
Di sebuah kamar terlihat seorang gadis sedang berbicara dengan seseorang di telepon.
"Hallo, aku ada pekerjaan untukmu."
"Pekerjaan apa? Katakan."
"Aku mau kau mencelakakan seseorang."
"Siapa orangnya? Laki-laki atau perempuan?"
"Dia perempuan. Teman sekolahku. Saat ini dia ada di kota Berlin. Nanti aku kirim fotonya padamu."
"Baiklah."
Setelah selesai berbicara dengan seseorang di telepon, gadis itu langsung mematikan panggilannya. Dan seperti yang sudah dikatakan olehnya dirinya akan mengirimkan foto temannya itu kepada orang tersebut.
From : 08127765xxxx
Ini foto perempuan yang akan kau celakai. Jangan sampai gagal. Jika tidak mati. Setidaknya buat perempuan itu koma."
To : 08136512xxxx
Baik.
Setelah selesai mengirim foto temannya, seketika gadis itu tersenyum di sudut bibirnya. Dirinya tidak sabar menunggu kabar dari orang suruhannya itu mengenai hasilnya.
"Tunggu kejutan dariku Kimberly," batin gadis itu tersenyum di sudut bibirnya.
***
Di kediaman Fathir Aldama terlihat beberapa orang berkumpul di ruang tengah. Mereka adalah Fathir, Nashita, ketiga putranya yaitu Uggy, Enda dan Riyan, adik laki-lakinya Nashita yaitu Nirvan beserta istri dan anak-anaknya kecuali Jason, Kimberly dan Triny.
Jika Triny pergi ke kota Berlin bersama Andhika. Lalu beberapa menit disusul oleh Kimberly, Billy dan yang lainnya. Sedangkan Jason sedang pergi jalan-jalan sambil berkencan dengan Rica.
"Bagaimana perusahaan kak Fathir yang ada di Australia? Apa semuanya lancar?" tanya Nirvan kepada kakak iparnya.
Nirvan bertanya seperti itu karena Nirvan mengetahui bahwa kakak perempuannya dan kakak iparnya baru kembali dari Amerika.
"Semuanya baik-baik saja, Nirvan! Justru perusahaan disana jauh berkembang pesat," sahut Fathir sembari tersenyum.
Mendengar jawaban yang memuaskan dari kakak iparnya membuat Nirvan langsung tersenyum. Begitu juga dengan Liana dan anak-anaknya.
"Aku ikut senang mendengarnya kak," ucap Nirvan.
"Oh iya! Dari tadi aku tidak melihat Jason dan Kimberly! Kemana mereka?" tanya Liana yang menyadari dua keponakannya itu tidak terlihat.
"Kak Jason pergi bersama kak Rica. Sementara Kimberly pergi bersama Billy, Aryan dan yang lainnya ke kota Berlin, Ma!" Enda menjawab pertanyaan dari Bibinya itu.
"Ke Berlin? Tapi Triny bilang kalau Kimberly nggak akan ikut jika Tommy nggak ikut. Begitu juga sebaliknya dengan Tommy," ucap Liana yang bingung akan jawaban dari Enda.
Mendengar perkataan dan melihat wajah bingung Liana membuat Nashita, Fathir, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum.
"Itu sudah akal-akalan Kimberly dan Tommy," ucap Fathir.
"Kimberly dan Tommy sengaja bilang begitu kepada Triny dan Andhika. Tujuan untuk memberikan kejutan kepada Triny dan Andhika," sahut Uggy.
"Sebelum kejutan diberikan, mereka terlebih dahulu membuat keduanya bersedih karena Kimberly, Tommy serta yang lainnya nggak ikut," ucap Riyan.
"Jangan bilang ide itu adalah ide dari Kimberly?" tanya Ricky.
"Memang ide dari Kimberly! Diantara kita siapa yang memiliki ide gila selain Kimberly?" tanya Enda.
Mendengar jawaban serta pertanyaan dari Enda membuat Nirvan, Liana, Zivan, Rehan dan Ricky tersenyum dan geleng-geleng kepala.
"Awalnya Kimberly meminta kepada semua sahabat-sahabatnya Billy, sahabatnya Aryan, keempat sahabatnya dan keempat sahabatnya Triny untuk tidak ikut ke kota Berlin. Namun dilarang oleh Billy. Dan pada akhirnya yang ikut hanya Nathan, Lisa, Ivan dan Alisha!" Nashita menjelaskan rencana putrinya.
