
[PERUSAHAAN ARTHA COMPENY]
Di sebuah ruang yang tampak luas dan mewah terlihat seorang pria yang tengah duduk di sofa. Ya! Pria itu adalah Ramos Alvaro.
Ramos Alvaro tampak bahagia dan puas akan hasil kerjanya. Dirinya berhasil mendapatkan tanda tangan dari dua orang pria yang angkuh, sombong dan juga dingin.
Ramos diam-diam selama ini menaruh hati pada Kimberly, putri bungsunya Fathir Aldama. Dirinya mulai menyukai Kimberly saat pertama kali dirinya bertemu dengan Kimberly diacara ulang tahun yang diadakan oleh Perusahaan milik Fathir. Dirinya selalu mencari informasi tentang Kimberly, namun usahanya selalu gagal.
Namun selang beberapa bulan, Ramos berhasil mendapatkan identitas mengenai keluarga dari Kimberly. Dari situlah Ramos mencari celah untuk bisa masuk dan mendapatkan Kimberly.
Ketika SAMUEL GRUP mengadakan rapat tahunan pemegang saham, dari situlah Ramos Alvaro mendapatkan peluang dan kesempatan untuk bisa mendekati Kimberly.
Ramos Alvaro pun mengajak para pemegang saham untuk bekerja sama dengan Perusahaannya, termasuk JSn'Ald dan FTR'CORP. Dan tak disangka usahanya berhasil.
Ramos Alvaro melakukan cara licik untuk mendapatkan perhatian dari Kimberly serta membuat Kimberly menerima cintanya. Dirinya tersenyum bahagia membayangkannya, ditambah lagi sebuah dokumen yang ada ditangannya. Dokumen kerja samanya dengan Fathir dan Jason.
"Sebentar lagi Perusahaan utama kalian akan menjadi milikku dan Perusahaan cabang kalian di kota Munich akan menjadi milik laki-laki itu. Aku akan mengembalikan Perusahaan itu pada kalian jika kalian bersedia menikahkanku dengan Kimberly. Dan kau Jason. Aku akan membuat hidupmu hancur." monolog Ramos.
Setelah mengatakan hal itu, Ramos menghubungi laki-laki tersebut dan mengatakan bahwa dirinya sudah berhasil mendapatkan tanda tangan Jason sekaligus tanda tangan ayahnya.
"Hallo."
"Aku sudah berhasil mendapatkan tanda tangan Jason dan ayahnya. Tiga jam lagi aku akan mengirimkan berkasnya yang isinya adalah pengalihan Perusahaan utama JSn'Ald menjadi milikku dan Perusahaan cabang di Munich menjadi milikmu."
"Apa itu benar?"
"Iya. Aku akan mengirimkan buktinya padamu jika aku sudah mendapatkan tanda tangan mereka berdua."
"Baiklah. Aku percaya padamu. Aku akan menunggu kabar selanjutnya. Aku sudah tidak sabar melihat pria itu menderita. Pria itu sudah merebut milikku, maka aku juga akan merebut miliknya."
"Baiklah."
Setelah mengatakan hal itu, Ramos mematikan panggilannya itu.
***
[PERUSAHAAN JS'nAld]
Kini Jason dan Ronald berada di Perusahaan mereka. Begitu juga dengan Fathir dan sekretarisnya juga berada di perusahaan.
Jason berada di ruang kerjanya. Dirinya duduk di kursi kebesaran miliknya. Di atas meja sudah ada satu map berwarna biru. Jason tersenyum penuh kelicikan saat melihat map tersebut.
"Waktunya pembalasan," batin Jason.
Saat Jason tengah memikirkan rencananya, tiba-tiba Jason dikejutkan dengan suara ketukan pintu dari luar.
TOK!
TOK!
TOK!
CKLEK!
Pintu dibuka dan terlihat seorang pria berdiri disana.
"Bos."
"Masuklah," ucap Jason saat melihat orang kepercayaannya.
Lalu orang itu pun melangkah masuk dan menghampiri meja kerja Jason.
"Apa rencana kita selanjutnya, Bos? Apa Bos tidak ingin membalasnya?" tanya Joe.
Jason tersenyum mendengar ucapan Joe. Kemudian Jason langsung menyerahkan map itu pada Joe.
Joe menerima map tersebut. "Apa ini, Bos?"
"Buka dan baca. Nanti kau akan tahu apa isinya," jawab Jason.
