
Prang!
Yosefh membanting semua barang-barang yang ada di ruang kerjanya. Dia saat ini benar-benar marah atas apa yang telah dilakukan oleh beberapa orang yang datang ke perusahaannya dan mengatakan bahwa perusahaannya bukan lagi miliknya.
Dan yang membuat Yosefh semakin marah adalah dalang dari orang-orang yang datang ke perusahaannya itu adalah suruhan dari Tommy pemilik perusahaan TMy'Alxdr Corp.
"Brengsek! Ini semua kesalahannya Talitha. Seharusnya aku tidak menuruti keinginannya itu!" teriak Yosefh.
Cklek!
Pintu dibuka oleh seseorang. Sementara Yosefh tak menyadarinya karena saat ini dia benar-benar marah. Orang itu menatap Yosefh sedih.
"Itulah akibatnya kau terlalu memanjakan dan selalu mengabulkan keinginan anak tak tahu diri itu," batin orang itu.
"Sekarang kamu baru menyadari kalau keponakan kamu itu hanya membuatmu hancur," sahut orang itu dengan melangkah masuk.
Mendengar ucapan dan suara dari orang yang sangat dikenalnya. Apalagi suara orang itu adalah orang yang selalu menemaninya dalam suka dan duka.
Dia adalah istrinya, Dora Aurelia Naftali yang berubah menjadi Dora Aurelia Robert.
Yosefh menolehkan wajahnya untuk menatap wajah orang itu.
Seketika air matanya jatuh begitu saja ketika menatap wajah istrinya. Yosefh menangis.
Dora yang melihat suaminya yang menangis dan juga hancur menjadi tidak tega. Berlahan Dora melangkah menghampiri suaminya itu.
Grep!
Dora langsung memeluk tubuh suaminya. Hatinya hancur ketika melihat kondisi suaminya saat ini.
Bagi Dora, ini adalah hal pertama yang dilihatnya. Selama ini suaminya selalu dalam keadaan baik-baik saja.
"Maafkan aku. Ini semua salahku," ucap Yosefh di dalam pelukan istrinya.
"Kau tidak salah sayang. Yang salah itu adalah kau terlalu membela, memanjakan dan terlalu menuruti semua keinginan dari anak sialan itu. Kau tidak pernah memikirkan sebab akibatnya. Sekarang kau bisa lihat dan bahkan kau merasakan akibat dari perbuatan orang yang selalu kau manjakan itu."
Mendengar jawaban dari istrinya, Yosefh hanya bisa diam. Di dalam hatinya, Yosefh membenarkan perkataan dari istrinya tersebut.
Dora melepaskan pelukannya dan menatap wajah suaminya itu.
Seketika Dora tersenyum. Bagaimana pun Dia tidak akan bisa menyalahkan suaminya karena memang bukan salah suaminya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang sayang? Aku sudah kehilangan perusahaan. Kau kehilangan rumah atas tindakan bodohku," ucap dan tanya Yosefh.
"Kita memang kehilangan perusahaan dan rumah. Tapi kita masih punya tabungan bukan? Tabungan yang kita miliki cukup untuk hidup kita dan kedua anak-anak kita sampai merek selesai kuliah. Bahkan kita masih bisa beli rumah dari uang tabungan kita itu."
Ketika Yosefh dan Dora sedang berbicara, tiba-tiba ponsel milik Yosefh berdering.
Yosefh yang mendengar dering ponselnya langsung mengambilnya di saku celananya.
Ketika ponselnya sudah ditangannya, Yosefh melihat nama kakak laki-lakinya 'Yusran' di layar ponselnya.
Yosefh menatap wajah istrinya. Begitu juga dengan istrinya. Mereka saling menatap satu sama lain.
"Angkatlah. Bagaimana pun kakak Yusran itu adalah kakak kandung kamu. Dia tidak salah. Yang salah itu adalah putrinya," ucap Dora sembari mengusap lembut wajah suaminya.
"Baiklah."
Setelah itu, Yosefh langsung menjawab panggilan dari kakak laki-lakinya itu.
"Hallo, kakak Yusran."
"Hallo, Yosefh. Kamu dimana?"
