THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Mengingat Kejadian Kemarin



Di kediaman Rafassya Fidelyo terlihat seorang pemuda tampan sedang duduk di sofa ruang tengah. Pemuda itu adalah Fathan Fidelyo.


Fathan saat ini tengah memikirkan kejadian kemarin dimana dirinya tiba-tiba di hubungi oleh seorang gadis yang tidak dia kenal.


Flashback On


Fathan saat ini sudah tiba di sebuah cafe favoritnya bersama seorang gadis cantik. Mereka singgah kesana ingin makan sesuatu. Setelah dari cafe itu, barulah kedua akan pulang. Mereka saat ini berada di parkiran.


Ketika Fathan hendak keluar dari dalam mobilnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan panggilan masuk.


Fathan pun segera mengambil ponselnya yang ada di saku celananya. Dia penasaran siapa yang menghubungi siang begini.


"Nomor tidak dikenal," ucap Fathan setelah tatapan matanya melihat nomor telepon yang tidak dia kenal di layar ponselnya.


"Hallo."


"Kau ada dimana?"


Fathan seketika terkejut ketika mendengar pertanyaan dari seorang gadis di seberang telepon.


"Maaf, kau siapa?"


"Jawab saja. Kau dimana sekarang?" bentak gadis di seberang telepon itu


Lagi-lagi membuat Fathan terkejut. Apalagi ketika untuk pertama kalinya dia di hubungi oleh seorang gadis yang tidak dikenal dan berakhir dibentak.


"Aku baru saja sampai di cafe Faria. Dan aku sekarang berada di parkiran. Dan sekarang jawab pertanyaanku, kau siapa?"


Gadis yang di seberang telepon tersebut langsung mengedarkan pandangannya kearah parkiran luar. Seketika senyuman semakin mengembang saat melihat seorang laki-laki tampan menurutnya baru keluar dari dalam mobilnya.


Yah! Fathan sambil berbicara dengan gadis itu langsung keluar dari dalam mobilnya. Dan Fathan belum menyadari jika gadis yang menghubunginya itu tengah menatap kearah dirinya.


Gadis yang menghubungi Fathan adalah tersebut adalah Lora Aurelia Samantha .


Gadis itu menatap kearah Fathan yang saat ini sedang berbicara dengan dirinya di telepon. Terlihat ponselnya tersebut menempel di telinganya dengan kening yang mengerut serta tangan kanannya sedang membukakan pintu belakang mobilnya. Dan dapat Lora lihat keluar seorang gadis cantik yang Lora perkiraan masih sekolah SMP.


Gadis yang bersama dengan Fathan adalah Valen. Valen dijemput sama Fathan lalu diajak ke kantor. Setibanya di kantor, Fathan menyuruh adiknya itu untuk berganti baju di ruang ganti yang ada di ruang kerjanya.


Yah! Fathan dan Valen pergi ke acara ulang tahun temannya Valen karena hanya Fathan yang memiliki banyak waktu khusus hari ini untuk adik perempuannya itu.


Lora juga meyakini bahwa nomor yang dia hubungi asal adalah nomor dari laki-laki tampan itu.


Dengan kepercayaan yang tinggi, Lora melangkahkan kakinya dengan angkuh mendekat kearah Fathan.


"*Hei, kau apa masih disana! Tolong jawab aku! Dan siapa kau?!"


Lora seketika terkejut ketika mendengar ucapan dari Fathan. Dirinya seketika sadar bahwa dia belum memutuskan teleponnya.


"Aku Lora. Kalau kau?"


"Lora? Aku tidak pernah mengenalmu. Maaf sepertinya kau salah sambung."


"Jawab saja. Siapa namamu?"


"Fathan Fidelyo. Puas?!"


Setelah itu, Lora langsung mematikan panggilannya itu secara sepihak dan mempercepat langkah kakinya untuk menghampiri Fathan yang ada di hadapannya.


"Paman Fathan!"


Fathan yang dipanggil sontak terlonjak kaget saat Lora tiba-tiba memeluknya.


"Hei, kau siapa?"


"Aku Lora yang tadi menelponmu. Dan kumohon, aku memerlukan bantuanmu Paman," bisik Lota tepat ditelinga Fathan.


"Hey! Aku tidak mengenalmu. Lagi pula aku tid..."


"Tolong aku atau aku akan menciummu disini, aku tidak pernah main-main dengan ucapanku, Paman!"


Oh Sial! Seorang Fathan diancam oleh seorang gadis yang tak jelas? Ini gila!


"Kau pikir aku bisa diancam oleh gadis sepertimu," ejek Fathan membuat Lora seketika menatapnya dengan tajam.


"Dan kau pikir aku ini hanya gadis yang suka bermain-main dengan ucapanku?" balas Lora yang langsung menarik leher Fathan hingga membuat wajah Fathan dan wajah Lora hanya berjarak tiga sentimeter.


