THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kembali Terluka



Mendengar perkataan dari Tommy sontak membuat Kimberly, keempat sahabatnya, Billy, Triny, Aryan dan para sahabatnya terkejut. Tidak ada angin dan tidak ada hujan. Bahkan hubungan keduanya beberapa bulan ini baik-baik saja. Tiba-tiba Tommy ingin mengakhiri hubungan tersebut.


Billy menatap marah kearah Tommy. "Tommy. Apa-apaan ini? Apa maksud semua ini?"


"Maafkan aku Billy. Seperti yang aku katakan barusan. Aku ingin mengakhiri hubunganku dengan Kimberly."


"Kau...," tunjuk Billy kearah Tommy.


"Billy," ucap Kimberly dengan menggelengkan kepalanya.


Kimberly menatap wajah Tommy dengan tatapan kekecewaannya.


"Apa alasan kamu ingin mengakhiri hubungan ini?" tanya Kimberly.


"Tidak ada alasan untuk mengakhiri hubungan ini Kimberly. Hanya saja aku benar-benar meras bosan denganmu. Jadi aku memilih untuk mengakhirinya."


"Kau mengakhiri hubungan ini karena anak baru itukan!"


Mendengar perkataan dari Kimberly membuat mereka semua terkejut. Mereka mengerti dan paham arti dari Kimberly mengatakan 'anak baru'.


"Oh. Jadi kau sudah tahu jika aku sudah menjalin hubungan dengannya?" tanya Tommy.


"Jadi beneran kau dan Gracia udah jadian?" tanya Catharine dengan menatap tak percaya kearah Tommy.


"Ya. Seperti itulah. Aku dan Gracia sudah tiga hari jadian. Aku sengaja menyembunyikannya dari kalian, terutama dari Kimberly. Aku hanya ingin mencari waktu yang tepat untuk memberitahu hubunganku dengan Gracia."


"Hei," sapa Gracia yang tiba-tiba datang menghampiri mereka semua.


"Ach! Kebetulan kamu datang sayang." Tommy menarik pinggang ramping Gracia, lalu menariknya ke pelukannya.


"Ini pacarku mulai sekarang," ucap Tommy.


"Hei, Kimberly. Maaf ya kalau Tommy sampai rela mutusin kamu hanya demi mendapatkan aku," ucap Gracia.


Kimberly menatap tajam kearah Tommy dan Gracia. Dirinya benar-benar jijik melihat kedua manusia yang saat ini berdiri di hadapannya.


"Kau memang laki-laki brengsek Tommy. Bahkan kau dua kali lebih brengsek dan dua kali lebih hina dibandingkan Antoni. Antoni lebih baik dibandingkan dirimu, walaupun dia pernah menyakitiku. Aku benar-benar menyesal telah menerima kamu dalam kehidupanku. Kalau aku tahu bakal begini jadinya. Aku nyesal telah membuka hatiku untuk kamu. Jika aku tahu kamu juga akan sama seperti Antoni. Lebih baik saat itu aku menerima Antoni dan memaafkan kesalahannya."


Kimberly menangis ketika berbicara dengan Tommy. Dirinya benar-benar hancur saat ini. Apa yang ditakutinya selama ini terbukti. Dirinya kembali terluka untuk yang kedua kalinya.


Triny merangkul Kimberly dan memberikan ketenangan pada adiknya. "Lo benar-benar brengsek Tommy. Gue pikir lo laki-laki yang baik. Gue pikir lo beneran cinta sama adek gue. Tapi... Tapi lo sama seperti Antoni."


"Selamat saudara Tommy, saudari Gracia atas hubungan kalian. Semoga kalian bahagia sampai kalian menikah. Dan semoga gak ada pengganggu dalam hubungan kalian."


Kimberly melepaskan cincin yang dibelikan oleh Tommy saat di mall itu. Setelah cincin itu terlepas. Kimberly melemparkan cincin itu tepat ke wajah Tommy.


"Ini aku kembalikan," ucap Kimberly dengan nada ketusnya. Tommy menangkap cincin itu.


"Terima kasih untuk beberapa bulan ini bersamaku."


