THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Kami Takut, Dad!



Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda, Riyan dan anggota keluarga lainnya sudah berada di ruang rawat Kimberly. Mereka semua menatap sedih Kimberly yang terbaring lemah di tempat tidur dengan wajah pucat, hidungnya yang di pasang selang canula dan tangan kirinya di pasang infus.


Sedangkan Billy, Aryan, Triny, Risma dan Tommy ketika masuk ke ruang rawat Kimberly tak bisa menahan tangisannya. Mereka menangis terisak ketika melihat kondisi Kimberly.


"Hei, sudah ya nangisnya." Nashita menghibur keponakan-keponakannya dan calon menantunya dengan memberikan pelukan kepada keponakan-keponakannya dan calon menantunya secara bergantian.


"Maafkan kami, Mom!" Billy, Aryan, Triny dan Risma berucap bersamaan.


"Maafkan aku, Tante! Aku gagal melindungi dan menjaga Kimberly," ucap Tommy.


"Aku juga gagal melindungi Kimberly, Mom!" ucap Billy disela isakannya.


Mendengar ucapan maaf serta isak tangis dari Billy, Aryan, Triny, Risma dan Tommy membuat Nashita tersenyum gemas. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya.


"Kalian tidak salah, sayang! Tidak ada yang salah disini. Jadi, Mommy minta sama kalian. Udah nangisnya. Apa kalian tidak malu dilihatin sama sahabat-sahabat kamu dan sahabatnya Kimberly, hum?" Nashita berbicara lembut kepada keponakannya dan calon menantunya sembari mereka.


Liana, Helena dan Clarita secara bergantian memberikan kecupan sayang di kedua pipi dan kening Kimberly. Sama halnya dengan Billy, Aryan, Triny, Risma dan Tommy. Liana, Helena dan Clarita juga sedih dan terpukul melihat keponakan manisnya kesakitan. Terutama Helena.


Bagi Helena, Kimberly adalah keponakan yang peka akan dirinya. Keponakannya itu juga pernah mengorbankan nyawanya ketika rumahnya kemalingan. Pada saat kejadian itu, keponakan manisnya itu menginap di rumahnya dimana di rumah itu hanya ada dirinya, Valen dan Kimberly.


Saat kejadian kemalingan itu, salah satu maling tersebut hampir menghunuskan pisau ke perutnya, namun Kimberly dengan keberaniannya menahan pisau itu sehingga tidak mengenai perutnya sehingga mengakibatkan tangan keponakan manisnya terluka.


Dan sekarang keponakan manisnya harus kembali masuk rumah sakit. Dan Helena serta semuanya belum mengetahui perihal Kimberly karena Dokter belum datang untuk memeriksa kondisi Kimberly.


Setelah Helena, Liana dan Clarita puas memberikan ciuman di seluruh wajah Kimberly. Kini giliran para Paman-pamannya. Mereka adalah Rafassya, Nirvan dan Ammar.


Baik Rafassya, Nirvan dan Ammar secara bergantian memberikan ciuman di pipi dan kening Kimberly. Bahkan mereka juga memberikan kata-kata semangat untuk Kimberly. Mereka menangis melihat Kimberly yang harus kembali masuk ke rumah sakit.


"Cepat sembuh ya cantik!" ucap Rafassya dan Nirvan bersamaan.


"Kamu kuat, sayang!" ucap Ammar.


Keempat kakak laki-lakinya melangkah mendekati ranjang Kimberly. Mereka juga memberikan kata-kata semangat dan kecupan sayang untuk adik cantik mereka.


"Adiknya kakak. Cepat sembuh ya sayang. Kakak sedih loh lihat kamu kembali masuk rumah sakit," ucap Jason.


"Kakak sayang kamu. Cepat bangun ya. Jangan tidur lama-lama. Sedih tahu," ucap Riyan.


"Kamu kuat sayang," ucap Uggy.


"Kakak harus segera bangun dan lihat kakak disini," ucap Enda.


Para kakak-kakak sepupunya mendekat untuk memberikan ciuman sayang di pipi dan di kening Kimberly. Serta kata-kata penenang dan juga doa untuk adik sepupunya itu.


Melihat para saudara sepupunya ingin melihat adik perempuannya. Jason, Uggy, Enda dan Riyan pun memutuskan mundur dan memberikan ruang untuk mereka berbicara dengan Kimberly.


Kini Pasya, Fathan, Aryan, Valen, Alfan, Athaya, Barra, Zivan, Rehan dan Ricky sudah berdiri di samping ranjang Kimberly.


Sama seperti para orang tua. Mereka juga melakukan hal yang kepada Kimberly.


Bagaimana perasaan mereka? Sudah pasti perasaan mereka lebih hancur dibandingkan perasaan para orang tua mereka. Mereka begitu menyayangi Kimberly.


Kakak/adik mana yang tak hancur dan sakit hatinya ketika melihat orang yang begitu disayangi harus kembali terbaring di rumah sakit. Mereka sebagai seorang kakak dan adik sudah mati-matian dan berusaha sekuat tenaganya untuk melindungi, menjaga, merawat dan memberikan yang terbaik untuk Kimberly.


Namun siapa disangka jika kesayangannya mendapatkan kemalangan ketikan berada diluar rumah dan jauh dari pandangan matanya. Mereka semua menangis melihat adik perempuannya/kakak perempuannya harus merasakan sakit di tubuhnya.


