THERE IS LOVE IN SCHOOL

THERE IS LOVE IN SCHOOL
Ketakutan Asena Dan Cherry



Di sekolah terlihat Ivan dan Mirza sedang mengecek makanan dan minuman milik Kimberly di laboratorium.


Setelah beberapa menit mengeceknya, Mirza menemukan ada jenis makanan olahan seafood di nasi goreng milik Kimberly. Dan ada buah strawberry di minuman Kimberly.


Namun Mirza tidak tahu apa yang membuat Kimberly sampai muntah darah. Padahal makanan dan minuman milik Kimberly baik-baik saja.


Tanpa membuang-buang waktu untuk memikirkan hal itu, Mirza memutuskan untuk menghubungi Billy dan menanyakan sesuatu kepada Billy.


Mirza mengambil ponselnya dan menekan nomor Billy di layar ponselnya. Setelah lengkap, Mirza meredialnya.


Beberapa detik kemudian...


"Hallo, Mirza."


"Hallo, Billy. Bagaimana Kimberly?"


"Masih diperiksa. Ada apa?"


"Gue mau menanyakan sesuatu sama lo, boleh?"


"Iya, silahkan."


"Apa Kimberly memiliki Alergi?"


"Iya. Kimberly memiliki alergi seafood dan buah strawberry. Kenapa?"


Mendengar jawaban dari Billy membuat Mirza seketika langsung paham apa yang terjadi terhadap Kimberly.


"Billy, begini. Gue sama Ivan saat ini berada di laboratorium."


"Ngapain lo dan Ivan disana?"


"Kita sedang mengecek makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh Kimberly, adik sepupu lo."


Mendengar jawaban dari Mirza membuat Billy langsung berdiri dari duduknya. Billy tak menyangka sahabatnya itu akan bertindak begitu cepat.


"Apa udah ada hasilnya?"


"Sudah."


"Apa?"


"Di dalam nasi goreng Kimberly ada udang yang sudah dihaluskan. Dan di minuman Kimberly ada campuran buah strawberry."


"Apa?!"


Billy seketika berteriak ketika mendengar jawaban dari Mirza. Wajah dan tatapan matanya terlihat marah.


"Brengsek! Siapa yang berani melakukan hal menjijikkan itu kepada adik perempuanku!"


"Billy, Lo tenanglah. Gue dan Ivan akan cari tahu siapa orang yang sudah nyakitin Kimberly."


"Lo harus cari orangnya sampai berhasil Mirza. Setelah lo dan Ivan berhasil. Bawa dia ke markas."


"Sesuai keinginan lo."


Selesai mengatakan itu, Mirza langsung mematikan panggilannya. Mirza melihat kearah Ivan dan memberikan kode padanya.


Ivan yang tahu akan kode yang diberikan oleh Mirza langsung menganggukkan kepalanya.


Setelah itu, Mirza dan Ivan keluar dari ruang laboratorium itu untuk mencari tahu siapa yang sudah mencampuri makanan dan minuman Kimberly dengan udang dan buah strawberry.


^^^


"Sena, Cherry, Kalian lihatkan kondisi Kimberly setelah memakan makanannya dan juga meminum minumannya?" tanya Caria.


"Iya, kita lihat!" seru Asena dan Cherry bersamaan.


"Tapi gue nggak nyangka jika efeknya akan seperti itu. Gue pikir alergi yang diderita oleh Kimberly itu berupa gatal-gatal lalu berakhir wajah serta kulitnya menjadi jelek sehingga dia akan malu berhadapan dengan para cowok. Begitu juga dengan para cowok-cowok. Mereka nggak akan ada yang mau berdekatan dengan Kimberly." Asena berucap.


"Gue juga sama seperti Asena. Gue nggak nyangka akan seperti ini," sahut Cherry.


Asena dan Cherry memang tidak tahu efek dari alergi Kimberly yang sebenarnya. Asena dan Cherry hanya tahu jika seseorang yang alergi itu akan mengalami gatal-gatal di kulit dan wajahnya.


Asena dan Cherry juga tidak menyangka jika alergi Kimberly berbeda dengan alergi yang diderita kebanyakan orang.


"Terus bagaimana sekarang? Kalian udah nyakitin dia separah ini Sena, Cherry!" ucap Dilara.


"Kalau gue pikir-pikir, ini sudah diluar batas kita. Kita memang jahat dan sering membully. Tapi pembullyan yang kita lakukan belum sampai ketahap ini. Masih batas kewajaran." Tsamira berbicara sambil menatap wajah Asena, Cherry dan beralih menatap wajah Caria, Elnara, Aiyla, Jihan dan Dilara.


Mendengar ucapan dari Tsamira membuat Cherry, Asena, Caria, Elnara, Aiyla, Jihan dan Dilara terdiam.


Di dalam hati mereka masing-masing membenarkan apa yang dikatakan oleh Tsamira. Ini untuk pertama kalinya pembullyan mereka lakukan sudah diluar batas mereka.


