THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kedatangan Rica Ke Kediaman Pandya



"Bagaimana? Sudah siap semuanya?" tanya Fathir kepada istri dan keempat putranya.


"Sudah sayang!"


"Sudah Dad!"


Fathir tidak menemukan keberadaan putri kesayangannya diantara istri dan keempat putranya.


"Kimberly mana? Apa Kimberly masih di kamarnya?" tanya Fathir.


"Mungkin sebentar lagi turun, Dad!" sahut Riyan.


"Tadi aku sudah ke kamarnya. Dia sedang bersiap-siap," sela Enda.


Hari ini Fathir dan keluarganya akan menghadiri acara ulang tahun perusahaan Metro Advertising. Perusahaan tersebut adalah perusahaan yang menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan miliknya dan juga perusahaan milik putra sulungnya. Perusahaan Metro Advertising juga bekerjasama dengan perusahaan milik keluarga besar Alexander.


Tap.. Tap..


Tap..


Terdengar langkah kaki menuruni anak tangga. Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan secara bersamaan langsung melihat keasal suara. Seketika mereka tersenyum ketika melihat kesayangannya begitu cantik dengan gaun pesta yang dikenakan.



Kimberly yang ditatap oleh kedua orang tuanya dan keempat kakak laki-lakinya menjadi malu.


"Kenapa? Nggak cantik ya?" tanya Kimberly yang saat ini sudah berada di tengah-tengah keluarganya yang mana keluarga masih tersenyum menatap dirinya.


Fathir seketika membelai lembut kepala putrinya lalu beralih mengusap lembut pipinya. Setelah itu, Fathir memberikan ciuman sayang di kening putrinya itu.


"Princess Daddy sangat cantik hari ini."


"Daddy juga tampan dengan setelan jas yang Daddy kenakan," balas Kimberly.


Cup..


Nashita memberikan ciuman di pipi kiri putrinya. "Princess Mommy sangat cantik."


"Mommy juga cantik. Bahkan Mommy yang lebih cantik dari aku," jawab Kimberly.


"Kakak Jason, kakak Uggy, kakak Enda dan kakak Iyan begitu tampan hari ini," puji Kimberly ketika melihat penampilan keempat kakak laki-lakinya.


Jason, Uggy, Enda dan Riyan seketika tersenyum ketika mendengar pujian dari adik perempuannya.


"Kamu juga cantik, sayang!" puji Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.


"Kamu sama Mommy adalah wanita yang paling cantik di dunia ini," puji Jason tulus.


Nashita dan Kimberly tersenyum ketika mendengar pujian dari Jason.


"Kalau aku sama Mommy adalah wanita yang paling cantik di dunia. Bagaimana dengan kakak Rica?" tanya Kimberly menggoda kakak sulungnya itu.


"Calon kakak ipar kamu itu juga cantik. Bahkan dia yang paling cantik dari wanita-wanita mana pun di dunia ini. Disini kan kakak memuji kamu sama Mommy. Bukan sedang memuji calon kakak ipar kamu itu," jawab Jason.


Mendengar jawaban sekaligus penjelasan dari kakak sulungnya itu membuat Kimberly hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Iyain aja deh. Kalau dijawab bakal panjang masalahnya. Ntar kita terlambat perginya," sahut Kimberly.


"Hahahaha." Fathir, Nashita, Uggy, Enda dan Riyan seketika tertawa mendengar perkataan Kimberly.


"Dad, yuk!"


Kimberly langsung menggandeng tangan ayahnya dan membawanya pergi meninggalkan kediaman Aldama. Dan disusul oleh Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan di belakang.


***


Di kediaman Pandya dimana seluruh keluarga Pandya sedang menikmati berkumpul bersama di ruang tengah. Mereka berkumpul disana hanya untuk sekedar menghabiskan waktu bersama setelah berjuang dengan berkas-berkas perusahaan.


