
Setelah selesai urusannya di sekolah dan mampir ke sebuah toko buku dan makan di pinggir jalan bersama kekasihnya. Kini Kimberly berada di dalam kamarnya.
Kimberly berdiri di balkon kamarnya. Kebetulan kamarnya bersebelahan dengan kamarnya Risma.
Ketika Kimberly fokus menatap ke depan. Dari sudut matanya terlihat seseorang baru keluar dari kamarnya dan berdiri di balkon. Orang itu adalah Risma.
Kimberly langsung melihat ke samping dan dapat dilihat oleh Kimberly bahwa Risma saat ini tengah menikmati secangkir kopi susu kesukaannya.
"Risma," panggil Kimberly.
Risma yang berada di balkon sebelah melirik sekilas kearah Kimberly. Setelah itu, Risma kembali dengan urusannya yaitu menikmati kopi susu kesukaannya.
Mendapatkan reaksi yang tak memuaskan dari Risma membuat Kimberly mendengus kesal.
"Risma," panggil Kimberly lagi.
Risma yang mendengar panggilan dari Kimberly hanya diam. Dirinya sengaja membuat mood Kimberly buruk dengan mengabaikan panggilan dari adik sepupunya itu.
Bagi Risma, melihat kekesalan dan mendengar umpatan demi umpatan yang keluar dari mulut Kimberly membuat sesuatu yang menarik untuk Risma.
Kimberly berdecak kesal karena panggilan darinya diabaikan oleh Risma. Berani sekali panggilan dari seorang Kimberly Aldama diabaikan oleh Risma Liam Fidelyo.
"Risma, jawab gue!"
Tetap sama. Risma masih mengabaikan panggilan dari Kimberly. Dirinya saat ini asyik menikmati kopi susu kesukaannya sambil memandang pemandangan langit yang indah di malam hari.
"Risma, lo budek ya!"
"Risma, jawab gue sialan!"
"Uhuukk!"
Seketika Risma tersendat ketika mendengar umpatan Kimberly. Namun detik kemudian, dirinya tersenyum. Dan kembali bersikap biasa.
Kimberly yang melihat tingkah dari Risma seketika menatap tajam kearah Risma dengan kedua tangannya mengepal ke udara.
Setelah menatap Risma dengan tatapan kesal. Kimberly masuk ke dalam kamarnya.
Risma yang melihat Kimberly yang masuk ke dalam kamarnya seketika tertawa puas karena sudah berhasil mengerjai Kimberly.
^^^
Kimberly melangkahkan kakinya menuju kamar Risma yang berdekatan dengan kamar miliknya.
Setelah tiba di depan pintu kamar Risma. Kimberly langsung membuka pintu kamar tersebut secara pelan agar si pemilik kamar tidak mengetahuinya.
Kimberly masuk ke dalam kamar Risma berpakaian hitam. Serta wajah yang ditutup. Penampilannya sudah seperti maling.
Kimberly menatap kearah balkon dimana Risma masih berdiri disana. Melihat hal itu, terukir senyuman di sudut bibirnya dibalik penutup wajahnya.
Kimberly melihat kearah meja dimana disana terlihat sebuah sendok garpu.
Kimberly mengambil sendok garpu itu, kemudian membengkokkan dua sisi kiri dan sisi kanan. Kimberly hanya menyisakan yang bagian tengah saja.
Setelah itu, Kimberly berlahan berjalan mendekati Risma sembari tersenyum jahat.
Dan detik kemudian...
"Jangan bergerak. Atau pisau ini menembus lehermu," ucap Kimberly dengan suara yang disamarkan.
Deg..
Seketika tubuh Risma bergetar ketika mendengar suara seseorang yang tidak dikenali olehnya. Ditambah lagi ketika merasakan benda tajam menusuk permukaan kulit lehernya.
"Ma-mau apa? Ja-jangan sakiti aku. Aku tidak punya apa-apa. Aku saja numpang di rumah Paman dan Bibi aku."
Kimberly berusaha menahan tawanya ketika mendengar nada gugup Risma. Ditambah lagi ketika mendengar ucapan Risma.
"Ikut gue!"
Kimberly membawa masuk Risma ke dalam kamar. Setiba di dalam kamar, Kimberly mendorong tubuh Risma di atas tempat tidur sehingga Risma terjatuh di atasnya.
"Ja-jangan," ucap Risma ketakutan.
Kimberly sudah mati-matian menahan tawanya di balik penutup wajahnya sembari tangannya mengarahkan ujung sendok garpu kearah Risma.
Risma tidak tahu bahwa yang dipegang oleh Kimberly itu adalah sendok garpu karena Kimberly sudah melilitkan sendok garpu itu dengan lakban hitam. Dan hanya memperlihatkan ujungnya saja.
Kimberly berjalan mendekati Risma yang saat ini ketakutan dengan tersenyum puas dibalik penutup wajahnya.
"Tolong!" teriak Risma sekencang-kencangnya sehingga teriakannya terdengar sampai ke bawah.
^^^
Jason, Uggy, Enda dan Riyan saat ini berada di ruang tengah. Mereka tengah membahas masalah pekerjaan mereka di kantor sembari membahas tentang Lala yang tak lain adalah mantan teman sekolah adik perempuannya ketika di SMP dulu termasuk anggota keluarganya. Dan juga perusahaan Mn'da Corp yang hancur di tangan adik perempuannya itu akibat kesombongan dan sifat angkuh dari seorang Lala.
"Aku makin bangga sama Kimberly," sahut Riyan.