"Aku di perusahaanku. Saat ini aku sedang mengemasi barang-barangku. Perusahaanku bukan perusahaanku lagi."
Mendengar jawaban dari Yosefh membuat Yusran terkejut. Dia tak menyangka jika adik laki-lakinya akan kehilangan perusahaan yang sudah 10 tahun berdiri akibat ulah putrinya.
"Bisa kau dan Dora ke rumah sekarang?"
"Ada apa?"
"Sebentar lagi keluarga kita akan hancur, Yosefh!"
Mendengar perkataan dan suara lirih dari kakak laki-lakinya membuat Yosefh ketakutan. Di dalam hatinya berkata 'apakah pemilik perusahaan TMy'Alxdr Corp juga menghancurkan keluarga dari kakak laki-lakinya itu. Dan apakah keluarga besarnya yaitu keluarga Robert juga ikut hancur?'
"Baiklah. Aku akan ke rumah kakak."
Setelah mengatakan itu, Yosefh langsung mematikan panggilannya. Dan matanya menatap wajah istrinya.
"Ada apa?"
"Kita ke rumah kakak Yusran, sekarang!"
"Baiklah. Ayo," sahut Dora.
***
Di kediaman Yusran Dolano Eiffie tampak ramai. Dan juga sedikit ada keributan, tepatnya di ruang tengah.
Di kediaman Yusran Dolano Robert itu hadir keluarga besar dari pihak Yusran yaitu keluarga Robert dan keluarga besar dari pihak Agatha yaitu keluarga Debora.
Bukan itu saja, di kediaman Yusran Dolano Robert juga hadir Tommy bersama kekasihnya Kimberly, kakak laki-lakinya. Serta Clara.
Mereka semua tampak marah dengan menatap tajam Talitha. Bahkan keluarga besar Talitha dan keluarga besar Debora berulang kali memberikan tamparan ke wajah Talitha sehingga kini wajah Talitha tampak memar dan terluka.
Sementara Agatha untuk kali ini tidak berkutik. Dia sama sekali tidak bisa membela putrinya. Setiap kali Agatha ingin membela putrinya. Agatha akan mendapatkan bentakkan dari suami dan kakak laki-lakinya yang paling tua.
"Puas kau sekarang Talitha!" teriak adik perempuan dari Agatha.
"Gara-gara perbuatanmu yang bejat itu, kami yang tidak tahu menahu. Kami yang tidak pernah mengusik kehidupan orang lain ikut terkena imbasnya!" teriak dari adik laki-laki nomor dua dari Yusran.
"Pokoknya, apapun yang terjadi. Kami tidak ingin kehilangan rumah milik keluarga Robert. Itu rumah satu-satunya peninggalan ayah kami. Kami tidak rela dan tidak ikhlas kalau sampai kehilangan rumah itu!" bentak pria itu lagi dengan menunjuk kearah Talitha.
"Kalau sampai kami kehilangan rumah satu-satunya peninggalan dari para orang tua kami. Bukan saja tuan Arka dan keluarganya yang akan menghukum kamu. Tapi kami juga. Kami semua juga akan ikut menghukum kamu!" bentak adik laki-laki yang paling kecil dari pihak Agatha.
"Kelakuan kamu making menjadi-jadi setelah keluar dari penjara. Seharusnya kamu tuh berubah setelah mendapatkan hukuman penjara!" bentak sepupu laki-lakinya dari pihak keluarga Robert
Talitha yang mendengar ucapan demi ucapan dari dua keluarga besarnya hanya menatap dengan wajah takut dan juga gugup. Dia saat ini benar-benar ketakutan melihat kemarahan keluarganya.
Arka yang sedari tadi melihat kemarahan dan mendengar perkataan dari dua keluarga besar Talitha tersenyum dengan menatap wajah Talitha.
Sebenarnya baik Arka maupun Tommy tidak berencana untuk menghancurkan keluarga besar Robert dan keluarga besar Debora. Ini hanya trik Arka dan Tommy untuk memberikan pelajaran kepada Talitha.
