
Masih di suasana sekolah. Dan masih berada di lapangan. Baik kelompok Marco, kelompok Ishana, kelompok Rocky, kelompok Talitha dan kelompok Syafina. Mereka belum mengetahui status Kimberly yang sebenarnya. Mereka juga tidak tahu jika Kimberly adalah adik sepupunya Billy, Aryan dan Triny.
Sementara untuk Isyana dan kelompoknya sudah tahu jika Billy saudara sepupunya Kimberly. Sedangkan Triny dan Aryan, Isyana dan kelompoknya belum mengetahuinya.
Mereka selama ini beranggapan bahwa Kimberly itu hanya sahabat dan adik kelas bagi Triny, Billy, Aryan dan para sahabatnya. Baik Marco dan Ishana tahu bagaimana rasa sayang, rasa peduli dan perhatiannya Billy, Aryan dan Triny kepada adik-adik kelasnya. Mereka tidak pernah bersikap kasar terhadap adik-adik kelasnya.
Saat kejadian dimana keluarga ARCHARD dan keluarga ADOLFA mendatangi sekolah untuk menyerang Kimberly. Kelompok Marco, kelompok Rocky, kelompok Talitha dan kelompok Syafina tidak ada di sekolah. Dengan kata lain mereka membolos jam pelajaran pertama.
Mereka kembali setelah jam pelajaran kedua dimulai. Ditambah lagi kejadian itu telah selesai. Dari situlah kenapa Talitha dan Syafina menyebut Kimberly wanita yang gak benar karena berdekatan dengan banyak laki-laki.
Kala itu Syafina dan Talitha melihat Aryan yang tengah mengobati luka di sudut bibir Kimberly dan juga memar di wajahnya.
Ketika Triny ingin kembali memberikan tendangan kepada Talitha, tiba-tiba teman-temannya Talitha menghadang Triny. Mereka memohon kepada Triny untuk berhenti menyakiti Talitha.
"Kak, cukup Kak! Apa kakak gak kasih lihat Talitha udah kesakitan seperti itu?" mohon Kiara.
"Minggir!" Triny mendorong kuat tubuh Kiara sehingga membuat Kiara terjatuh.
"Kalian juga sama seperti Talitha. Kalian selalu mencari masalah dengan Kimberly!" teriak Billy.
"Bahkan kalian juga!" teriak Aryan sembari tangannya menunjuk kearah Syafina dan teman-temannya, Ishana dan teman-temannya dan Marco dan teman-temannya.
"Kalian selalu mengganggu Kimberly. Kalian selalu mencari masalah dengannya. Kalian menghinanya dan mencaci makinya!" teriak Aryan.
Mendengar teriakan dari Billy dan Aryan membuat mereka yang ditunjuk tersebut menundukkan kepalanya. Mereka saat ini benar-benar takut menatap wajah Aryan, Billy dan Triny.
Billy melangkah mendekati Talitha. Setelah berdiri di hadapan Talitha. Billy langsung menarik kuat rambut Talitha sehingga membuat Talitha merasakan sakit yang amat sangat di kepalanya. Talitha menangis.
"Aku sudah pernah memperingatimu saat itukan? Disaat kau dan Syafina membawa Kimberly yang dalam keadaan tak sadarkan diri ke gudang untuk dilecehkan oleh Antoni. Aku mengatakan padamu saat itu untuk berhenti mengganggu Kimberly. Jika kau masih mengganggu Kimberly apalagi berniat buruk padanya. Maka kau akan berhadapan langsung denganku. Apa kau masih ingat, hum?" Billy berbicara dengan wajah penuh amarah.
"Dan ternyata kau tidak mengindahkan perkataanku sama sekali. Bahkan kau dengan kejinya menabrak adikku ketika sedang menyeberang jalan hendak menuju toko kue yang ada di seberang jalan. Aku beritahu padamu Talitha Robert. Kimberly Aldama adalah adikku!" teriak Billy.
DEG!
Mendengar perkataan Billy yang menyebut Kimberly adalah adiknya membuat Talita dan teman-temannya, Syafina dan teman-temannya, Marco dan teman-temannya kecuali Isyana dan teman-temannya terkejut. Mereka semua tidak menyangka bahwa Kimberly adalah adik dari ketua osis.
"Jadi Kimberly itu benaran adeknya Billy, Triny dan Aryan?" tanya Marco yang tatapan matanya masih menatap kearah Billy, Aryan dan Triny.
"Seperti yang kita dengar barusan. Triny dan Billy menyebut Kimberly itu adeknya," sahut Dira.
"Awalnya aku gak percaya saat Billy mengatakan bahwa Kimberly itu adeknya," ucap Alice.
"Sama. Aku juga gak percaya saat Billy bilang Kimberly adeknya," kata Zora.
"Aku, Aryan dan Billy adalah saudara sepupu. Kimberly adalah adik sepupu kami. Kimberly adalah putri dari Fathir Aldama dan Nashita Fidelyo!" teriak Triny.
"Lionel, Andry, Henry." Billy memanggil ketiga sahabatnya.