"Kimberly, Tommy, Billy, Aryan dan yang lainnya akan pergi setelah lima menit kepergian Triny, Andhika, Nathan, Ivan, Lisa dan Alisha," pungkas Uggy.
"Sampai mereka disana. Mereka tidak langsung masuk. Mereka terlebih dahulu mengerjai Triny dan Andhika," tutur Riyan.
"Apa Nathan, Ivan, Lisa dan Alisha tahu?" tanya Zivan.
"Hanya Lisa dan Alisha saja. Keduanya mengikuti skenario dari Kimberly," jawab Riyan.
"Kimberly sempat bilang kepada Mommy kalau Kimberly akan meminta kepada Lisa dan Alisha untuk tidak membukakan pintu jika terdengar suara bell. Kimberly juga meminta kepada Lisa dan Alisha untuk melarang pacar-pacar mereka untuk membukakan pintu. Jadi, Kimberly ingin Triny yang membukakan pintunya langsung!" Uggy menceritakan tentang ide adik perempuannya yang dia ketahui dari ibunya.
"Benar-benar tuh anak," ucap Zivan tersenyum akan ide adik sepupunya itu.
"Kalau Papa boleh tahu. Apa yang akan dilakukan oleh Kimberly dan para antek-anteknya itu untuk mengerjai Triny dan Andhika?" tanya Nirvan yang sudah penasaran.
"Billy, Tommy, Henry, Lionel, Satya, Mirza dan Andry menyamar menjadi perampok. Ketika Triny membuka pintu, maka Billy akan mulai beraksi dengan menyandera Triny lalu membawanya masuk ke dalam dan diikuti oleh yang lainnya. Rencana itulah yang kami dengar dari Mommy ketika Kimberly bercerita kepada Mommy sebelum pergi."
Mendengar cerita dari Nashita, Fathir, Uggy, Enda dan Riyan membuat Nirvan, Liana, Zivan, Rehan dan Ricky kembali tersenyum dan geleng-geleng kepala akan ide dari Kimberly.
"Ada aja ide Kimberly. Beberapa minggu yang lalu Kimberly membuat Sinthia putus sementara dengan Satya. Sekarang Kimberly memberikan syok terapi kepada Triny berupa adegan perampokan yang notabenenya kakak sepupunya!" seru Nirvan.
"Besok siapa lagi yang akan menjadi korban ide gila dari Kimberly?" tanya Liana sembari tersenyum.
"Hahahaha." mereka semua tertawa.
***
Di kota Berlin dimana para pemuda-pemuda tampan dan para gadis-gadis cantik kini tengah bersiap-siap untuk melakukan kegiatan pertama mereka di kota Berlin. Kegiatan pertama mereka adalah pergi ke pantai.
Setelah selesai mandi dan selesai dengan pakaian khusus pantai. Kimberly dan Tommy, Triny dan Andhika. Serta yang lainnya keluar meninggalkan Villa untuk mencari tempat makan yang dekat dengan pantai dengan berjalan kaki agar lebih menikmati angin sepoi-sepoi.
Dan yang pasti tidak akan terlupakan adalah mengabadikan gambar-gambar atau foto-foto mereka lewat kamera ponsel mereka masing-masing. Bahkan mereka juga foto bersama untuk kenang-kenangan.
Tak butuh lama, mereka sampai di pantai. Mereka semua tersenyum bahagia sembari merentangkan kedua tangannya ke samping. Dan tak lupa mereka bersorak gembira.
"Yeeeyyy!" teriak Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine bersamaan.
"Yuhuuuii!" teriak Triny, Lisa, Alisha, Dania dan Danela bersamaan.
Sedangkan Tommy, Andhika, Billy serta yang lainnya tersenyum gemas melihat kebahagiaan di wajah para gadis dan juga mendengar teriakkan kebahagiaan mereka, terutama Triny.
Dari dulu Triny ingin sekali ke pantai yang ada di kota Berlin. Namun terhalang akan larangan dari ketiga kakak laki-lakinya. Ketiga kakak laki-lakinya itu melarang keras Triny pergi ke luar kota tanpa di dampingi anggota keluarga.
