
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Semua anggota keluarga berkumpul di kediaman Fathir Aldama. Baik adik-adiknya Fathir Aldama maupun adik-adiknya Nashita Aldama. Sedangkan untuk Kimberly sudah berada di dalam kamarnya.
Mereka semua saat ini tengah membahas masalah yang sedang dihadapi Kimberly. Mereka semua bahkan tak habis pikir bahwa kesayangannya bertubi-tubi mendapatkan masalah.
"Uggy," panggil Fathir.
"Iya, Dad!"
"Bagaimana kabar laki-laki itu?"
"Kalau Daddy masih ingin memberikan pelajaran kepada laki-laki itu, masih bisa!" sahut Uggy.
"Aku tidak habis pikir dengan cara mereka memperlakukan Kimberly. Bisa-bisanya mereka menilai Kimberly hanya karena Kimberly membeli banyak barang mewah," sahut Helena.
"Bagaimana dengan keluarga dari wanita yang disakiti oleh Kimberly akibat perbuatannya itu?" tanya Ammar.
"Dari laporan tangan kananku Zauqi mengatakan bahwa wanita itu koma di rumah sakit. Sampai detik ini anggota keluarganya belum mengetahui permasalahan tersebut," jawab Uggy.
"Syukurlah. Setidaknya untuk saat ini masalah berkurang. Kita hanya perlu memikirkan rencana untuk membalas keluarga dari wanita tersebut jika sewaktu-waktu anggota keluarganya menuntut balas," ucap Nirvan.
"Itu sudah pasti. Aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh putriku," sahut Fathir.
"Daddy minta untuk kalian mengawasi orang-orang yang sudah mencari masalah dengan Kimberly. Jika mereka datang lagi untuk menemui Kimberly. Kalian langsung bertindak."
"Baik, Dad!"
"Selama di sekolah. Daddy percayakan Kimberly pada kamu Billy karena kamu paling tua diantara Kimberly, Triny dan Aryan!"
"Baik, Dad!" Billy menjawab perkataan dari pamannya itu.
***
Keesokan paginya dimana semua anggota keluarga termasuk Kimberly sudah berkumpul di meja makan. Mereka akan sarapan pagi bersama sebelum pergi untuk menuju tempat kerja dan sekolah.
Kimberly saat ini duduk di samping ibunya. Dan tangannya mulai mengambil dua roti tawar, lalu meletakkan di piring miliknya. Kemudian dia mengambil selai srikaya dan mengolesinya disalah satu roti tawar yang ada di piringnya. Selesai mengolesinya, lalu ditempeli dengan roti tawar yang satunya.
Kimberly melakukan semua itu dengan senyuman mengembang di bibirnya. Yah! Kimberly tengah bahagia pagi ini.
Melihat senyuman manis di bibir Kimberly membuat Fathir, Nashita, Jason, Uggy, Enda dan Riyan ikut tersenyum. Mereka bahagia jika melihat senyuman manis yang mengembang di bibir kesayangannya itu.
"Ada yang lagi bahagia nih!" seru Riyan menggoda adiknya.
Kimberly melihat sekilas kearah kakak laki-laki bontotnya lalu kembali menatap kearah roti tawarnya.
"Emang," jawab Kimberly lalu memasukkan roti tawar yang sudah lengkap dengan isinya ke dalam mulutnya.
"Apa yang membuat adiknya kakak yang paling cantik ini bahagia?" tanya Jason.
"Nanti tahu sendiri," jawab Kimberly sembari menikmati roti tawarnya.
Mendengar jawaban dari adiknya membuat Jason merengut kesal. Tapi detik kemudian, Jason tersenyum bahagia ketika melihat wajah ceria dan wajah kebahagiaan adik perempuannya.
"Kamu pagi ini mau diantar sama siapa?" tanya Riyan.
"Nggak pergi sama siapa-siapa," jawab Kimberly yang masih menikmati roti tawarnya.
Jason, Uggy, Enda dan Riyan saling memberikan tatapan melalui matanya ketika mendengar jawaban dari adiknya.
Kemudian mereka kembali menatap wajah cantik adik perempuannya itu sembari tersenyum.
"Oh, kita tahu nih!" Jason, Uggy, Enda dan Riyan berucap bersamaan.
"Eeemmm... pasti pagi ini kamu dijemput sama pengeran tampan kamu itu kan?" tanya Enda sembari menggoda adiknya.
Mendengar perkataan serta godaan dari kakak ketiganya itu seketika membuat wajah Kimberly merah karena malu.
"Cie! Yang lagi bahagia karena dijemput sama calon suami." Nashita juga ikut menggoda putrinya.
"Ih, Mom! Apaan sih. Nggak usah ikut-ikutan keempat putra Mommy itu," ucap Kimberly dengan wajah kesalnya.
Mendengar perkataan dari Kimberly, apalagi melihat wajah kesalnya membuat Nashita tersenyum. Begitu juga dengan Fathir, Jason, Uggy, Enda dan Riyan.
Tin.. Tin..
