
Mendengar suara adik perempuannya, Fathan langsung melihat kearah adik perempuannya yang sudah duduk di sofa.
"Sudah pulang? Sama siapa?" tanya Fathan.
"Dijemput sama kak Aryan."
"Terus kakak kamu itu mana?"
Ketika Valen hendak menjawab pertanyaan dari kakaknya itu, terdengar suara Aryan yang sedang berbicara dengan seseorang di telepon.
Baik Fathan maupun Valen sama-sama melihat kearah Aryan yang sedang menelpon.
"Baiklah. Besok gue datang ke acara ulang tahun kedua orang tua lo."
"...."
"Oke."
Setelah selesai berbicara dengan seseorang di telepon, Aryan langsung mematikan panggilannya.
Aryan melangkahkan kakinya menghampiri sofa dimana kakak dan adik perempuannya sudah berada disana.
"Tumben jam segini sudah di rumah? Memangnya kakak pulang dari kantornya jam berapa?" tanya Aryan.
Mendengar pertanyaan dari adik laki-lakinya itu membuat Fathan tersenyum. "Baru beberapa menit yang lalu," jawab Fathan.
"Oh iya, kak! Tadi kalau aku tidak salah dengar Valen ngomong apa kakak masih memikirkan kejadian kemarin. Sebenarnya ada apa sih?" tanya Aryan kepo.
Fathan menatap kearah adik perempuannya, lalu menatap adik laki-lakinya yang terlihat dari wajahnya begitu penasaran.
"Gini kak Aryan. Kemarin pas aku sama kakak Fathan pergi ke cafe. Tiba-tiba kakak Fathan dapat telepon dari seorang gadis. Sontaklah kakak Fathan terkejut. Nah! Ternyata gadis itu juga ada di cafe yang sama. Ketika bertemu dengan gadis itu, tanpa rasa malu gadis itu langsung memeluk kakak Fathan."
"Yang benar?" tanya Aryan yang terkejut mendengar cerita Valen.
"Berani juga tuh cewek sampai meluk kakak Fathan," ucap Aryan.
"Yang lebih parah lagi cewek itu ngeklim dirinya sebagai kakak ipar aku," ucap Valen.
Aryan seketika membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan dari Valen. Aryan melihat kearah kakaknya dan langsung dijawab oleh kakaknya dengan anggukkan kepala.
***
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Di sebuah perusahaan RHN Advertising terlihat beberapa karyawan yang satu persatu akan pergi meninggalkan perusahaan untuk pulang ke rumah masing-masing.
Di sebuah ruangan terlihat seorang pemuda yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Map-map itu bertumpuk di atas meja dengan sebuah papan nama yang bertuliskan 'Presedir Rehan Fidelyo' di tengahnya. Laki-laki yang berada di balik meja tersebut terlihat sibuk membolak-balikkan kertas, menandatanganinya, menepikan ke posisi lain kemudian kembali mengambil dokumen lain. Sesekail dia mengucek matanya saat terasa perih.
Rehan mengambil gelas yang berisi kopi lalu menyeruputnya pelan meskipun sudah tak panas lagi untuk diminum. Tapi memang seperti itulah cara menikmati pahitnya kopi.
Setelahnya memijit pelipis dan melirik jam di tangan kirinya, Rehan terkekeh melihat begitu cepatnya waktu berjalan.
"Baiklah. Sedikit lagi," kemudian Rehan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Ketika Rehan tengah sibuk dengan pekerjaannya, tiba-tiba terdengar ketukan pintu.
Tok.. Tok..
Tok..
"Masuk!"
Cklek..
Seorang wanita memasuki ruangannya dengan sopan. Sedikit mengerutkan dahi, Rehan menatap wanita tersebut penuh tanya.
"Kenapa belum pulang? Bukankah saya bilang, saya akan lembur?"
"Saya tidak enak meninggalkan Bos sendiri. Para karyawan dan karyawati sudah pada pulang. Tapi sebenarnya tadi ibu saya menelpon suruh pulang."
"Sekarang saya yang jadi tak enak sama kamu, Selly. Kamu pulanglah dan hati-hati di jalan."
"Terima kasih, Bos! Kalau begitu saya pamit pulang!"
Rehan menganggukkan kepalanya dengan senyum tipisnya. Setelah itu, Selly pun pergi meninggalkan ruang kerja Rehan.
Pintu itu kembali tertutup setelah Selly berada diluar. Kini tinggallah Rehan sendirian.
***
Keesokan paginya, Kimberly di kamarnya sedang bersiap-siap untuk ke sekolah. Dia belum menyadari dan belum mengetahui bahwa kakak pertama dan kakak keduanya yaitu Jason dan Uggy sudah kembali dari Berlin. Begitu juga dengan kedua orang tuanya.