Kimberly berlari menuju bibir pantai. Dan diikuti oleh Rere, Santy, Sinthia, Catherine, Triny dan keempat sahabatnya. Sementara para cowok tetap di posisinya dengan tatapan matanya menatap kearah para gadis.
"Akhirnya keinginanku untuk ke pantai kota Berlin terpenuhi malam ini!" teriak Triny.
"Andhika, I Love You!" teriak Triny lagi.
Seketika terukir senyuman manis di bibir Andhika ketika mendengar perkataan dari Triny. Hatinya menghangat ketika Triny mengatakan I Love You untuknya.
"Sebelum kita kembali ke Villa. Kita makan dulu ya," ucap Tommy dan Andhika bersamaan.
"Baiklah!" jawab mereka semua dengan kompak.
Setelah itu, mereka semua pun berjalan kaki menuju restoran tersebut. Jarak pantai menuju Restoran tersebut tidaklah jauh. Hanya berjarak 100 meter.
***
Di sebuah restoran terlihat begitu ramai pengunjung. Kimberly, Tommy dan yang lainnya duduk di bagian pojok dekat jendela. Beberapa menit yang lalu mereka sudah memesan beberapa makanan dan minuman. Sekarang mereka tengah menunggu pesanan datang. Biar tidak bosan, mereka bermain ponsel masing-masing.
Disisi lain, di restoran sama. Ada sepasang mata menatap kearah meja yang ditempati oleh Kimberly, Tommy dan yang lainnya. Sepasang mata itu menatap kesatu sosok yaitu Kimberly.
Orang yang menatap kearah Kimberly adalah seorang laki-laki. Laki-laki itu sudah mengikuti Kimberly dan yang lainnya sejak di pantai beberapa menit yang lalu.
Beberapa menit yang lalu, laki-laki itu mendapatkan pesan dari seseorang. Isi pesan tersebut menyebutkan tentang kegiatan Kimberly dan yang lainnya di kota Berlin.
Kini Kimberly beserta yang lainnya tengah menikmati makan malamnya dengan penuh kebahagiaan. Ditambah lagi menu-menu makanan yang mereka pesan semuanya enak-enak.
Kimberly dan Triny tidak tanggung-tanggung menambah porsi makannya untuk malam ini. Bagi mereka berdua kapan lagi makan enak dengan menu semewah dan seenak yang ada di hadapan mereka. Apalagi mereka berada di kota Berlin. Biasanya Kimberly dan Triny jarang bahkan tak pernah makan malam dengan porsi nambah. Keduanya hanya makan setengah piring nasi putih dan ayam goreng dengan ditemani segelas susu.
Beda jika itu pagi dan siang hari. Kimberly dan Triny tak memikirkan hal apapun. Keduanya begitu lahap menyantap sarapan pagi dan makan siang. Baik di rumah maupun di sekolah. Bahkan ketika makan di restoran atau cafe. Perbedaannya hanya pada makan malam.
Sedangkan Tommy, Andhika, Billy, Aryan dan yang lainnya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan Kimberly dan Triny.
"Kim, Trin! Tumben kalian makan nambah? Ini malam loh!" ucap dan tanya Danela.
"Lapar," jawab Kimberly dan Triny bersamaan sembari memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Nggak takut gemuk?" tanya Alisha.
"Nggak," jawab keduanya lagi.
"Nggak takut pacar-pacar kalian ninggalin kalian karena gemuk?" tanya Lisa.
Seketika Kimberly dan Triny berhenti dari acara makannya. Tatapan mata keduanya menatap kearah Lisa. Lalu menuju kearah Tommy dan Andhika.
Setelah puas menatap wajah kekasihnya masing-masing. Kimberly dan Triny kembali menatap makanannya.
"Jika mereka mencari kekasih baru. Cukup kekasihnya aja kita singkirkan dari dunia ini. Beres!" seru Triny.
"Jika mereka mencari kekasih lagi. Tinggal kita singkirkan lagi. Sampai seterusnya hingga nggak ada perempuan lagi di dunia ini yang tersisa. Kecuali anggota keluarga," sahut Kimberly.
Mendengar jawaban dari Kimberly dan Triny seketika membuat mereka merinding. Apalagi ketika mendengar ucapan dari Kimberly. Mereka semua tak menyangka jika Kimberly dan Triny akan mengatakan itu sebagai jawaban dari pertanyaan Lisa.
