THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Wajah Pasrah Uggy



"Pagi Dad, pagi Mom, pagi kakak-kakakku yang tampan dan baik hati!" Kimberly melangkahkan kakinya menuju ruang makan sembari menyapa kedua orang tuanya dan keempat kakaknya.


Mendengar sapaan dari kesayangannya membuat Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum.


"Pagi princess Daddy/pagi princess Mommy!" Fathir dan Nashita menjawab sapaan putrinya secara bersamaan.


"Pagi tuan putri!" jawab Jason, Uggy, Enda dan Riyan kompak.


Kimberly menduduki pantatnya di kursi lalu Nashita memberikan segelas susu kepada putrinya itu.


"Ini susunya sayang!"


"Terima kasih, Mom!"


Kimberly memulai memakan sarapan paginya. Begitu juga dengan kedua orang tuanya dan keempat kakak laki-lakinya.


"Kim," panggil Uggy.


"Hm." Kimberly berdehem sebagai jawabannya dan disertai kunyahan di dalam mulutnya.


"Boleh kakak nanya?" tanya Uggy.


"Kakak mau nanya apa?" Kimberly balik bertanya kepada kakak keduanya itu.


"Masalah teman sekelasnya kamu yang bernama Gracia. Sekalian kakak juga mau bertanya soal video waktu itu. Kamu belum sempat menceritakannya kepada kakak dan kita semua."


Mendengar perkataan dari kakaknya itu seketika Kimberly menghentikan kegiatan makannya. Kimberly kemudian menatap wajah kakak laki-laki keduanya itu.


"Harus ya?" tanya Kimberly.


"Harus!" seru Jason, Uggy, Enda dan Riyan bersamaan.


"Aku bakal memerlukan tenaga lebih jika menceritakan masalah itu kepada kakak. Soalnya, ceritanya panjang banget. Membutuhkan waktu 7 hari 7 malam. Apa kak Uggy tega buat aku menceritakan masalah tersebut selama itu?"


Mendengar perkataan serta pertanyaan dari adik perempuannya membuat Uggy mendengus. Mana ada hal seperti itu. Itu akal-akalan adik perempuannya saja agar terhindar untuk tidak menceritakan masalah tersebut. Atau bisa juga, adik perempuannya itu meminta sesuatu sebagai imbalan atas ceritanya itu.


Bagaimana dengan Fathir, Nashita, Jason, Enda dan Riyan? Mereka semua sudah tersenyum gemas dan geleng-geleng kepala akan perkataan sekaligus pertanyaan dari kesayangannya itu.


Sementara Kimberly saat ini sudah kembali menikmati sarapan paginya tanpa mempedulikan tatapan kekesalan dari kakak keduanya itu terhadap dirinya.


"Kakak akan belikan kamu apa saja asal kamu mau ceritakan semuanya!" seru Uggy dengan menatap kearah adik perempuannya itu.


Seketika Kimberly menghentikan makannya. Tatapan matanya menatap wajah tampan kakak keduanya itu dengan intens. Lalu kemudian Kimberly kembali melanjutkan kunyahan sisa makanannya di dalam mulutnya.


Setelah itu, Kimberly menelan makanan tersebut hingga turun ke perutnya.


"Kakak Uggy bilang apa tadi? Aku nggak dengar," tanya Kimberly.


Uggy seketika menghela nafasnya mendengar pertanyaan dari adik perempuannya itu.


"Kakak akan belikan apa saja yang kamu mau asal kamu menceritakan semuanya sama kakak tentang Gracia dan keluarganya," tutur Uggy yang masih menatap wajah cantik adik perempuannya itu.


Di dalam hati Uggy, dirinya berharap adiknya itu luluh akan sogokan yang dirinya berikan kepada adik perempuannya itu. Begitu juga dengan Fathir, Nashita, Jason, Enda dan Riyan.


"Benarkah?" tanya Kimberly.


"Iya," jawab Uggy.