"Bagaimana kabar Rica? Mama kangen Rica. Sejak kejadian itu, Rica memutuskan hubungannya dengan keluarga Pandya." Sarda berucap dengan nada lirih dan juga menangis.


Salima yang mendengar ucapan dan juga kerinduan ibunya terhadap putri sulungnya membuat dirinya kembali teringat akan kejadian itu. Dirinya merutuki kebodohannya meninggalkan suami dan putrinya demi laki-laki lain.


"Maafkan aku, Ma! Maaf karena sudah membuat Mama berpisah dengan Rica."


"Kata maaf saja tidak cukup Salima jika tidak dibarengi dengan perbuatan. Apa kau sudah meminta maaf kepada putrimu itu?" sela Zevan.


"Tidak ada mantan anak atau mantan ibu. Sekali pun kau sudah tidak bisa kembali bersama Raditya. Tapi kau bisa memperbaiki hubunganmu dengan putrimu," ucap Dion.


Ketika mereka sedang membahas tentang Rica, tiba-tiba seorang pelayan datang memberitahu tentang kedatangan Rica.


"Permisi Nyonya besar, nyonya, tuan!"


"Iya, Bi!"


"Itu nona Erica ada di depan!"


Mendengar nama Rica disebut oleh pelayan tersebut membuat mereka semua berdiri dari duduknya. Mereka seakan-akan tak percaya jika Rica akan datang berkunjung.


"Kenapa tidak disuruh langsung kesini, Bi?" tanya Conny.


"Kata nona Rica dia ingin menunggu diluar saja. Dia tidak ingin masuk ke dalam. Dia hanya ingin bertemu dengan nyonya Salima. Ada sesuatu yang ingin nona Rica sampaikan."


Deg..


"Baiklah. Kami akan menemuinya," sahut Zevan.


Setelah itu, mereka semua pergi meninggalkan ruang tengah untuk menemui Rica yang menunggu diluar. Sementara pelayan tersebut kembali ke dapur.


^^^


"Rica," panggil Sarda.


Grep..


Sarda langsung memeluk tubuh cucunya. Dia benar-benar merindukan cucunya dari putri bungsunya.


Setelah beberapa detik memeluk cucunya, Sarda pun melepaskan pelukannya. Sarda menatap wajah cantik cucunya itu, lalu memberikan ciuman di keningnya.


"Kita masuk dulu ya. Kita bicaranya di dalam saja," bujuk Dion sang Paman.


"Terima kasih Paman Dion. Lain kali aja. Aku datang kesini untuk membahas sesuatu dengan dua perempuan ini," ucap Rica sambil menunjuk kearah Salima dan Selly putrinya dari pernikahan keduanya.


Rica menatap penuh dendam kearah perempuan yang sudah melahirkan dirinya ke dunia ini dan putrinya dari pernikahan kedua ibunya itu.


Sementara Sarda, Zevan, Conny, Dion, Rima dan anak-anaknya hanya bisa menghela nafas pasrahnya. Mereka tidak bisa memaksa Rica untuk masuk ke dalam rumah dan mengajak Rica bicara baik-baik. Mereka semua paham rasa kecewa, rasa benci dan rasa dendam Rica terhadap Salima. Disini Salima yang bersalah dengan memberikan luka terhadap Rica.


Tes..


Seketika air mata Rica jatuh membasahi pipinya ketika menatap dengan penuh dendam ibu kandungnya.


Melihat Rica yang tiba menangis membuat hati mereka semua sesak. Bukan ini yang mereka inginkan.


"Belum puaskah anda menyakiti saya dan ayah saya dulu sehingga anda kembali menyakiti saya melalui adik saya?"


"Sa-sayang. Mama......"


"Cuih! Jangan menyebut kata sayang di hadapanku, apalagi menyebut kata Mama. Aku tidak membutuhkan ucapan manis darimu."


Deg..