Joe membuka map itu, lalu membaca isi dari map tersebut. Beberapa detik kemudian, Joe pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Setelah Joe selesai membacanya, Joe menutup map tersebut. Lalu menatap wajah Bos nya.
"Aku yakin dia mengincar dua Perusahaanku sekaligus. Yang ada disini dan juga di Munich."
"Lalu apa yang akan Bos lakukan?"
"Sama seperti apa yang dia lakukan pada kita. Kau perintahkan satu anggota perempuan dari kelompok LION untuk menjadi seorang CEO. Selanjutnya aku serahkan padamu."
"Baik, Bos. Aku akan melakukan tugasku dengan baik."
Setelah mengatakan hal itu, Joe langsung pergi meninggalkan ruang kerja Jason. Saat Joe sudah berada di depan pintu, langkahnya terhenti. Joe membalikkan badannya dan melihat kearah Bos nya.
"Bos, aku baru ingat. Perusahaan apa yang akan kita gunakan untuk mendekati Perusahaan ARTHA COMPANY itu. Tidak mungkinkan kita menggunakan Perusahaan JSn'Ald. Sedangkan Perusahaan itu sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan Perusahaan itu."
Jason tersenyum mendengar pertanyaan dari Joe. Dirinya lupa memberi tahu soal Perusahaan yang akan dijadikan alat untuk mendekati Perusahaan ARTHA COMPANY. Tapi untungnya, Joe langsung mengingatnya dan bertanya.
"Pertanyaan bagus, joe! Selain Perusahaan JSn'Ald. Aku memiliki satu Perusahaan lain. Nama Perusahaan itu adalah ALD ADVERTISING. Gunakan Perusahaan itu untuk menjalin kerja sama dengan Perusahaan ARTHA COMPANY. Lakukan seperti apa yang dia lakukan pada kita. Kita akan merebut semua miliknya dan juga milik pria brengsek itu. Pria itu hanya memiliki satu, itu pun rumah bersama. Untuk Perusahaan ALD ADVERTISING, kau tidak perlu khawatir. Semua orang tidak tahu kalau aku pemiliknya. Tapi Perusahaan itu sama seperti JSn'Ald. Jika orang-orang mengenal JSn'Ald berarti orang-orang juga mengenal ALD ADVERTISING." Jason menjelaskan tentang perusahaan barunya kepada Joe.
"Baik, Bos."
Setelah itu Joe pun pergi meninggalkan ruang kerja Jason dan melakukan tugasnya.
"Aku sudah berbaik hati untuk tidak merebut rumah itu dan membuatmu serta keluargamu kehilangan rumah itu akibat keserakahan dan kecuranganmu dulu. Tapi sepertinya kau tidak jera juga dan masih saja mengusikku. Maka dari itu, tunggulah kejutan dariku Ditmar," batin Jason.
Setelah itu, Jason pun langsung menyelesaikan tugas kantornya. Setelah selesai, Jason akan langsung pulang ke rumah keluarganya.
***
[KEDIAMAN KELUARGA FATHIR]
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Semua anggota keluarga sudah berkumpul di ruang tengah lengkap dengan kesayangannya yaitu Kimberly.
Saat ini Kimberly tengah bermanja-manja dengan Jason sang kakak tertuanya sembari fokus dengan game di ponselnya.
Mereka semua tersenyum ketika melihat Kimberly yang asyik dengan permainan gamenya. Dan mereka semua juga bersyukur kesayangannya itu tidak lagi bersedih dan tidak lagi memikirkan Syafina. Ini semua tak lepas berkat bujukan, rayuan dan ancaman dari Tommy.
"Kim," panggil Fathir.
"Iya, Dad! Kimberly menjawab panggilan dari ayahnya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.
"Ohh, ayolah sayang! Lihatlah Dad. Jangan abaikan Daddy."
"Ih. Apaan sih, Dad. Kan akunya udah jawab."
"Iya, kamu memang sudah jawab. Tapi kamu jawabnya tidak lihat Daddy."
Mendengar jawaban demi jawaban dari ayahnya itu membuat Kimberly seketika langsung menghentikan permainan gamenya.
Setelah itu, Kimberly langsung melihat kearah ayahnya yang menurutnya hari ini ayahnya itu menyebalkan.
Seketika terukir senyuman manis di bibir Fathir ketika usahanya berhasil membuat putrinya itu melihat dirinya.
"Sekarang aku sudah lihat Daddy. Daddy mau ngomong apa?"
"Daddy ada sesuatu untuk kamu."
"Aku nggak ulang tahun hari ini."
