THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kepulangan Rica



Kimberly bersama kakak laki-laki kesayangannya yaitu Jason sudah berada di Bandara Siegerland. Keduanya saat ini duduk salah satu kursi yang ada di bandara tersebut.


"Kakak, apa masih lama?"


"Sebentar lagi sayang."


"Ih. Jawabannya dari tadi itu mulu. Tapi yang ditunggu dari tadi nggak nongol-nongol," gerutu Kimberly dengan mempoutkan bibirnya.


Jason tersenyum gemas mendengar perkataan dan melihat wajah kusut adik perempuannya. Tangannya kemudian mengacak-acak rambut adik perempuannya gemas.


"Kenapa? Bosan, hum?"


"Hm." Kimberly menjawab dengan deheman disertai anggukkan kepalanya.


"Sabar, oke!"


Kimberly menatap wajah tampan kakak laki-lakinya. "Memangnya kita nungguin siapa sih? Sejak kakak jemput aku di sekolah, di perjalanan hingga sampai disini. Kakak nggak ngomong apa-apa."


Jason kembali tersenyum ketika mendengar ucapan sekaligus jawaban dari adik perempuannya. Di dalam hatinya Jason membenarkan apa yang dikatakan oleh adik perempuannya itu bahwa dirinya tidak mengatakan apa-apa tentang orang yang akan dirinya jemput.


"Nanti kamu akan tahu siapa orangnya," sahut Jason.


Tepat setelah Jason mengatakan hal itu, tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil nama Jason.


"Jason."


Mendengar namanya dipanggil Jason langsung melihat keasal suara tersebut. Dan detik kemudian, terukir senyuman manis di bibirnya. Begitu juga dengan orang tersebut.


Orang yang memanggil Jason melangkahkan kakinya menghampiri Jason dan Kimberly.


Kimberly seketika membulatkan kedua matanya ketika melihat sosok wanita cantik yang melangkah menghampiri dirinya dan kakak laki-lakinya.


"Kakak Rica!" seru Kimberly.


Kimberly langsung berdiri dari duduknya dan berlari menghampiri sang calon kakak iparnya. Begitu juga dengan Jason yang tersenyum melihat adik perempuannya.


Grep!


Kimberly seketika langsung memeluk tubuh calon kakak iparnya itu dengan wajah bahagianya.


"Aku senang kakak kembali."


"Kakak juga senang melihat kamu. Kamu masih sama seperti dulu. Nggak berubah sedikit pun."


Setelah puas memeluk tubuh calon kakak iparnya, Kimberly pun melepaskan pelukannya.


Rica menatap cantik wajah calon adik iparnya itu disertai elusan di pipi kirinya.


"Kakak kangen kamu."


"Aku juga kangen kak Rica. Selamat datang kembali di kota Berlin."


Melihat bagaimana bahagianya adik perempuannya dan juga calon istrinya membuat Jason tersenyum bahagia. Dirinya benar-benar bersyukur kedua perempuan yang begitu dia sayangi saling menyayangi satu sama lainnya.


"Eheem!"


Jason berdehem dengan bermaksud untuk menghentikan acara kangen-kangenan dua orang perempuan yang dia sayangi.


Mendengar deheman dari Jason membuat Kimberly dan Rica dengan kompak melihat kearah Jason.


"Asyik berdua saja sehingga tidak menyadari bahwa ada laki-laki tampan disini," ucap Jason yang berpura-pura merajuk.


Mendengar perkataan dari Jason. Kimberly dan Rica tersenyum. Rica kemudian melangkah mendekati Jason calon suaminya itu.


Cup!


Rica mencium pipi Jason lalu dibalas pelukan oleh Jason. Dirinya benar-benar merindukan kekasih sekaligus tunangannya ini.


Setelah puas memeluk tubuh tunangannya, Jason memberikan ciuman di kening Rica.


"Kak Jason, kak Rica. Ayo kita pulang!"


Jason dan Rica tersenyum ketika melihat wajah kusut serta lelah Kimberly.


"Baiklah, ayo kita pulang!" seru Jason dan Rica bersamaan.


Rica langsung menggandeng tangan Kimberly dan membawanya pergi terlebih dahulu meninggalkan Jason yang ditemani dengan dua koper miliknya.


Sementara Jason hanya bisa menghela nafas pasrah ketika melihat kedua perempuan yang begitu disayanginya pergi begitu saja meninggalkan dirinya.


***


Di kediaman Fathir Aldama terlihat Fathir, Nashita dan ketiga putranya tengah berkumpul di ruang tengah.


Sejak kepulangan Fathir dan Nashita dari kantor, keduanya tidak melihat keberadaan dua anak-anaknya yaitu Jason dan Kimberly. Ketika keduanya bertanya kepada tiga putranya yaitu Uggy, Enda dan Riyan tentang keberadaan Jason dan Kimberly. Ketiganya dengan kompak menjawab 'tidak tahu'.


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Sementara Jason dan Kimberly belum juga kembali. Dan hal itu sukses membuat Fathir, Nashita, Uggy, Enda dan Riyan khawatir.


"Sayang, bagaimana ini? Jason dan Kimberly belum kembali. Ini sudah pukul 5 sore loh. Tidak biasanya mereka pulang terlambat. Dan tidak biasa juga keduanya tidak mengabari kita. Bahkan panggilan dari kita juga tidak dijawab," ucap dan tanya Nashita yang benar-benar mengkhawatirkan kedua anaknya.