Arka sudah menyelidiki latar belakang keluarga besar Robert dan keluarga besar Debora. Hasil yang didapatkan oleh Arka adalah kedua keluarga itu bersih. Dalam artian kedua keluarga besar itu tidak pernah berbuat jahat. Tidak pernah berlaku curang kepada siapapun. Tidak pernah bersikap sombong, kecuali Agatha dan adik laki-lakinya serta tiga keponakannya yang berlaku jahat dan sombong. Justru sebaliknya, kedua keluarga besar itu selalu bersikap ramah kepada semua orang termasuk orang-orang yang berada dibawah mereka.
Arka melangkah sedikit mendekati Talitha. Bahkan matanya menatap tajam Talitha.
Sementara Talitha langsung melangkah mundur ketika Arka mendekatinya. Dia benar-benar ketakutan saat ini.
Arka yang melihat hal itu hanya tersenyum. Lebih tepatnya tersenyum menyeringai menatap wajah ketakutan Talitha.
"Kenapa Talitha? Apa kau takut padaku sekarang? Mana keberanianmu ketika menantangku saat itu?" tanya Arka dengan tersenyum menyeringai.
Talitha pernah bertemu sebelumnya dengan Arka. Talitha bersikap arogan dan sombong saat itu terhadap Arka. Tidak ada rasa takut sama sekali di wajahnya.
Mendengar perkataan dari Arka membuat Yusran, Agatha, Aditya dan Divo terkejut. Begitu juga dengan keluarga besar Robert dan keluarga besar Debora.
Mereka semua tidak menyangka jika Talitha pernah menantang Arka yang dikenal dengan kekejamannya.
"Talitha," panggil Yusran. Talitha langsung menatap wajah ayahnya.
"Apa benar kau berani menantang tuan Arka?" tanya Yusran.
Mendapatkan pertanyaan tersebut dari ayahnya. Talitha hanya diam. Dia tidak tahu apakah harus menjawabnya dengan jujur atau berbohong.
"Talitha. Jawab pertanyaan Papi!" bentak Yusran.
"Apa yang dikatakan oleh tuan Arka itu benar, kakak Yusran!" seru Dora yang memasuki ruang tengah bersama suaminya Yosefh Dolano Robert.
"Dora!" seru keluarga besar Robert bersamaan.
Yosefh melihat kearah Tommy yang juga melihatnya dengan tatapan penuh amarah.
"Dora, apa itu benar?" tanya Yusran.
"Ini kakak Yusran lihat sendiri. Takutnya nanti jika aku berbicara tanpa bukti dibilang aku memfitnah lagi."
Dora berbicara sembari memberikan ponsel miliknya kepada kakak iparnya itu agar kakak iparnya itu bisa langsung melihatnya.
Yusran menerima ponsel milik Dora. Dan Yusran langsung melihat sebuah video yang memang sudah dibuka oleh Dora. Aditya dan Divo juga ikut melihat video itu.
Dan detik kemudian...
"Talitha!" teriak Yusran, Aditya dan Divo bersamaan.
Plak!
Yusran menampar dengan cukup keras pipi putrinya. Dia benar-benar tidak menyangka putrinya berubah menjadi wanita murahan.
"Kau benar-benar menjijikkan Talitha. Apa ini balasanmu untuk kami yang sudah menjaga dan merawatmu dari kecil. Kami tidak meminta kamu untuk membalas semua apa yang kami berikan padamu. Yang kami ingin darimu adalah kau menjadi wanita yang baik-baik, menjadi wanita yang lembut dan selalu berbuat hal-hal yang positif."
"Kami juga tidak pernah mengajarkan kamu untuk menjadi wanita murahan, Talitha!" bentak Divo dengan menekan kata wanita murahan.
"Sudah berapa banyak laki-laki yang tidur denganmu, hah?!" tanya Aditya dengan suara kerasnya.
"Aditya, Divo. Kenapa kalian berbicara seperti itu kepada adik perempuan kalian!" bentak Agatha.
"Mami, diam! Jangan ikut campur dalam hal ini!" Divo balik membentak Agatha.
"Sudah cukup selama ini Mami selalu memanjakannya, membelanya dan mempercayai semua perkataannya. Sekarang, biarkan kami yang akan memberikan pelajaran kepada anak tak tahu diri ini!" bentak Aditya.