"Apa harus ulang tahun dulu baru kasih sesuatu, begitu?"
"Nggak juga sih. Tapi sebenarnya Daddy mau ngasih apa sama aku?"
Fathir tersenyum mendengar pertanyaan dari putrinya itu. Begitu juga dengan Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan. Apalagi ketika melihat wajah bingung Kimberly.
"Hm!"
"Sini dulu duduk di samping Daddy." Fathir berucap sambil menepuk-nepuk sofa di samping kirinya.
Kimberly seketika berdiri dari duduknya, lalu berjalan menghampiri ayahnya. Setelah tiba di samping ayahnya itu, Kimberly langsung menduduki pantatnya di sebelah ayahnya.
"Nih, aku sudah duduk di samping Daddy. Sekarang mana?"
Fathir kembali tersenyum ketika mendengar ucapan dan pertanyaan dari putrinya.
Detik kemudian..
Cup..
Fathir memberikan ciuman di pipi putih putrinya sehingga membuat putrinya terkejut.
Seketika Kimberly memanyunkan bibirnya atas ulah ayahnya itu. Kemudian Kimberly melihat kearah ayahnya itu.
"Apaan sih, Dad! Nggak lucu tahu. Jadi ini yang Daddy maksud ingin memberikan sesuatu?" ucap dan tanya Kimberly dengan manyun.
Fathir langsung mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan dari putrinya itu.
Sontak membuat Kimberly membelalakkan matanya tak percaya.
"Kalau cuma nyium pipi aku. Bukannya Daddy setiap pagi selalu nyium pipi aku. Bahkan ketika mau tidur juga," ucap Kimberly yang masih dengan bibir manyunnya.
Kimberly membuang pandangannya ke depan. Dirinya benar-benar kesal akan ulah ayahnya yang berhasil mengerjainya.
Melihat putrinya yang kesal padanya membuat Fathir tersenyum dan juga tak tega. Kemudian Fathir menarik tubuh putrinya itu dan membawanya ke dalam pelukannya.
Grep..
Kimberly seketika terkejut ketika ayahnya memeluknya. Ayahnya memeluk dirinya erat. Seketika Kimberly tersenyum merasakan kehangatan di pelukan ayahnya.
"Maafkan Daddy ya karena sudah buat kamu kesal. Tapi benaran kalau Daddy punya sesuatu untuk kamu."
"Apa?" tanya Kimberly.
"Apa kamu masih ingat beberapa hari yang lalu kamu minta dibelikan motor sport. Kamu bilang sama Daddy bahwa kamu ingin sekali naik motor lagi?"
Mendengar ucapan sekaligus pertanyaan dari ayahnya membuat Kimberly langsung melihat kearah ayahnya tanpa melepaskan pelukannya.
"Jadi Daddy....,"
"Hm!" Fathir berdehem sebagai jawabannya sembari menganggukkan kepalanya.
Kimberly seketika melepaskan pelukannya. Tatapan matanya menatap lekat wajah tampan ayahnya itu.
Fathir tersenyum melihat wajah terkejut sekaligus wajah tak percaya putrinya. Begitu juga Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan. Mereka semua gemas melihat wajah Kimberly.
"Daddy."
"Iya, sayang. Itu benar. Daddy sudah belikan motor sport sesuai keinginan kamu. Ini kuncinya." Fathir berucap sembari memperlihatkan kunci motor tersebut kearah putrinya.
Kimberly melihat kearah kunci yang ada di tangan ayahnya. Dia bisa membedakan bentuk kunci mobil dan kunci motor. Jadi dia percaya jika ayahnya tidak membohonginya.
"Dad."
Grep..
"Aku sayang Daddy... Aku sayang Daddy! Terima kasih Dad!"
"Daddy juga sayang kamu. Sama-sama sayang. Berbahagialah dengan motor baru kamu."
***
[KEDIAMAN RAMOS]
Ramos saat ini berada di ruang kerjanya. Dirinya duduk di kursi kerjanya sembari menatap sebuah map merah yang ada di hadapannya. Sejak dari penandatanganan kontrak kerja sama sampai detik ini Ramos belum melihat berkas itu. Ditambah lagi, dua jam yang lalu Perusahaannya baru saja menandatangani kontrak kerja sama dengan Perusahaan ALD ADVERTISING. Ramos sangat tahu tentang Perusahaan itu. Perusahaan tersebut adalah Perusahaan nomor 4 setelah Perusahaan JSn'Ald.
"Aku sudah tidak sabaran memiliki Perusahaan JSn'Ald dan Perusahaan FTR'CORP," ucap Ramos.