Hati Salima merasa sesak ketika mendengar ucapan kejam dari putri sulungnya.


"Satu hal yang aku minta padamu. Tolong kau didik putrimu itu dengan baik. Jangan sekali-kali dia mencari masalah atau mengusik kehidupan Luna adikku. Jika sekali lagi putrimu itu mempermalukan adikku, maka aku akan membalasnya dua kali lipat. Apa kau mengerti nyonya Salima Yohanes!"


Setelah itu, Rica menatap kearah Selly, putri kedua Salima dengan tatapan nyalangnya.


"Dan kau! Menjauhlah dari kehidupanku dan adikku Luna. Jadilah perempuan baik-baik dan jangan menjadi seperti ayahmu yang menjadi perusak hubungan orang lain. Dan satu lagi, di dunia ini seorang Rica Adisti Odelia hanya memiliki satu orang adik perempuan. Nama adik perempuannya itu adalah Luna Adisti Odelia. Apa kau mengerti sekarang!"


Mendengar ucapan demi ucapan dari Rica membuat Selly seketika menangis. Hatinya tersentak dan sakit ketika mendengar ucapan kejam dari Rica.


Setelah mengatakan itu kepada ibu dan adik yang tak diakuinya. Rica langsung pergi meninggalkan kediaman Pandya.


Melihat kepergian Rica membuat semuanya menangis. Dalam hati mereka masing-masing, kapan Rica membuang dendamnya itu.


Danny melihat kearah adik sepupunya itu. Dia ingin tahu apa yang sudah diperbuat oleh adik sepupunya itu terhadap Luna.


"Selly!" panggil Danny.


"Iya, kak!"


"Apa yang sudah kau lakukan terhadap Luna? Tidak mungkin Rica semarah itu jika kau tidak melakukan sesuatu terhadap Luna," ucap Danny menatap wajah Selly.


Semuanya menatap kearah Selly. Mereka ingin tahu yang sebenarnya.


"Selly, jawab!" Salima meminta putrinya itu untuk berkata jujur.


"A-aku... aku bertemu dengan Luna di Mall dua hari yang lalu. Kemudian aku....."


"Aku apa?" tanya Dion.


"Aku menghina Luna dan aku menyebut Luna gadis busuk yang sudah merebut kak Rica dari kehidupanku," jawab Selly.


Seketika semua anggota keluarga Pandya membelalakkan matanya ketika mendengar jawaban dari Selly.


Plak..


Salima langsung memberikan tamparan keras di pipi putrinya itu. Dia benar-benar kecewa akan sikap putrinya yang mempermalukan Luna di depan umum.


"Ma," lirih Selly.


"Lihat apa yang sudah kamu lakukan. Mama makin susah mendapatkan maaf dari kakak kamu itu. Apa yang ada di otak kamu itu Selly? Kenapa kamu lakukan itu? Kenapa, nak?"


Salima menangis ketika mengatakan hal itu kepada Selly. Dia tidak menyangka jika putrinya akan bertindak bodoh dengan mempermalukan Luna.


Setelah meluapkan kemarahannya terhadap Selly. Salima langsung pergi masuk ke dalam rumah. Dirinya harus kembali menata kata-kata indah untuk mendapatkan hati putri sulungnya itu. Jika dia berhasil, dia akan berusaha untuk menjadi ibu yang baik untuk putrinya itu, walau putrinya itu sudah memiliki ibu yang lebih baik darinya. Dia tidak peduli.


Sementara Selly seketika menatap dengan tatapan menyesal kearah ibunya yang melangkah masuk ke dalam rumah.


Beberapa detik kemudian..


"Mama!" Selly mengejar ibunya dan ingin meminta maaf.


Di gedung tempat diadakan acara ulang tahun perusahaan Metro Advertising sudah tampak ramai. Semua tamu undangan yang rata-rata adalah pebisnis sudah memenuhi gedung tersebut.