"Apapun?" tanya Kimberly.


"Apapun," jawab Uggy.


"Kakak Uggy nggak akan marah jika uangnya kak Uggy habis karena aku?" tanya Kimberly.


Mendengar pertanyaan dari Kimberly membuat Fathir, Nashita, Jason, Enda dan Riyan tersenyum gemas. Apalagi ketika melihat wajah polos Kimberly.


"Tidak akan," jawab Uggy meyakinkan adik perempuannya.


"Kakak sibuk nggak hari ini di kantor?" tanya Kimberly.


"Kenapa malah nanya sibuk atau nggak nya kakak di kantor?" tanya balik Uggy kesal.


"Jawab aja kenapa sih. Aish!" Kimberly berucap tak kalah kesal sembari menatap horor kakak keduanya itu.


"Hah!" Uggy hanya bisa menghela nafas pasrahnya akan sikap adik perempuannya itu. "Kenapa susah sekali merayu dan membujukmu, Kim? Setiap kali minta untuk bercerita pasti ujung-ujungnya harus menempuh jalur sesi tanya jawab dan jalur penyelidikan darimu," batin Uggy.


"Kakak sibuk hanya dari pukul 8 pagi sampai pukul 12 siang. Setelah itu, kakak sedikit santai."


Mendengar jawaban dari kakaknya, seketika terukir senyuman manis di bibir Kimberly.


"Kalau begitu nanti pulang sekolah aku akan mampir ke perusahaan kakak sekalian aku mau kesana. Sudah lama juga aku nggak main ke perusahaan kakak Uggy. Nanti sampai disana aku cerita semuanya."


Mendengar perkataan dari Kimberly membuat Uggy kembali menghela nafas. "Kenapa nggak sekarang saja ceritanya Kim?" batin Uggy.


Sementara Fathir, Nashita, Jason, Enda dan Riyan tersenyum mendengar helaan nafas dari Uggy. Ditambah lagi melihat wajah prustasi Uggy akan kelakuan adik perempuannya.


"Bagaimana? Boleh nggak?" tanya Kimberly yang melihat kakak keduanya itu hanya diam.


"Baiklah. Kakak akan tunggu kamu di kantor. Awas saja kalau kamu cuma ngerjain kakak!"


"Eoh! Ngancam!"


"Ini bukan sekedar ancaman. Tapi kakak akan benar-benar melakukannya."


"Memangnya kakak akan melakukan apa padaku?"


"Menghukum kamu dengan cara mengurung kamu dalam kandang lalu memberikan wortel sebagai makanan baru kamu. Ketika kamu sudah tertidur, kakak akan mencabut dua gigi besar kamu yang berdiri di depan itu."


Seketika Kimberly membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan sekaligus jawaban dari kakak keduanya itu. Dan jangan lupa, tangannya sudah menutup mulutnya.


Fathir, Nashita, Jason, Enda dan Riyan sudah tertawa ketika mendengar penuturan dari Uggy dan melihat wajah syok Kimberly.


Setelah beberapa detik, Kimberly menjauhkan tangannya dari mulutnya.


Kimberly meneguk habis susu pisang kesukaannya dengan tatapan matanya yang menatap horor kakaknya itu.


Kimberly bangkit dari duduknya. Tak lupa meraih tas sekolahnya. Setelah itu, Kimberly menghampiri kedua orang tuanya lalu memberikan ciuman masing-masing di pipinya.


"Dad, Mom! Aku berangkat!"


"Iya, sayang!"


Kimberly berjalan menghampiri ketiga kakak laki-lakinya yaitu Jason, Enda dan Riyan. Lalu setelah itu, Kimberly memberikan ciuman di pipi ketiganya secara bergantian.


"Kak Jason, kak Enda, kak Iyan. Aku berangkat!"


"Iya, Kim!" seru ketiganya.


Kimberly menatap horor kearah kakak keduanya itu. Dan jangan lupa bibirnya yang cemberut.