"Cepat sembuh biar kamu bisa main lagi dengan kita semua di rumah," ucap Barra.


"Kakak sayang sama Kim. Cepat bangun dan lihat kita semua ada disini." Alfan berucap sembari tangannya mengusap lembut kepala Kimberly.


Sementara Billy, Triny, Risma dan Aryan bergantian memberikan usapan di pipi dan kening Kimberly.


Tommy yang sejak tadi hanya berdiri sambil tatapan matanya menatap kearah Kimberly berlahan melangkah mendekati ranjang Kimberly. Dan jangan lupa air matanya yang masih mengalir membasahi wajahnya.


Melihat Tommy yang mendekati ranjang Kimberly. Para kakak sepupunya Kimberly langsung memberikan ruang untuk Tommy. Mereka tahu bahwa Tommy juga ingin berada di dekat Kimberly.


Kini Tommy sudah berdiri di samping ranjang Kimberly. Tangannya menggenggam tangan Kimberly yang terbebas dari infus. Berlahan Tommy mengecup punggung tangan Kimberly.


"Sayang. Maafkan aku. Seharusnya aku menemani kamu di kantin bukannya berada di rooftop. Jika aku menemani kamu di kantin. Kamu nggak akan seperti ini," ucap Tommy dengan tangannya mengusap lembut kepala Kimberly sehingga memperlihatkan kening putih Kimberly. Tommy kemudian membubuhi kening putih Kimberly dengan kecupan sayang.


Mendengar ucapan dari Tommy membuat Fathir, Nashita dan anggota keluarga lainnya menangis. Mereka menatap kearah Tommy dengan tatapan sedih dan air mata yang mengalir membasahi wajahnya.


Billy, Aryan, Triny dan Risma masih setia dalam pelukan sang Bibi. Saat ini mereka masih ketakutan. Bayangan Kimberly yang memanggil namanya dan mengadukan kesakitannya padanya masih berputar-putar di kepalanya.


Fathir, Ammar, Nirvan dan Rafassya serta anggota keluarga lainnya menatap khawatir keponakannya/putranya. Mereka semua tidak ingin Billy, Aryan, Triny dan Risma jatuh sakit. Mereka tahu bagaimana hubungan mereka dengan Kimberly. Mereka memiliki ikatan yang sangat kuat. Jika yang satu sakit, maka yang satunya juga ikut merasakan kesakitannya. Padahal hubungan mereka hanya sebatas sepupu, namun sudah seperti saudara kandung.


Fathir melangkah mendekati istri dan keponakan-keponakannya yang saat ini duduk di sofa. Dia berusaha untuk memberikan ketenangan kepada keponakan-keponakannya itu.


Kini Fathir sudah duduk di samping kanan keponakannya Billy. Tangannya terangkat untuk mengusap lembut kepala keponakan itu. Lalu beralih kepada keponakannya yang lain.


"Billy, Aryan, Triny, Risma!" panggil Fathir.


Mendapatkan sentuhan di kepalanya dan mendengar suara lembut sang Paman. Seketika Billy, Aryan, Triny dan Risma langsung melepaskan pelukan Bibinya dan beralih memeluk tubuh pamannya.


Fathir tersenyum melihat kelakuan keempat keponakannya itu. Begitu juga dengan Nashita dan anggota keluarga lainnya.


"Kalian adalah kakak laki-laki yang hebat untuk Kimberly. Kalian sudah melakukan tugas kalian sebagai kakak laki-laki untuk Kimberly. Jadi, Daddy mohon sama kalian. Jangan menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi terhadap Kimberly. Percayalah! Kimberly akan baik-baik saja."


"Tapi kami takut, Dad!"


"Apa yang membuat kalian takut, hum?"


"Aku nggak mau Kimberly kembali merasakan sakit seperti yang sudah-sudah. Apalagi sakit yang dirasakan oleh Kimberly ketika Kimberly duduk di kelas 1 SMP," jawab Aryan.


"Kenapa kamu bicara seperti itu?"


Fathu menjadi bingung akan perkataan dari keponakannya. Begitu juga dengan Nashita dan keluarga lainnya.


Disaat Aryan ingin memberitahu kondisi sebenarnya Kimberly. Dengan kata lain ingin memberitahu apa penyebab Kimberly masuk rumah sakit, tiba-tiba terdengar pintu dibuka oleh seseorang.


Semua orang yang ada di dalam ruangan rawat Kimberly langsung melihat kearah pintu. Dan mereka semua melihat seorang Dokter cantik dan dua perawat melangkah masuk ke dalam ruangan rawat Kimberly.


Melihat kedatangan sang Dokter membuat semua anggota keluarga Kimberly berdiri dan menghampiri Dokter itu.


"Bagaimana hasil pemeriksaannya, Dokter?" tanya Fathir.


"Kenapa nona Kimberly sampai mengkonsumsi udang dan berbarengan dengan buah strawberry? Bukankah nona Kimberly memiliki alergi itu?"


Bukannya menjawab pertanyaan dari Fathir. Justru Dokter wanita itu memberikan pertanyaan balik kepada Fathir dengan tatapan matanya menatap Fathir dan Nashita selaku orang tua dari Kimberly.