Di meja makan kedua orang tuanya dan keempat kakaknya sudah duduk cantik sembari menunggu kesayangannya untuk bergabung.
"Iya, kak!"
"Kalian tidak memberitahu Kimberly kan tentang kepulangan kita?"
"Sama sekali tidak kak. Kami hanya mengatakan bahwa kami tidak tahu kapan kak Jason, kak Uggy, Mommy dan Daddy akan pulang." Enda menjawab pertanyaan dari kakaknya itu.
"Kami hanya mengatakan kepada Kimberly untuk bersabar dan segera kembali kalau urusan selesai," ucap Riyan menambahkan.
Kemarin pulang sekolah ketika Kimberly tiba di rumah, yang ada di rumahnya hanya Enda dan Riyan. Keduanya sengaja pulang cepat demi menunggu adik perempuannya pulang sekolah agar adik perempuannya itu tidak merasa kesepian jika tiba di rumah.
Setibanya Kimberly di rumahnya, Kimberly langsung bertanya kepada Enda dan Riyan tentang kedua orang tuanya, Jason dan Uggy.
Mendengar pertanyaan dari Kimberly membuat Enda dan Riyan menatap Kimberly sedih dan iba. Adik perempuannya selalu menanyakan kapan kedua orang tuanya dan kedua kakaknya pulang.
Sementara untuk Nashita, Fathir, Jason dan Uggy meminta kepada Enda dan Riyan untuk merahasiakan kepulangan mereka agar menjadi kejutan terindah untuk Kimberly.
Nashita, Fathir, Jason dan Uggy tersenyum ketika mendengar jawaban dari Enda dan Riyan.
Ketika mereka sedang membahas kesayangannya, tiba-tiba mereka mendengar derap langkah kaki menuruni anak tangga dan berlahan-lahan menuju ruang makan.
Kimberly melangkahkan kakinya menuju ruang makan untuk segera bergabung dengan kedua kakaknya yaitu Enda dan Riyan.
Ketika Kimberly sudah tiba di ruang makan, Kimberly dikejutkan dengan suara sapaan dari empat orang yang dia rindukan beberapa hari ini.
"Selamat pagi Princess!"
Mendengar sapaan akrab tersebut, Kimberly langsung melihat kearah meja makan yang tadinya fokus ke layar ponselnya.
Seketika Kimberly terkejut dan juga bahagia ketika melihat empat orang yang dia rindukan ada di hadapannya.
"Mommy! Daddy! kakak Jason! kakak Uggy!"
Mereka semua tersenyum ketika mendengar Kimberly yang memanggil keempat orang yang begitu dia rindukan beberapa hari ini.
"Peluk dong!" seru Fathir, Nashita, Jason dan Uggy bersamaan.
Tanpa diminta dua kali, Kimberly langsung berlari untuk memeluk kedua orang tuanya. Kimberly memeluk kedua orang tuanya secara bergantian.
"Rindu Mommy, Rindu Daddy!"
"Mommy/Daddy juga rindu princess!" Nashita dan Fathir berucap bersamaan sembari keduanya memberikan ciuman di kedua pipi dan kening putri bungsunya.
Setelah beberapa detik berpelukan, ketiganya pun melepaskan pelukannya. Kimberly menatap wajah cantik dan tampan kedua orang tuanya.
Dan detik kemudian..
Cup..
Cup..
Kimberly memberikan masing-masing dua ciuman di kedua pipi kedua orang tuanya secara bergantian.
Selesai dengan kangen-kangenan dengan kedua orang tuanya. Kini Kimberly beralih kepada kedua kakaknya yaitu Jason dan Uggy. Kimberly melangkahkan kakinya menghampiri kedua kakaknya itu.
Jason dan Uggy yang melihat adik perempuannya melangkah mendekatinya langsung berdiri dari duduknya, kemudian keduanya merentangkan kedua tangannya agar adik perempuannya itu berlari dan masuk ke dalam pelukannya itu.
Melihat kedua kakaknya yang telah memberikan ruang untuknya langsung berlari dan menerjang tubuh kedua kakaknya itu.
"Kakak!"
Grep..
Kimberly menyerukan nama kakak bersamaan dirinya memeluk tubuh kedua kakaknya itu dan disambut dengan sangat baik oleh kedua kakaknya.
"Aku rindu kakak."
"Kakak juga rindu kamu, sayang!" Jason dan Uggy menjawab bersamaan.
"Maaf ya jika kakak perginya lama," ucap Jason.
"Rindu berat ya sama kakak?" tanya Uggy.
"Aku maafkan. Sangat."
Jason dan Uggy tersenyum mendengar jawaban dari adik perempuannya. Begitu juga dengan Nashita, Fathir, Enda dan Uggy.
Setelah selesai berpelukan dan melepas rasa rindu. Mereka semua pun memutuskan untuk memulai sarapan paginya.