"Untuk kakak Uggy nggak ada ciuman!"


Setelah itu, Kimberly langsung pergi meninggalkan keluarganya untuk berangkat ke sekolah.


Mendengar perkataan dari adik perempuannya membuat Uggy melotot tak percaya. Pagi ini dirinya tidak mendapatkan ciuman di pipinya dari adik perempuannya.


"Sabar sayang!" seru Fathir.


"Tabahkan hatimu, nak!" ledek Jason.


"Apaan sih kak Jason," kesal Uggy.


"Hahahahaha." Jason, Enda dan Riyan tertawa.


***


Kimberly sudah berada di sekolahnya. Kini Kimberly tengah melangkahkan kakinya menuju kelas.


Ketika Kimberly melangkah menuju kelas, tiba-tiba seseorang menarik tangannya lalu membawanya ke suatu tempat.


"Yak!" teriak Kimberly.


Bruk..


Tubuh Kimberly membentur sebuah dinding yang ada di belakang sekolah. Tidak terlalu kuat karena orang tersebut melakukannya dengan lembut.


"Yak, lepas!" teriak Kimberly.


Kimberly memberikan perlawanan terhadap orang yang saat ini mengurung tubuhnya di dinding. Sementara orang itu tersenyum di balik penutup wajahnya.


"Lepas!" bentak Kimberly.


Bugh..


"Aakkhhh!" ringis orang itu merasakan sakit di bagian perutnya.


Kimberly memberikan pukulan tak main-main di bagian perut orang yang ada di hadapannya sehingga membuat orang itu meringis kesakitan.


Seketika Kimberly terkejut ketika mengenali suara orang yang ada di hadapannya.


Kimberly kemudian melepaskan penutup wajah orang itu. Dan detik kemudian....


"Tom-tommy!"


"Tega kamu Kim."


"Kamu sendiri yang salah pake culik aku lalu membawa aku kesini."


"Sshhh."


Kimberly membelalakkan matanya menatap kearah Tommy yang sedang kesakitan.


"Tommy," lirih Kimberly sembari tangannya mengusap kedua pipi Tommy.


Tommy melihat kearah wajah cantik Kimberly dengan menampilkan wajah kesakitannya. Padahal sebenarnya rasa sakit yang dirasakan Tommy hanya sedikit. Awalnya saja yang benar-benar sakit ketika Kimberly memukulnya.


Tommy tersenyum di dalam hatinya melihat wajah bersalah Kimberly yang kini tengah menatap wajahnya.


"Sakit ya?"


"Hm!"


"Kamu sih. Kenapa kamu.... Hmtpshh!" Tommy langsung membungkam bibir Kimberly dengan bibirnya. Tommy mencium bibir Kimberly.


Kimberly yang mendapatkan ciuman tiba-tiba dari Tommy terkejut. Namun detik kemudian, Kimberly pun membalas setiap ciuman dari Tommy.


Tommy kemudian memegang tengkuk belakang Kimberly lalu menekannya agar ciuman mereka makin dalam. Tommy sudah begitu candu dengan bibir merah Kimberly. Rasanya manis. Itulah yang dirasakan oleh Tommy.


Beberapa detik kemudian, Tommy melepaskan ciumannya. Tommy seketika tersenyum ketika melihat wajah merah dan nafas terengah-engah Kimberly.


Setelah itu, Tommy menarik tubuh Kimberly dan membawanya ke dalam pelukannya. Dan tak lupa memberikan ciuman di pucuk kepala kekasihnya itu.


"Aku mencintaimu, Kimberly Alexander!"


"Aku juga mencintaimu, Tommy Alexander!"


Tanpa disadari oleh Kimberly dan Tommy, ada beberapa pasang mata yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua. Tiga dari beberapa pasang mata itu tersenyum bahagia melihat Kimberly dan Tommy. Apalagi ketika mendengar ucapan dari keduanya.


"Semoga kalian selalu diberikan kebahagiaan," batin tiga orang itu.