THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Rencana Talitha Yang Gagal



Kini Talitha dan keempat sahabatnya sudah berada di Kantin. Disana sudah ada keempat sahabatnya Kimberly, Tommy, Billy, Aryan, Triny dan para sahabat-sahabatnya. Hanya Kimberly yang belum bergabung dengan mereka.


"Kimberly belum datang ya?" tanya Lisa.


"Iya, nih! Mana tuh anak. Tumben telat," sela Alisha.


"Saat kalian kesini. Kimberly sudah datang belum?" tanya Aryan.


"Yak, Aryan! Kamu nanya atau apa sih? Jika anak kelinci itu sudah datang. Kita gak mungkin kesini tanpa anak kelinci itu," jawab Rere sarkas.


"Hahahaha." mereka semua tertawa ketika mendengar perkataan kejam dari Rere.


"Re. Lebih baik lo berdoa deh," ejek Dylan.


"Berdoa? Maksud lo apa?" Rere menatap horor Dylan.


"Berdoa agar perkataan kamu tidak didengar sama Kimberly," sahut Dylan.


"Jika Kimberly dengar ucapan lo tadi. Habis lo diamuk sama Kimberly." Raka juga ikutan nakutin Rere.


Mendengar perkataan dari Dylan dan Raka seketika Rere langsung menutup mulutnya dan matanya melihat ke sekeliling.


Lian dan Jerry yang melihat reaksi Rere seketika tersenyum. Namun detik kemudian...


"Hei, Kimberly!" sapa Lian.


"Udah lama datangnya. Kok gak bilang," ucap Jerry.


Mendengar ucapan dari Lian dan Jerry. Rere menggigit bibirnya. Tangannya menepuk jidatnya.


"Mampus gue," batin Rere.


Sementara yang lainnya berusaha menahan melihat Rere yang sudah salah tingkah akibat ulah Lian dan Jerry.


Beberapa detik kemudian, Rere membalikkan badannya untuk melihat kearah Kimberly.


"Kimberly, gue..."


Perkataan Rere terhenti dan seketika matanya membelalak dan mulut terbuka lebar. Namun beberapa detik kemudian, wajahnya berubah kecut. Sementara yang lainnya melihat Rere tertawa.


"Hahahahaha."


Rere menatap tajam mereka semua yang tertawa melihat wajah malunya karena ketahuan takut akan diamuk beneran oleh Kimberly.


"Sialan kalian semua," ucap Rere.


"Sudah... Sudah! Kasihan Rere. Jangan ledekin terus nanti ayangnya marah," ucap Lionel sembari melirik kearah Henry.


"Hei, lihatlah!" seru Andhika sembari menunjuk kearah Talitha dan keempat sahabatnya.


Mereka semua melihat kearah tunjuk Andhika. Dapat mereka lihat Talitha dan keempat sahabatnya tengah tertawa.


"Tumben kelompok kuntilanak berkurang," sahut Triny.


"Eh, iya! Lima kuntilanak yang lainnya mana? Kenapa gak gabung sama spesiesnya," ujar Andry.


"Dan lihatlah. Sepertinya mereka tampak bahagia," ucap Catharine menatap curiga Talitha dan keempat sahabatnya.


Seketika otak mereka travelling memikirkan Kimberly. Mereka semua takut jika Talitha dan keempat sahabatnya melakukan sesuatu terhadap Kimberly makanya Kimberly telat bergabung dengan mereka semua.


"Apa mereka...?"


"Triny," panggil Billy.


Triny langsung melihat kearah Billy. Dan dapat dilihat olehnya Billy yang menggelengkan kepalanya.


"Semoga Kimberly baik-baik saja," ucap Andhika sembari mengusap lembut kepala belakang Triny.


"Awas saja kau Talitha jika aku dengar kau nyakitin Kimberly. Habis kau," batin Tommy dan Billy.


Disaat mereka tengah memikirkan Kimberly, tiba-tiba Mirza melihat kedatangan Kimberly menuju kearah mereka semua.


"Hei, itu Kimberly!" seru Mirza sambil menunjuk kearah Kimberly yang melangkah menuju kearah mereka semua.


Mereka semua mengalihkan perhatiannya melihat kearah Kimberly. Detik kemudian, mereka semua tersenyum bahagia dan lega ketika melihat Kimberly yang baik-baik saja.


"Eh, tunggu dulu. Ada yang aneh dengan Kimberly," sela Dania.


"Iya, benar! Lihatlah wajah Kimberly. Seperti Kimberly tengah marah tuh," sahut Santy.


Kimberly melangkahkan kakinya menuju meja dimana keempat sahabatnya, ketiga sepupunya dan para sahabat dari ketiga sepupunya dan juga kekasihnya berada.


"Sebentar lagi Tommy balik lagi padaku," batin Talitha.


"Wah! Bakal ada perang nih," ucap Kiara.


"Ingat! Jika rencanaku berhasil. Kalian harus traktir aku selama satu minggu."


"Siap. Begitu juga dengan kamu. Jika kamu gagal. Kamu harus traktir kita-kita selama dua minggu. Itu yang kamu katakan beberapa menit yang lalu," kata Selena dan diangguki oleh Kiara, Brenda dan Aurel.


"Deal." mereka pun berjabat tangan.


