
Billy, Triny, Aryan, Tommy, Andhika dan para sahabatnya sudah berada di kantin. Termasuk Risma.
Kini mereka tengah menyeruput minuman masing-masing yang mereka pesan beberapa menit yang lalu. Mereka akan memesan makanan ketika Kimberly, Rere dan Sinthia datang.
"Kimberly kok lama sekali sih!" seru Risma tiba-tiba.
Risma menatap wajah Billy. "Bil, kamu yakin Kimberly bakal nyusul ke kantin? Bagaimana kalau Kimberly kebablasan sampai pelajaran dimulai?" tanya Risma.
Mendengar perkataan dari Risma membuat Billy tersenyum. Begitu juga dengan yang lainnya.
"Kenapa? Apa kamu sudah tidak sabar melihat Kimberly?" tanya Billy.
"Lebih tepatnya tidak sabar melihat reaksi Kimberly ketika melihat aku ada disini," sahut Risma.
Mendengar jawaban dari Risma membuat mereka semua tersenyum. Dan bahkan mereka kini langsung membayangkan wajah terkejut Kimberly ketika melihat Risma.
Ketika mereka tengah memikirkan wajah terkejut Kimberly ketika melihat wajah Risma, tiba-tiba Tommy tak sengaja melihat keberadaan Kimberly bersama dua sahabatnya Rere dan Sinthia tengah diganggu oleh beberapa pelajaran laki-laki.
Seketika Tommy mengepal kuat tangannya ketika melihat kekasihnya diganggu oleh salah satu pelajar laki-laki itu.
Melihat tatapan mata Tommy kearah lain, Mirza yang kebetulan duduk di hadapan Tommy langsung melihat kearah tatapan mata Tommy.
Dan seketika Mirza membelalakkan matanya ketika melihat beberapa pelajar laki-laki yang mengganggu Kimberly, Rere dan Sinthia.
"Eh, lihat! Itu Kimberly, Rere dan Sinthia digangguin tuh!" Mirza langsung berseru dengan tangannya menunjuk kearah Kimberly, Rere dan Sinthia.
Mendengar seruan dari Mirza. Billy serta yang lainnya kecuali Tommy yang memang sejak tadi sudah melihat kearah Kimberly, Rere dan Sinthia langsung melihat kearah tunjuk Mirza.
"Yak! Apa-apaan mereka. Kenapa mereka mengganggu Kimberly, Rere dan Sinthia!" ucap Satya marah.
^^^
Kimberly, Rere dan Sinthia saat ini tengah berdebat dengan sepuluh pelajar seniornya. Tiga diantaranya berusaha menghalangi Kimberly, Rere dan Sinthia.
"Minggir nggak," ketus Kimberly.
"Kalau aku tidak mau. Kamu mau apa, hum?" pelajar laki-laki yang berstatus pemimpin itu seketika mencolek dagu Kimberly sembari mengedipkan matanya.
Melihat apa yang dilakukan oleh seniornya membuat Kimberly terkejut dengan mata yang membulat. Begitu juga dengan Rere dan Sinthia.
Melihat apa yang dilakukan oleh temannya sekaligus sang pemimpin. Kedua pelajar senior itu juga ikut menggoda Rere dan Sinthia dengan cara menyentuh bahu Rere hingga sampai bawah dan menyentuh pipi putih Sinthia.
Melihat apa yang dilakukan oleh seniornya membuat Rere dan Sinthia langsung menepis tangan seniornya itu.
"Jangan macam-macam ya!" bentak Sinthia.
"Yang sopan dong!" bentak Rere.
Mendengar perkataan disertai bentakan dari Rere dan Sinthia membuat kedua laki-laki itu tersenyum.
Kimberly menarik tangan Rere dan Sinthia bersamaan lalu membawa kedua sahabatnya itu pergi.
Namun lagi-lagi usaha mereka gagal. Kesepuluh seniornya itu menghalangi jalannya.
"Mau kemana? Disini saja temani kita," ucap laki-laki itu menatap wajah cantik Kimberly.
"Minggir!" teriak Kimberly.
"Jangan galak dong sayang. Ntar cantiknya hilang," ucap laki-laki itu sembari mencolek pipi putih Kimberly.
"Brengsek! Lo....."
Kimberly melayangkan tangannya hendak menampar wajah laki-laki itu. Dirinya tidak terima atas apa yang dilakukan oleh laki-laki itu kepadanya.
Laki-laki itu langsung menahan tangan Kimberly yang hendak menampar wajahnya. Lalu laki-laki itu mencium punggung tangan Kimberly.
Kimberly seketika menggeram marah ketika seniornya itu dengan lancang mencium punggung tangannya.
"Dasar laki-laki menjijikkan!" bentak Kimberly.
