengar perkataan dari Jason membuat Nashita, Fathir, Uggy, Enda dan Riyan seketika terkejut.


"Terus bagaimana?" tanya Fathir.


"Aku langsung menghentikan mobilku dan setelah itu, aku langsung turun untuk menghampiri Valen. Sementara Kimberly tetap di dalam mobil."


"Valen nya tidak kenapa-kenapa kan sayang?" tanya Nashita.


"Mereka tidak menyentuh dan tidak menyakiti Valen kan, Nak?" tanya Fathir.


Mendengar pertanyaan dan tatapan khawatir dari kedua orang tuanya membuat Jason tersenyum.


"Valen baik-baik saja kok Mom, Dad! Ketika aku bertanya kepada Valen. Valen bilang kalau dia baik-baik saja. Mereka tidak menyakiti Valen apalagi menyentuh Valen. Awalnya mereka ingin membawa Valen. Untungnya aku segera datang dan berhasil mencegahnya."


Mendengar jawaban dari putranya membuat Nashita dan Fathir menghela nafas lega.


"Ya, sudah kalau begitu. Sekarang kamu ke kamar dan bersihkan diri kamu. Dan jangan lupa istirahat tubuh kamu sejenak. Mommy tidak mau kamu jatuh sakit karena kurang istirahat."


"Baiklah."


Setelah mengatakan itu, Jason bangkit dari duduknya. Lalu kaki melangkah menuju kamarnya yang memang berada di lantai bawah.


Kamar tidur Jason, Uggy dan kedua orang tuanya berada di lantai bawah. Sementara kamar tidur Kimberly, Enda dan Riyan berada di lantai dua.


***


Di kediaman Judika Alexander terlihat seorang pemuda tampan tengah mengecek persiapan untuk acara malam nanti.


Acara yang dimaksud oleh Andhika adalah pesta BBQ.


Ketika Andhika tengah sibuk mengecek persiapan untuk pesta BBQ nanti malam, tiba-tiba dua kakaknya datang menghampirinya.


"Bagaimana persiapan pesta BBQ nanti malam?" tanya Fazio.


Andhika seketika melihat kearah kedua kakaknya. Setelah itu, Andhika tersenyum.


"Sudah beres. Tinggal menunggu bahan-bahannya saja," jawab Andhika.


"Perlu tambahan, hum?" tanya Vonny.


"Eemm... Boleh!" Andhika menjawab perkataan kakak perempuannya itu disertai dengan senyuman manisnya.


"Apa? Katakan," ucap Vonny.


"Mau tidak kakak Vonny belikan aku tambahan daging 3 kilo lagi?" tanya Andhika.


Mendengar permintaan dari adik bungsunya. Vonny tersenyum lebar.


"Baiklah. Kakak akan belikan untuk kamu."


"Terima kasih, kak!"


"Lalu bagaimana dengan kakakmu yang tampan ini, hum?" tanya Fazio.


Andhika tersenyum mendengar perkataan sekaligus pertanyaan dari kakak laki-lakinya itu.


"Eemm! Aku mau dibelikan minum segar 3 dus, boleh?"


"Dengan senang hati. Kakak akan membelikannya untukmu."


Andhika tersenyum mendengar jawaban dari kakak laki-lakinya itu. Dirinya benar-benar bahagia saat ini karena kedua kakaknya itu mengabulkan permintaannya.


Setelah itu, kedua kakaknya itu pergi meninggalkan dirinya sendiri untuk membelikan apa yang diminta olehnya.


Namun sebelum itu, kedua kakaknya itu akan pergi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.


***


Bugh! Duagh!


Fathan memberikan pukulan dan tendangan keras kepada sopir yang membawa pergi adik perempuannya sehingga membuat sopir tersebut tersungkur di lantai.


Saat ini Fathan bersama dengan anggota keluarganya kecuali Valen yang berada di dalam kamarnya tengah berada di ruang tengah.


Jason dan Kimberly sudah cerita tentang kejadian yang menimpa Valen. Mendengar hal itu membuat Rafassya marah. Yang paling marah adalah Pasya, Fathan dan Aryan.


Fathan langsung memerintahkan dua tangan kanannya untuk menyelidiki masalah yang menimpa adik perempuannya. Fathan meminta kepada kedua tangan kanannya untuk mencari tahu kemana perginya sopir adik perempuannya ketika adik perempuannya dalam masalah. Kenapa sopir adik perempuannya itu tidak bersama dengan adik perempuannya ketika kejadian itu?


Tanpa butuh waktu lama, kedua tangan kanannya mendapatkan apa yang diinginkan olehnya.


Mengetahui hal tersebut membuat Fathan benar-benar marah dan seketika sifat kejamnya keluar dan menghajar secara membabi-buta sang sopir.


Sementara kedua orang tuanya yaitu Rafassya dan Helena dan kedua saudaranya yaitu Pasya dan Aryan hanya menatap Fathan dengan tatapan penasaran.


"Katakan padaku. Kenapa kau melakukan hal itu kepada adik perempuanku?! Apa kesalahan adik perempuanku sehingga kau tega meninggalkan adik perempuanku sendirian di tempat lesnya itu?!" teriak Fathan.


Mendengar teriakkan dan pertanyaan dari Fathan membuat Rafassya, Helena, Pasya dan Aryan terkejut.


Rafassya seketika berdiri dari duduknya. Lalu melangkah menghampiri putra keduanya itu. Begitu juga dengan Helena, Pasya dan Aryan.


"Fathan, apa maksud kami barusan?" tanya Rafassya.


"Iya, Fathan. Ada apa? Katakan pada kamu," sahut Pasya.


"Iya, kak!" sela Aryan.


Fathan menatap satu persatu wajah anggota keluarganya. Setelah itu, Fathan kembali menatap sopir pribadi adik perempuannya.


"Dia," tunjuk Fathan kearah sang sopir. "Keenam laki-laki yang mengganggu Valen ketika di tempat les itu adalah orang-orang suruhan dia. Dia memberikan perintah kepada keenam laki-laki itu untuk merusak Valen."


Deg!


Helena seketika menutup mulutnya ketika mendengar ucapan dan penjelasan dari Fathan putra keduanya. Helena menatap kearah sopir tersebut dengan berlinang air mata. Dirinya tidak menyangka jika sopir yang sudah bekerja selama dua tahun menjadi sopir pribadi putri bungsunya tega memberikan perintah kepada enam laki-laki untuk merusak putrinya.


Sementara Rafassya, Pasya dan Aryan menatap penuh amarah kearah sang sopir tersebut.


Aryan melangkah mendekati sang sopir yang saat ini sudah tidak berdaya. Dan seketika Aryan langsung memberikan tendangan tepat di bagian kepalanya sehingga membuat sang sopir tak sadarkan diri.


Melihat sopir tersebut tak sadarkan diri membuat Aryan kembali memberikan tendangan, namun ditahan oleh Pasya.


"Ardy! Tohir!" Pasya berteriak memanggil security rumahnya.


Ardy dan Tohir yang dipanggil pun seketika datang.


"Iya, tuan muda!" Ardy dan Tohir seketika menyahut.


"Bawa dia ke penjara bawah tanah. Sampai disana, ikat dia."


"Baik, tuan muda!"


Ardy dan Tohir langsung mengangkat tubuh sang sopir dan membawanya ke penjara bawah tanah.