
"Siap berangkat Triny pulang sekolah nanti?" tanya Andhika yang melangkah masuk ke dalam kelasnya Triny.
Saat ini di kelas hanya ada Triny dan Andhika. Sementara para sahabat Triny dan teman-teman sekelasnya sudah berada di kantin.
"Aku sudah siap dari kemarin. Jadi, siapa saja yang pastinya ikut ke Berlin selain Nathan, Ivan, Lisa dan Alisha?"tanya Triny.
"Seperti yang sudah kita ketahui. Yang ikut cuma mereka berempat. Sementara yang lain sudah punya acara sendiri," sahut Andhika.
Mendengar jawaban dari Andhika membuat Triny sedikit kecewa karena ketiga sepupunya dan sahabat-sahabatnya yang lain tidak ikut berdiri dirinya dan Andhika.
Melihat wajah sedih dan wajah kecewa Triny membuat Andhika menjadi kasihan. Apa yang dirasakan oleh Triny itu juga yang dirasakan oleh Andhika.
Jujur, Andhika juga merasakan sedih dan kecewa melihat Tommy sepupunya dan para sahabatnya yang lain tidak ikut bersama dirinya dan Triny.
Berlahan Andhika menarik tubuh Triny dan membawanya ke dalam pelukannya. Andhika berusaha untuk memberikan semangat kepada gadisnya.
"Sudah. Jangan sedih ya. Jelek tahu kalau sedih," ucap Andhika.
Andhika kemudian melepaskan pelukannya lalu menatap wajah cantik Triny. Setelah itu, Andhika menghapus air mata Triny.
"Lebih baik kita ke kantin sekarang! Nggak sama yang lainnya nungguin kita lama. Jangan sampai buat mereka salah paham dengan kita dan beranggapan kalau kita berdua marah karena mereka tidak ikut terutama Kimberly."
Mendengar perkataan dari Andhika membuat Triny langsung mengerti. Dirinya juga tidak ingin membuat sahabat-sahabatnya dan ketiga sepupunya merasa bersalah karena tidak bisa ikut bersama dirinya dan Andhika.
"Baiklah."
Setelah itu, Andhika dan Triny pun pergi meninggalkan kelas untuk menuju kantin.
***
Semuanya sudah berkumpul di kantin. Dan mereka semua kini tengah menikmati makan siangnya.
"Dhik, jam berapa berangkatnya?" tanya Tommy.
"Pulang sekolah langsung berangkat," jawab Tommy.
Triny menatap wajah sahabat-sahabatnya dengan tatapan sedih.
"Dania, Danela. Kalian yakin nggak mau ikut. Masa hanya Lisa dan Alisha doang?" tanya Triny.
"Sorry, Triny! Kan kita udah ngomong dari awal kalau kita sudah punya acara masing-masing," ucap Dania.
"Kita nggak bisa batalin," sela Danela.
"Kalau kalian bagaimana?" tanya Andhika dengan menatap Tommy, Billy, Henry, Lionel, Satya, Mirza dan Andry secara bergantian.
"Kita minta maaf Andhika!" seru mereka kompak.
"Terus lo, Aryan?" tanya Triny.
"Kita sudah ada acara sama cewek-cewek kita," jawab Aryan.
Mendapatkan jawaban-jawaban yang tak memuaskan dari sahabat dan sepupunya membuat Andhika dan Triny sedih. Namun mereka tidak marah. Bagaimana pun sahabat-sahabatnya dan sepupunya sudah merencanakan acaranya terlebih dahulu sebelum acara mereka berdua.
Grep!
Kimberly seketika memeluk tubuh Triny. Dirinya tahu bahwa sepupunya saat ini benar-benar sedih karena ketidak ikut sertaan dirinya, Billy, Aryan dan dua sahabatnya ke Berlin.
"Jangan sedih ya. Kalau kamu sedih. Aku juga bakal sedih juga. Secarakan aku yang udah buat kamu sedih. Kamu harus happy disana bersama kak Andhika. Dan jangan jadikan ketidakhadiran kami membuat kamu dan kak Andhika jadi tidak bahagia."
Mendengar perkataan dari Kimberly seketika membuat Triny tersenyum. Begitu juga dengan Andhika.
Setelah puas memeluk tubuh Triny. Kimberly pun melepaskan pelukannya. Lalu tangannya mengusap air mata Triny.
"Janji ya harus happy disana bersama kak Andhika. Aku nggak mau dengar kamu bersedih. Apalagi sampai memikirkan kami disini."
"Aku janji," jawab Triny.
Kimberly tersenyum ketika mendengar jawaban dari Triny. Lalu tatapan matanya menatap wajah tampan Andhika.
"Kak Dhika. Aku titip Triny sama kakak. Jaga dan lindungi Triny. Buat kak Triny bahagia. Tentunya untuk kak Dhika juga," ucap Kimberly.