Setelah mengatakan itu, Kimberly kembali melangkahkan kakinya meninggalkan kesepuluh seniornya. Dan diikuti oleh Rere dan Sinthia.
Ketika laki-laki itu dan teman-temannya hendak menghalangi jalannya Kimberly, Rere dan Sinthia. Tommy, Billy serta yang lainnya datang dan langsung memberikan tendangan kuat kepada laki-laki itu dan kedua temannya yang diduga menyukai Rere dan Sinthia.
Duagh.. Duagh..
Duagh..
"Aakkhh!" teriak ketiganya ketika mendapatkan tendangan di punggungnya.
Yang memberikan tendangan kuat pada punggung ketiga laki-laki yang menyukai Kimberly, Rere dan Sinthia adalah Tommy, Satya dan Henry.
Semua penghuni kantin berdiri dan berdiri menepi. Mereka tidak ingin terjadi sesuatu terhadap diri mereka jika sewaktu-waktu terjadi perkelahian di dalam kantin.
Tommy, Billy, Satya, Henry dan yang lainnya menatap tajam kearah kesepuluh teman-temannya itu.
Sementara Triny, Aryan dan para sahabatnya menatap khawatir Kimberly, Rere dan Sinthia. Mereka secara bergantian memberikan pertanyaan seputar keadaan Kimberly, Rere dan Sinthia.
"Kalian benar-benar menjijikkan ya!" bentak Tommy.
"Mereka sudah berusaha bicara baik-baik. Namun kalian masih saja tidak mau mendengarkan mereka!" bentak Henry.
"Dan kalian masih saja mengganggu dan menghalangi jalan mereka!" bentak Satya.
Mendengar perkataan dari Tommy, Henry dan Satya membuat kesepuluh laki-laki itu menggeram marah. Terutama tiga laki-laki yang sejak pertama kali melihat Kimberly dan keempat sahabatnya masuk sekolah sudah menaruh rasa suka terhadap Kimberly dan keempat sahabatnya.
Namun mereka menahannya sampai waktunya tiba dan mereka akan melakukan segala cara untuk mendapatkan cinta Kimberly dan keempat sahabatnya itu.
"Jangan ikut campur!" bentak laki-laki yang menyukai Kimberly.
"Hahahaha. Apa kau bilang? Jangan ikut campur?! Hei, sadarlah kau Akhas. Gadis yang kau ganggu itu adalah kekasihku. Dan kedua sahabatnya itu adalah kekasih dari kedua sahabatku yaitu Henry dan Satya. Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa aku tidak usah ikut campur!" bentak Tommy.
"Aku tidak peduli statusmu dan status para sahabat-sahabat bodohmu itu! Yang jelas disini aku dan teman-temanku menyukai Kimberly dan keempat sahabatnya. Aku dan teman-temanku akan mendapatkan mereka. Bagaimana pun caranya!" teriak Akhas.
"Coba saja kalau kau dan teman-temanmu itu bisa! Berani kau menyentuh Kimberly dan keempat sahabatnya, maka akan terjadi sesuatu terhadap keluargamu dan juga keluarga dari teman-temanmu itu!" teriak Billy dengan penuh penekanan dan ancaman disetiap kata.
Setelah mengatakan itu, Billy membawa sahabat-sahabatnya pergi meninggalkan kesepuluh teman-teman sekolahnya itu. Begitu juga dengan Aryan, Triny dan para sahabatnya membawa Kimberly, Rere dan Sinthia.
^^^
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Tommy dengan tangannya yang mengusap lembut punggung tangan Kimberly dengan tisu basah.
Tommy tidak rela tangan kekasihnya dicium oleh laki-laki lain selain dirinya.
Sementara Kimberly tersenyum mendengar pertanyaan dari Tommy dan melihat perlakuan lembut Tommy terhadap dirinya. Begitu juga dengan Billy, Aryan, Triny dan Risma.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Satya dan Henry kepada Rere dan Sinthia. Mereka juga tidak terima kekasihnya diperlakukan tak baik oleh orang lain.
Cup...
Kimberly seketika memberikan ciuman di pipi Tommy. Dirinya benar-benar gemas akan perlakuan lembut yang diberikan Tommy padanya. Tommy memperlakukan dirinya layaknya bayi mungil nan cantik.
Mendapatkan ciuman dari Kimberly membuat Tommy tersenyum lebar. Dirinya benar-benar bahagia saat ini.
Setelah itu, Kimberly menatap wajah sahabatnya, ketiga sepupunya serta yang lainnya yang kini juga menatap dirinya.
Dan detik kemudian....
Seketika kedua matanya membulat sempurna ketika melihat satu sosok tersenyum di hadapannya.
"Risma Fidelyo!"