THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kedatangan Arlo



Judika bersama anak buahnya sudah berada di perusahaan Oka'Yama. Judika membawa sekitar 31 anggotanya termasuk satu tangan kanannya.


Kini Judika dan orang-orangnya menatap kearah nama perusahaan yang tertulis di atas gedung yang menjulang tinggi di hadapannya.


Seketika tatapan matanya Judika berubah tajam. Dan bayangan-bayangan dimana kekasih dari keponakannya yaitu Tommy ketakutan.


Setelah itu, Judika melangkah masuk ke dalam perusahaan tersebut dan diikuti oleh para anak buahnya di belakang.


"Kalian geledah semua file-file atau berkas-berkas penting. Setelah itu, bakar semuanya jadi abu!" perintah Judika.


"Baik!" jawab semua anggotanya.


"Hancurkan semua data-data perusahaan ini. Buat perusahaan ini sehancur-hancurnya!"


"Baik!"


Semua anggota Judika melakukan apa yang diperintah oleh Judika. Mereka mencari semua hal yang penting tentang perusahaan ini.


Semua karyawan di perusahaan Oka'Yama berteriak ketakutan. Bahkan ada beberapa karyawan yang berusaha untuk mencegah, namun mereka langsung berhenti ketika beberapa senjata mengarah kearahnya.


***


Disisi lain dimana Jordy juga sudah berada di perusahaan AV'Sn Corp. Sama seperti Judika sang kakak. Jordy juga membawa sekitar 31 anggotanya termasuk satu tangan kanannya.


Jordy dan para anggotanya berdiri menatap tajam kearah perusahaan yang di atasnya bertuliskan nama perusahaan yaitu AV'Sn Corp.


"Sebentar lagi perusahaanmu ini akan hancur. Kau akan kehilangan perusahaan ini. Dan aku akan membuatmu dan rekanmu itu tidak akan bisa mendirikan perusahaan lagi," ucap Jordy.


Setelah mengatakan itu, Jordy pun langsung memasuki perusahaan tersebut dengan diikuti oleh para anggotanya.


"Hancurkan perusahaan ini tanpa ada sisi satu pun. Bakar semua aset-aset yang ada disini."


"Baik!" jawab semua anggotanya.


"Cari titik kelemahan perusahaan ini. Gunakan kelemahan tersebut untuk menghancurkan perusahaan ini!" perintah Jordy.


"Baik!"


"Jika ada yang melawan atau ada yang menghalangi kalian. Bunuh saja mereka!"


"Siap!"


Setelah itu, para anggotanya melakukan apa yang diperintahkan oleh Bosnya.


***


Tommy dan ketiga kakak sepupunya yaitu Fazio, Carlen dan Nigel sudah berada di depan Haven City University. Mereka menatap lekat kampus tersebut.


"Sebentar lagi kalian berdua jatuh ke tanganku. Kalian sudah menyakiti gadisku, maka terimalah pembalasan dariku!" Tommy berucap di dalam hatinya.


Nigel menatap kearah Tommy yang saat ini tengah menatap keluar. Lebih tepatnya menatap Haven City University.


"Kamu sudah siap melakukan tugas kamu demi membalas orang-orang yang sudah menyakiti Kimberly dan mengusik keluarga Alexander?" tanya Nigel.


Mendengar pertanyaan dari Nigel sepupunya. Tommy langsung melihat kearah sepupunya itu.


"Aku sudah sangat siap. Bahkan kesiapanku sejak orang-orang itu meneror keluarga kita dan berakhir Kimberly menjadi korbannya," jawab Tommy.


Mendengar jawaban dari Tommy dan juga melihat aura yang tak mengenakkan dari tatapan mata Tommy membuat Nigel paham. Begitu juga dengan Fazio dan Carlen.


Jika mereka diposisi Tommy, maka mereka juga akan melakukan hal yang sama seperti Tommy.


"Ya, sudah kalau begitu. Ayo kita lakukan sekarang! Lebih cepat lebih baik!" seru Fazio selaku yang tertua diantara mereka.


Setelah itu, Tommy dan ketiga sepupunya langsung keluar dari dalam mobil.


***


Di rumah sakit tampak ramai dimana seluruh anggota keluarga Aldama dan keluarga Fidelyo berada disana. Sementara keluarga Alexander sudah kembali pulang ke rumah masing-masing. Dan mereka akan datang lagi sekitar pukul 5 sore.


"Kim, maafin gue ya. Gue gagal jagain lo," ucap Santy dan diangguki oleh Rere, Santy dan Sinthia.


"Apalagi gue," sela Catherine.


Mendengar ucapan maaf dan melihat wajah sedih serta bersalah keempat sahabatnya membuat Kimberly menjadi tidak tega.