Baik Fathir, Nashita maupun Uggy, Enda dan Riyan sudah berulang kali menghubungi Jason dan Kimberly. Namun ponsel keduanya sama-sama tidak aktif alias mati total sehingga mereka tidak bisa melacak keberadaan keduanya.


"Mom! Tenang dulu, oke! Kita berdoa saja semoga kak Jason dan Kimberly baik-baik saja," ucap Uggy sembari menenangkan ibunya.


"Jason, Kim! Semoga kalian baik-baik saja sayang!"


"Kak Jason, Kim. Kalian dimana? Cepat pulang."


"Semoga kalian baik-baik saja."


***


Jason dan Kimberly saat ini dalam perjalanan pulang ke rumah. Setelah mengantar Rica sampai di rumah dan mengobrol beberapa menit dengan anggota keluarga Rica. Jason dan Kimberly memutuskan untuk langsung pulang.


Baik Jason maupun Kimberly tidak ingin membuat anggota keluarganya khawatir, terutama sang ibu. Ditambah lagi ponselnya kehabisan daya sehingga keduanya tidak bisa mengabari anggota keluarganya.


Ketika Jason fokus membawa mobil dan Kimberly yang melihat ke depan dengan sesekali melihat ke samping. Tatapan matanya tak sengaja melihat sosok seorang gadis yang dikenali.


Disaat Kimberly melihat jelas wajah gadis itu, seketika Kimberly langsung bersuara sehingga membuat sang kakak laki-lakinya terkejut.


"Kakak, berhenti!"


Jason seketika menginjak rem mobilnya karena mendengar ucapan dari adik perempuannya.


"Kim, ada apa?"


"Kakak, itu Valen!" Kimberly menjawab pertanyaan dari kakak laki-lakinya sembari menunjuk kearah luar jendela.


Jason langsung melihat arah tunjuk Kimberly. Dan seketika Jason terkejut ketika melihat adik sepupunya sedang diganggu oleh beberapa laki-laki.


^^^


"Lepaskan aku!"


"Ayolah, manis! Jangan sok jual mahal," ucap laki-laki itu dengan tangannya menyentuh dagu sang gadis.


Plak!


Gadis itu langsung memberikan tamparan ke wajah laki-laki tersebut karena laki-laki itu berani menyentuhnya.


Mendapatkan tamparan dari seorang gadis membuat laki-laki itu marah. Begitu juga dengan teman-temannya.


"Wah! Besar juga nyali kamu cantik. Tapi sayangnya, kamu tidak akan bisa pergi kemana-mana. Kamu sekarang sudah menjadi milik kami," ucap laki-laki itu.


"Bawa dia pergi!"


Dua temannya mendekati gadis itu dan hendak membawa sang gadis pergi.


Namun ketika kedua laki-laki itu hendak menyentuh tangan gadis tersebut, seseorang datang menghentikannya dengan memberikan tendangan kuat di pinggang kedua laki-laki tersebut sehingga membuat keduanya meringis kesakitan.


Duagh! Duagh!


Seketika sang gadis menangis karena melihat kedatangan kakak sepupunya.


"Valen, kamu tidak apa-apa sayang? Apa ada yang terluka? Apa mereka menyakitimu?"


"Tidak, kak!"


"Kamu yakin?"


"Iya, kak!"


"Sekarang kamu masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil ada kakak Kimberly. Dia sangat mengkhawatirkan kamu."


"Baik, kak! Kakak Jason hati-hati."


"Hm!" Jason berdehem disertai anggukkan kepalanya.


Setelah itu, Valen berlari kecil menghampiri mobil milik Jason yang terparkir tak jauh dari lokasi kejadian.


Sementara Jason menatap enam laki-laki yang mencoba berbuat jahat terhadap adik perempuannya.


"Siapa kau? Berani sekali ikut campur urusan kami!" bentak laki-laki yang menyentuh dagu Valen.


"Jika kau dan para tikus-tikus busukmu itu tidak menggangu adik perempuanku, aku juga tidak sudi mengganggu urusan kalian."


"Alah! Palingan kau juga menginginkan gadis itu kan. Biar tidak ketahuan, kau mencari alasan dengan menyebut perempuan itu adalah adik perempuanmu," ucap salah satu teman laki-laki itu.


Mendengar perkataan dari salah satu laki-laki yang ada di hadapannya membuat Jason tersenyum di sudut bibirnya.


"Terserah kalian mau bicara apa."


Setelah mengatakan itu, Jason langsung pergi meninggalkan keenam laki-laki itu. Jason tidak ingin membuang tenaganya cuma-cuma hanya untuk menghajar keenam laki-laki yang Jason anggap lemah.


Melihat kepergian laki-laki yang sudah mengganggu urusannya dan teman-temannya membuat laki-laki itu marah. Laki-laki itu kemudian melihat kearah teman-temannya lalu dengan kompak mereka menganggukkan kepalanya.


Dan detik kemudian...


"Serang!"


Laki-laki itu beserta teman-temannya langsung menyerang Jason yang saat ini berjalan menuju mobilnya.


Duagh! Duagh!


Jason seketika membalikkan badannya dan langsung memberikan tendangan kuat kepada keenam laki-laki tersebut yang hendak menyerangnya dari belakang. Tendangan Jason tepat berada di pinggang dan di perut masing-masing keenam laki-laki itu sehingga membuat keenam laki-laki tersebut tersungkur di tanah dengan punggung dan perut menghantam tanah dengan tak elitnya.


Jason tersenyum di sudut bibirnya. Setelah itu, Jason kembali melangkah menuju mobilnya.