Setelah beberapa menit mengisi perut di restoran tersebut. Mereka semua pun memutuskan untuk kembali ke Villa dikarenakan waktu sudah menunjukkan pukul setengah 8 malam.
***
Kini mereka sudah berada di Villa. Sebelum tidur, mereka memutuskan untuk bersih-bersih. Mereka tiba di Villa tepat pukul 8 malam.
Sebelum tidur, mereka memutuskan untuk duduk di sofa ruang tengah untuk berbincang-bincang bersama, bercerita tentang malam ini menurut versi mereka masing-masing.
Mereka berbicara banyak hal mengenai kota Berlin dan pantainya. Yang paling bersemangat bercerita diantara mereka adalah Triny karena dirinya memang sejak dulu sangat ingin ke pantai kota Berlin.
Setelah berbincang-bincang selama dua jam. Kimberly, Triny dan sahabat-sahabatnya memutuskan untuk masuk ke kamar masing-masing dan segera istirahat.
Kimberly sekamar dengan keempat sahabatnya. Sedangkan Triny sekamar dengan keempat sahabatnya juga.
Sementara Tommy, Andhika serta sahabat-sahabatnya memiliki tidur di ruang tengah dengan beralaskan karpet bulu. Ada juga yang di sofa.
Alasan mereka tidur disana karena ingin menghabiskan waktu bersama sembari bercerita tentang kekasihnya masing-masing.
Bagaimana dengan Aryan dan kelima sahabatnya. Mereka sudah tidur sejak sampai di Villa di dalam kamar yang berada di lantai dua. Mereka menggunakan dua kamar.
***
Keesokan paginya, Fathir dan keempat putranya sudah berada di meja makan lengkap dengan segelas teh hangat di hadapannya.
Sementara Nashita masih menyiapkan beberapa menu makanan untuk suami dan keempat putranya.
"Oh iya! Pagi ini Kimberly dan yang lainnya kembali pulang ke Hamburg kan?" tanya Fathir.
"Iya, Dad! Barusan Billy mengirim pesan katanya berangkat pagi ini," ucap Uggy.
Fathir melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. Setelah itu, Fathir menatap satu persatu wajah keempat putra-putranya.
"Sepertinya Daddy tidak akan bertemu dengan princess kesayangan Daddy karena satu jam lagi Daddy akan terbang ke Australia bersama Mommy kalian!"
"Kami mengerti, Dad! Daddy tidak perlu khawatir. Nanti jika Kimberly bertanya kami akan beritahu Kimberly," ucap Jason.
"Padahal Daddy ingin sekali mendengar cerita dari princess Daddy tentang jalan-jalannya ke kota Berlin," ucap Fathir sedih karena tidak bisa ikut menyambut kepulangan putri bungsunya dan tidak bisa mendengar cerita putrinya itu.
"Daddy nggak perlu sedih. Nanti kita akan mewakilkan Daddy untuk bertanya kepada Kimberly. Kita akan merekamnya lalu kita akan kirim ke Daddy," ucap Riyan sembari menghibur ayahnya.
"Oke! Daddy tunggu kiriman video dari kalian."
"Siap, Dad!" seru Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.
"Daddy titip princess Daddy kepada kalian."
"Baik, Dad!"
"Aku akan jaga princess Daddy itu dengan sangat baik," sahut Jason.
"Princess kesayangan Daddy aman bersama kami," sahut Enda.
Mendengar ucapan demi ucapan dari keempat putranya membuat Fathir tersenyum bahagia.
Dan beberapa detik kemudian, Nashita telah selesai dengan urusannya. Dan sekarang semua menu sarapan pagi telah tersaji di atas meja.
"Barusan adik kesayangan kalian mengirimi Mommy pesan!" seru Nashita.
"Apa katanya Mom?" tanya Enda.
"Kimberly bilang katanya dia mau main dulu ke rumah Catherine. Dari sana Kimberly minta dijemput."
"Jam berapa Kimberly minta dijemput, Mom?" tanya Jason.
"Jam 4 sore katanya."
"Baiklah. Aku akan menjemput Kimberly ke rumah Catherine," jawab Riyan.
Setelah itu, mereka semua pun memulai sarapan paginya tanpa kesayangannya.