Ramos kemudian membuka map tersebut. Dirinya benar-benar sudah tidak sabaran untuk merubah isi dari berkas tersebut.
Ketika map itu telah terbuka. Sontak membuat Ramos membelalakkan kedua matanya. Bagaimana tidak terkejut, Ramos melihat berkas tersebut masih ada tulisannya. Dan tidak luntur atau hilang sama sekali.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Seharusnya tiga jam setelah penandatanganan kontrak kerja sama itu selesai, tulisan-tulisan ini seharusnya sudah hilang dan hanya tersisa tanda tangan mereka saja. Bahkan ini sudah melebih waktunya."
"Aarrggghhh! Sial!"
PRAANNGG!
Ramos membanting gelas yang ada di meja kerjanya.
Ramos benar-benar marah saat ini karena rencananya gagal. Ketika dirinya sedang marah, tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi. Ramos yang mendengar ponselnya berbunyi tanpa melihat nama sipemanggil, dirinya langsung menjawab dengan nada penuh amarah.
"Halloo." Ramos berteriak.
"Hallo, Tuan Ramos."
Ramos yang mendengar suara seorang laki-laki yang sangat dikenalnya langsung terkejut. Dirinya tidak menyangka jika kakak laki-laki dari perempuan yang dia sukai menghubunginya.
"Tuan Jason."
"Iya. Ini aku Jason pemilik dari JSn'Ald yang Perusahaannya ingin anda rebut. Begitu juga dengan FTR'CORP."
DEG..
Ramos terkejut saat mendengar ucapan dari Jason. Dirinya benar-benar tidak menyangka jika rencananya diketahui oleh orang lain.
"Apa maksud anda, tuan?" Ramos berusaha untuk pura-pura tidak mengerti akan ucapan Jason.
"Anda pikir aku ini anak kecil yang bisa anda kelabui. Aku tahu apa yang sudah anda lakukan di belakangku. Anda berniat mencurangiku dan ayahku dengan memberikan berkas kontrak kerja sama yang tulisan bisa memudar atau hilang dengan sendirinya. Setelah itu anda akan merubah isinya dengan pengalihan kepemilikan JSn'Ald dan FTR'CORP menjadi milik anda. Dan aku juga tahu jika anda bekerja sama dengan laki-laki brengsek itu. Ditmar Mandova! Itulah nama dari laki-laki brengsek tersebut."
"Sial. Bagaimana bisa laki-laki itu mengetahui secara detail rencanaku?" batin Ramos.
"A-apa yang anda katakan, Tuan? Saya benar-benar tidak mengerti."
"Sekali lagi aku katakan. Aku bukan anak kecil yang gampang anda kibuli. Dikarenakan anda sudah berani mengusikku dan berusaha berbuat curang padaku dan ayahku. Maka bersiap-siaplah anda menerima konsekuensinya. Tunggu saja! Kejutan apa yang akan anda terima setelah ini."
Setelah mengatakan hal itu, Jason langsung mematikan panggilannya.
"Aarrgghhh!"
PRAANNGG!
PRAANNGG!
Ramos berteriak sambil membanting semua barang-barang yang ada di dalam ruang kerjanya.
"Brengsek! Siapa dia sebenarnya? Kenapa dia mengetahui semua rencanaku? Dan dia juga tahu jika aku bekerja sama dengan pria sialan itu!" teriak Ramos.
Ramos benar-benar marah saat ini. Rencana yang dibuat dengan sebaik-baiknya seketika gagal. Rencananya telah diketahui secara mendetail oleh musuhnya. Bahkan musuhnya itu mengancam dirinya untuk memberikan pembalasan.
Ramos benar-benar tidak menyangka akan mengalami kegagalan. Kemarin dirinya berbahagia dan berbangga diri karena rencana berjalan sempurna dengan mendapatkan tanda tangan sang pemilik perusahaan Js'nAld2 dan perusahaan FTR'CORP.
Namun ternyata rencananya hanya tinggal rencana. Semuanya gagal. Kertas yang isinya dia tulis menggunakan tinta yang mudah hilang ternyata kertas tersebut asli sehingga tulisan-tulisannya masih terlihat dengan sangat jelas.
"Aarrgghh!" Ramos kembali berteriak.
Ramos benar-benar marah akan rencananya yang gagal total. Dia salah karena telah menganggap remeh musuh-musuhnya. Ternyata musuhnya lebih pintar dan licik dari pada dirinya.