Setelah mengatakan itu, Kimberly pergi meninggalkan mereka semua dengan hati yang benar-benar hancur. Kimberly gagal untuk yang kedua kalinya. Tangis Kimberly akhirnya pecah. Kimberly berlari sambil menangis.


Melihat kepergian Kimberly. Keempat sahabatnya langsung mengejar Kimberly. Mereka takut jika terjadi sesuatu terhadap Kimberly.


Setelah kepergian Kimberly dan keempat sahabatnya. Billy, Aryan dan Triny menatap penuh amarah kearah Tommy.


BUUGGHH!


Billy memberikan pukulan tepat di wajah Tommy sehingga membuat sudut bibirnya terluka dan berdarah.


"Aku gak nyangka kamu tega melakukan hal ini kepada Kimberly, Tommy! Aku pikir kamu benar-benar mencintai Kimberly. Ternyata dugaanku salah. Sahabat aku sendiri dengan tega nyakitin Kimberly, adik sepupu aku. Sahabat terbaik aku tega melakukan hal ini. Aku benar-benar kecewa sama kamu Tommy."


"Benar apa yang dikatakan Kimberly. Kamu itu dua kali lipat lebih brengsek dibandingkan Antoni. Antoni mutusin Kimberly karena Clara. Antoni lebih percaya dengan video hasil rekayasa dari Clara. Sementara kamu! Kamu mutusin Kimberly hanya karena bosan. Kamu pikir perempuan itu barang yang seenaknya saja dibuang jika tidak dibutuhkan lagi!" bentak Triny.


Setelah mengatakan itu, Triny pergi meninggalkan mereka semua dan diikuti oleh sahabatnya.


"Aku benar-benar kecewa dengan kamu Tommy. Lebih baik kita sudahi saja persahabatan kita. Aku tidak mau punya sahabat yang suka nyakitin perasaan perempuan."


Setelah itu, Billy pergi dan diikuti oleh Aryan dan kelima sahabatnya. Sementara Andhika dan sahabat-sahabatnya yang juga sahabat-sahabatnya Billy dan Tommy masih setia duduk.


***


Kimberly memutuskan kembali pulang ke rumahnya. Hatinya saat ini benar-benar terluka akan sikap Tommy. Dirinya tidak menyangka jika Tommy akan sama seperti Antoni. Sama-sama memberikan luka di hatinya.


"Hiks... Hiks...Hiks," isak Kimberly.


Kimberly telah sampai di depan gerbang rumahnya. Kimberly membunyikan klakson mobil ny beberapa kali. Dan terlihat security yang berlari membukakan gerbang untuknya.


"Nona," sapa security itu.


"Kimberly keluar dari dalam mobilnya, lalu memberikan kunci mobilnya kepada security itu dengan tujuan agar security itu memarkirkan mobilnya ke garasi.


"Mommy, Daddy, Kakak." Kimberly memanggil kedua orang tuanya dan keempat kakaknya.


"Astaga, Kimberly!" seru Uggy yang datang dari arah dapur.


"Kakak... Hiks," isak Kimberly.


Kimberly langsung memeluk tubuh kakaknya itu dengan erat. Dan tangisannya pun pecah.


"Kakak... Hiks," ucap Kimberly disela isakannya.


Mendengar isakan adiknya membuat hati Uggy sakit. Uggy makin mengeratkan pelukannya dan memberikan kecupan-kecupan sayang di pucuk kepalanya.


Setelah itu, Uggy membawa adiknya ke sofa dan duduk di sana.


"Sekarang katakan pada Kakak. Ada apa? Kenapa pulang-pulang kamu nangis gini? Dan ini belum waktunya kamu pulangkan? Ini masih pukul 9 pagi. Seharusnya kamu pulang jam 2 siang."


Kimberly tidak langsung menjawab semua pertanyaan dari kakak keduanya itu. Kimberly masih terisak di dalam pelukan kakaknya itu dan kedua tangannya memeluk kencang pinggan sang kakak.


Merasakan bahwa adiknya memeluk tubuhnya begitu erat membuat Uggy paham akan kondisi adiknya saat ini. Uggy pun memberikan waktu untuk adiknya itu.


Setelah beberapa menit. Uggy melepaskan pelukan adiknya. Dan menatap wajah cantik adiknya itu.


"Lihat kakak," ucap Uggy.