Sementara Valen yang ikut bersama Fathan hanya diam di tempat menyaksikan kakak laki-lakinya dan gadis yang menurutnya sangat aneh itu.


"Jadi kau ingin aku cium dimana, hah?"


Kali ini giliran Lora yang memberikan ejekan pada laki-laki di hadapannya yang hanya terpaku dengan apa yang baru saja Lora lakukan.


Lora segera menjauhkan tubuhnya dari Fathan dan memberikan senyum lebarnya ke arah Fathan yang menatapnya kesal.


"Jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Fathan menatap jengah gadis yang ada di depannya ini.


"Jadilah kekasihku."


"Apa? Kau gila! Bagaimana mung...."


"Hanya berpura-pura. Kau hanya perlu berpura-pura menjadi kekasihku agar aku terlepas dari laki-laki menjijikan itu," ucap Lora merasa jengkel mengingat laki-laki sialan itu*.


"Laki-laki menjijikan?" tanya Fathan.


Lora Langsung menganggukan kepalanya. "Arah jam dua."


Fathan mengalihkan pandangannya mengikuti arahan Lora dan Fathan dapat melihat seorang laki-laki yang menatap dengan rasa ingin tahu kearah mereka.


"*Laki-laki berpakaian hitam itu?" tanya Fathan mencoba memastikan.


"Iya. Laki-laki yang mirip laki-laki hidung belang itu benar-benar mengerikan. Dia memaksaku untuk menikahi dengannya*."


"*Dia ingin menikahimu?"


Lora kembali mengganggukkan kepalanya.


"Bagaimana mungkin?" ucap Fathan pelan seolah tidak percaya*.


"Sudah, nanti saja aku ceritakan. Jadi bisa tidak kau membantuku? Aku benar-benar tidak ingin menikah dengannya."


"*Kau hanya tinggal menolaknya kan?"


Lora mendecak kesal mendengar pertanyaan dari Paman di depannya itu*.


"*Jika aku bisa menolak. Sudah sejak tadi aku melakukannya. Dan aku tidak akan meminta bantuan darimu," geram Lora.


"Kakak, kapan kita masuk ke dalam. Disini panas sekali."


Akhirnya Valen mengeluarkan suaranya sehingga membuat Fathan dan Lora langsung melihat kearah Valen.


Lora tersenyum licik kearah Fathan yang hanya memandang bingung kearahnya.


"Hei, cantik! Siapa namamu?" tanya Lora.


"Aku Valen. Valen Fidelyo."


"Nama yang manis. Semanis dirimu," ucap Lora sembari mengusap lembut kepala Valen.


"Kalau nama kakak siapa?" tanya Valen.


Lora tersenyum menatap wajah manis Valen. Lora seketika jatuh hati terhadap Valen.


"Aku Lora Aurelia Samantha, calon kakak ipar kamu." Lora seketika tersenyum semanis mungkin di hadapan Valen .


Sementara Fathan seketika membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan dari Lora yang seenaknya mengklaim dirinya sebagai calon kakak ipar Valen.


"Yak! Bagaimana mungk...."


"Diam!" Lora seketika langsung memotong perkataan dari Fathan dan langsung menatapnya tajam.


"Wah! Benarkah kakak adalah calon kakak iaprku?" tanya Valen sumringah.


"Iya," jawab Lora dengan memperlihatkan wajah semanis mungkin di hadapan Valen*.


Flashback Off


Setelah mengingat kejadian tersebut membuat Fathan berteriak frustasi dengan kedua tangannya mengusap kasar wajahnya berulang kali.


"Benar-benar gadis gila dan aneh," ucap Fathan.


Ketika Fathan sedang frustasi dengan kejadian kemarin, tiba-tiba Fathan dikejutkan dengan suara seseorang sembari melangkah menuju ruang tengah


"Apa kakak masih mengingat kejadian kemarin?"


****


**Bagi kalian yang nggak ikhlas baca cerita saya mending pergi jauh-jauh. Jangan kayak SETAN hanya karena lama Update kasih komentar kayak nggak enak.


SAYA UPDATE SETIAP HARI 5 CERITA. SAYA UPDATE 2 BAB SETIAP HARI UNTUK 5 CERITA. JIKA TERLAMBAT UPDATE, BERARTI CERITA NYA SEDANG BERJALAN ALIAS SAYA SEDANG MENULIS. KAMU PIKIR GAMPANG MENULIS DAN MEMIKIRKAN IDE CERITA. APALAGI 5 CERITA SETIAP HARI.


JADI PAKEK OTAK SEBELUM MEMBERIKAN KOMENTAR. JANGAN ASAL BERKOMENTAR. TOH KALIAN MEMBACA JUGA NGGAK BUKA BAB YANG DIKUNCI KAN**?