"Dan lebih parahnya lagi. Sekarang kita semua sudah tahu. Bahkan kemungkinan besar semua murid-murid juga sudah tahu bahwa Tommy kekasihnya Kimberly, Aryan, Billy, dan adalah sepupunya Kimberly. Hanya kita saja yang tidak mengetahui soal itu!" seru Jihan.


"Yang aku takutkan kalau sampai Aryan, Billy dan Tommy tahu bahwa kita yang melakukan semua ini dan kalian berdua sebagai otaknya. Gue yakin Aryan, Billy dan Tommy akan marah besar sama lo berdua!" seru Aiyla.


"Contohnya aja Aryan. Aryan aja bisa marah besar kepada Sherina gara-gara foto dia bersama Prisca tersebar. Bahkan Aryan dengan tega menampar Sherina. Apalagi ini Kimberly, saudari sepupunya. Kemungkinan kemarahan Aryan akan dua kali lipat. Secara Aryan sayang banget sama Kimberly!" sahut Caria.


"Dan gue sangat yakin. Kemarahan Billy dan Tommy jauh lebih besar dari pada kemarahan Aryan. Mereka pasti akan sangat-sangat marah terhadap orang yang sudah menyakiti Kimberly. Terbukti ketika Billy dan Tommy memeluk Kimberly sambil memberikan ciuman di kening dan pipi Kimberly." Jihan ikut berbicara sambil mengingat bagaimana perlakuan lembut Billy dan Tommy kepada Kimberly.


Mendengar ucapan demi ucapan dari sahabat-sahabatnya membuat Asena dan Cherry ketakutan. Mereka merutuki kebodohannya yang dengan tega melakukan hal menjijikkan itu kepada Kimberly hanya karena cemburu.


"Terus kita bagaimana? Bantuin kita dong," ucap Asena dan Cherry menatap sahabat-sahabatnya itu.


"Kita temui anak ibu kantin. Kita paksa dia untuk tidak menyebarkan kepada siapa pun kalau kita yang sudah nyuruh dia," usul Aiyla.


"Apa semudah itu? Aku nggak yakin jika rencana ini akan berhasil," ucap dan tanya Caria.


"Kenapa lo bicara seperti itu, Car?" tanya Aiyla.


"Sekali pun kita ancam anak Ibu kantin. Aryan, Billy, Tommy dan sahabat-sahabatnya nggak akan bakal percaya begitu saja, terutama Mirza. Mirza itu pintar. Dia bisa membedakan mana orang yang berbohong dan mana orang yang jujur. Ditambah lagi anak ibu kantin selama ini tidak pernah melakukan kesalahan. Dia juga gadis yang baik. Rata-rata murid-murid perempuan sudah sangat kenal dan akrab dengan anak Ibu kantin." Caria menjawab pertanyaan dari Aiyla sembari menjelaskan maksud perkataannya barusan.


Cherry, Asena, Elnara, Aiyla, Jihan, Dilara dan Tsamira seketika terdiam ketika mendengar perkataan dari Caria yang menjelaskan tentang sikap anak Ibu kantin. Baik Cherry, Asena maupun, Elnara, Aiyla, Jihan, Dilara dan Tsamira memang tahu bagaimana karakter asli dari anak ibu kantin itu.


"Ya, sudah! Untuk saat ini kita bersikap biasa aja dulu. Kita lihat apa yang terjadi sesudah ini sembari kalian berdua memikirkan kata-kata apa yang tepat untuk kalian sampaikan kepada Billy, Aryan, Tommy dan kelompoknya jika mereka tahu masalah ini," ucap Dilara menghibur Asena dan Cherry.


"Kalian berdua nggak usah khawatir. Kita-kita nggak akan kabur. Kalian otak dari rencana ini. Sementara kita-kita berenam sebagai pengekor. Dengan kata lain, kita juga salah disini. Jadi bukan kalian saja yang akan menanggung kesalahan kalian. Kita juga akan menanggung kesalahan kita!" ucap Jihan.


"Jihan benar. Kalian nggak sendirian. Ada kita," sela Dilara.


Mendengar ucapan demi ucapan dari keenam sahabatnya membuat Cherry dan Asena seketika menangis. Dia terharu akan sikap tulus dan setianya Caria, Elnara, Aiyla, Jihan, Dilara dan Tsamira.


"Terima kasih. Kalian sahabat terbaik gue!" Cherry dan Asena berucap bersamaan.


"Gue bakal balas kebaikan kalian suatu saat nanti," ucap Cherry.


"Gue berjanji akan selalu ada di setiap kalian mendapatkan masalah," ucap tulus Asena.


Setelah itu, Cherry serta Asena berpelukan dengan keenam sahabatnya. Begitu juga dengan Caria, Elnara, Aiyla, Jihan, Dilara dan Tsamira. Mereka berpelukan untuk sekedar memberikan ketenangan satu sama lainnya.


Untuk saat ini pelukan hangat dari seorang sahabat yang mereka butuhkan. Setidaknya mereka bisa memikirkan kata-kata untuk meminta maaf kepada Aryan, Billy, Tommy dan kelompoknya, terutama kepada Kimberly.