***
Gracia sekarang ini berada di kamarnya. Dirinya saat ini masih memikirkan kejadian dimana dirinya dan ibunya diusir dari keluarga Aditya. Bahkan yang membuatnya makin terkejut lagi adalah bahwa dirinya bukan putri kandung dari Gustavo Chena Aditya.
Gracia dan ibunya kembali ke kediaman Ameera karena keluarga Ameera tidak mengetahui apa yang telah dilakukan oleh ibunya selama ini.
Gustavo, kedua kakak laki-lakinya dan kedua adik perempuannya masih memiliki hati yang baik dengan tidak membuka kebusukan dan kecurangan Lindaweni di hadapan keluarga Ameera sehingga keluarga Ameera mau menerima Lindaweni dan putrinya.
Hubungan Lindaweni dengan para anggota keluarga Ameera adalah sesama saudara sepupu dimana ayah dari Lindaweni adalah adik laki-laki dari ayah Lodra Ameera.
Ayah Lindaweni memiliki 3 saudara (3 saudara laki-laki dan 1 saudara perempuan). Ayah Lodra anak yang pertama, sedangkan ayah Lindaweni anak yang ketiga.
Sementara ayahnya Lodra meninggal, semua tanggung jawab di keluarga Ameera diberikan kepada Lodra sebagai saudara tertua. Apa yang dikerjakan dan peraturan apa saja yang sudah dibuat oleh para orang tua terdahulu, itu juga yang harus dikerjakan dan dipatuhi. Dan tidak boleh dirubah.
Gracia masih belum mempercayai semua yang terjadi pada dirinya. Dan Gracia tidak mempercayai perkataan dari Gustavo Chena Aditya yang mengatakan bahwa dirinya bukanlah putri kandungnya.
"Tidak. Ini tidak mungkin. Daddy pasti bohong. Aku adalah putri kandung Daddy. Daddy berbicara seperti itu karena marah akan sikapku selama ini. Dan aku sangat yakin jika aku berubah, maka Daddy akan menerimaku dan Mommy lagi."
"Aku harus bicara sama Mommy dan meminta Mommy untuk menjelaskan semuanya padaku," ucap Gracia.
Gracia beranjak dari tempat tidurnya hendak keluar untuk menuju kamarnya ibunya.
Ketika Gracia hendak melangkah menuju pintu, tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada sebuah pesan yang masuk.
Gracia langsung mengambil ponselnya. Matanya melihat ada sebuah pesan masuk dari Syafina. Tangannya segera membuka pesan itu lalu membacanya.
To : Syafina
Gracia, apa kau ingin tahu siapa orang yang sudah membuat lo dan ibu lo terusir dari keluarga Aditya?
From : Gracia
Siapa?"
To : Syafina
Kimberly! Dia yang sudah membuat lo dan ibu lo terusir dari keluarga Aditya.
Deg!
Gracia terkejut ketika membaca balasan dari Syafina.
From : Gracia
Lo tahu dari mana?
To : Syafina
Gue lihat beritanya di Internet. Berita tentang ibu lo. Kemudian gue minta tolong sama teman gue yang kebetulan bekerja di bidang IT. Gue minta sama temen gue itu untuk mencari tahu siapa pemilik akun yang sudah menyebarkan berita itu ke internet, walau hasil akhirnya, video itu tidak bisa dihapus. Hanya sipemilik akun tersebut yang bisa menghapusnya. Bahkan teman gue itu juga tidak bisa meretasnya.
Gracia seketika mengepal kuat tangannya ketika mendengar kabar dari Syafina yang mengatakan bahwa Kimberly biang dari dirinya dan ibunya terusir dari keluarga Aditya.
"Awas lo Kim. Gue bakal buat perhitungan sama lo," batin Gracia.
To : Syafina
Oh, iya! Gue mau kasih tahu lo satu hal. Dan ini gue tahu dari teman gue itu.
From : Gracia
Apa? Teman lo ngomong apa sama lo?
To : Syafina
Teman gue bilang ke gue dan meminta gue untuk menyampaikan ini ke lo. Teman gue bilang agar lo berhenti mengganggu pemilik akun itu yang tak lain adalah milik Kimberly. Teman gue bilang jika lo atau ibu lo masih saja mencari masalah dengan Kimberly, maka lo dan ibu lo bakal kembali terusir dari keluarga Ameera. Teman gue juga bilang bahwa Kimberly tahu silsilah dan peraturan yang ada di dalam keluarga Ameera. Jadi Kimberly bakal gunakan itu buat hancurin lo dan ibu lo jika lo dan ibu lo masih saja mengusik Kimberly."
Mendengar penjelasan dari Syafina membuat Gracia terkejut dan juga syok. Dirinya tidak menyangka jika Kimberly bisa mengetahui tentang keluarga Ameera.
"Siapa lo sebenarnya, Kimberly?