THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Ketakutan Lala, Sarah Dan Lerry



Di dalam perusahaan milik Lala terlihat asisten Lala yaitu Lerry tengah berjalan bersama wakilnya Kimberly yaitu Nickholas.


"Kenapa presiden kalian belum datang." tanya Lerry.


Mendengar pertanyaan dari asisten perusahaan MN'Da Corp membuat Nickholas terkejut.


"Apa maksud anda? Bukankah Presiden kami sudah sampai dari tadi?"


"Sudah sampai dari tadi," ulang Asisten Lerry dengan wajah terkejutnya.


Asisten Lerry dan Nickholas terus berjalan sehingga Nickholas tak sengaja menginjak sebuah kunci mobil.


Nickholas mengambil kunci mobil itu. Dan dirinya sedikit terkejut ketika mengenal kunci mobil tersebut.


"Ini kunci mobilnya presiden kami," sahut Nickholas.


Seketika Lerry terkejut.


"Celaka," batin Lerry ketakutan. "Mungkin beliau sedang pergi."


"Jika terjadi sesuatu dengan presiden kami, maka kalian semua akan mati." Nickholas berucap dingin dan datar.


"Ayo, keluar!"


Setelah itu, keduanya pergi meninggalkan perusahaan untuk mencari Kimberly.


^^^


"Presiden Lala, jangan berbicara sembarangan. Hormatilah orang lain."


"Aku sedang berbicara dengan presiden perusahaan KM Advertising. Kami tidak ada hubungannya denganmu," ucap ketus Lala.


"Awalnya aku dan perusahaan KM Advertising ingin berbicara bisnis denganmu dan perusahaanmu. Tapi hari ini tidak ada lagi kesempatan untukmu. Kesempatanmu habis. Dan aku pastikan perusahaanmu akan hancur di tanganku. Bahkan aku akan memasuki nama perusahaanmu, namamu, nama semua pegawaimu dan nama semua anggota keluargamu ke dalam daftar hitam perusahaan di seluruh dunia."


Mendengar ucapan sekaligus ancaman dari Kimberly membuat Lala tertawa. Dirinya tidak takut justru menantang Kimberly.


"Lucu sekali. Apa kamu berpikir bahwa kamu adalah presiden perusahaan KM Advertising, hum?" ejek Lala.


"Benar sekali. Nyalimu begitu besar sehingga berani mengaku sebagai presiden perusahaan KM Advertising," ucap Sarah.


"Presiden Lala. Anda lihatlah sendiri bagaimana wanita ini menurut saya. Kamu tahu harus berbuat apa?" ucap laki-laki itu kepada presiden Lala.


Laki-laki itu melirik kearah Kimberly dengan tersenyum menyeringai.


"Anda tenang saja, tuan! Aku tahu harus berbuat apa terhadap si penipu ini. Aku akan menyuruhnya meminta maaf kepada anda sembari bersujud di hadapan anda," ucap Lala.


Lala menatap kearah Kimberly. "Kimberly, kamu sudah membuatku malu. Tidak disangka kamu berani menjadi presiden perusahaan KM Advertising palsu."


Kimberly hanya tersenyum. "Hari ini aku akan beri pelajaran padamu, nona Lala!"


Lala menghampiri Kimberly, namun langkah terhenti ketika mendengar ucapan dari laki-laki itu.


"Tunggu! Aku beritahu kamu. Jika hari ini kamu mau jadi pacarku, maka masalah ini selesai."


"Jangan harap. Kau pikir kau siapa. Sudah miskin, belagu lagi." Kimberly berucap kejam.


"Maka jangan salahkan aku jika aku tidak sopan padamu," ucap laki-laki itu.


"Coba saja. Aku justru mau melihat apa yang bisa kau lakukan hari ini padaku," tantang Kimberly.


Laki-laki itu melihat kearah Lala. "Baiklah, presiden Lala. Bereskan dia."


Lala kemudian mendekati Kimberly dengan menatap tajam Kimberly.


"Kimberly, tamatlah riwayatmu. Tidak akan ada yang menolongmu," ucap Lala.


"Jika kau berani memukulku, maka aku pastikan kau dan seluruh anggota keluargamu hancur. Dan kau akan kehilangan masa depanmu. Begitu juga dengan orang-orang terdekatmu."


Lala tertawa. "Kamu pikir kamu siapa. Seenaknya saja bawa-bawa masa depanku dan juga keluargaku. Dasar sudah gila."


"Bilang aku ini palsu. Coba kamu tanyakan kepada wakilku Nickholas," ucap Kimberly sembari memberikan ponselnya yang sedang menghubungi Nickholas.


Sarah melihat kearah Lala. "Presiden Lala. Ada baiknya kita menghubungi tuan Nickholas. Jika benar dia presiden perusahaan KM Advertising yang asli, bisa mati kita."


Lala kemudian mengambil ponsel milik Kimberly lalu berbicara dengan Nickholas.


"Baiklah. Aku akan menanyakan langsung kepada wakil Perusahaan KM Advertising tentang presiden perusahaan KM Advertising. Jika kau berbohong, habislah kau!"


"Justru sebaliknya, jika aku benar-benar presiden KM Advertising yang asli. Sementara kau dan para orang-orangmu sudah menghinaku, maka ucapkan selamat tinggal kepada perusahaanmu. Begitu juga dengan perusahaan seluruh anggota keluargamu. Dengan kata lain kau, orang-orangmu dan seluruh anggota keluargamu akan hancur tanpa sisa."


Setelah itu, Lala berbicara dengan Nickholas.


"Hallo, apa ini benar ponsel presiden perusahaan KM Advertising?"


"Kenapa ponsel presiden saya ada di tangan kamu, hah?!" teriak Nickholas.