"Kakak juga Riyan. Adik perempuan kita itu benar-benar sudah dewasa. Adi perempuan kita itu bisa menempatkan situasi dan tidak mencampur adukkan," sahut Enda.
"Yah! Kapan dia akan bermanja-manja sama kita, sama Mommy dan sama Daddy, kapan dia akan bersikap jahil dan kapan dia akan bertanggung jawab dengan tugasnya. Kimberly menempatkan pada posisi masing-masing," ucap Uggy.
"Tolong!"
Deg..
Seketika Jason, Uggy, Enda dan Riyan terkejut ketika mendengar suara teriakan Risma di lantai dua.
"Kak, itu suara teriakan Risma!" sahut Riyan.
Setelah itu, mereka langsung berdiri dari duduknya dan berlari menuju lantai dua.
^^^
"Ja-jangan bunuh aku. Jangan!" teriak Risma.
"Tolong!" teriak Risma.
Risma saat ini benar-benar ketakutan. Dirinya saat ini sudah menangis. Di dalam hatinya berdoa agar ada yang masuk ke kamarnya lalu melawan maling yang ada di hadapannya itu.
Sementara Kimberly tersenyum di balik penutup wajahnya ketika melihat wajah takut Risma.
Brak..
Seseorang mendobrak pintu kamar Risma. Setelah itu, masuklah empat pemuda tampan ke dalam kamar Risma.
"Risma!"
"Kak Jason, kak Uggy, kak , Enda, kak Riyan!"
"Tenang, oke! Kamu sudah aman sekarang. Tidak perlu takut lagi," hibur Uggy.
Uggy memeluk tubuh bergetar Risma. Dirinya berusaha untuk menenangkan Risma, adik sepupunya.
"Siapa kamu?! Kenapa kamu ada di kamar adik saya? Dari mana kamu masuk?" bentak Jason.
"Dari sana," jawab Kimberly sembari menunjuk kearah pintu.
Mendengar jawaban dari orang berpakaian hitam dan penutup wajah sembari menunjuk kearah pintu membuat Jason, Uggy, Enda dan Riyan langsung melihat kearah pintu.
"Jangan main-main! Siapa kamu?!" tanya Enda.
Kimberly tidak menjawab pertanyaan dari kakak ketiganya itu. Justru Kimberly melangkah mendekati tempat tidur Risma.
Setelah berada di dekat tempat tidur Risma. Kimberly kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur itu.
Bruk..
"Ach, lelah!"
Sementara Jason, Uggy, Enda dan Riyan saling melirik satu sama lainnya. Mereka seketika mengenali suara itu.
Setelah itu, mereka kembali melihat kearah tempat tidur dimana mereka melihat orang berpakaian hitam itu tak bergerak alias tidur.
Yah! Seketika Kimberly tertidur di atas tempat tidur Risma karena lelah mengerjai Risma.
Berlahan Jason, Uggy, Enda dan Riyan mendekati tempat tidur Risma. Begitu juga dengan Risma.
Sesampainya di dekat tempat tidur Risma, Jason secara pelan dan hati-hati membuka penutup wajah dari orang itu.
Seketika Jason membelalakkan matanya ketika melihat wajah dari orang yang sudah membuat Risma ketakutan. Begitu juga dengan Uggy, Enda, Riyan dan Risma. Mereka tak kalah terkejut ketika melihat wajah orang tersebut.
"Kimberly!"
Seketika mereka semua tersenyum dan geleng-geleng kepala atas apa yang dilakukan oleh Kimberly beberapa detik yang lalu terhadap Risma.
"Ja-jadi yang jadi maling dan menakuti aku adalah anak kelinci ini," ucap Risma kesal.
"Kamu benar-benar ya, Kim!" Jason geleng-geleng kepala melihat kelakuan adiknya itu sembari tangannya mengusap lembut kepala adiknya lalu mencium bibir penuh sayang.
"Ada aja ide jahilnya. Heran deh," ucap Riyan yang juga memberikan kecupan di kening adik perempuannya itu.
"Misalkan kalau ikut acting. Pasti langsung lolos nih anak," ucap Enda.
"Sudah pastilah. Coba saja lihat bagaimana takutnya Risma saat dia nyamar jadi maling," sela Uggy.
"Lihatlah! Sampai ketiduran gitu setelah habis ngerjain Risma," sahut Enda ketika melihat adik perempuannya yang tertidur pulas.
Sementara Risma hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala karena habis dikerjain oleh Kimberly. Risma tak habis pikir Kimberly punya ide gila seperti ini.
"Lo ngelakuin ini karena ingin balas dendam sama gue kan. Dasar! Salut gue sama ide jahil lo," ucap Risma tersenyum geli ketika memikirkan dirinya yang ketakutan akan mati di tangan Kimberly sembari tangannya mengusap-usap lembut kepala Kimberly.
"Balas dendam? Maksud kamu apa?" tanya Uggy.
"Tadi aku sama Kimberly sama-sama berdiri di balkon. Ketika berdiri disana, Kimberly berulang kali manggil aku. Tapi aku nya pura-pura nggak dengar. Berulang kali manggil aku dan tidak mendapatkan jawaban dari aku. Kimberly masuk ke dalam kamarnya. Aku pikir Kimberly nyerah. Eh, tahunya balas dendam!"
Mendengar penjelasan dari Risma membuat Jason, Uggy, Enda dan Riyan tersenyum gemas melihat keusilan Kimberly malam ini.
"Dan dia berhasil!" ucap Uggy.
"Hm!" Risma, Jason, Enda dan Riyan berdehem.