"Iya, Bil!" ketiganya menjawab.
"Bawa Talitha ke markasnya Kak Uggy. Aku tadi sudah mengirim pesan pada kak Uggy."
"Baiklah."
Lionel, Andry dan Henry menarik paksa tubuh Talitha. Ketika tubuh Talitha akan dibawa pergi, tiba-tiba Tommy menghentikannya.
"Tunggu."
Ketiganya berhenti. Tommy melangkah mendekati Talitha. Tatapan matanya menajam menatap Talitha.
PLAAKK!
PLAAKK!
Tommy memberikan tamparan keras di kedua wajah Talitha sehingga menimbulkan luka dan darah.
"Aku pastikan kau akan mendapatkan hukuman seumur hidup di dalam penjara. Ditambah lagi tentang apa yang kau lakukan dulu. Aku sudah mendapatkan bukti-bukti itu. Ucapkan selamat tinggal untuk masa depanmu, Talitha Robert. Oh iya, satu lagi! Kau juga akan mendapatkan kabar tentang kehancuran seluruh anggota keluargamu."
Setelah itu, Lionel, Andry dan Henry membawa pergi Talitha.
"Kau tenang saja Re. Masalah wanita sialan itu gampang. Gak akan sulit untuk melacak keberadaannya," ucap Billy.
"Kita sudah membahas masalah ini dengan sahabatnya Kak Enda. Kamu ngertikan maksudku?" ucap dan tanya Billy kepada Rere.
"Hm." Rere mengangguk tanda dirinya mengerti.
"Lebih baik kita ke rumah sakit!" seru Aryan.
"Hm." mereka semua mengangguk.
Setelah itu, mereka semua pun pergi meninggalkan sekolah untuk pergi ke rumah sakit.
***
Kimberly masih setia dengan tidurnya. Mungkin alam mimpi lebih indah dibandingkan alam nyatanya.
Kimberly saat ini sedang duduk di sebuah taman yang sangat indah. Kimberly tidak sendirian, melainkan Kimberly ditemani oleh sosok yang selama ini menjaganya. Sosok itu menamakan dirinya sebagai Kimmy.
Sosok itu terbentuk dari rasa benci dan dendamnya kepada orang-orang yang selalu berbuat sesukannya. Sosok itu paling tidak suka yang namanya pembullyan atau pun kekerasan.
Kimberly dan Kimmy duduk berdampingan di sebuah kuris berwarna putih yang ada di taman itu.
"Maafkan aku. Maafkan aku karena aku gagal melindungimu," ucap Kimmy.
Kimberly yang mendengar permintaan maaf dari Kimmy tersenyum bahagia. Kimberly sama sekali tidak marah.
"Tidak masalah. Aku tidak marah padamu. Aku malah bersyukur karena kamu masih bersamaku," jawab Kimberly.
"Kamu tidak marah?" tanya sosok Kimmy.
"Jadi kamu mau aku marah?" tanya Kimberly balik.
"Tidak! Jangan! Jika kamu marah aku akan sulit untuk keluar dan mengambil alih tubuhmu ketika kamu dalam bahaya."
Mendengar perkataan dari Kimmy membuat Kimberly tersenyum.
"Ternyata kamu juga memiliki sikap lemah lembut dan juga manja," ucap Kimberly.
"Kamu baru tahu ya. Walau aku terlihat kejam. Kekejamanku hanya berlaku kepada orang lain. Orang-orang yang ingin berbuat jahat padamu dan orang-orang terdekatmu. Aku akan berubah menjadi Kimmy yang kejam jika berurusan denganmu dan juga orang-orang terdekatmu."
"Terima kasih karena sudah melindungiku. Dan terima kasih sudah hadir dalam diriku."
"Sama-sama."
"Jangan pernah meninggalkanku. Tetaplah berada dalam diriku."
"Tentu. Aku akan selamanya berada dalam tubuhmu sampai nanti kamu menikah dan punya anak."
Kimmy melihat kearah Kimberly. "Aku ingin memberitahu sesuatu padamu. Cepat atau lambat kamu bakal mengetahuinya juga."
Kimberly mengalihkan perhatiannya melihat kearah Kimmy. "Apa itu?"
"Kelak jika kau memiliki anak. Anakmu juga akan mengalami hal sepertimu."
"Maksud kamu, dia..."
"Iya. Akan ada sosok yang juga akan melindungi anak-anakmu. Sosok itu tercipta dariku. Ketika kamu menikah lalu kamu hamil aku akan menjaganya dari dalam. Dan dari sanalah sosok itu tercipta. Sosok itu akan menjaga dan melindungi anak kamu."
"Kamu tidak perlu khawatir sosok yang akan melindungi anak-anakmu. Sosok itu sama sepertiku karena sosok itu tercipta dari diriku."
Mendengar perkataan dari Kimmy Kimberly sama sekali tak masalah akan hal itu.
"Terima kasih."
Kimmy tersenyum mendengar ucapan terima kasih dari Kimberly. Setelah itu, Kimmy memeluk sayang tubuh Kimberly yang tak lain adalah tubuhnya sendiri.