"Kalian nggak salah. Ini semua kesalahan aku. Aku lalai sehingga melupakan perkataan dari kak Enda ketika itu," sahut Kimberly.


"Memangnya kak Enda bilang apa sama kamu?" tanya Sinthia.


"Pokoknya intinya adalah kak Enda bilang kalau aku nggak boleh jauh-jauh dari kalian semua. Selama di sekolah aku harus terus bersama kalian. Jika ingin kemana-mana harus ada yang ikut denganku," jawab Kimberly.


Saat ini Rere, Santy, Sinthia dan Catherine duduk di samping ranjang Kimberly. Rere dan Santy di samping kiri. Sedangkan Sinthia dan Catherine di samping kanan.


Sementara untuk anggota keluarga Kimberly berada di sofa. Mereka duduk disana sembari terus fokus melihat dan mendengar obrolan Kimberly dengan keempat sahabatnya.


Mereka semua tampak bahagia karena apa yang mereka takutkan tidak terjadi. Kesayangan mereka baik-baik saja, walau mengalami cedera di bahu kanannya.


"Oh iy, Kim? Gue boleh nanya nggak?" tanya Rere.


Kimberly tersenyum lalu tatapan matanya menatap kearah Rere. Kimberly dapat melihat ada sedikit tak enak dan juga takut di manik coklat Rere ketika mengatakan itu.


"Iya, Re! Lo mau nanya apa. Tanya aja. Lo nggak usah khawatir kalau gue bakal ketakutan lagi bila ingat kejadian itu," ucap Kimberly.


"Benar gue boleh nanya?" tanya Rere lagi. Dirinya benar-benar tidak enak dan juga tidak ingin membuat sahabat-sahabatnya itu kembali takut.


"Iya, Re!" jawab Kimberly sembari tersenyum tulus.


"Eemm... Gini Kim! Ketika lo di kantin sama kita-kita, sama kak Risma, sama kak Triny dan sahabat-sahabatnya. Lo tuh banyak diam alias melamun doang. Nah, ketika ditanya. Lo malah justru jawabnya bercandaan. Lalu kemudian lo pergi gitu aja! Dan berakhir gue, Santy dan Sinthia ngejar lo!"


"Tapi kita-kita gagal. Kita kehilangan jejak lo," sahut Sinthia.


"Gue menghubungi lo. Dan sayangnya ponsel lo nggak aktif," ucap Santy.


"Sebenarnya lo kemana sih?" tanya Catherine.


Kimberly seketika tersenyum mendengar ucapan demi ucapan dari keempat sahabatnya. Kimberly beruntung memiliki mereka dalam hidupnya.


"Ooh.. ternyata anak-anak Mama pada kelimpungan nyariin Mama. Maafin Mama yang sayang-sayangnya Mama!" Kimberly berucap sembari memperlihatkan wajah sedihnya. Ditambah lagi bibirnya yang mengerucut gemas.


Seketika Rere, Santy, Sinthia dan Catherine membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan sekaligus jawaban dari Kimberly. Bukan jawaban itu yang mereka inginkan.


Sementara Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda, Riyan dan anggota keluarga lainnya tersenyum gemas dan geleng-geleng kepala ketika mendengar ucapan dari Kimberly yang menyebut keempat sahabatnya itu anak-anaknya dan dirinya adalah sang Mama.


Tak...


Tanpa berperikemanusiaan dan berperilakuan terhadap Kimberly. Rere yang kebetulan dudu di dekat Kimberly langsung melayangkan satu jitakan di kening Kimberly sehingga membuat Kimberly meringis.


Kimberly menatap kearah Rere dengan tatapan horornya. Dan jangan lupa bibirnya yang bergetar mengeluarkan sumpah serapah untuk Rere.


"Kenapa lihat-lihat gue kayak gitu? Mau marah? Mau ngatain gue? Ayo, keluarin semuanya disini!"


Mendengar perkataan serta tantangan dari Rere seketika membuat Kimberly menatap syok kearah Rere.


Sementara anggota keluarganya lagi hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat wajah lucu dan mendengar ucapan demi ucapan dari Kimberly, Rere, Santy, Sinthia dan Catherine.


Ketika semuanya sibuk melihat kearah Kimberly dan keempat sahabatnya. Begitu juga dengan Kimberly yang masih fokus dengan keempat sahabatnya.


Detik detik kemudian, mereka semua dikejutkan dengan suara pintu ruang rawat Kimberly dibuka oleh seseorang.


Cklek...


Dengan kompak mereka semua melihat keasal suara. Dan mereka melihat seorang pemuda tampan memasuki ruang rawat Kimberly.


"Arlo!"


"Kakak Arlo!"