Kimberly langsung melihat kearah wajah kakaknya dengan wajahnya yang basah.


Uggy menghapus air mata adiknya itu dengan lembut. Setelah itu, Uggy memberikan kecupan sayang di keningnya.


"Sekarang katakan pada Kakak. Kenapa pulang-pulang kamu nangis?"


"Tommy... Hiks," ucap Kimberly disela isakannya.


"Tommy? Kenapa dengan Tommy?" tanya Uggy dengan menatap wajah sedih adiknya.


"Kak! Apa aku memang ditakdirkan untuk tidak punya pacar selamanya? Apa aku ditakdirkan setiap kali punya pacar, lalu pacarku itu akan memutusiku karena bosan dan ingin cari yang lain?"


Mendengar pertanyaan dari adiknya membuat Uggy langsung menyimpulkan bahwa ada masalah dalam hubungan asmara adiknya dengan Tommy.


"Apa kamu dan Tommy ada masalah? Apa Tommy nyakitin kamu?" tanya Uggy.


"Kakak... Hiks... Tommy... Tommy... Hiks," isak Kimberly.


"Katakan. Apa yang telah dilakukan oleh Tommy padamu?" tanya Uggy.


"Tommy... Tommy tiba-tiba mutusin aku, Kak! Tommy bilang kalau Tommy udah bosan sama aku. Bahkan Tommy terang-terangan memperkenalkan pacar barunya di depanku. Pacar barunya itu murid baru di sekolah. Dan..."


"Dan apa?"


"Pacar barunya itu calon istrinya. Papinya Tommy dan Papi dari pacarnya itu sudah menjodohkan mereka berdua."


"Kakak... Hiks,"


GREP!


Uggy menarik lembut tubuh adiknya dan membawanya ke dalam pelukannya. Uggy berusaha memberikan ketenangan pada adik perempuan satu-satunya.


"Brengsek kau Tommy. Berani sekali kau berbicara seperti itu pada adikku. Aku mempercayai adikku padamu bukan untuk kau sakiti," batin Uggy marah.


"Bibi Luna," panggil Uggy.


Bibi Luna yang dipanggil pun langsung datang menghampiri Uggy dan Kimberly.


"Ada apa, tuan muda."


"Tolong temani Kimberly di kamarnya. Pastikan kondisinya baik-baik saja. Jangan tinggalkan adikku sendirian."


"Baik, tuan muda."


Uggy melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah cantik adiknya itu. Dan tak lupa Uggy memberikan kecupan sayang di keningnya.


"Kamu sama Bibi Luna di kamar. Istirahatkan pikiran kamu. Nanti kita bahas lagi masalah ini."


"Baik, Kak!"


"Ayo, non!"


Bibi Luna membantu Kimberly berdiri, lalu memapahnya menuju kamarnya di lantai dua.


Uggy kembali ke kamarnya. Uggy telah memutuskan untuk tidak kembali ke Perusahaannya. Uggy tidak tega meninggalkan adiknya yang saat ini masih dalam keadaan syok.


Sekali pun ada Bibi Luna yang menjaga adiknya. Uggy sangat tahu jika adiknya itu akan tetap membutuhkan dirinya atau salah satu dari mereka.


Uggy juga tak lupa memberikan kabar kepada asistennya bahwa dirinya tidak akan kembali ke Perusahaan. Dan Uggy meminta asistennya itu untuk menghandle semua pekerjaannya hari ini.


Uggy kembali memikirkan setiap perkataan adiknya yang mengatakan bahwa Tommy memutuskan hubungan dengannya karena bosan. Di dalam hatinya, Uggy sangat percaya jika Tommy itu adalah laki-laki yang baik. Kemarin hubungan adiknya dan Tommy baik-baik saja. Kenapa sekarang tiba-tiba Tommy memutuskan adiknya begitu saja.


"Aku harus cari tahu apa alasan Tommy mutusin Kimberly. Aku tidak mau buru-buru menyalahkan Tommy. Ditambah lagi Tommy itu adalah putra dari om Andrean sahabatnya Daddy. Dan Daddy juga pernah mengatakan bahwa anak-anaknya om Andrean semuanya memiliki sifat yang sangat baik seperti ayah mereka. Apalagi anak laki-lakinya." monolog Uggy.