Seketika Lala terkejut ketika mendengar perkataan dari Nickholas, lalu Lala menatap kearah Kimberly yang saat ini tersenyum menyeringai.


"Ja-di kau benar-benar presiden perusahaan KM Advertising?" Lala berucap dengan gugup.


Laki-laki yang bersandar di mobil Kimberly seketika merebut ponsel milik Kimberly yang berada di tangan Lala, lalu kemudian ponsel tersebut dibuang.


"Apa kamu sudah bodoh. Aku saja bisa dia tiru. Apalagi ponsel. Pasti ponsel itu palsu. Apa kamu tidak mempercayaiku, hah?!" bentak laki-laki itu.


Mendengar perkataan dari laki-laki itu membuat Kimberly marah. Kemudian Kimberly melangkahkan kakinya menghampiri laki-laki itu.


Setelah berdiri di hadapan laki-laki itu, seketika Kimberly mencekik kuat lehernya.


"Aakkhhh!"


"Aku sejak tadi sudah menahan kesabaranku untuk tidak menyakitimu, tapi kesabaranku tidak ada artinya sama sekali." Kimberly berucap dengan penuh amarah. Bahkan tatapan matanya menatap nyalang kearah laki-laki itu.


Sementara Lala dan Sarah seketika terkejut dan juga syok ketika melihat kemarahan Kimberly. Mereka tidak menyangka jika Kimberly akan melakukan hal itu.


Kimberly makin menguatkan cekikikan sehingga bisa dilihat bahwa laki-laki itu kesulitan bernafas.


"Kimberly, lepaskan dia. Apa kau ingin membunuhnya!" bentak Lala.


Sedangkan Kimberly tidak memperdulikan ucapan dan bentakan dari Lala. Kimberly makin menguatkan cekikikannya di leher laki-laki itu.


Melihat Kimberly yang masih mencekik leher laki-laki itu membuat Sarah memukul Kimberly.


Ketika Sarah hendak memukul Kimberly.  Kimberly sudah terlebih dulu bertindak.


Duagh..


"Aakkhh!"


Tubuh Sarah tersungkur di aspal dengan mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


Sementara untuk laki-laki yang ada di hadapannya itu, Kimberly melempar ke samping dimana ada sebuah tiang listrik disana.


Gedebug..


Bruk..


Tubuh laki-laki itu menghantam kuat tiang listrik itu dan berakhir menghantam aspal.


Setelah selesai dengan tugasnya. Kini Kimberly menatap nyalang kearah Lala. Sedangkan yang ditatap seketika ketakutan.


"Nona!"


Nickholas berlari menghampiri Kimberly. Dia tahu bahwa putri dari Bosnya itu dalam keadaan tak baik-baik saja. Ditambah lagi ketika melihat dua orang yang sudah tak berdaya tersungkur di aspal. Dan satunya sudah bisa dipastikan tak sadarkan diri.


"Nona tidak apa-apa?"


"Saya baik-baik saja, Paman! Untung Paman cepat datang. Jika Paman sedikit terlambat, maka perempuan menjijikkan ini mati di tanganku." Kimberly menatap penuh amarah kearah Lala.


Sementara Lala yang mendengar perkataan dari Kimberly saat ini benar-benar ketakutan. Dirinya tidak menyangka jika Kimberly berubah menjadi sosok iblis yang kejam.


Nickholas menatap marah kearah presiden Lala. Laki-laki itu benar-benar kecewa akan sikap Lala terhadap Kimberly.


"Saya benar-benar kecewa terhadap anda nona Lala. Anda dan perusahaan anda sejak dulu ingin bekerja sama dengan perusahaan KM Advertising. Ketika kesempatan itu datang, anda justru menyia-nyiakannya."


"Ma-maafkan saya tuan. Sa-saya tidak....." Perkataan Lala terpotong karena Nickholas sudah terlebih dulu menyela.


"Tidak tahu maksud anda. Hahahaha. Anda sangat lucu. Bagaimana anda bisa tahu jika nona Kimberly ini adalah presiden KM Advertising, sementara anda saja sudah langsung menilai nona saya ini hanya karena penampilannya yang biasa. Anda merendahkan nona saya. Bahkan anda juga menghinanya."


Lala hanya bisa diam dan merutuki kebodohannya karena sudah langsung menyerang Kimberly dengan kata-katanya yang kejam.


"Jika anda benar-benar tidak tahu siapa nona Kimberly. Dua hal yang harus anda lakukan. Pertama, anda harus bertanya terlebih dahulu. Dan yang kedua, jika anda masih tidak mempercayai nona Kimberly. Anda bisa menghubungi saya dan menanyakan tentang nona Kimberly. Justru yang anda lakukan adalah menghina dan merendahkan nona Kimberly."


Lala terdiam. Begitu juga dengan Lerry laki-laki yang berstatus asisten Lala. Termasuk Sarah yang saat ini kesakitan di bagian perutnya. Mereka tidak berani menatap wajah Kimberly.


"Seperti yang sudah aku katakan dari awal kau menghinaku. Aku akan membuatmu dan keluargamu hancur. Bahkan semua karyawanmu juga akan mengalami hal yang sama sepertimu dan keluargamu. Aku pastikan kau, karyawanmu, perusahaanmu dan seluruh anggota keluargamu tidak akan bisa bangkit lagi. Tunggu saja. Hanya butuh 2 jam untuk membuat kalian hancur."


Setelah mengatakan itu, Kimberly pergi meninggalkan Lala, Lerry dan Sarah setelah Nickholas memberikan kunci mobilnya yang saat ini benar-benar ketakutan. Begitu juga dengan Lerry sang Asisten.