Tiba-tiba mereka semua dikejutkan dengan suara klakson mobil di luar.
Mendengar suara klakson mobil tersebut. Jason, Uggy, Enda dan Riyan seketika bersamaan menggoda adik perempuannya.
"Cie... Cie! Yang sudah dijemput sama calon suami!"
"Ih, kakak!"
"Hahahahaha."
Jason, Uggy, Enda dan Riyan tertawa. Begitu juga dengan Nashita dan Fathir.
"Kenapa tidak disuruh masuk Tommy nya, Bi?" tanya Nashita.
"Sudah, nyonya! Tapi kata tuan Tommy biar menunggu nona Kimberly nya di luar saja."
"Ya, sudah kalau begitu!"
Setelah itu, pelayan itu pun pergi menuju dapur untuk kembali bekerja.
Setelah selesai menghabiskan dua roti tawarnya dan segelas susu coklatnya. Kimberly pun berpamitan.
Kimberly terlebih dahulu memberikan ciuman di kedua pipi ibunya. Setelah itu, Kimberly beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri ayahnya.
Setelah berada di samping ayahnya. Kimberly memberikan dua ciuman di pipi ayahnya itu. Fathir tersenyum bahagia karena mendapatkan dua sekaligus ciuman dari putrinya. Biasanya putrinya itu hanya memberikan satu ciuman di sebelah kanan atau kiri.
Kimberly melangkahkan kakinya mendekati keempat kakak laki-lakinya. Dia juga akan melakukan hal yang sama dengan keempat kakak-kakaknya itu.
Kimberly memberikan masing-masing satu ciuman di pipi kanan keempat kakaknya secara bergantian.
"Yah! Kenapa cuma satu?"
"Mommy sama Daddy dapat dua!"
"Kita dua juga dong!
"Ini nggak adil namanya."
Mendengar aksi protes dari keempat kakak laki-lakinya membuat Kimberly menatap keempat dengan tatapan mata bulatnya.
"Udah untung aku ingat. Dan udah untung juga aku mau memberikannya. Sebenarnya aku ogah mencium pipinya kakak," jawab Kimberly.
Seketika Jason, Uggy, Enda dan Riyan membelalakkan matanya ketika mendengar ucapan dari adik perempuannya.
Sementara Fathir dan Nashita seketika tertawa keras ketika mendengar ucapan dari putrinya dan melihat wajah syok keempat putranya.
Setelah itu, Kimberly pun pergi meninggalkan keluarganya. Dirinya tidak ingin berlama-lama berhadapan dengan keempat kakak laki-lakinya itu. Karena menurutnya keempat kakak laki-lakinya itu pagi ini sangat menyebalkan.
***
"Bagaimana tidurnya semalam?" tanya Tommy.
"Nyenyak."
"Jujur?"
"Iya, jujur!"
"Lupakan masalah yang terjadi di mall itu. Jangan diingat lagi, bisa?" tanya Tommy.
"Baiklah. Aku tidak akan mengingat kejadian itu lagi."
"Aku pegang janji kamu. Awas kalau sampai kamu ingat kejadian itu lagi."
Sejak kedatangan kedua gadis itu yang tujuannya adalah meminta maaf kepada Kimberly atas apa yang telah mereka lakukan ketika di mall itu membuat Kimberly tumbang.
Kimberly tumbang dan tak sadarkan diri ketika tiba di rumah bersama Uggy. Beberapa menit kemudian, suhu tubuh Kimberly tiba-tiba panas.
Mendapatkan kabar dari Billy yang mengatakan bahwa Kimberly tak baik-baik saja membuat Tommy menjadi tidak tenang di rumahnya.
Sekitar pukul 7 malam Tommy menghubungi Kimberly dan menanyakan keadaannya. Dan untungnya kondisi Kimberly sudah sedikit membaik.
"Ih, apaan sih kok pake ngancam segala?" protes Kimberly.
"Setidaknya dengan begitu kamu benar-benar melupakan kejadian itu," jawab Tommy dengan tatapan matanya fokus menatap ke depan.
"Terserah kamu aja," balas Kimberly dengan mempoutkan bibirnya kesal.
Mendengar jawaban dari Kimberly itu, Tommy melirik sekilas kearah kekasihnya itu. Terukir senyuman di bibirnya ketika melihat wajah cemberut kekasihnya.
"Kenapa tuh bibir? Mau minta dicium, hum?" goda Tommy.
"Ih, Apaan sih? Nggak lucu tahu," sahut Kimberly kesal.
Tommy mengacak-acak rambut Kimberly gemas, lalu beralih mengusap lembut pipi putihnya.
"Jangan sakit-sakit lagi, oke! Hati aku sakit setiap kali melihat kamu jatuh sakit."
"Maafkan aku."
"Tidak. Kamu tidak salah. Aku sayang kamu."
"Aku juga sayang sama kamu. Jangan pernah tinggalkan aku. Dan jangan pernah bosan untuk terus mencintaiku."
"Tidak akan. Tommy Alexander akan selalu mencintai Kimberly Aldama!"