"Berapa kali lagi kita mendapatkan kabar buruk mengenai Talitha. Talitha baru beberapa hari terbebas dari penjara. Bukannya dia berubah menjadi gadis yang baik-baik, justru kelakuannya makin menjadi-jadi. Dan sekarang lihat sama Mami apa yang dilakukan oleh putri kesayangan Mami ini!" bentak Divo.
Seketika Agatha terkejut dan juga syok ketika mendengar perkataan dan juga bentakkan yang diberikan oleh kedua putranya. Dia tidak menyangka jika kedua putranya akan melakukan hal itu kepadanya.
"Sayang," ucap Agatha menatap wajah suaminya.
Tanpa menatap wajah istrinya. Yusran berkata, "Apa yang dikatakan oleh Aditya dan Divo benar. Untuk saat ini kau dilarang berbicara. Apalagi hanya untuk sekedar membela putrimu. Sudah cukup kau selalu memihak putri kesayanganmu itu. Aku sudah cukup sabar ketika dia masuk penjara karena sudah menabrak seseorang dengan sengaja!"
"Orang yang ditabrak itu adalah kekasihku Kimberly Aldama!" seru Tommy menimpali perkataan Yusran.
Mendapatkan jawaban yang sangat menyakitkan dari suaminya membuat tubuh Agatha seketika merosot jatuh terduduk di lantai disertai air matanya yang membasahi pipinya.
Yusran kembali menatap wajah putrinya. Dia ingin mendapatkan jawaban langsung dari mulut putrinya tentang video yang dilihatnya.
"Apa benar tentang video ini?" tanya Yusran dengan memperlihatkan video itu di hadapan putrinya.
Talitha melihat ke layar ponsel milik Dora. Di sana terlihat bahwa dia dan Arka sedang berdebat.
Melihat video itu membuat Talitha terkejut. Dia tidak menyangka jika pembicaraan dia dengan Arka terekam.
"Katakan pada Papi sekarang juga. Apa benar kau mengancam tuan Arka dan mengatakan akan merebut Tommy yang tak lain adalah kekasih dari nona Kimberly?" tanya Yusran.
Mendengar pertanyaan dari Yusran membuat keluarga besar Robert dan keluarga besar Debora terkejut.
Tidak mendapatkan jawaban dari putrinya membuat Yusran marah.
"Talitha Robert!" bentak Yusran.
"I-iya, Papi." Talitha menjawab dengan suara gugup.
"Kau bahkan menentang dan melawan nyonya Arka. Padahal saat itu nyonya Arka masih bersikap baik dan berbicara lembut kepadamu?" tanya Yusran.
"I-iya, Papi."
"Kau terus melawan dan menentang tuan Arka hingga berakhir kau mendapatkan balasan dari tuan Arka dengan cara tuan Arka yang menampar wajahmu. Apa begitu?"
"I-iya, Papi."
"Berarti kau berhutang nyawa kepada Tommy, karena Tommy berhasil membujuk kakaknya. Kalau bukan karena bukukan dari Tommy Kemungkinan kau tidak ada disini saat ini."
Mendengar perkataan dari Yusran membuat semua orang yang ada di kediaman Yusran Dolano Robert terkejut.
"Setelah mengalami kejadian tak terduga itu. Ditambah lagi kau mengetahui sifat asli dari tuan Arka. Kau akhirnya mundur dan memilih mengalah untuk sementara waktu sembari memikirkan cara untuk merebut Tommy."
"Be-benar Papi," jawab Talitha dengan terbata-bata.
Mendengar jawaban dari Talitha membuat mereka semua menatap jijik kearah Talitha.
"Kau benar-benar menjijikkan, Talitha!" bentak salah satu sepupu laki-laki Talitha dari keluarga besar Robert.
"Di keluarga kita tidak ada yang namanya merebut kekasih orang lain. Pantang bagi kita semua melakukan hal menjijikkan itu. Tapi kau....!" ucap sepupu perempuan Talitha dari keluarga besar Debora.
"Papi benar-benar malu dan juga kecewa terhadap kamu, Talitha!"
Yusran melangkah menjauh dari hadapan putrinya. Pria itu membiarkan Arka dan orang-orangnya berhadapan dengan sang putri.