Kini Kimberly sudah bersama dengan keempat sahabatnya, ketiga sepupunya dan para sahabat dari ketiga sepupunya. Kimberly menatap marah Tommy.


Melihat tatapan Kimberly padanya membuat Tommy menjadi bingung. Tommy berpikir bahwa dirinya tidak memiliki salah sama sekali terhadap kekasihnya itu.


Billy melirik kearah Tommy yang kebetulan duduk di sampingnya. Kemudian Billy membisikkan sesuatu ke telinga Tommy.


"Apa kalian bertengkar?"


"Tidak."


"Terus kenapa Kimberly natap kamu seperti itu? Apa kamu ngelakuin kesalahan kemarin?"


"Seingatku tidak. Setelah selesai kencan aku antarin Kimberly pulang. Pulang dari rumah Kimberly. Aku langsung pulang ke rumah dan tidak kemana-mana lagi."


"Tommy," Kimberly menggeram.


Mendengar Kimberly yang menggeram. Baik Tommy, Billy dan yang lainnya menelan ludah mereka kasar.


Kimberly menyuruh Tommy untuk berdiri dengan jari telunjuknya di gerak-gerakkin ke atas. Melihat hal itu, Tommy pun langsung berdiri.


"Ada apa...?"


Ucapan Tommy seketika terhenti ketika Kimberly langsung menarik dasi sekolahnya sehingga wajahnya berdekatan dengan wajah Kimberly.


Detik kemudian, Kimberly mencium bibir Tommy dan bermain-main di bibir Tommy. Tommy yang mendapatkan ciuman dari Kimberly akhirnya mengikuti permainan dari Kimberly.


Melihat Kimberly yang tiba-tiba mencium Tommy dikantin membuat semua penghuni di kantin menjadi heboh dan berteriak. Bahkan mereka semua melihat bagaimana Kimberly dan Tommy berciuman.


Detik kemudian, Kimberly mengacungkan jari tengahnya kearah Talitha dan keempat sahabatnya disela-selanya masih berciuman dengan Tommy.


Melihat hal itu membuat Talitha dan keempat sahabatnya membelalakkan matanya ketika melihat Kimberly yang mencium Tommy didepan semua orang. Bahkan Kimberly dengan santai nya mengarahkan jari tengahnya kearah Talitha dan keempat sahabatnya.


"Brengsek! Kenapa Kimberly tidak marah sama sekali saat melihat foto itu?" Talitha benar-benar marah saat ini.


Sementara Billy dan yang lainnya akhirnya paham maksud dari apa yang dilakukan Kimberly. Mereka semua tersenyum mengejek ketika melihat wajah marah Talitha dan keempat sahabatnya atas ulah Kimberly.


Setelah puas, Kimberly dan Tommy pun menyudahi kegiatan mereka. Sementara yang lainnya hanya melihat dengan wajah yang syok. Terutama Billy, Aryan dan Triny.


Mereka menatap Kimberly dengan tatapan 'Wow'. Mereka berpikir sejak kapan adik sepupu mereka bisa menjadi buas seperti saat ini.


Kimberly dan Tommy duduk dibangku masing-masing. Begitu juga dengan yang lainnya. Saat ini di dalam hati Tommy berteriak gembira karena mendapatkan ciuman dari gadis yang begitu dicintainya. Bahkan Tommy bisa merasakan ciuman dari Kimberly. Ciuman dari Kimberly adalah ciuman yang tulus dan penuh cinta untuknya.


"Kimberly," panggil Sinthia.


"Iya," jawab Kimberly singkat.


"Apa kamu sudah tahu tentang reuni sama teman-teman SMP kita?" tanya Sinthia.


"Sudah," jawab Kimberly.


"Apa kamu akan datang?" kini Santy yang bertanya.


"Tentu."


"Sebaiknya kita gak usah datang saja. Aku takut jika mereka kembali menghina kamu, Kim." Rere berusaha membujuk Kimberly.


"Hei, sejak kapan kalian menjadi penakut seperti ini? Ayolah! Aku gak bakal mati hanya karena hinaan dari para orang-orang bodoh itu. Dulu mereka belum tahu siapa aku. Dan sekarang aku berniat ingin membeberkan status asliku didepan mereka semua. Maka dari itu aku akan datang keacara reuni itu. Gak ada salahnya kan kalau kita ikuti permainan orang-orang bodoh itu sebelum masuk keintinya?"


"Apa kamu yakin?" tanya Triny.


"1000% yakin. Aku sudah bahas masalah ini sama Mommy, Daddy, Kak Jason, Kak Uggy, Kak Enda dan Kak Iyan. Aku bakal balas mereka seperti kejadian di mall semalam. Tapi bedanya di reuni besok aku bakal buat dua kali lipat dari kejadian di mall itu. Tergantung dengan permainan yang mereka berikan padaku." Kimberly berbicara sambil memasukkan potongan ayam ke mulutnya.


"Aku minta sama kamu. Ketika ada di acara itu kamu harus hati-hati. Jangan sampai mereka menyentuh kamu apalagi menyakiti kamu." Billy memberikan nasehat pada Kimberly.


"Aku akan hati-hati. Lagian aku tidak sendirian. Banyak mata-mata yang selalu menjaga kita semua," jawab Kimberly.


Billy, Aryan dan Triny paham maksud dari perkataan Kimberly yang mengatakan banyak mata-mata.